Tag: Copa America

Kekecewaan Messi Saat Gagal Tampil di Copa America 2020

Vivagoal La Liga – Megabintang sepakbola Argentina, Lionel Messi tadinya begitu antusias menatap Copa America 2020. Tapi, kapten Barcelona itu kini terpukul karena turnamen terbesar di Amerika Selatan itu harus ditunda.

Messi seharusnya tampil di Copa America yang sedianya digelar pada Juni-Juli mendatang. Tapi setelah virus Corona merebak, federasi sepakbola Amerika Selatan, Conmebol memutuskan untuk mengundur turnamen tersebut pada 2021 mendatang.

Itu artinya, Messi akan berusia 34 tahun saat membela timnas Argentina pada ajang Copa America tahun depan. Padahal, Messi sangat membutuhkan gelar tersebut setelah Argentina kali terakhir memenanginya pada tahun 1993 silam.

Sejak dipanggil membela Argentina sedari usianya baru 20 tahun, Messi sudah tiga kali patah hati karena hanya bisa membawa Albiceleste sebagai runner up sebanyak tiga kali, yakni pada Copa America 2007, 2015 dan 2016. Adapun Copa America edisi 2019, Messi Cs harus puas melihat tim Tango finish di urutan tiga.


Baca Juga:


“Menunda Copa America adalah kekecewaan yang amat besar, tapi tentunya hal itu memang harus terjadi dan wajar untuk dilakukan.” ucap Messi seperti dilansir dari Omnisport.

“Copa akan menjadi perhelatan besar untukku tahun ini, dan tadinya saya sangat bersemangat untuk bersaing lagi di turnamen itu. Namun penundaan Copa membuatku sangat terpukul, tapi saya sepenuhnya memahaminya.” tandasnya.

“Kita tidak bisa terus meratapi kegagalan tahun kemarin. Sebaiknya kami fokus menatap masa depan. Dan memang aneh rasanya untuk pertama kali bermain, namun saya sudah tidak sabar untuk bisa berkompetisi lagi.” Messi menegaskan.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Imbas Corona, Copa America Resmi Ditunda

0

Vivagoal – Berita Bola – Setelah UEFA tunda berlangsungnya EURO, kini Copa America ikuti hal serupa. Usai menghubungi UEFA pada Selasa (17/3) Konfederasi Sepak Bola Amerika Serikat (CONMEBOL) resmi umumkan Copa America ditunda imbas virus corona.

Copa America semula akan bergulir pada 11 Juni – 11 Juli 2020 dengan dua negara yaitu Kolombia dan Argentina, namun dengan maraknya penyebaran wabah virus corona membuat turnamen ini harus ditunda demi mencegah penyebaran virus tersebut.

Penundaan Copa America 2020 ini mendapatkan sanjungan dari Aleksander Ceferin selaku presiden UEFA. Ia menilai bahwa CONMEBOL sejalan bersama UEFA.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Alejandro Dominguez serta CONMEBOL yang setuju untuk menunda turnamen Copa America 2020,” tuturnya pada laman resmi UEFA.

Sementara itu, Alejandro Dominguez mengaku sebenarnya keputusan ini sangat berat untuk diambil dalam turnamen Copa America ke-47 ini, namun kesehatan dari para pemain dan pendukungnya jauh lebih penting daripada berlangsungnya turnamen ini.


Baca Juga: 


“Setelah analisa dengan situasi dunia dan meluasnya virus corona, disertai rekomendasi dari organisasi kesehatan internasional untuk mencegahnya serta memutus penyebaran virus ini kami mengumumkan bahwa Copa America 2020 ditunda,” jelasnya Dominguez di laman resmi CONMEBOL.

“Tidak perlu khawatir, turnamen internasional terawal di dunia ini akan kembali bergulir dan semakin baik lagi pada tahun depan,” lanjutnya dikutip dari Goal.

Dengan langkah CONMEBOL menunda berlangsungnya Copa America memberikan kesempatan asosiasi sepakbola Amerika Serikat untuk menyelesaikan kompetisi yang tertunda imbas virus corona.

Selalu update berita bola terbaru hanya di Vivagoal.com

Awal Maret, FIFA 20 Bakal Siapkan Kejutan, Apa itu?

Vivagoal – IGL – Awal maret mendatang, FIFA 20 akan melakukan kerjasama dengan CONMEBOL guna memperlebar pangsa pasar mereka ke Amerika Selatan dan menyelenggarakan eLibertadores. Selain itu, beberapa tim besar dari Amerika Latin juga bakal diikutsertakan dalam game besutan Konami itu.

Per 3 Maret mendatang, Copa Libertadores akan masuk ke dalam career mode FIFA 20. Selain itu, tersemat pula Copa Sudamericana. Di masa lalu, kedua turnamen ini sempat ada dalam Pro Evolution Soccer yang identik dengan Konami.

Keberadaan dua turnamen tersebut membuat EA Sports coba mensejajarkan diri dengan dua turnamen Eropa macam UEFA Champions Leageu dan Europa League. Keduanya memang sudah berada dalam peluan FIFA dalam dua tahun terakhir.

Baca Juga: 11 Wonderkid Terbaik dari Championship Division yang Siap Merekah di FIFA 20

Nantinya, dalam Copa Libertadores, beberapa tim besar Amerika Selatan yang kerap menjuarai turnamen tersebut seperti Independiente (Tujuh kali juara Libertadores), Boca Juniors (enam),River Plate (empat). Semua tim tersebut berasal dari Argentina. Tim asal Brazil menyematkan nama Flamengo (Dua) dan Palmeiras (satu). Sementara tim asal Uruguay yakni Penarol (lima) juga turut dihadirkan.

Nantinya, Copa Libertadores dan Copa Sudamericana hingga CONMEBOL Rcoba bisa dimainkan di career mode. Bahkan dalam beberaa waktu ke depan, turnamen yang disebut pertama bakal hadir dalam FIFA 20 Ultimate Team.

Jangan lupa ikuti turnamen FIFA 20 dan PES 2020 di Indonesia Gaming League (IGL) Season 2, untuk informasi lebih lanjut, silahkan follow akun resmi Instagram IGL  dan download aplikasinya di Google Play atau App Store.

Selalu update berita terbaru seputar Indonesia Gaming League hanya di vivagoal.com

Usai Copa America, Messi Mendapat Penghargaan Baru!

Vivagoal La Liga – Pemain andalan Barcelona dan kapten Argentina Lionel Messi telah dianugerahi Balon Educativo de Scholas, penghargaan yang diberikan oleh yayasan Paus Francis ‘Scholas Occurrentes, setelah penampilannya di Copa America.

Yayasan Paus Francis ‘Scholas Occurrentes, yang hadir di 191 negara, memberikan penghargaan kepada para kandidat yang telah menjaga nilai-nilai FutVal (proposal sepak bola Yayasan Scholas) seperti upaya, solidaritas, kejujuran, identitas, ketahanan, rasa hormat, dan kerja tim, di seluruh pertandingan Copa America.

Pemenang dipilih oleh kaum muda dari Scholas World Network, yang mencakup 500.000 institusi dan jaringan pendidikan di negara-negara di seluruh dunia.

Baca Juga: Rivaldo Jagokan Messi Menangi Ballon d’Or

Proses pemungutan suara dimulai pada 1 Juli melalui akun media sosial resmi yayasan dan juga secara langsung di kantor pusat dan klub Program FutVal.

Menurut Sport, Messi terpilih sebagai pemain yang paling pantas menerima Ballon Educativo de Scholas karena sikapnya di Copa America. Pemain 32 tahun ini memperoleh 34,28% suara, diikuti oleh Peru Edison Flores (15,56%) dan Pedro Gallese (11,28%) serta kapten Brasil Dani Alves (10,5%).

Penerima Ballon d’Or lima kali ini akan menerima bola kain yang dibuat oleh anak-anak dari Mozambik dan telah diberkati sebagai pengakuan atas pencapaian ini.

Argentina mengakhiri pertandingan Copa America mereka dengan kenyataan pahit karena harapan mereka untuk memenangkan gelar utama pertama mereka runtuh menyusul kekalahan semifinal dari timnas Brasil.

Messi sangat vokal tentang ketidakpuasannya dengan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL), dengan menuduh organisasi dan wasitnya telah menyiapkan juara untuk tuan rumah, Brasil.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Dani Alves : Messi Tidak Menghormati Kami

Vivagoal Berita BolaKapten Brazil itu mengritik balik rekan mantan timnya saat di Barcelona terkait dengan pernyataan kontroversialnya tentang korupsi di Copa America 2019.

Dani Alves mengkritik komentar dari Lionel Messi yang mengklaim Copa America tahun ini penuh dengan korupsi pasca Argentina harus menyerah dari tangan Brazil di babak semifinal. Messi kembali mengkritik keras CONMEBOL dan pihak penyelenggara setelah laga melawan Chile di perebutan peringkat ketiga. Dalam laga itu juga, Messi harus menerima kartu merah yang dinilai tidak beralasan.

Meski tetap dianggap sebagai teman, tetapi Alves menilai sikap Messi itu tidak bisa diterima. “Seorang teman tidak selalu benar, hanya karena kami berteman. Kamu bisa mengatakan hal itu karena sedang dalam situasi panas. Tapi saya tetap tidak setuju,” ujar Alves dilansir SporTV’s ‘Bem Amigos’.

Menurutnya, komentar Messi justru dapat menciderai dan terlihat tidak menghormati banyak pihak. Ia merasa hal itu terkesan mengerdilkan para pemain dan tim yang sedang mengejar impian menjadi seorang juara.

Baca Juga: Dani Alves Bisa Menjadi Solusi Jangka Pendek untuk Liverpool

“Pertama, menurut saya, Ia tidak menghormati Tim Nasional Brazil. Kedua, Ia tidak menghargai usaha dari para pihak yang telah secara profesional berusaha keras bertarung untuk mimpi mereka,” tegasnya.

Sebelumnya, Messi menilai Brazil sebagai tuan rumah telah di setting sejak awal untuk menjadi juara tahun ini. Ia mengkritik penggunaan VAR dan Official Pertandingan, Roddy Zambrano yang tidak memberikan penalti pada Sergio Aguero karena komentar Messi pasca pertandingan melawan Brazil.

Komentar dari Messi itu telah dibantah oleh CONMEBOL, dan menyebut kritikan Messi tidak dapat diterima. Komentar itu telah banyak menarik perhatian banyak pihak yang salah satunya adalah Pelatih Brazil, Tite. Ia menilai Messi harus menunjukan sedikit rasa hormat.

Penulis: Irman Maulana

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Marak Isu Match Fixing di Copa America 2019, Legenda Paraguay Angkat Bicara

VivagoalBerita Bola – Lionel Messi kembali mendapat pembelaan terkait Copa America 2019 yang sudah di setting agar tuan rumah Brasil keluar sebagai juaranya.

Kali ini, legenda hidup sepakbola Paraguay, Jose Luis Chilavert yang menuding CONMEBOL melegalkan match fixing.

Sebelumnya, Messi menuding Copa America 2019 sejatinya sudah diatur sedemikian rupa agar Brasil juara, dengan Argentina sendiri hanya bisa finish di urutan ketiga turnamen.

Baca Juga: Kapten Timnas Chile Dukung Messi Soal Kontroversi Copa America 2019

Tak cuma menuding ada settingan sebelum turnamen digelar, namun La Pulga juga dengan tegas mengklaim ada match fixing di turnamen terbesar di Amerika Selatan itu. Pernyataan kapten Barca itu pun lantas ramai menuai pro dan kontra.

Salah satu yang mendukung pernyataan Messi itu adalah Chilavert. Mantan kiper timnas Paraguay yang hobi cetak gol lewat tendangan bebas itu membenarkan klaim Messi soal match fixing di Copa America 2019.

“Tak perlu diragukan lagi, Copa America tahun ini dipersiapkan untuk Brasil keluar sebagai juara.” tegasnya kepada Radio La Red seperti dilansir dari Mundo Deportivo.

Baca Juga: Messi: Copa America Sudah “Diseting” untuk Brazil

Lebih lanjut, Chilavert juga menuding CONMEBOL sebagai asosiasi sepakbola tertinggi di Amerika Selatan terlibat korupsi terkait penggunaan VAR.

“CONMEBOL membunuh sepakbola. pemain perlu bersatu untuk memboikot CONMEBOL.” Chilavert menambahkan.

“VAR melegalkan korupsi yang eksis di sepakbola Amerika Selatan. CONMEBOL mengontrol VAR sebagai bagian dari FIFAgate, dan itu membuat saya tertawa.” imbuhnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Copa America hanya di Vivagoal.com

Pelatih Brasil Bangga dengan Pemain Ini

VivagoalBerita Bola – Striker andalan timnas Brasil Gabriel Jesus dan Roberto Firmino sama-sama mencetak gol saat mereka mengalahkan rival berat Argentina 2-0 pada laga semi final Copa America 2019.

Gabriel Jesus membuka skor pada menit ke-19 ketika dia menggiring bola dan mendapat umpan silang rendah dari Firmino.

Tak hanya itu, gol Brasil lain didapat oleh pemain Liverpool saat ini, Firmino. Dirinya memastikan kemenangan untuk menyiapkan final melawan Peru atau Chili.

Baca Juga: Inilah Pesan Mengesankan Lionel Messi Usai Kalah dari Brasil!

Namun di tim lain, Sergio Aguero dan Lionel Messi keduanya terpukul atas kekalahan Argentina, yang belum mengalahkan Brasil dalam pertandingan kompetitif utama sejak 2005.

Berdasarkan catatan yang ada, Brasil hanya kalah dua kali dalam 42 pertandingan. Pelatih timnas Brasil, Tite memuji striker Manchester City, Jesus, usai pertandingan.

“Gabriel mengesankan dan bermain secara profesional. Rekan yang bekerja sama dengannya puas. Dikarenakan dia tidak pernah menyerah,” puji Tite.

“Orang-orang mengatakan kepadanya ‘Anda hanya harus menahan rasa sakit dan lari,’ dan itulah yang saya minta dia lakukan,”imbuhnya.

“Dia telah memperbaiki solusinya dan dia harus berkembang karena dia masih muda, namun yang saya herankan, jika saya memintanya menembak 50 kali, dia akan melakukan 51,” lanjutnya.

“Kapasitas kegigihan dan pencariannya akan sesuatu adalah ciri khasnya,” tutup Tite.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Hanya Karena Gagal Penalti, Pemain Ini Terancam Akan Dibunuh

VivagoalBerita Bola – William Tesillo mengatakan dia telah menerima ancaman pembunuhan di media sosial sejak gagal mencetak penalti pada pertandingan antara Kolombia melawan Chile.

Tesillo dikabarkan sudah diancam oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab di pintu keluar saat usai Copa America pada Jumat malam.

Pada pertandingan tersebut, timnas Chili memiliki dua gol yang dianulir oleh VAR. Dan pertandingan berakhir tanpa gol dan berakhir dengan penalti.

Baca Juga: Rekor Messi Tuk Argentina: 4 Piala Dunia, 4 Copa America Nihil Trofi

Tesillo, yang bermain untuk klub Meksiko Club Leon, melakukan tendangan penalti melebar yang sebelumnya pemain Manchester United Alexis Sanchez berhasil mencetak gol dan mengirim negaranya lolos ke semifinal.

Istri bek kiri, Daniela Mejia, mengunggah tweet ke akun Instagram-nya yang mana pemain internasional Kolombia itu akan mengalami nasib yang sama seperti Andres Escobar, yang ditembak mati pada tahun 1994 hari setelah mencetak gol bunuh diri di Piala Dunia.

“Iya, kabar ini benar terjadi,” curhat Tesillo kepada outlet Spanyol El Pais .

“Mereka menulis hal-hal kepada istri saya dan dia pergi ke publik bersama mereka. Mereka melakukan hal yang sama kepada saya namun saya belum membagikannya. Kami percaya dan menyerahkan kepada Tuhan,” pasrahnya.

Kendati demikian, Tesillo telah didukung oleh rekan setimnya di Kolombia yakni Edwin Cardona dan pemain Chile dari Barcelona, Arturo Vidal.

Vidal menambahkan bahwa siapa pun yang mampu membuat kesalahan dalam sepak bola dan sedih dengan ancaman yang diarahkan ke Tesillo.

“Saya berharap itu tidak benar dan hal-hal ini tidak akan terjadi.

“Seorang pemain selalu memberikan yang terbaik membela tim nasionalnya, jadi untuk menerima ancaman kematian karena kesalahan, kesalahan karena nasib buruk, itu tidak boleh terjadi,” ucap Vidal

“Saya ingin mengirim dukungan saya kepadanya dan keluarganya,” imbuhnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Copa America hanya di Vivagoal.com

Inilah Pesan Mengesankan Lionel Messi Usai Kalah dari Brasil!

VivagoalBerita Bola – Lionel Messi tampaknya akan tetap akan bergabung dengan tim Argentina usai mereka kalah dari timnas Brasil di Copa America 2019.

Pemain depan Argentina Lionel Messi, yang telah memenangkan 29 trofi bersama Barcelona, ​​belum pernah memenangkan gelar utama dengan Argentina dengan satu-satunya keberhasilannya adalah medali emas Olimpiade 2008.

Kesempatan selanjutnya untuk berubah adalah saat Argentina menjadi tuan rumah Copa America 2020, dengan Kolombia.

Baca Juga: Sama-Sama ‘Pensiun’ Usai Piala Dunia 2018, Messi dan Ronaldo Alami Nasib Berbeda

“Sesuatu yang baru ada di di depan,” kata pemain berusia 32 tahun,

Lionel Messi sempat keluar dari sepak bola internasional usai negaranya dikalahkan oleh Chili di Copa America 2016 sebelum kembali untuk Piala Dunia 2018.

“Saya mengharapkan bahwasannya kami dihormati dan tidak dikritik. Mereka harus membiarkan tim menjadi dan membiarkan mereka tumbuh,” ucap pemain Barcelona tersebut.

“Yang benar adalah saya sangat cocok dengan kelompok pemain ini dan jika saya harus membantu dengan cara apa pun saya akan. Ini adalah kelompok besar yang sedang tumbuh dan jika saya bisa bergabung dengan mereka, saya akan melakukannya,” imbuhnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Rekor Messi Tuk Argentina: 4 Piala Dunia, 4 Copa America Nihil Trofi

VivagoalBerita Bola – Lionel Messi sepertinya tidak berjodoh jika bermain untuk timnas Argentina. Dari sembilan turnamen yang diikuti, La Pulga tak sekalipun bisa mengangkat trofi.

Kekalahan 0-2 yang didapat Argentina dari Brasil di partai semifinal Copa America 2019 menambah panjang daftar kegagalan Messi bersama Albiceleste. Hasil yang jelas sangat kontras diraih Messi jika dia bermain untuk klubnya, Barcelona.

Sejak kali pertama mengenakan seragam timnas pada tahun 2006 silam, Messi sudah ikut berpartisipasi dalam sembilan turnamen mayor di level senior. Piala Dunia 2006 jadi ajang senior yang pertama diikuti Messi. Debutnya di ajang tertinggi dalam dunia sepakbola ini berakhir dengan kekalahan dari Jerman di babak perempatfinal.

Baca Juga: Pelatih Argentina Tak Peduli dengan Catatan Buruk Messi di Timnas, Kenapa?

Setahun berselang, Messi kembali berpeluang mengangkat trofi Copa America bersama senior-seniornya, Juan Sebastian Veron dan Roman Riquelme. Sayang, kekalahan telak 0-3 dari Brasil kembali mengandaskan mimpi Messi meraih trofi pertamanya tuk Argentina.

Pada 2010, bersama Diego Armando Maradona sebagai pelatih, Messi yang menjadi tulang punggung tim tango di pagelaran Piala Dunia kembali terganjal di babak perempatfinal usai dikalahkan Jerman. Berharap bisa sukses di Copa America 2011 juga kandas karena disingkirkan Uruguay di babak perempatfinal.

Dalam dua edisi Copa America tahun 2015 dan 2016, Chile jadi giliran negara antagonis yang memupus mimpi Messi setelah di dua partai final dikalahkan melalui adu pinalti. Pada Piala Dunia 2018 lalu, Messi dan Argentina bahkan hanya bisa melaju sampai babak 16 besar usai dikalahkan Prancis.

Copa America 2019 kian menegaskan kegagalan Messi berjodoh dengan timnas negaranya. Messi yang kini berusia 32 tahun belum diketahui akan pensiun dari timnas atau tidak. Namun jika dia belum berniat mundur, maka kans tuk meraih trofi perdana tuk Argentina masih ada di Copa Amerika 2020 atau Piala Dunia 2022.

Selalu update berita bola terbaru seputar Copa America hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS