Tag: Berita Persija

Dutra Jelaskan Laga Yang Paling Berkesan Untuk Dirinya

Vivagoal – Liga Indonesia – Bek naturalisasi Indonesia, Otavio Dutra menjelaskan salah satu pertandingan yang selalu spesial untuknya selama berkarier sebagai pesepak bola di Indonesia.

Bek Persija Jakarta, Otavio Dutra telah resmi menjadi warga negara Indonesia. Ia dinaturaliasasi pada bulan September 2019 lalu. Setelah ia resmi berstatus WNI, ia pun diberikan kepercayaan untuk berseragam garuda.

Dutra melakoni laga perdananya kala Indonesia berhadapan dengan Vietnam pada putaran kedua kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia pada 15 Oktober lalu. Namun sayangnya, dalam laga yang digelar di Stadion I Wayan Dipta, timnas harus meraih hasil minor.


Baca Juga:


Meski raih hasil kurang bagus, pria yang kerap menggunakan nomor punggung lima itu menjelaskan laga itu tidak bisa ia lupakan. Pasalnya sejak sepuluh tahun silam Dutra telah menginginkan untuk menjadi WNI.

“Saat laga perdana saya bersama timnas itu terasa campur aduk. Kami memang tidak berhasil meraih kemenangan, namun saya sangat bersyukur karena setelah melalui penantian panjang, akhirnya saya dapat membela timnas Indonesia.

“Rasanya seperti mimpi, saya dapat bermain untuk negara ini. Bahkan saya sampai menangis karena dapat memperkuat timnas, ditambah lagi ada istri dan anak saya yang menyaksikan langsung pertandingan itu dari tribun. Itulah pertandingan yang paling berkesan untuk saya,” ucap Dutra dalam website resmi Persija.

Selalu update berita terbaru seputar  Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Rezaldi Beberkan Kewalahan Bertemu Pemain Ini

VivagoalLiga Indonesia – Muhammad Rezaldi ‘Bule’ Hehanusa memuji permainan rekan setimnya di Macan Kemayoran, Riko Simanjuntak. Bule menilai Riko adalah salah satu pemain yang sulit dihentikan di Liga Indonesia.

Bule melontarkan pernyataan bahwa Riko sulit dihentikan bukan tanpa alasan. Pasalnya sebelum Riko bergabung bersama Persija Jakarta, Riko menjadi bagian penting punggawa Semen Padang selama dua musim.

Kala Persija bertemu Semen Padang, Bule merasa kerap kali dibuat repot oleh pria asal asal Siantar itu. Bule menuturkan dalam website resmi Persija bahwa, Riko berhasil menjadi pemain yang sangat sulit dijaga dan dihentikan.

Bule menambahkan tipikal pemain seperti Riko kerap kali membuat pemain belakang tidak dapat membantu melancarkan serangan pada kubu lawan. Bule juga mengakui pernah menghentikan Riko dengan pelanggaran keras.

“Saat Riko masih di Semen Padang kami pernah bertemu sebagai lawan. Saat itu kami saling merepotkan dan menunjukkan kemampuan kami masing-masing. Saya berhasil melewati Riko, dan Riko berhasil merepotkan saya dengan kecepatannya.

“Tidak hanya itu, pemain seperti Riko membuat pemain belakang sulit untuk overlap. Tapi momen yang selalu saya ingat kala berhadapan dengan Riko adalah saya harus menghentikannya dengan paksa. Dan saya rasa wajar bila saya diganjar kartu kuning,” ujar Bule.


Baca Juga:


Namun, kini Bule sudah tidak merasakan kelincahan pria asal Siantar itu. Riko sudah bergabung bersama Persija Jakarta pada musim 2018. Dan musim perdananya Riko terbilang memuaskan, pemain berusia 28 tahun itu berhasil mengantarkan Persija meraih gelar treble winner.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Duel Persija vs Bhayangkara: Bukan Perang Bintang

 Vivagoal – Liga Indonesia – Persija Jakarta bakal berduel melawan Bhayangkara FC di pekan ketiga Shopee Liga 1 2020. Pemain Macan Kemayoran, Tony Sucipto menolak label perang bintang pada derby Jakarta ini.

Sejauh ini, Bhayangkara FC belum membuktikan kualitasnya sebagai tim dengan banyak pemain bintang. Sebut saja, ada Ezechiel N’Douassel, Renan Silva, Andik Vermansah, hingga Saddil Ramdani.

