Sayap Kiri di Lapangan dan Politik: Diego Maradona - Vivagoal.com
Che-Maradona
Foto: Istimewa

Sayap Kiri di Lapangan dan Politik: Diego Maradona

Ahmad Muhajir - November 27, 2020
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Berita Bola – Diego Maradona adalah pemain sayap kiri di lapangan sepak bola dan juga politik. Anti-imprealis, sosialis, dan bisa dibilang salah satu atlet bola terhebat sepanjang masa. Kini, dia telah berpulang di usia 60 tahun.

Sebagai pemain sepak bola, Maradona tanpa telah berjuang melawan korupsi di Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA), yang dibandingkan dengan mafia. Dia berjuang untuk mempersatukan pemain sepak bola di akhir 90-an, dengan bintang-bintang terkemuka lainnya, membentuk Asosiasi Internasional Pemain Sepak Bola Profesional untuk membela hak-hak para pemain.

Maradona, seperti dilansir dari laporan Redfish, juga dikenal sebagai “El D10S”, secara terbuka menunjukkan dukungannya kepada gerakan dan pemerintahan sayap kiri, sosialis dan progresif di dunia dan khususnya di Amerika Latin.

β€œDia juga secara terbuka menentang imperialisme dan kolonialisme dan merupakan pendukung kuat perjuangan Palestina dengan mengatakan: dalam hati saya, saya adalah orang Palestina. Dan saya adalah pembela rakyat Palestina, saya menghormati mereka dan bersimpati dengan mereka, saya mendukung Palestina tanpa rasa takut.” Tulis Redfish.

The Golden Boy pun disebut bangga memakai tato Che Guevara di lengannya dan tato Fidel Castro di kakinya. Menariknya, Maradona merupakan teman dekat dan pendukung Hugo Chavez, Evo Morales dan Fidel Castro di antara para pemimpin sosialis lainnya.

“Saya percaya pada Hugo Chavez. Saya Chavista. Segala sesuatu yang Chaves dan Fidel lakukan, dari sudut pandang saya, adalah yang terbaik,” ungkap Maradona dalam sebuah wawancara di televisi mingguan Chaves pada 2007, seperti dikutip Reuters.

Mengaku seorang sosialis dan anti-imperialis Maradona tetap menjadi pendukung setia Revolusi Bolivarian Venezuela dan gerakan sosial progresif di seluruh Amerika Latin, tidak pernah kehilangan harapan pada orang miskin dan tertindas untuk membebaskan diri.



Baca Juga:


“Saya dari kiri dalam arti untuk kemajuan negara saya, untuk meningkatkan kehidupan orang-orang miskin, sehingga kita semua memiliki kedamaian dan kebebasan. Kami tidak dapat dibeli, kami orang kiri di kaki, kami orang kiri di tangan, dan kami orang kiri di pikiran. Itu harus diketahui oleh orang-orang, jika kami mengatakan yang sebenarnya, bahwa kami menginginkan kesetaraan,” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com