Obrolan Vigo: Antoine Griezmann, Legenda yang Pernah Menjadi Musuh Atletico Madrid

Obrolan Vigo: Antoine Griezmann, Legenda yang Pernah Menjadi Musuh Atletico Madrid

Heri Susanto - April 28, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

VivagoalBerita Bola– Musim 2025/26 bakal menjadi tahun terakhir Antoine Griezmann berseragam Atletico Madrid. Pemain asal Prancis bakal pergi dari Metropolitano guna mengejar American Dream: Bermain di MLS sebelum karirnya rampung.

Griezmann sudah dua kali mentas untuk Atleti dalam periode 2014-2019 dan 2023 sampai Juni 2026. Dalam rentang tersebut, ia juga sempat kembali ke sisi Merah Kota Madrid pada 2021-2023 dengan status pinjaman. Pada periode awal, ia mulai menunjukan taring sebagai pemain nomor 10 terbaik yang ada di LaLiga.

Investasi 54 juta Euro yang dikeluarkan pada 2014 seakan berarti. Dalam periode pertamanya, Grizzie menjadi tandem terbaik untuk Mario Manzukic, Fernando Torres hingga Diego Costa. Tak hanya memberikan assist, dalam berbagai kesempatan namanya juga keluar sebagai pencetak gol terbanyak klub.

Dalam masa bakti perdananya, ia sempat hantarkan tim menangi Europa League dan Piala Super Eropa pada musim 2017/18 lalu. Catatan tersebut juga dibarengi dengan mentasnya Atleti ke final Liga Champions 2016. Namun sayang, asa klub untuk berbicara banyak pada laga penentuan tersebut harus kandas di tangan Real Madrid.

Obrolan Vigo: Antoine Griezmann, Legenda Atletico Madrid yang Terancam Tanpa Gelar
Sumber: x Fox Deportes

Tak hanya itu, periode pertama di Atleti seakan menjadi bulan madu bagi karir sepakbolanya. Ia sempat hantarkan Prancis ke final Euro 2016 dan Piala Dunia 2018. Gelar terakhir sempat dimenangkan untuk Le Bleu. Namanya juga sempat hadir dua kali di podium Ballon d’Or dengan duduk di peringkat tiga pada 2o16 dan 2018 lalu.


Baca Juga:


Di tahun 2018, ia juga sempat membuat pernyataan dalam documenter tak akan bergabung ke Barcelona dan meneken kontrak baru dengan klub. Namun semusim berselang segalanya berubah. Di musim 2019/20, Barcelona mengaktifkan klausul rilis sang pemain di angka 120 juta Euro. Ia pun menyetujui pindah ke Catalan dan mencatatkan rekor penjualan tim.

Situasi tersebut membuat Atleti dan fansnya berang. Los Colchoneeros merasa sang pemain seharusnya diangkut 200 juta Euro dan hal itu tertuang dalam kontrak barunya. Sementara fans murka. Ia dianggap sebagai ikon baru klub di era modern. Kepindahannya membuat fans merusak plakat sang pemain yang ada di luar metropolitan. Situasi serupa juga pernah terjadi ketika Thibaut Courtois putuskan hengkang ke Real Madrid.

Pindah dengan sumpah serapah membuat karir Grizzie tak baik-baik saja. Datang dengan ekspektasi besar di Barcelona guna gantikan peran Neymar Jr dan Ousmane Dembele yang sakit-sakitan, ia tak bisa berbuat banyak di Catalan. Duetnya dengan Lionel Messi dan Luis Suarez boleh dibilang gagal total. Ia seakan gagal beradaptasi dalam dua musim awalnya di Barca.

Di Barca, ia juga tak mampu hantarkan tim memenangi Liga. Hal yang sama juga terjadi ketika ia memperkuat Atleti dan hanya dua kali mengenyam status sebagai runner up. Hanya gelar Copa del Rey yang bisa diangkutnya ketika menjadi bagian dari ekosistem Azulgrana.


Baca Juga:


Pada 2021, pasca rangkaian siulan keras dari fans Atleti ketika ia berseragam Barcelona, kejutan dibuat. Grizzie putuskan pulang dengan status pinjaman selama dua musim dan klub harus membayar 10 juta Euro sebagai kompensasi. Dalam periode awal, menit bermainnya agak tereduksi lantaran Atleti enggan membayar klausul tambahan pada Barcelona yang tertuang dalam kontrak.

Meski begitu, ia seakan menjadi kartu as klub kala membutuhkan gol. Di tengah rasio menit bermain yang tereduksi, ia masih bisa berbuat banyak bagi Atleti. Puncaknya, klub memutuskan mempermanenkan jasanya di angka 22 juta Euro pada 2023 kemarin. Grizzie bisa dimaksimalkan dalam rentang tersebut dan menit bermain reguler tanpa batas waktu bisa ia dapatkan secara maksimal.

Obrolan Vigo: Antoine Griezmann, Legenda Atletico Madrid yang Terancam Tanpa Gelar
Sumber: Goal

Pasca kembali, rasio golnya masih menyala namun perannya perlahan tereduksi lantaran usia dan berbagai kepentingan taktikal dari Diego Simeone. Musim ini pun menjadi akhir dari perjalanannya berseragam Atleti lantaran ada satu janji yang harus ditepati, ia ingin merasakan mentas di MLS sebelum karirnya benar-benar rampung.

Ia disebut sudah meneken kontrak dua tahun ke depan bersama Orlando City di usia yang sudah mencapai 35 tahun. Dua gelar kontinental plus status sebagai pencetak gol dengan catatan 212 gol dari 949 laga, dan angka itu mungkin bisa bertambah sedikit sebelim musim ini selesai, menjadi perseembahan legenda, ikon dan sosok yang pernah dibenci Atleti.  

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

adu_2RgveEg7HbWK43B2O5wkeA