Tag: Copa America

Usai Copa America, Messi Mendapat Penghargaan Baru!

Vivagoal La Liga – Pemain andalan Barcelona dan kapten Argentina Lionel Messi telah dianugerahi Balon Educativo de Scholas, penghargaan yang diberikan oleh yayasan Paus Francis ‘Scholas Occurrentes, setelah penampilannya di Copa America.

Yayasan Paus Francis ‘Scholas Occurrentes, yang hadir di 191 negara, memberikan penghargaan kepada para kandidat yang telah menjaga nilai-nilai FutVal (proposal sepak bola Yayasan Scholas) seperti upaya, solidaritas, kejujuran, identitas, ketahanan, rasa hormat, dan kerja tim, di seluruh pertandingan Copa America.

Pemenang dipilih oleh kaum muda dari Scholas World Network, yang mencakup 500.000 institusi dan jaringan pendidikan di negara-negara di seluruh dunia.

Baca Juga: Rivaldo Jagokan Messi Menangi Ballon d’Or

Proses pemungutan suara dimulai pada 1 Juli melalui akun media sosial resmi yayasan dan juga secara langsung di kantor pusat dan klub Program FutVal.

Menurut Sport, Messi terpilih sebagai pemain yang paling pantas menerima Ballon Educativo de Scholas karena sikapnya di Copa America. Pemain 32 tahun ini memperoleh 34,28% suara, diikuti oleh Peru Edison Flores (15,56%) dan Pedro Gallese (11,28%) serta kapten Brasil Dani Alves (10,5%).

Penerima Ballon d’Or lima kali ini akan menerima bola kain yang dibuat oleh anak-anak dari Mozambik dan telah diberkati sebagai pengakuan atas pencapaian ini.

Argentina mengakhiri pertandingan Copa America mereka dengan kenyataan pahit karena harapan mereka untuk memenangkan gelar utama pertama mereka runtuh menyusul kekalahan semifinal dari timnas Brasil.

Messi sangat vokal tentang ketidakpuasannya dengan Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL), dengan menuduh organisasi dan wasitnya telah menyiapkan juara untuk tuan rumah, Brasil.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Dani Alves : Messi Tidak Menghormati Kami

Vivagoal Berita BolaKapten Brazil itu mengritik balik rekan mantan timnya saat di Barcelona terkait dengan pernyataan kontroversialnya tentang korupsi di Copa America 2019.

Dani Alves mengkritik komentar dari Lionel Messi yang mengklaim Copa America tahun ini penuh dengan korupsi pasca Argentina harus menyerah dari tangan Brazil di babak semifinal. Messi kembali mengkritik keras CONMEBOL dan pihak penyelenggara setelah laga melawan Chile di perebutan peringkat ketiga. Dalam laga itu juga, Messi harus menerima kartu merah yang dinilai tidak beralasan.

Meski tetap dianggap sebagai teman, tetapi Alves menilai sikap Messi itu tidak bisa diterima. “Seorang teman tidak selalu benar, hanya karena kami berteman. Kamu bisa mengatakan hal itu karena sedang dalam situasi panas. Tapi saya tetap tidak setuju,” ujar Alves dilansir SporTV’s ‘Bem Amigos’.

Menurutnya, komentar Messi justru dapat menciderai dan terlihat tidak menghormati banyak pihak. Ia merasa hal itu terkesan mengerdilkan para pemain dan tim yang sedang mengejar impian menjadi seorang juara.

Baca Juga: Dani Alves Bisa Menjadi Solusi Jangka Pendek untuk Liverpool

“Pertama, menurut saya, Ia tidak menghormati Tim Nasional Brazil. Kedua, Ia tidak menghargai usaha dari para pihak yang telah secara profesional berusaha keras bertarung untuk mimpi mereka,” tegasnya.

Sebelumnya, Messi menilai Brazil sebagai tuan rumah telah di setting sejak awal untuk menjadi juara tahun ini. Ia mengkritik penggunaan VAR dan Official Pertandingan, Roddy Zambrano yang tidak memberikan penalti pada Sergio Aguero karena komentar Messi pasca pertandingan melawan Brazil.

Komentar dari Messi itu telah dibantah oleh CONMEBOL, dan menyebut kritikan Messi tidak dapat diterima. Komentar itu telah banyak menarik perhatian banyak pihak yang salah satunya adalah Pelatih Brazil, Tite. Ia menilai Messi harus menunjukan sedikit rasa hormat.

Penulis: Irman Maulana

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Marak Isu Match Fixing di Copa America 2019, Legenda Paraguay Angkat Bicara

VivagoalBerita Bola – Lionel Messi kembali mendapat pembelaan terkait Copa America 2019 yang sudah di setting agar tuan rumah Brasil keluar sebagai juaranya.

Kali ini, legenda hidup sepakbola Paraguay, Jose Luis Chilavert yang menuding CONMEBOL melegalkan match fixing.

Sebelumnya, Messi menuding Copa America 2019 sejatinya sudah diatur sedemikian rupa agar Brasil juara, dengan Argentina sendiri hanya bisa finish di urutan ketiga turnamen.

Baca Juga: Kapten Timnas Chile Dukung Messi Soal Kontroversi Copa America 2019

Tak cuma menuding ada settingan sebelum turnamen digelar, namun La Pulga juga dengan tegas mengklaim ada match fixing di turnamen terbesar di Amerika Selatan itu. Pernyataan kapten Barca itu pun lantas ramai menuai pro dan kontra.

Salah satu yang mendukung pernyataan Messi itu adalah Chilavert. Mantan kiper timnas Paraguay yang hobi cetak gol lewat tendangan bebas itu membenarkan klaim Messi soal match fixing di Copa America 2019.

“Tak perlu diragukan lagi, Copa America tahun ini dipersiapkan untuk Brasil keluar sebagai juara.” tegasnya kepada Radio La Red seperti dilansir dari Mundo Deportivo.

Baca Juga: Messi: Copa America Sudah “Diseting” untuk Brazil

Lebih lanjut, Chilavert juga menuding CONMEBOL sebagai asosiasi sepakbola tertinggi di Amerika Selatan terlibat korupsi terkait penggunaan VAR.

“CONMEBOL membunuh sepakbola. pemain perlu bersatu untuk memboikot CONMEBOL.” Chilavert menambahkan.

“VAR melegalkan korupsi yang eksis di sepakbola Amerika Selatan. CONMEBOL mengontrol VAR sebagai bagian dari FIFAgate, dan itu membuat saya tertawa.” imbuhnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Copa America hanya di Vivagoal.com

Pelatih Brasil Bangga dengan Pemain Ini

VivagoalBerita Bola – Striker andalan timnas Brasil Gabriel Jesus dan Roberto Firmino sama-sama mencetak gol saat mereka mengalahkan rival berat Argentina 2-0 pada laga semi final Copa America 2019.

Gabriel Jesus membuka skor pada menit ke-19 ketika dia menggiring bola dan mendapat umpan silang rendah dari Firmino.

Tak hanya itu, gol Brasil lain didapat oleh pemain Liverpool saat ini, Firmino. Dirinya memastikan kemenangan untuk menyiapkan final melawan Peru atau Chili.

Baca Juga: Inilah Pesan Mengesankan Lionel Messi Usai Kalah dari Brasil!

Namun di tim lain, Sergio Aguero dan Lionel Messi keduanya terpukul atas kekalahan Argentina, yang belum mengalahkan Brasil dalam pertandingan kompetitif utama sejak 2005.

Berdasarkan catatan yang ada, Brasil hanya kalah dua kali dalam 42 pertandingan. Pelatih timnas Brasil, Tite memuji striker Manchester City, Jesus, usai pertandingan.

“Gabriel mengesankan dan bermain secara profesional. Rekan yang bekerja sama dengannya puas. Dikarenakan dia tidak pernah menyerah,” puji Tite.

“Orang-orang mengatakan kepadanya ‘Anda hanya harus menahan rasa sakit dan lari,’ dan itulah yang saya minta dia lakukan,”imbuhnya.

“Dia telah memperbaiki solusinya dan dia harus berkembang karena dia masih muda, namun yang saya herankan, jika saya memintanya menembak 50 kali, dia akan melakukan 51,” lanjutnya.

“Kapasitas kegigihan dan pencariannya akan sesuatu adalah ciri khasnya,” tutup Tite.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Hanya Karena Gagal Penalti, Pemain Ini Terancam Akan Dibunuh

VivagoalBerita Bola – William Tesillo mengatakan dia telah menerima ancaman pembunuhan di media sosial sejak gagal mencetak penalti pada pertandingan antara Kolombia melawan Chile.

Tesillo dikabarkan sudah diancam oleh para oknum yang tidak bertanggung jawab di pintu keluar saat usai Copa America pada Jumat malam.

Pada pertandingan tersebut, timnas Chili memiliki dua gol yang dianulir oleh VAR. Dan pertandingan berakhir tanpa gol dan berakhir dengan penalti.

Baca Juga: Rekor Messi Tuk Argentina: 4 Piala Dunia, 4 Copa America Nihil Trofi

Tesillo, yang bermain untuk klub Meksiko Club Leon, melakukan tendangan penalti melebar yang sebelumnya pemain Manchester United Alexis Sanchez berhasil mencetak gol dan mengirim negaranya lolos ke semifinal.

Istri bek kiri, Daniela Mejia, mengunggah tweet ke akun Instagram-nya yang mana pemain internasional Kolombia itu akan mengalami nasib yang sama seperti Andres Escobar, yang ditembak mati pada tahun 1994 hari setelah mencetak gol bunuh diri di Piala Dunia.

“Iya, kabar ini benar terjadi,” curhat Tesillo kepada outlet Spanyol El Pais .

“Mereka menulis hal-hal kepada istri saya dan dia pergi ke publik bersama mereka. Mereka melakukan hal yang sama kepada saya namun saya belum membagikannya. Kami percaya dan menyerahkan kepada Tuhan,” pasrahnya.

Kendati demikian, Tesillo telah didukung oleh rekan setimnya di Kolombia yakni Edwin Cardona dan pemain Chile dari Barcelona, Arturo Vidal.

Vidal menambahkan bahwa siapa pun yang mampu membuat kesalahan dalam sepak bola dan sedih dengan ancaman yang diarahkan ke Tesillo.

“Saya berharap itu tidak benar dan hal-hal ini tidak akan terjadi.

“Seorang pemain selalu memberikan yang terbaik membela tim nasionalnya, jadi untuk menerima ancaman kematian karena kesalahan, kesalahan karena nasib buruk, itu tidak boleh terjadi,” ucap Vidal

“Saya ingin mengirim dukungan saya kepadanya dan keluarganya,” imbuhnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Copa America hanya di Vivagoal.com

Inilah Pesan Mengesankan Lionel Messi Usai Kalah dari Brasil!

VivagoalBerita Bola – Lionel Messi tampaknya akan tetap akan bergabung dengan tim Argentina usai mereka kalah dari timnas Brasil di Copa America 2019.

Pemain depan Argentina Lionel Messi, yang telah memenangkan 29 trofi bersama Barcelona, ​​belum pernah memenangkan gelar utama dengan Argentina dengan satu-satunya keberhasilannya adalah medali emas Olimpiade 2008.

Kesempatan selanjutnya untuk berubah adalah saat Argentina menjadi tuan rumah Copa America 2020, dengan Kolombia.

Baca Juga: Sama-Sama ‘Pensiun’ Usai Piala Dunia 2018, Messi dan Ronaldo Alami Nasib Berbeda

“Sesuatu yang baru ada di di depan,” kata pemain berusia 32 tahun,

Lionel Messi sempat keluar dari sepak bola internasional usai negaranya dikalahkan oleh Chili di Copa America 2016 sebelum kembali untuk Piala Dunia 2018.

“Saya mengharapkan bahwasannya kami dihormati dan tidak dikritik. Mereka harus membiarkan tim menjadi dan membiarkan mereka tumbuh,” ucap pemain Barcelona tersebut.

“Yang benar adalah saya sangat cocok dengan kelompok pemain ini dan jika saya harus membantu dengan cara apa pun saya akan. Ini adalah kelompok besar yang sedang tumbuh dan jika saya bisa bergabung dengan mereka, saya akan melakukannya,” imbuhnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Rekor Messi Tuk Argentina: 4 Piala Dunia, 4 Copa America Nihil Trofi

VivagoalBerita Bola – Lionel Messi sepertinya tidak berjodoh jika bermain untuk timnas Argentina. Dari sembilan turnamen yang diikuti, La Pulga tak sekalipun bisa mengangkat trofi.

Kekalahan 0-2 yang didapat Argentina dari Brasil di partai semifinal Copa America 2019 menambah panjang daftar kegagalan Messi bersama Albiceleste. Hasil yang jelas sangat kontras diraih Messi jika dia bermain untuk klubnya, Barcelona.

Sejak kali pertama mengenakan seragam timnas pada tahun 2006 silam, Messi sudah ikut berpartisipasi dalam sembilan turnamen mayor di level senior. Piala Dunia 2006 jadi ajang senior yang pertama diikuti Messi. Debutnya di ajang tertinggi dalam dunia sepakbola ini berakhir dengan kekalahan dari Jerman di babak perempatfinal.

Baca Juga: Pelatih Argentina Tak Peduli dengan Catatan Buruk Messi di Timnas, Kenapa?

Setahun berselang, Messi kembali berpeluang mengangkat trofi Copa America bersama senior-seniornya, Juan Sebastian Veron dan Roman Riquelme. Sayang, kekalahan telak 0-3 dari Brasil kembali mengandaskan mimpi Messi meraih trofi pertamanya tuk Argentina.

Pada 2010, bersama Diego Armando Maradona sebagai pelatih, Messi yang menjadi tulang punggung tim tango di pagelaran Piala Dunia kembali terganjal di babak perempatfinal usai dikalahkan Jerman. Berharap bisa sukses di Copa America 2011 juga kandas karena disingkirkan Uruguay di babak perempatfinal.

Dalam dua edisi Copa America tahun 2015 dan 2016, Chile jadi giliran negara antagonis yang memupus mimpi Messi setelah di dua partai final dikalahkan melalui adu pinalti. Pada Piala Dunia 2018 lalu, Messi dan Argentina bahkan hanya bisa melaju sampai babak 16 besar usai dikalahkan Prancis.

Copa America 2019 kian menegaskan kegagalan Messi berjodoh dengan timnas negaranya. Messi yang kini berusia 32 tahun belum diketahui akan pensiun dari timnas atau tidak. Namun jika dia belum berniat mundur, maka kans tuk meraih trofi perdana tuk Argentina masih ada di Copa Amerika 2020 atau Piala Dunia 2022.

Selalu update berita bola terbaru seputar Copa America hanya di Vivagoal.com

MU Masih Tega Menjual Sanchez Usai Lihat Performa di Copa America?

VivagoalBerita Bola – The Red Devils julukan Manchester United belum akan mengubah keputusan menjual Alexis Sanchez pada bursa transfer musim panas ini.

Walaupun Sanchez ‘kembali hidup’ bersama timnas Chile, namun Manchester United tetap bersikeras tidak mau mengambil risiko.

Setan Merah dikabarkan tidak akan memberinya kesempatan satu musim lagi. Sanchez tidak akan digunakan kembali oleh The Red Devils

Alexis Sanchez tampil cemerlang bersama Chile di Copa America 2019 sampai saat ini. Eks pemain Arsenal membantu Chile mencapai semifinal lewat dua golnya.

Pemain andalan timnas Chile tersebut tampak seperti pemain yang benar-benar berbeda, seakan-akan terlahir kembali bersama Chile.

Diwartakan dari Express, Alexis Sanchez telah mengalami penderitaan di Old Trafford musim lalu. Striker yang berusia 30 tahun ini hanya bisa mencetak dua gol untuk Setan Merah di semua kompetisi. Dua gol tersebut benar-benar tidak bisa meyakinkan pihak MU.

Alexis Sanchez tampak menikmati sepak bola kembali saat bersama dengan timnas Chile. Sanchez tampak nyaman bermain bersama rekan-rekannya dan mengeluarkan kemampuan terbaiknya untuk merancang dan mencetak gol.

Selalu update berita bola terbaru seputar Copa America hanya di Vivagoal.com

Inilah Alasan MU ‘Ngotot’ Tidak Mau Pakai Jasa Sanchez!

VivagoalLiga Inggris – Juara bertahan Copa America, Chile harus puas finis sebagai runner-up Grup C dengan selisih satu poin di belakang timnas Uruguay.

Dalam hal ini, kelolosan timnas Chile tak lepas dari kontribusi penting beberapa pemain andalannya. Yakni Alexis Sanchez dan Eduardo Vargas yang mana mereka berdua telah menyumbang masing-masing dua gol dalam tiga pertandingannya.

Penampilan Sanchez di timnas sangat berbeda saat dia bermain di Manchester United. Banyak fans yang bertanya, mengapa bisa demikian? Apakah ada masalah dengan pihak manajemen The Red Devils?

Baca Juga: Pelatih Chile Bongkar Sanchez Bermain ‘Jelek’ di MU

Dilansir dari Manchester Evening News, pihak manajemen klub tetap bersikeras melepas Sanchez musim panas ini. Namun masalahnya, mencari peminat klub pembeli jauh lebih sulit dari prasangka mereka.

Pihak manajemen memperhitungkan gaji yang diterima Sanchez di MU jadi masalah utama. Saat diboyong dari Arsenal pada Januari 2018 lalu, Alexis Sanchez telah mengantongi 500.000 poundsterling per pekan. Pasti sedikit klub yang mau memenuhi tuntutan gaji tersebut.

Pemain andalan timnas Chile sempat dihubungkan dengan Juventus dan PSG, namun rumor itu mati seketika. Bahkan dikabarkan Sanchez akan pulang kampung. Namun pihak Arsenal pun sampai saat ini tidak pernah benar-benar serius. Bisa dibilang, masa depan Sanchez semakin belum jelas statusnya.

Prediksi Brasil vs Argentina: Albiceleste Waspadai Pemain Ini

VivagoalBerita Bola – Duel klasik akan tersaji di babak semifinal Copa America 2019. Tuan rumah Brasil akan menghadapi unggulan juara lainnya, Argentina, Rabu (3/7) pagi. Siapa yang akan melaju ke partai puncak?

Brasil yang bertindak sebagai tuan rumah turnamen mampu menampilkan permainan yang lebih meyakinkan ketimbang calon lawan. Mereka diunggulkan menang atas tim Tango karena tajam di depan, tim besutan Tite juga sangat solid di belakang.

Brasil yang gawangnya dikawal Allison Becker, dari empat pertandingan yang sudah dilakoni belum sekalipun kebobolan. Kiper Liverpool itu juga punya catatan bagus jika melawan Lionel Messi. Dalam dua musim di ajang Liga Champions, tim yang diperkuat Allison selalu bisa menyingkirkan Messi dengan Barcelona-nya.

Baca Juga: Karena Penyakit Ini, Pemain Brasil Ini Mundur dari Copa Amerika

Namun, Argentina yang lolos dari fase grup dengan susah payah mampu menunjukkan performa yang cukup impresif saat mengalahkan Venezuela 2-0 di babak perempatfinal. Sementara Brasil butuh adu pinalti tuk bisa melewati hadangan Paraguay.

Selain itu, secara head to head, dalam 10 pertemuan terakhir kedua tim, Brasil mampu meraih kemenangan sebanyak 5 kali dan hanya kalah 3 kali dimana dua lainnya berakhir sama kuat.

Di sisi lain, Argentina juga selalu mampu lolos ke final dari lima kesempatan saat mereka mencapai empat besar Copa America. Satu-satunya kegagalan Argentina lolos dari semifinal terjadi pada 32 tahun lalu, tepatnya ketika mereka kalah 0-1 melawan Uruguay.

Walau begitu, berdasarkan statistik, Philippe Coutinho jadi pemain yang paling harus diwaspadai Albiceleste. Gelandang serang Barcelona itu sudah terlibat dalam tiga gol Brasil dan tuk sementara jadi top scorer di tim Selecao.

Selalu update berita bola terbaru seputar Copa Amerika hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS