Obrolan Vigo: Rio Fahmi, Jalan Berliku si Wonderkid Persija - Vivagoal.com
Obrolan Vigo: Rio Fahmi, Jalan Berliku si Wonderkid Persija

Obrolan Vigo: Rio Fahmi, Jalan Berliku si Wonderkid Persija

Heri Susanto - September 21, 2023
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal Berita BolaRio Fahmi seakan menjalani jalan berliku dalam karir sepakbolanya. Ia punya perjalanan yang lumayan berliku dalam karirnya maupun kehidupan pribadi sebelum menjadi seorang pesepakbola profesional.

Rio Fahmi, lahir di Banjarnegara 21 tahun lalu. sejak kecil dirinya memang ingin menjadi pesepakbola profesional. Hasrat tersebut membuatnya sempat tergabung dengan tim lokal daerahnya, Persibara Banjarnegara. Sejak 2009, ia merupakan fans Persija dan sering mengikuti perjalanan Macan Kemayoran entah lewat layar kaca maupun datang langsung ke Stadion.

Ia pernah menjalani berbagai momen sebagai fans, termasuk kala Persija dijadwalkan bersua Persebaya di Bantul pada 2018 lalu. Laga harus ditunda lantaran kisruh antar kedua supporter dan Rio termasuk salah satu pelaku kejadian di lokasi.

Obrolan Vigo: Rio Fahmi, Jalan Berliku si Wonderkid Persija
Sumber: Persija.id

“Saya berangkat dengan rombongan dari Banjarnegara kebetulan tempatnya dekat dan sempat ikut bentrok sedikit. Saya ngga sampai melakukan pelemparan dan memilih untuk mengamankan diri. Gabisa langsung pulang karena masih harus menunggu supporter rival mereda,” urainya pada kanal Youtube Vivagoal.


Baca Juga:


Sebelum menjadi pemain, dirinya sempat menyambung hidup sebagai penjaga konter pulsa di dekat rumah. Pekerjaan tersebut dirasa tak mengganggu lantaran ia masih tetap bisa berlatih. Dari pekerjaannya, Rio memiliki sedikit penghasilan dan uang tersebut sempat dipergunakan untuk ikut seleksi Persija Elite Development Squad. Ia mengaku ada 800 orang lebih yang mendaftar guna masuk Macan Kemayoran kala dirinya mengikuti seleksi.

Ia pernah mengikuti seleksi di sana dan mampu memberikan impresi. Tak lama berselang, dirinya pun direkrut oleh Persija Junior guna berlabuh bersama tim. Ia terpilih bersama 12 nama lain dari lintas kelompok umur untuk bergabung dengan Persija. Namun ketika itu, COVID-19 melanda pada 2020. Dirinya pun harus berlatih terpisah dengan klub lantaran kebijakan social distancing.

Setahun ia berlatih bersama tim Elit Pro tanpa adanya kompetisi dan Persija kekurangan pemain, dirinya pun kemudian mendapatkan tuah mentas di tim utama lantaran hal tersebut. Ia sempat menjalani uji tanding dan melakukan debut bersama PSIS Semarang dan mentas bersama klub impiannya di bawah kepemimpinan Angelo Alessio beberapa waktu lalu. Mimpinya seakan menjadi nyata.

“Sebenarnya saya menargetkan main di Liga 2. Namun mimpi seakan menjadi nyata karena bisa bermain dengan tim yang saya idolakan. Hal ini jelas menjadi kebanggaan bagi saya pribadi,” urainya.

Laga debut bersama tim ibu Kota tak berjalan bagus. Dirinya mengalami turun naik performa bersama tim. Cercaan pun sempat hinggap kepadanya. Performa yang inkonsisten didapatkan lantaran dirinya mengaku kurangnya jam terbang membuatnya menjadi grogi.


Baca Juga:


Tak hanya itu, selain main di Piala Soeratin beberapa waktu lalu, atmosfer di Liga sama sekali berbeda. Hal tersebut tak bisa ia kontrol di awal debut. Namun seiring berjalannya waktu, ia mengaku terbiasa dengan hal tersebut. Mentalitasnya, perlahan namun pasti, sudah mulai terbangun.

Sebagai pemain, awalnya ia mentas sebagai winger lantaran di pos fullback kanan kala itu ada Marco Motta dan Ismed Sofyan, yang merupakan idolanya, ada pos serupa. Pos tersebut sempat ditempatinya dan perlahan mulai berubah kala ia ditukangi Thomas Doll sebagai wing back yang kental akan transisi menyerang dan bertahan. Ia juga merasa tak masalah bermain sedikit ke belakang lantaran merasa yakin dengan kecepatan yang dimilikinya.

“Soal menyeimbangkan permainan, saya harus melakukan latihan fisik secara pribadi dan menambah intensitas di gym untuk beradaptasi dengan posisi yang didapatkannya. Awalnya lumayan berat kala sesi pre-season. Namun ketika kompetisi dimulai, semuanya sudah berjalan normal,”

Musim lalu menjadi titik balik bagi Rio lantaran dirinya sukses mengunci satu tempat di level klub maupun Timnas U23. Ia bermain lumayan reguler di dua tempat tersebut. Bahkan, ia sempat hantarkan medali perunggu di ajang SEA Games Vietnam di bawah Shin-Tae yong.

Obrolan Vigo: Rio Fahmi, Jalan Berliku si Wonderkid Persija
Sumber: Tvone News

Tak berhenti sampai di situ, ia juga sempat hantarkan Timnas meraih medali emas di SEA Games U22 tahun ini. Namanya juga sempat mendulang gelar sebagai pemain muda terbaik di musim lalu. Sejauh ini, sejhak debut pada 2021 di level klub, ia sudah megoreksi 70 laga di lintas kompetisi dan mendulang tiga gol serta empat assist.

Di level Timnas, ia sempat main 5 kali di tim U22. Sementara di tim U23, ia sudah mentas 7 laga dan mendulang satu gol bagi Indonesia. Rio masih memiliki kontrak hingga 2025 dan dirinya masih bisa terus berkembang seiring berjalannya waktu dan bukan tak mungkin namanya hanya tinggal tunggu timming yang tepat untuk main di Timnas Senior di masa mendatang.

Rio juga masih memiliki harapan untuk bermain di luar negeri. Namun ia merasa prosesnya tak akan mudah dilalui. Ada jalan panjang yang jarus dilalui. “Sejauh ini belum ada ketertarikan dari tim luar kepada saya. Jadi [memutuskan untuk] Aboard tak akan semudah itu. Saya pribadi juga ingin bermian di luar,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com