Di sisi lain, Persija juga banyak merekrut pemain-pemain berlabel Timnas Indonesia seperti Otavio Dutra, Evan Dimas Darmono dan Osvaldo Haay. Ditambah lagi dengan kedatangan Alfath Fathier, Marco Motta, hingga Marc Klok.

Laga Bukan Adu Gengsi

Walau demikian, Tony Sucipto beranggapan bahwa pertandingan nanti bukan adu gengsi antara dua tim berlabel bintang. Hasil pertandingan bakal ditentukan di lapangan, bukan dari status kebintangan pemain di salah satu klub.

“Pertandingan nanti kan 11 lawan 11, tidak ada pemain bintang, yang ada kerja keras di lapangan. Siapa yang buat kesalahan paling sedikit, dia pasti keluar sebagai pemenang,” kata Tony.

Baca juga artikel-artikel lainnya: 

5 Fakta Tan Liong Houw, Legenda Persija Jakarta

Pelatih Persija Tegaskan Simic Dalam Kondisi Siap Tempur Lawan Bhayangkara

Keberadaan Pemain Anyar Persija Ancam Produktivitas Gol Marko Simic

Bhayangkara FC Belum Pernah Menang, Persija Tetap Waspada

Laga kontra Bhayangkara FC sendiri bakal jadi laga kedua Persija setelah rehat panjang. Pasca menghadapi Borneo FC di pekan pertama, Minggu (1/3/2020), Persija tanpa pertandingan selama hampir dua pekan.

Mereka dilarang menggelar pertandingan melawan Persebaya pada pekan kedua lantaran mewabahnya virus Corona. Namun, tim asuhan Sergio Farias tetap menggelar latihan di tengah kekosongan jadwal.

“Mental pemain tetap bagus meski tidak ada pertandingan pekan lalu. Saya yakin kami tetap pada level permainan tertinggi dan ingin meraih kemenangan atas Bhayangkara,” tegas Tony Sucipto.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Laga Tunda Berikan Manfaat Untuk Pelatih Persija

 Vivagoal – Liga Indonesia – Pertandingan Persija kontra Persebaya resmi ditunda sampai waktu yang ditentukan. Terkait hal tersebut, Sergio Farias selaku pelatih Persija buka suara.

Farias mengatakan bahwa pihaknya akan selalu mengikuti peraturan yang telah diputuskan oleh operator Liga 1.

“Saya akan mengikuti peraturan yang ada dari PT Liga Indonesia Baru. Keputusan ini akan kami manfaatkan sebaik mungkin untuk mempersiapkan formasi dan pemain.

Baca Juga: 5 Fakta Tan Liong Houw, Legenda Persija Jakarta

Pelatih Persija mengaku telah siap bila pertandingan akan digelar pada hari Sabtu mendatang.

“Jika, benar bermain hari Sabtu kami sangat siap untuk melawan Persebaya. Namun, karena keputusan dari federasi seperti itu, apa boleh buat.

Pelatih asal Brazil itu mengaku akan memanfaatkan waktu ini untuk mempersiapkan para pemain untuk menghadapi Persebaya

“Kami harus mengevaluasi kembali kesalahan-kesalahan dari para pemain. Untuk itu, kami mengharapkan persiapan ini bisa lebih maksimal karena pertandingan tunda ini,” jelasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Ditanya Teror Jakmania di SUGBK, Ini Jawaban Mahmoud Eid!

 Vivagoal – Liga Indonesia – Pemain Persebaya Surabaya, Mahmoud Eid mengaku sangat antusias bakal kembali berduel melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), 7 Maret 2020. Mahmoud bahkan kembali menyinggung sikutan yang dilakukan Marco Motta kepadanya.

Seperti diketahui, nama Mahmoud Eid memang sempat menuai banyak sorotan The Jakmania, kelompok suporter Persija. Pasalnya, pemain asal Palestina melakukan selebrasi provokatif kepada official Persija saat mencetak gol di final Piala Gubernur Jatim 2020 beberapa waktu lalu.

Selain itu, Mahmoud juga beberapa kali terlibat duel dengan gelandang Macan Kemayoran, Marco Motta di laga tersebut. Nah, jelang duel kedua tim akhir pekan ini, Mahmoud merasa tidak gentar bakal mendapat tekanan besar dari Jakmania kala menyambangi SUGBK termasuk bakal kembali terlibat duel sengit dengan Marco Motta.

Baca Juga: 5 Fakta Mat Halil, Legenda Persebaya

“Saya mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan melawan Persija, saya tidak fokus pada dia (Motta) saja, saya fokus pada apa yang bisa saya lakukan di lapangan,” ucap Mahmoud Eid.

“Normal saja, saya tidak masalah bertemu dia, Motta pemain bagus. Dalam pertemuan terakhir saya banyak terlibat duel yang bagus dengan dia,” sambungnya lagi.

“Jika saya mencetak gol tentu sangat baik. Tapi siapapun yang mencetak gol tidak jadi masalah selama kami bisa membawa pulang tiga poin,” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Ditanya Media Italia Terkait Gabung Persija, Ini Jawaban Berkelas Marco Motta!

Vivagoal – Liga Indonesia – Marco Motta beri jawaban yang berkelas ketika ditanya oleh salah satu media asal Italia soal alasannya bergabung dengan Persija Jakarta. Dia menyebut, dimanapun dia bermain, gairahnya tetap sama dengan sepakbola.

Setelah melanglang buana ke berbagai klub top Eropa, termasuk di Italia, Marco Motta secara mengejutkan memutuskan menerima pinangan klub asal Indonesia, Persija Jakarta. Dia termasuk salah satu pemain bintang yang didatangkan Macan Kemayoran demi upayanya merebut kembali gelar juara Liga 1 2020.

Dikutip dari salah satu media di Italia, Roma News yang mempertanyakan soal keputusan eks pemain AS Roma dan Juventus tersebut bergabung dengan Persija. Dengan santai, Marco Motta memberi jawaban yang tidak disangka-sangka. Menurutnya, dimanapun bermain sepakbola, gairahnya akan tetap sama.

Baca Juga: 5 Fakta Tan Liong Houw, Legenda Persija Jakarta

“Saya hanya fokus pada sepakbola, dunia saya adalah sepakbola. Gairah saya tetap sama, tak penting saya bermain di mana. Saya mulai bermain sepakbola sedari usia 5 tahun. Saya hidup di lingkungan dimana saya ingin tinggal.” ucap Motta.

Lebih lanjut, Motta mengatakan bahwa di Indonesia, gairah sepakbola-nya sangat tinggi, hal itu akan membuat dia selalu bersemangat dan terpacu untuk bermain buat Persija.

“Saya tidak bisa tinggal tanpa sepakbola. Saya cukup beruntung untuk bergabung dengan Persija, kenapa tidak. Membuat koneksi di banyak tempat akan sangat menyenangkan bagi saya.” pungkasnya.

Selalu update seputar Berita Liga Indonesia Terbaru hanya di Vivagoal.com

Sebelum Ke Persija, Marco Motta Sempat Diincar Raksasa Liga Inggris

Vivagoal Berita Liga Indonesia Terbaru – Pemain baru Persija Jakarta, Marco Motta ternyata pernah menjadi incaran Manchester City. Hal itu terjadi saat The Citizens masih dibesut oleh pelatih asal Italia, Roberto Mancini sekitar musim 2010.

Sebagaimana yang diketahui, sebelum gabung tim Persija Jakarta untuk Liga 1 2020 ini, Marco Motta memang memiliki rekam jejak karier yang mengkilap. Dia pernah memperkuat beberapa klub besar Italia, mulai dari Atalanta, Torino, AS Roma, hingga Juventus. Dia juga sempat menjajal Liga Inggris bersama Watford tahun 2015 lalu.

Kepada La Gazzetta dello Sport seperti dilansir dari Siamo la Roma, pemain berusia 33 tahun itu menyebut kalau dirinya memiliki banyak kenangan bersama AS Roma. Pada musim 2009/2010, bersama Serigala Ibukota tersebut, Marco Motta nyaris memenangkan Scudetto di akhir musim.

Baca Juga: 5 Fakta Tan Liong Houw, Legenda Persija Jakarta

Sayangnya, mereka disalip oleh Inter Milan yang kala itu dibesut Jose Mourinho. Nerazzurri pun sukses menjadi jawara Serie A Italia, tapi mereka hanya berselisih dua poin saja dari AS Roma yang finish di urutan kedua. Namun, berkat penampilan apiknya bersama Il Giallorossi, raksasa Premier League, Manchester City disebut-sebut sampai tertarik meminangnya.

“Luciano Spalletti saat itu memberi saya banyak jam bermain di AS Roma, seperti halnya Ranieri. Saat itu adalah masa terbaik saya. Roberto Mancini sampai menginginkan saya di Manchester City, tapi dia akhirnya membatalkan rencana itu.” ungkap Marco Motta.

“Itu adalah tahun-tahun terbaik saya. Sayang sekali kami gagal memenangkan scudetto 2010. Kekalahan dari Sampdoria saat itu jelas merupakan tragedi.” tandasnya.

Selalu update Berita Liga Indonesia Terbaru hanya di Vivagoal.com

Jelang Lawan Arema, Persija Siapkan Strategi Khusus

Vivagoal – Liga Indonesia – Setelah susah payah memenangkan pertandingan melawan Sabah FA, Persija akan menghadapi lawan yang sulit yakni Arema FC. Sergio Farias menilai telah menyiapkan strategi khusus untuk memenangkan laga.

Arema siap menjamu tim Macan Kemayoran pada laga selanjutnya. Pelatih asal Brazil tersebut memiliki waktu 24 jam untuk memikirkan laga selanjutnya.

“Ada waktu 24 jam untuk memikirkan game berikutnya. Kami akan beristirahat sejenak setelah melakukan pertandingan yang melelahkan ini,” jelasnya.

Miliki Strategi Khusus

Untuk mengalahkan Arema, Sergio Farias akan mengamati pertandingan Arema FC untuk dipelajari lebih lanjut.

“Hari ini kita menonton pertandingan Arema. Kami juga akan lihat videonya dan mengamatinya. Kita akan mempelajari formasi Arema. Kita memiliki strategi khusus,” yakin Farias

Pelatih Persija sangat yakin bisa membawa trofi Piala Gubernur Jawa Timur musim 2020 ini.

“Pada laga berikutnya, kami akan memberikan kemenangan buat Persija. Kami meyakini akan menjadi juara dalam kompetisi pra musim ini,” ujarnya.

Selalu update seputar Berita Liga Indonesia Terbaru hanya di Vivagoal.com

Target Khusus Persija di Piala Gubernur Jatim 2020

Vivagoal – Liga Indonesia – Persija Jakarta memiliki target khusus yakni ingin menjadi juara di ajang kompetisi Piala Gubernur Jawa Timur musim 2020.

Sergio Farias selaku pelatih Persija mengaku bahwa timnya akan terus fokus dalam pertandingan berikutnya. Apalagi musim Persija selanjutnya adalah Arema FC.

Baca Juga: 5 Fakta Tan Liong Houw, Legenda Persija Jakarta

“Dalam pertandingan, kunci kita harus terus tetap fokus. Kita juga bisa mencetak gol lebih banyak jika terus fokus. Kita memiliki target khusus untuk menjadi juara grup dan memenangkan kompetisi ini.

Arti Penting Kemenangan

Kemenangan ini membuat Persija lebih mudah untuk lolos di babak berikutnya. Sang pelatih menilai gol pertama membuat anak asuhnya bisa menjaga momentum pertandingan.

“Ini merupakan kemenangan penting bagi Persija karena untuk mempermudah Tim lolos ke babak selanjutnya,”

“Yang penting kita bisa mencetak gol pertama untuk menjaga momentum permainan. Kita juga bisa memenangkan pertandingan untuk lolos,”

Ingin Lihat Potensi Semua Pemain, Ini yang Akan Dilakukan Pelatih Persija

Vivagoal – Liga Indonesia – Pelatih anyar Persija, Sergio Farias memiliki keinginan untuk melihat potensi semua pemain dalam ajang kompetisi pra musim 2020.

Pelatih asal Brasil tersebut akan memberikan kesempatan untuk para pemain bisa bertanding dalam kompetisi Piala Gubernur Jawa Timur 2020.

“Kita mempunyai waktu jangka panjang dan memakai potensi dari semua pemain yang ada. Itu akan terjadi dalam semua pertandingan di Liga 1 2020 mendatang.

Baca Juga: 5 Fakta Akademi La Masia Ala Persija Jakarta

Pelatih tim berjuluk Macan Kemayoran itu memiliki tujuan sendiri dalam memainkan anak asuhnya dalam kompetisi pra musim 2020 ini.

“Kita harus tetap memainkan semua pemain dan memberikan kesempatan kepada mereka supaya bila bertanding di pertandingan sebenarnya tidak gugup.

Mantan pelatih Brasil itu akan memberikan semua pemain yang dalam keadaan fit untuk bermain dalam kompetisi ini.

“Saya yakin bisa memakai semua pemain dalam kompetisi Piala Gubernur Jatim ini. Ini dikarenakan semua pemain sudah dalam keadaan fit.

Selalu update seputar Berita Liga Indonesia Terbaru hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS