Tag: De Gea

Dean Henderson Mengancam, Bagaimana Rencana De Gea?

Vivagoal Liga Inggris – Dean Henderson digadang bisa mengisi pos penjaga gawang Manchester United musim depan. Lantas bagaimana dengan David de Gea? Bertahan atau hengkang?

Setelah didatangkan di usia 20 tahun pada 2011 lalu, De Gea secara bertahap menunjukkan kualitasnya. Label kiper terbaik di dunia dengan empat kali menggondol penghargaan Sir Matt Busby Player of the Year di Old Trafford menjadi bukti nyata.

Namun belakangan posisi De Gea terus digoyang. Kiper asal Spanyol itu mulai kehilangan sentuhan terbaiknya. Kabar penjualannya pun kian santer setelah Dean Henderson memberi kabar baik.

Kiper 23 tahun yang kini dipinjamkan ke Sheffield United itu tampil begitu menjanjikan. Ia bahkan tercatat sebagai kiper dengan torehan clean sheet terbanyak di Premier League musim ini.


Baca Juga:


Opsi memulangkan Henderson ke Old Trafford pun muncul. Pemain yang baru saja memperbarui kontraknya hingga 2 musim ke depan itu bahkan dinilai layak menggantikan De Gea di bawah mistar.

De Gea sendiri tak lantas menyerah. Kiper 29 tahun itu bahkan mengindikasikan keinginannya untuk terus bertahan hingga beberapa tahun ke depan.

“Yeah, aku semakin tua! Menjadi bagian dari klub ini sungguh hal yang luar biasa,” kata De Gea dalam sebuah sesi United Hangout dikutip dari Manchester Evening News.

“Bayangkan, 10 tahun (di Manchester United pada tahun depan), itu seperti mimpi. Menyenangkan bisa bermain untuk klub ini maka aku harap bisa berada di sini untuk beberapa tahun-tahun lagi,” tuturnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Jika Tidak Dijual, Kepa Akan Jadi Kiper Terbaik Liga Inggris

Vivagoal Liga Inggris – Performa Kepa Arrizabalaga pada beberapa pertandingan terakhir banyak dikritik oleh publik sepak bola dan fans Chelsea. Meski demikian, Chelsea harus berani bertaruh untuk memberikan kepercayaan kepadanya.

Sebenarnya, Kepa memiliki kualitas yang cukup baik. Dia seharusnya bisa meneruskan jejak dari kiper senior Manchester United, David de Gea. Ia menjadi salah satu kiper terbaik di dunia saat ini.

Kepa harus bisa membuktikan diri dan berjuang untuk tetap berada di Stamford Bridge. Semua perjuangan memang tidak akan bisa mulus seperti yang dibayangkan.

Memiliki status kiper termahal di dunia, Kepa memiliki tekanan tersendiri dan malah tampil di bawah standar. Tak hanya itu, Kepa kerap terlibat kontroversi di dalam maupun di luar lapangan.

Bahkan, Lampard berani untuk mencadangkan kiper termahal di dunia tersebut karena penampilan buruk pada beberapa pertandingan terakhirnya. Meskipun sempat tampil pada musim ini namun keputusan rapat tidak akan berubah.


Baca Juga:


Legenda Chelsea Tak Sependapat dengan Lampard

Dilansir dari Metro, Lampard akan mempertimbangkan kemungkinan untuk menjual kiper asal Spanyol itu. Mendengar hal tersebut, mantan pemain Chelsea, Frank Sinclair khawatir dengan isu tersebut.

Menurut Sinclair, Kepa harus diberikan kesempatan untuk menampilkan performa terbaiknya dan tidak terburu-buru untuk menjualnya. Suatu saat nanti, Sinclair yakin bahwa Kepa akan menjadi kiper terbaik di Liga Inggris.

“Saya sangat senang bila Lampard memberikan waktu dan kesempatan Kepa untuk membuktikan diri dan menyesuaikan permainan di Liga Inggris,” kata Sinclair dilansir dari Metro.

“Saat Anda memiliki kiper asing dari luar Inggris mereka butuh penyesuaian selama kurang lebih 18 bulan untuk bermain nyaman di sini (Premier League),” ujarnya.

“Kita bisa melihat kiper terbaik Manchester United, David de Gea. Bila Kepa diberikan kesempatan untuk beradaptasi bukan tidak mungkin dia akan menjadi kiper yang lebih baik dari de Gea di Liga Premier Inggris,” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

De Gea Payah, Untung MU Miliki Pemain Ini

Vivagoal Liga Inggris – David de Gea tampil buruk musim ini dengan sederet blunder fatal yang ia lakukan. Terbaru kiper asal Spanyol itu membuat kesalahan memalukan saat bermain imbang 1-1 melawan Everton, Minggu (1/3) malam WIB tadi.

Pada menit ketiga, De Gea tampak ingin memainkan tempo pertandingan. Ia mengulur bola dan memaksa Dominic Calvert-Lewin mendekatinya. Naas, bola sepakannya mampu diblok oleh Calvert-Lewin sehingga masuk ke gawangnya.

Blunder fatal ini bukan kali pertama dilakukan oleh De Gea. Kiper yang digadang sebagai pemain terbaik di posisinya tersebut dilansir dari Opta sudah melakukan tujuh kesalahan yang berujung gol sejak awal musim 2019/20. Catatan tersebut sama buruknya dengan penjaga gawang Newcastle United, Martin Dubravka, dan Bernd Leno dari Arsenal.

Baca Juga: 5 Fakta Kesuksesan Kiper Legendaris Manchester United

Beruntung Manchester United melakukan transfer cerdas pada musim dingin kemarin saat mendatangkan Bruno Fernandes. Pemain asal Portugal tersebut berhasil mencetak gol di menit 31 dan memaksa laga di Goodison Park itu berakhir dengan skor sama kuat 1-1.

Peran Bruno Fernandes

Peran Bruno Fernandes memang begitu mencolok di United. Tercatat ia sudah membukukan tiga gol dari enam pertandingan bersama United.

Opta juga mencatat jika Bruno Fernandes sudah terlibat dalam terciptanya 19 gol (sepuluh gol dan sembilan assists) di 21 penampilan di liga musim ini untuk Sporting CP dan United.

Atas penampilan gemilangnya tersebut, Bruno Fernandes pun diganjar sebagai pemain terbaik United untuk bulan Februari. Sedang De Gea harus menghadapi kritik pedas yang terus mengalir kepadanya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Lakukan Blunder Konyol, Legenda Man United Ingin Habisi De Gea

Vivagoal Liga Inggris – Legenda Manchester United, Roy Keane, mengaku ingin menghabisi David de Gea setelah melakukan blunder konyol melawan Everton.

Manchester United yang bertandang ke markas Everton di matchday 28 Premier League di Goodison Park, Minggu (01/03/2020) harus tertinggal terlebih dahulu melalui gol Dominic Calvert-Lewin di menit awal.

Baca Juga: 5 Pemain Produk Gagal Manchester United dengan Harga Mahal

Gol tuan rumah sejatinya bisa dicegah andai De Gea tak melakukan kesalahan fatal. Kiper asal Spanyol itu mengulur waktu dengan menahan bola yang ketika ia buang justru mengenai Calvert-Lewin. Si kulit bundar lantas bergulir masuk ke gawang United.

Roy Keane Emosi

Kesalahan De Gea itu lantas memancing emosi Keane. Ia bahkan mengatakan bisa saja menghabisi sang kiper jika berada dalam satu ruang ganti.

“Entah saya sebagai seorang pemain atau manajer, saya akan menghabisinya,” tegas Keane kepada Sky Sports.

“Apa yang ditunggu De Gea? Ini gila,” ketus Keane.

“Ada sedikit kesombongan baginya. Saya akan menggantung dirinya di paruh waktu. Tidak ada alasan,” tegasnya lagi.

Tidak hanya De Gea, Keane juga mengkritik performa Jordan Pickford. Kiper Everton itu berdalih bola sepakan Bruno Fernandes berubah arah sehingga ia sulit mengantisipasinya.

“Saya tidak ingin mendengar bahwa bola itu bergerak. Jelas itu bergerak, seseorang menendangnya!”

“Intinya dengan Pickford … Saya tidak perlu melihat statistiknya. Saya tahu ia bukan penjaga gawang yang bagus. Ia tidak sanggup melakukannya.”

Laga itu sendiri akhirnya berakhir imbang 1-1. Tambahan satu angka membuat misi Man United memangkas jarak dengan empat besar terbuang sia-sia.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

13 Laga Tanpa Clean Sheet, Seburuk Apa Penampilan De Gea?

Vivagoal Liga Inggris Manchester United menelan kekalahan 2-0 dalam lawatannya ke markas Watford di Vicarage Road Minggu (22/12/2019) malam kemarin. Hasil yang memperpanjang catatan buruk Setan Merah.

Manchester United tentu jauh diunggulkan jelang laga ini. Hal tersebut mengingat The Hornets tengah berada di dasar klasemen Premier League. Watford baru sekali menang, sebelum lawan United, yakni ketika melawan Norwich.

Namun secara mengejutkan United tampil di bawah standar. Mereka gagal memperlihatkan permainan terbaik kendati unggul penguasaan bola. Tidak ada kreativitas untuk mencetak gol dibarengi dengan tidak adanya barisan pertahanan yang solid di belakang.

Baca Juga: De Gea Berpotensi Tambah Masa Bakti di Old Trafford

Ismaila Sarr dan Troy Deeney kemudian memaksa De Gea memungut bola dua kali dari gawangnya. Hasil tersebut membuat Manchester United kini tercatat tidak pernah clean sheet dalam 13 laga Premier League beruntun.

Squawka mencatat terakhir kali Manchester United mencatat clean sheet terjadi pada 14 September 2019 lalu saat menang 1-0 dari Leicester City.

Salah satu permasalahan yang terjadi di lini pertahanan MU tidak lain karena penurunan performa David de Gea. Meski masih lebih baik dari musim 2018/19 silam, namun kiper asal Spanyol itu masih terlalu sering melakukan blunder.

Pada laga melawan Watford, De Gea membuat blunder yang kemudian berujung pada bobolnya gawang United. Kesalahan konyol tersebut terjadi saat ia seharusnya dengan mudah menangkap bola tendangan Ismaila Sarr.

Sejak musim 2018/19 lalu, David de Gea sudah membuat enam blunder yang berujung gol ke gawang United. Jumlah blunder yang dibuat David de Gea tersebut adalah yang paling banyak dibanding kiper Premier League lainnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Bukan Kurang Berjuang, De Gea Berikan Komentar Pedas kepada MU

Vivagoal Liga Inggris David De Gea menampik anggapan jika tim tak memberikan perjuangan maksimal musim ini. Ia menyebut performa inkonsisten tim terjadi lantaran kuranya pemain berkualitas di beberap sektor.

Kekalahan 2-1 dalam kunjungan ke kandang Astana di Liga Europa, menambah panjang daftar kekalahan Manchester United musim ini. Performa inkonsisten Setan Merah disebut lahir karena tim tak menampilkan usaha maksimalnya. Ole Gunnar Solskjaer tak bisa berkata banyak karena kerap mengambil resiko di setiap pertandingannya.

De Gea sendiri mengakui jika tim tampil buruk terutama di babak pertama melawan Astana kemarin.

“Begitulah tim kami dan hasil-hasil pertandingan baru-baru ini memang kurang memuaskan. Benar kami tampil buruk di babak pertama, mungkin salah satu yang terburuk tahun ini,” buka De Gea kepada Sky Sports.

Baca Juga: Tanpa De Gea Saat Jamu Liverpool, MU Rugi Besar

“Reaksi tim di babak kedua sangat penting, sayangnya masih belum cukup. Kami harus memenangkan pertandingan seperti ini untuk tetap berada di puncak, kami harus memenangkan empat atau lima pertandingan beruntun untuk tetap di puncak.”

Tidak hanya di laga tersebut, De Gea juga mengaku jika tim musim ini tampil di bawah standar. Ia juga mengatakan jika tim masih kesulitan menemukan konsistensi penampilan.

“Saat ini tim kami tidak bermain dengan baik. Kami memberikan segalanya, kami mencoba mendapatkan kemenangan-kemenangan besar yang bisa membawa kami ke papan atas klasemen,” lanjut De Gea. “Namun, faktanya saat ini kami tidak cukup konsisten, masih harus berlatih keras dan mengembangkan banyak hal.”

De Gea juga membantah tudingan para pemain tidak menunjukkan semangat bekerja keras. Ia menyebut para pemain sudah memberikan segalanya hanya saja beberapa posisi tidak diisi oleh pemain berkualitas.

“Saya kira ini bukan karena kami kurang berusaha, para pemain memberikan segalanya di sesi latihan dan juga dalam pertandingan,” imbuh De Gea.

“Mungkin Anda bisa menunjuk kurangnya kualitas di area-area tertentu, tapi jelas bukan karena kami kurang berjuang,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Statistik Tendangan Bebas Langsung Buat De Gea Jadi Kiper Terburuk EPL

Vivagoal Liga InggrisKiper Manchester United, David de Gea tengah menjadi pusat kritikan usai gagal membawa timnya meraih kemenangan dalam bentrok melawan West Ham United.

Bentrok keduanya sendiri terjadi pada pekan keenam Premier League yang berlangsung pada Minggu kemarin. Bermain di London Stadium, United harus pulang dengan tangan hampa setelah tak mampu membalas dua gol yang dicetak tim tuan rumah masing-masing oleh aksi Andriy Yarmolenko dan freekick Aaron Cresswell.

kekalahan tersebut menambah catatan buruk David de Gea terutama dalam hal mengantisipasi tendangan bebas langsung. Total sudah 12 gol yang bersarang ke gawang kiper asal Spanyol tersebut sejak musim 2011/12 Premier League atau yang terburuk dibandingkan dengan kiper lainnya.

“Sejak dimulainya musim 2011-2012, David de Gea telah kebobolan lebih banyak gol di Premier League dari tendangan bebas langsung daripada kiper lainnya (12). Kelemahan,” tulis Opta Joe di akun Twitter mereka.

Baca Juga: Legenda MU: Seharusnya Bukan De Gea yang Jadi Pemain Terbaik MU

Kritikan tersebut sangat wajar terjadi mengingat De Gea baru saja memperbarui kontraknya di MU. Dengan tambahan durasi empat tahun, De Gea bahkan menerima gaji hingga 350 ribu pounds per pekan yang menjadikannya sebagai kiper dengan gaji termahal sejagad.

Fans juga berusaha memberikan pembelaan terhadap De Gea. Ia menyebut jika jumlah kebobolan dari tendangan bebas langsung itu wajar mengingat kiper 28 tahun itu memiliki durasi kompetisi lebih banyak dibandingkan dengan kiper lain.

Kenyataannya salah. Sebut saja kiper seperti Hugo Lloris dan juga kiper Watford, Ben Foster juga memiliki musim sama banyaknya dengan De Gea. Keduanya bahkan memiliki jumlah catatan yang jauh lebih baik dari De Gea.

Ole Gunnar Solskjaer tentu harus segera mengatasi masalah tersebut pasalnya tembakan dari luar kotak penalti begitu sering dilakukan oleh para pemain lawan. De Gea seharusnya bisa lebih baik mengantisipasi datangnya bola mengingat jarak datangnya bola lebih jauh dari ketika ia berhadapan satu lawan satu dengan pemain lawan.

Dengan hasil tersebut, Manchester United kini hanya mampu meraih dua kemenangan dari enam laga awal Premier League. Sisanya, Paul Pogba dkk meraih dua kali seri dan dua kali kalah hingga membuat mereka tertahan di posisi delapan klasemen Premier League.

Selanjutnya Manchester United akan kedatangan lawan tangguh Arsenal di lanjutan Premier League. Pertandingan seru ini akan digelar di Old Trafford pada 01 Oktober 2019 mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Solskjaer Masih Percaya dengan Performa Pemain Ini

Vivagoal Liga Inggris – Ole Gunnar Solskjaer tetap berharap bahwa David de Gea akan menandatangani kontrak baru dengan Manchester United dan bisa melanjutkan karirnya di Old Trafford.

Pemain internasional Spanyol memasuki musim terakhir dari kesepakatan kontrak yang ada dan belum berkomitmen untuk menandatangani kontrak baru meskipun berbulan-bulan telah ditawarkan.

De Gea telah dikaitkan dengan Paris Saint-Germain, Juventus dan Real Madrid di musim lalu dan dapat membuka pembicaraan dengan klub-klub raksasa Eropa mulai Januari lalu melalui perjanjian pra-kontrak.

Solskjaer menilai pemain berusia 28 tahun itu bisa menjadi penjaga gawang terbaik di dunia. Solskjaer juga sangat ingin membuat De Gea terikat dalam tanda tangan kontrak jangka panjang.

Baca Juga: Inilah Senjata Utama Solskjaer untuk Manchester United!

“Saya ingin David tetap di sini,” kata Solskjaer pada konferensi pers pada hari Jumat diwartakan dari Omnisport.

“Dia tahu itu dan dia adalah penjaga gawang terbaik di dunia – kami telah melihatnya selama bertahun-tahun dan saya harap saya bisa memastikan dia akan menyelesaikan karirnya di Man United di level tertinggi.

“Dan ada banyak pembicaraan, banyak diskusi antara David dan klub dan mudah-mudahan kita bisa menyelesaikannya.”

De Gea tampaknya akan mempertahankan posisinya dalam pertandingan melawan Leicester City pada hari Sabtu. Manchester United berharap bisa mengakhiri tiga pertandingan tanpa kemenangan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Tiga Indikasi Kuat De Gea Tinggalkan MU dan Gabung Klub Ini

Vivagoal Liga InggrisJuventus disebut sudah menyusun rencana untuk bisa memboyong David de Gea dari Manchester United. Ada tiga indikasi kuat terkait kemungkinan tersebut.

Rumor kepergian De Gea kali ini terbilang cukup kuat. Dilansir dari Express, situasi kini sangat memungkinkan bagi sang penjaga gawang untuk hengkang setidaknya pada Juni 2020 mendatang.

Pertama adalah kontra De Gea yang akan berakhir pada Juni 2020. Dalam situasi ini Manchester United tak bisa bersantai pasalnya jika kontak berakhir maka sang pemain sudah pasti akan pergi.

Baca Juga: Pogba dan De Gea Pikul Beban Berat di Tubuh MU

MU dan De Gea memang dikabarkan sudah sepakat perihal kontrak baru dengan durasi lima musim ke depan. Gaji sang pemain juga akan naik ke angka 375 ribu pounds per pekan. Namun nyatanya itu belum terealisasi sampai sekarang. Juventus pun melihat ada peluang emas di sana.

Alasan kedua adalah kecerdikan Juventus merekrut pemain bebas transfer yang sudah mereka lakukan beberapa musim belakangan.

Juventus tentu bukan klub miskin yang hanya menunggu para pemain habis kontrak. Namun mereka hanya memilih jalan terbaik degan kesepakatan terbaik juga untuk para pemain terbaik.

Juve memang dikenal begitu cerdik saat mendatangkan para pemain gratis dengan iming-iming kontrak yang menggiurkan. Sebut saja mereka berhasil mendatangkan nama-nama sekelas Andrea Pirlo, Dani Alves hingga terakhir Aaron Ramsey tanpa mengeluarkan uang sepeser pun.

Alasan ketiga adalah perbedaan kondisi skuad kedua tim. Manchester United sudah diliputi dengan kabar miring perihal kedalaman skuad mereka dalam beberapa musim terakhir.

Permasalahan lini belakang hingga bobroknya hubungan manajer dan manajemen klub tentu bukan hal yang diinginkan oleh pemain sekelas De Gea.

Berbeda halnya dengan Juventus yang bergerak meyakinkan setiap musimnya. Pemain baru yang mereka datangkan terbukti ampuh untuk membuat tim asal Turin itu tak tergoyahkan. Target Liga Champions juga disebut menjadi alasan kuat De Gea meninggalkan Old Trafford dan memijakkan kakinya di Allianz Stadium musim depan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

De Gea: Saya Harap Bisa Jadi Kapten MU

0

Vivagoal Liga InggrisSebuah harapan dilontarkan oleh penjaga gawang Manchester United, David de Gea. Sang pemain mengaku ingin menyandang ban kapten di lengannya musim depan.

Alasan dipilihnya De Gea sebagai kapten muncul setelah ia sempat menjadi kapten pada beberapa pertandingan musim lalu. Oleh karenanya sang kiper menyambut baik apabila ia benar-benar menjadi kapten. 

“Saya sudah pernah menjadi kapten untuk beberapa pertandingan. Tentu saja hal yang luar biasa menjadi kapten untuk klub seperti MU dan mempertahankan jabatan ini,” kata De Gea seperti dikutip Reuters.

Lebih lanjut kiper Spanyol itu mengaku tak ragu menjadi kapten tim untuk musim depan. Menurutnya ia siap untuk bertanggung jawab dengan membawa MU kembali ke jalur juara. 

Baca Juga : Sepakati Kontrak Baru, De Gea Jadi Kiper dengan Gaji Termahal 

“Ini adalah musim kesembilan saya, saya merasa seperti salah satu pemain paling berpengalaman. Kami masih harus banyak berkembang. Kami harus berjuang untuk meraih trofi. Ketika Anda menjadi kapten, itu artinya perjuangan untuk segalanya, berikan yang terbaik dan bawa tim kembali ke puncak,” jelas De Gea. 

Posisi kapten MU sendiri kini tengah kosong setelah ditinggal oleh Antonio Valencia. Beberapa nama kemudian muncul sebagian calon kapten tim untuk musim depan seperti Ashley Young, Juan Mata, Chris Smalling Paul Pogba dan termasuk David de Gea.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS