Sepak Terjang Diego Simeone Mengundang Decak Kagum

0
195
Diego Simone
Sumber: Bleacher Report

VivagoalLa Liga – Sebagai seorang pemain, kebesaran Diego Simeone tak perlu diragukan. Simeone juga telah mencicipi banyak kesuksesan baik sebagai pesepakbola atau pelatih. 

Kariernya sebagai pengolah si kulit bundar memang selalu memberikan tuah bagi setiap klub yang ia bela, termasuk saat dirinya memutuskan berkarier sebagai pelatih di Atletico Madrid.

Di Italia, Simeone mampu memberi gelar Piala UEFA bagi Inter Milan, sementara di Lazio, pria asal Argentina itu bisa menyumbangkan scudetto dan Coppa Italia tahun 2000.

Sementara, pencapaian terbesarnya terjadi saat dirinya berkarier di Atletico Madrid. Bersama Los Colchoneros, Simeone bisa menyabet gelar Laliga musim 1995/1996, sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 20 tahun lamanya.

Di tahun yang sama, Atletico juga memenangi Copa Del Rey, dan menjadi sejarah karena itu kali pertama mereka meraih double winners.

Setelah pensiun sebagai pemain pada 2005 silam, Simeone memutuskan berkarier sebagai pelatih di Racing Klub. Namun karena tipikal kutu loncat, setiap tahunnya ia selalu berpindah-pindah klub. Setelah dari Racing Klub, ia berpindah ke Estudiantes, River Plate dan San Lorenzo.

Bosan di Argentina, Simeone mencicipi persaingan di Seria A saat diminta melatih klub gurem, Catania. Namun Simeone hanya bertahan selama 6 bulan setelah meloloskan tim tersebut dari degradasi. Simeone lalu tiba di Vicente Calderon (nama markas Atletico sebelum Wanda Metropolitano) pada tahun 2011.

Kala itu, Atletico dalam kondisi terpuruk. Sebagai klub yang memiliki nama besar, mereka berada di posisi bawah klasemen dan hanya terpaut empat angka dari zona degradasi. Para suporter sudah kehilangan harapan. Begitu buruknya Atletico saat itu sampai-sampai media top asal Inggris, Reuters membuat artikel dengan judul menohok “Daddy, why are we Atletico” yang jika diartikan, apa gunanya jadi suporter Atletico.

Namun, Simeone tak memperdulikan semua itu, dengan filosofi Cholismo yang sederhana, yakni bertahan, bermain agresif dan serangan balik. Tentu saja taktik ini klise, dan tidak ada yang tahu bagaimana Simeone bisa mengangkat Atletico.

Tapi Simeone ternyata bisa mewujudkannya dengan membawa Atletico merusak dominasi Barcelona dan Real Madrid di pentas Liga Spanyol, termasuk jadi salah satu kekuatan yang cukup ditakuti di Eropa saat ini. Hingga saat ini, sudah ada dua gelar Europa League, satu gelar LaLiga dan Copa Del Rey, satu Piala Super Eropa, termasuk dua kali mencapai partai final Liga Champions.


Baca Juga: 


Para mantan rekan maupun lawannya semasa sebagai pemain pun sampai merasa perlu untuk memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian Simeone ini.

Toni Munoz, Eks Pemain Real Mallorca pun tanpa ragu memujinya. Dia mengaku tak akan lupa dengan sikap Simoeone yang reaktif.

“Simeone tipikal orang yang senang memulai dari nol. Dia begitu menuntut semua pemainnya dengan kepribadiannya yang kuat. Dia selalu meluap-luap di atas lapangan, sungguh ekspresif.”

Sementara itu, Manolo Jimenes, eks rekan setim Simeone di Sevilla, mengaku kagum pada ambisinya yang sangat besar.

“Simeone sangat ambisius dan sangat menuntut. Dia selalu bisa memenangkan rasa hormat dari semua orang. Saat ia gagal, dia bisa dengan cepat bangkit kembali.”

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here