Obrolan Vigo: Xabi Alonso Bisa Jadi Kartu AS dari Rangkaian Masalah Chelsea?

Obrolan Vigo: Xabi Alonso Bisa Jadi Kartu AS dari Rangkaian Masalah Chelsea?

Heri Susanto - Mei 26, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalBerita Bola– Chelsea di bawah kepemimpinan Todd Boehly dan konsorsiumnya, BlueCo belakangan menjadi entitas yang problematik. Namun mereka baru saja membuat langkah besar dengan menunjuk Xabi Alonso sebagai juru taktik mereka di musim depan.

Sejak era manuver BlueCo yang mengakuisisi the Blues dari tangan Roman Abramovic, ada harapan Chelsea bakal kembali bersaing ketat di kancah domestik maupun kontinental. Dana tak kurang dari satu miliar paun keluar untuk mengangut 42 pemain dalam dua tahun pertama merka sejak 2022 hingga 2024 kemarin.

Hasilnya, skuat yang gemuk dan banyaknya pemain yang keluar masuk menjadi bukti ketidakstabilan dalam tubuh tim asal London Barat. Pemain muda potensial dan bintang yang digadang besar mendarat. Bahkan di tahun yang berdekatan, mereka juga mengakuisisi tim Ligue 1, RC Strasbourg guna menjadi bagian dari entitas korporasi sekaligus tempat untuk menanam bibit-bibit muda sebelum tumbuh dan berkembang.

Obrolan Vigo: Xabi Alonso Bisa Jadi Kartu AS dari Rangkaian Masalah Chelsea?
Sumber: x RealMadridIndo

Selain itu, langkah kontrovesial juga sempat dilakukan tim. Thomas Tuchel, sosok yang sempat persembahkan gelar Liga Champions kedua untuk tim, dianggap gagal menukangi tim. Posisinya kemudian diganti Graham Potter yang juga kurang mengangkt peerforma tim. Setelahnya, berbagai nama hadir mulai dari Frank Lampard, Enzo Marsca, Liam Rosenior hingga Calum McFarlne hadir.


Baca Juga:  


Dengan banyaknya pemain dan pelatih yang masuk, konsistensi tim terbilang limbung karena banyak nama yang mungkin tak diharapkan oleh pelatih sebelumnya dan banyak pelatih yang mungkin tak cocok dengan skema pemain yang ada. Meski begitu, dalam masa tersebut, Enzo Maresca sempat membantu tim menangi Conference League dan Piala Dunia Antar Klub pada 2025 kemarin.

Kini, seiring dengan manuver ugal-ugalan yang dibuat BlueCo dalam empat tahun terakhir, mereka nampak mulai serius. Pasca kegagalan tim di final Piala FA 2025/26 kemarin, the Blues nampak serius menyongsong musim depan. Mereka mampu merayu Xabi Alonso kembali ke Inggris guna berada di pinggir lapangan Stamford Bridge, bukan Anfield.

Kontrak empat tahun ke depan disepakati dan mulai efektif per 1 Juli mendatang. Ia bakal menjadi manajer tim yang artinya arus jual beli pemain harus melalui persetujuannya dan hal ini seakan menjadi tonggak baru dalam tubuh Chelsea pasca rangkaian pelatih kepala yang keluar masuk layaknya udara.

Obrolan Vigo: Xabi Alonso Bisa Jadi Kartu AS dari Rangkaian Masalah Chelsea?
Sumber: Madrid Universal

Antusiasme pun hadir dalam tubuh skuat Chelsea pasca kedatangan mantan pelatih Bayer Leverkusen dan Real Madrid itu. Loby-loby the Blues guna merapatkan pelatih potensial Spanyol di tengah carut marut performa musim ini patut diacungi jempol lantaran mereka mampu meyakinkannya mau menukangi tim yang tak bakal mentas di Liga Champions musim depan.

Kehadiran Alonso juga bisa memberikan harapan bagi fans lantaran reputasi yang sudah dibangunnya di Leverkusen dan Madrid meski di tim yang disebut terakhir ia kalah di ruang ganti lantaran terlalu masifnya ego pemain bintang di dalam klub. Situasi yang sama kecil kemungkinan akan terjadi di Chelsea.


Baca Juga:


Alonso juga terbilang lumayan adaptif dalam urusan skema. Ia bisa memainkan 3-4-2-1, 4-3-3 atau 4-4-2 di Chelsa. Berbagai pemain yang ada bisa mengakomodir skema yang dicanangkannya kelak. Enzo bisa ditarik lebih ke belakang alih-alih menjadi pemain nomor 10. Alonso juga bisa menduetkan Estevao dan Cole Palmer andai menggunakan 3-4-2-1 guna menopang Joao Pedro di depan. Dengan skema tersebut, Reece James dipertanyakan peranannya. Masalah hamstring yang diderita membuatnya lebih bermain ke dalam alih-alih eksplosif seperti awal karurnya dulu.

Lantaran bakal memakai poros tengah sebagai fondasi dari skemanya kelak, sepetti yang terlihat di Leverkusen atau Madrid, ada potensi para winger macam Jamie Gittens, Pedro Neto hingga Alejandro Garnacho bakal terasing dalam skuat andai mereka tak bisa adaptif dengan skema Alonso. Meski begitu, jika skema 4-3-3 dimainkan, poros para winger dipastikan bisa aman.

Seiring kedatangan Alonso, perlu dilihat bagaimana kelak manuvernya akan berjalan dan statusnya sebagai pelatih potensial benar-benar akan diuji apakah ia bisa melanjutkan catatan tersebut layaknya Mikel Arteta di Arsenal atau melempem seperti halnya Graham Potter kala diberikan tanggung jawab lebih besar dari sebelumnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com