Tag: Liga Premier Inggris

Guardiola Yakin Bisa Jungkalkan Liverpool Kedua Kalinya

Vivagoal Liga Inggris Josep Guardiola selaku pelatih kepala Manchester United menilai bisa sabet gelar juara Liga Primer Inggris musim ini dengan optimisme yang tinggi.

Saat ini memang Manchester City Telah tertinggal cukup jauh dari Liverpool. Namun, pelatih asal Spanyol tersebut yakin bisa menjungkalkan Liverpool untuk kedua kalinya.

Untuk saat ini, Manchester City memang harus puas menduduki di posisi kedua klasemen sementara Liga Premier Inggris musim 2019-2020 dengan menorehkan koleksi 16 poin.

Sedangkan untuk Liverpool sendiri tampil cemerlang dengan meraih delapan kemenangan berturut-turut Liga Premier Inggris sampai saat ini. Hasilnya, The Reds -julukan Liverpool- bertengger di posisi puncak klasemen sementara dengan mengoleksi 24 poin.

Baca Juga: Jika Jadi Pelatih, Eto’o Ingin Bermain Seperti Pep Guardiola

Dengan situasi tersebut, banyak pihak yang meyakini bahwa Liverpool akan keluar sebagai juara Liga Primer Inggris musim 2019-2020. Akan tetapi, Pep Guardiola tak meyakini hal tersebut lantaran dirinya percaya bila Manchester City masih dapat menjungkalkan posisi Liverpool di puncak klasemen.

“Saya tak mempercayai pada hal semacam itu. Setiap muslim akan sangat berbeda. dalam permainan olahraga satu-satunya cara untuk melakukannya dengan baik adalah harus konsisten di masa sekarang,” ujar Pep.

“Pada bulan April dan Mei Anda dapat melakukan hal tersebut. Akan tetapi, lawan yang kami hadapi adalah lawan yang tidak dapat dihentikan saat ini. memang Liverpool merupakan juara liga Champions Eropa dan tidak kalah sekalipun dalam delapan pertandingan,”katanya.

“Saya masih ingin menang dan saya memiliki keyakinan bahwa Manchester United akan tetap menjadi kandidat utama juara Liga Premier Inggris. akan tetapi jalan yang kami tempuh masih sangat panjang dan segala momentum serta cedera masih akan terjadi,” jelasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Jelang Kontra Liverpool, Pogba Beri Sinyal Baik

Vivagoal Liga InggrisPaul Pogba, gelandang andalan Manchester United telah memberikan isyarat bahwa dirinya dapat kembali ke skuat utama dalam waktu dekat.

Hal tersebut dikonfirmasi dalam salah satu unggahan pemain berkebangsaan Prancis tersebut di akun Instagram pribadinya.

Ole Gunnar Solskjaer selaku pelatih Manchester United menilai bahwa Paul Pogba akan tetap bermain walaupun cedera saat melawan Arsenal dan Rochdale sebelum jeda internasional untuk menjalani pemulihan di Dubai.

Pelatih asal Norwegia tersebut telah memberikan konfirmasi bahwa Pogba tidak fit dan belum saya bermain untuk bentrokan melawan Liverpool di Old Trafford pada Minggu (20/10).

Baca Juga: Marchisio Curhat Kesan Pertama Main dengan Pogba

Selain Pogba, kiper Manchester United, David de Gea juga dilakukan untuk bermain saya menderita cedera selama pertandingan Spanyol melawan Swedia pada pekan kemarin.

Dalam kesempatan ini, pemain asal Prancis tersebut terus melanjutkan rehabilitasinya. Belum lama ini Paul Pogba mengirim sinyal positif untuk para fans melalui akun Instagramnya.

Dalam postingannya, Paul Pogba mengisyaratkan bahwa dirinya akan segera kembali merumput dan kembali ke skuat dalam waktu dekat ini. pemenang Piala Dunia 2018 tersebut mengubah gambar dirinya sedang berlatih di gym dengan caption yang berbunyi: “Hampir Sampai”.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Solskjaer Berharap Liverpool Tampil Ofensif, Kenapa?

Vivagoal Liga InggrisBos Manchester united, Ole Gunnar Solskjaer berharap Liverpool tetap akan tampil menyerang. Pasalnya hal tersebut akan cocok dengan gaya permainan anak asuhnya.

Manchester United sendiri akan menjamu Liverpool pada pekan kesembilan Premier League, Minggu (20/10/2019) malam WIB. Bermain di Old Trafford, banyak yang menyebut jika tim tamu akan jauh unggul.

Bukan tanpa alasan, Liverpool kini tengah berada dalam kondisi terbaiknya. Dari delapan laga yang sudah dijalani, tim besutan Jurgen Klopp itu masih tampil tanpa celah. Sedang Manchester United baru meraih dua kemenangan saja.

Baca Juga: Manchester City Tim Terbaik Versi FiveThirtyEight

Liverpool juga menjadi tim paling produktif kedua di Premier League sejauh ini. Pasukan Jurgen Klopp tersebut telah mencetak 20 gol dari delapan laga. Hanya kalah dari Manchester City yang sudah mencetak 24 gol.

Menariknya, Solskjaer justru berharap tim tamu tetap tampil menyerang pada laga nanti. Ia tak melihat jika Liverpool akan parkir bus.

“Saya tidak melihat Liverpool akan datang hanya untuk memarkir bus. Itu bahkan tidak ada dalam mentalitas mereka. Jadi saya bisa melihatnya sebagai permainan terbuka, yang cocok untuk gaya kami,” ucap Solskjaer dikutip dari Sky Sports.

Manchester United memang cukup kesulitan ketika melawan tim yang parkir bus. Situasi itu terjadi saat kalah dari Newcastle dan Crystal Palace. Begitu juga saat mereka bermain imbang melawan AZ Alkmar di Liga Europa.

“Terkadang kita lebih sering berjuang dalam sebuah pertandingan ketika kita harus memecah pertahanan tim lawan. Kami memiliki 75 atau 80 persen penguasaan bola dan kami tidak menciptakan peluang bagus,” kata Solskjaer.

“Pertandingan lawan Chelsea dan Leicester di kandang adalah 50-50 persen dari sisi penguasaan bola, dan kami memiliki lebih banyak ruang untuk menyerang,” ucap Solskjaer.

Saat tim lawan bermain lebih menyerang, Manchester United berhasil meraih kemenangan. Hal tersebut terjadi ketika menang 4-0 atas Chelsea dan 1-0 dari Leicester City.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Manchester City Keluhkan Perubahan Jadwal EPL Yang Terjadi

Vivagoal Liga InggrisManchester City mengalami perubahan jadwal Premier League untuk bulan Desember 2019 hingga Januari 2020. Pihak klub pun menyesalkan hal tersebut.

Dikutip dari Goal International, setidaknya ada sembilan pertandingan Manchester City yang mengalami perubahan jadwal di antara kedua bulan tersebut. Pihak liga sendiri mengatakan keputusan tersebut dilakukan guna menyesuaikan jadwal pertandingan dengan liputan televisi.

Salah satu jadwal yang mengalami perubahan adalah lawatan Manchester City ke markas Wolverhampton. Laga yang awalnya digelar pada ‘Boxing Day’ diganti ke hari berikutnya, dengan jadwal kick-off 7.45 pm waktu setempat.

Keputusan tersebut cukup merugikan, pasalnya City hanya memiliki waktu 48 jam untuk beristirahat sebelum menjalani laga Premier League berikutnya melawan Sheffield United, yang digelar pada tanggal 29 Desember 2019.

Baca Juga: Bintang Manchester City Alami Kecelakaan Tunggal

Sementara itu, Liverpool sebagai pesaing terberat City mendapatkan jadwal yang lebih baik. Klub asuhan Jurgen Klopp tersebut memiliki waktu beristirahat 68 jam di antara laga melawan Leicester City pada tanggal 26 Desember 2019 dan kontra Wolverhampton.

Perubahan jadwal tersebut sangat disesalkan oleh pihak Manchester City. Manajemen klub lalu mengumbar kekecewaannya tersebut ke khalayak ramai.

“Kami kecewa dengan jadwal yang sangat ketat untuk pemain setelah Natal,” tutur Omar Berrada selaku petugas operasi Manchester City kepada Manchester Evening News.

“Kami sepenuhnya paham bahwa hak penyiaran adalah hal penting yang patut dipertimbangkan saat penyusunan jadwal, namun kami juga harus melindungi kesejahteraan pemain, integritas olahraga dalam liga, dan kualitas produknya,” lanjutnya.

“Kami sudah berdialog secara terbuka dengan liga untuk menimbang opsi lain, namun sayangnya, kami harus mengikuti jadwal kick off dan tanggal karena mereka telah menyerahkannya kepada kami,” tutupnya.

Keputusan seperti ini tentu bisa mempersulit Manchester City untuk mempertahankan gelar juara musim lalu. Terlebih lagi Liverpool tengah melaju kencang hingga pekan kedelapan ini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Tak Pernah Menang di Old Trafford, Klopp Ketakutan?

Vivagoal Liga InggrisLiverpool bisa jadi unggulan ketika menyambangi Manchester United akhir pekan ini. Akan tetapi, Jurgen Klopp tak sekalipun pernah meraih kemenangan di Old Trafford.

Duel keduanya sendiri siap tersaji pada pekan ke-9 Premier League 2019/20, Minggu (20/10/2019) malam WIB. Jelang laga nanti, sudah pasti Liverpool jauh diunggulkan mengingat modal kedua tim.

Liverpool datang dengan delapan kemenangan yang mereka torehkan. Sedangkan, Manchester United masih terseok-seok mencari performa terbaiknya musim ini.

Namun faktanya, Klopp tak selalu meraih hasil maksimal saat bertemu Manchester United. Tercatat, Klopp sudah 9 kali memimpin timnya melawan MU. Dari 9 kesempatan itu, 5 laga berakhir imbang, 2 kali menang, dan 2 kekalahan. Artinya, Liverpool hanya bisa mendapatkan rerata 1,22 poin per pertandingan.

Baca Juga: Klopp Punya Rencana Besar untuk Wonderkid Liverpool, Apa itu?

Lebih menariknya lagi, Klopp tak pernah meraih kemenangan dalam lawatannya ke Old Trafford. Empat kali berkunjung ke sana, Liverpool kalah satu kali dan sisanya berakhir imbang.

Musim lalu saat Liverpool disebut tampil di performa terbaiknya saja, The Reds bahkan terlihat tampil ketakutan di Old Trafford. Merekaa unggul segalanya, baik dalam kondisi skuad maupun cara bermain. Namun, Klopp memilih pendekatan berbeda.

Saat itu, MU yang sudah terpuruk tak mendapat tekanan berarti dari Liverpool. Bahkan Klopp tampak tak mempermasalahkan hasil imbang tanpa gol yang mereka bawa pulang.

Kini, Klopp memiliki kesempatan terbuka untuk bisa mengakhiri kutukan Old Trafford. Satu hal yang perlu mereka hilangkan adalah ketakutan bermain di sana. Terlebih, mereka kini mengantongi 24 poin sempurna dan unggul delapan poin dari Manchester City.

Sedangkan untuk Manchester United, mereka tenggelam di peringkat 12 dengan meraih sembilan poin di klasemen sementara Liga Premier Inggris.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Meski Cedera Salah Tak Serius, Choudhury Dapat Serangan Rasial

Vivagoal Liga Inggris – Penyerang Liverpool Mohamed Salah harus puas ditarik keluar saat Liverpool berhadapan dengan Leicester City. Dilanggar oleh Hamza Choudhury, Salah harus menepi lantaran cedera pada pergelangan kakinya.

Dilansir dari Omnisport, kondisi terbaru menyebut setelah melalui serangakain tes medis termasuk pemindaian, Salah dipastikan tidak mengalami cedera serius. Hasil pemeriksaan menunjukan kondisi pergelangan kaki Salah tidak seburuk yang dikhawatirkan.

Namun demikian, Salah dipastikan bakal absen dalam jeda internasional untuk membela Mesir. Dimana negaranya bakal bertanding melawan Botswana.

Baca Juga: Menilik Kemungkinan Solskjaer Dipecat

The Reds sendiri masih menunggu perkembangan kesembuhan bintang asal Mesir itu. Tim kepelatihan Liverpool memproyeksikan Salah untuk sembuh sebelum 20 Oktober dimana Liverpool bakal berhadapan dengan MU.

Di sisi lain, Choudhury yang melanggar salah hingga cedera mendapat serangan rasial di sosial media. Dimana sang pemain mendapat perlakuan diskriminatif.

Dilansir dari Goal hal tersebut diakui langsung oleh juru bicara Leicester. Menurutnya pihak klub terkkejut dengan serangan rasial tersebut. Karenanya dia bakal melaporkan pelanggaran rasial ini pada pihak berwenang.

“Kami terkejut dengan komentar-komentar ini. Klub sudah melaporkan hal ini pada pihak berwajib. Diskriminasi tak dapat tempat di sepakbola ataupun masyarakat.  Kami akan melakukan langkah serius bagi para pelanggar aksi rasial.”

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Menilik Kemungkinan Solskjaer Dipecat

Vivagoal Liga InggrisManchester United kembali meraih hasil minor saat berkunjung ke St James Park markas Newcastle United, Minggu (6/10/2019). Pada laga pekan kedelapan Premier League 2019/20 tersebut, Setan Merah pulang dengan kekalahan tipis 1-0.

Kekalahan tersebut tentu menjadi sorotan. Pasalnya MU kini terperosok ke peringkat 12 klasemen sementara dengan hanya meraih sembilan poin saja. Gagal menang di lima laga terakhirnya, tagar Ole Out pun menggema. 

Dikutip dari The Sun, pemecatan Ole Gunnar Solskjaer memang mungkin terjadi. Bahkan, publik Manchester mulai mencoba mencari suksesor Ole.

Eks pemain Manchester United, Paul Parker melihat terpuruknya performa tim bukan hanya kesalahan Ole seorang. Ia melihat banyak pihak di balik layar yang membuat klub kehilangan jati diri.

Baca Juga: City Kalah 0-2, Pep: Premier League Belum Selesai!

“Semua orang berusaha menunjuk dan menyalahkan Ole tetapi Anda harus mengingat bahwa dia berusaha mengelola den melatih klub sepak bola profesional di Premier League.

“Namun, dia tidak mendapatkan kesempatan untuk melakukan pekerjaannya dengan benar karena ada orang-orang yang melarangnya mengejar dan mendatangkan pemain-pemain yang dia inginkan untuk menjaga peluang terbaiknya,” buka Parker kepada talkSPORT.

Parker menegaskan Ole tak ubahnya seorang korban dibalik kepentingan bisnis Setan Merah. Baginya pelatih asal Norwegia itu tak pantas untuk menjadi kambing hitam.

“Anda bekerja di Premier League untuk Manchester United dan Anda tidak menunjukkan tanda-tanda yang ingin dilihat orang tentang usaha untuk juara maka tiba-tiba segala tudingan negatif akan mengarah padanya dan itulah yang sedang terjadi saat ini.

“Anda tidak perlu jadi ilmuwan atau mantan pemain untuk bisa memahami masalah MU yang sebenarnya. Mereka bukanlah MUFC lagi, sebab saat ini hanya merek  dagang lebih penting,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Klopp Tak Percaya Liverpool Bisa Kalahkan Leicester City

Vivagoal Liga Inggris Liverpool kembali melanjutkan laju apiknya di Liga Inggris musim 2019/20. Pelatih Jurgen Klopp pun memuji anak asuhnya usai mengandaskan Leicester City 2-1.

Pada laga tersebut, James Milner menjadi pahlawan bagi Liverpool. Dia mencetak gol kemenangan dari titik putih pada menit ke-94 saat pertanding hampir saja berakhir 1-1.

Usai pertandingan Klopp mengaku anak asuhnya sempat kedodoran setelah 60 menit. Menurutnya faktor kebugaran jadi permasalahan The Reds dan membuat mereka baru bisa meraih kemenangan di menit akhir.

“Dengan padatnya jadwal, kami memulai laga dengan baik. Kami membuat mereka berada di dalam tekanan.

“Tapi masalahnya, kita hanya bisa mencetak satu gol di 60 menit pertama. Dimana Leicester bisa melihat celah ketika kita kehabisan tenaga karena Rabu lalu kita bermain dengan lawan yang tangguh,” jelas Klopp.

Baca Juga: Cedera Parah, Kapten Tottenham Dilarikan ke Rumah Sakit

Lebih lanjut, pelatih asal Jerman tersebut sejatinya tak menyangka Liverpool bisa memenangi duel kontra Leicester City. Menurunnya tempo permainan saat skor 1-1 malah membuatnya pesimis bisa meraih kemenangan.

“Meski tempo menurun tapi untungnya kami bisa mengontrol jalannya pertandingan. Saya sempat tak yakin bisa memenangi duel ini tapi saya juga percaya kita tak akan kalah,” tambah Klopp.

Meski lini pertahanan Liverpool disorot dalam pertandingan ini namun Klopp merasa sebaliknya. Baginya para palang pintu Liverpool mampu bermain sangat apik.

“Saya harus jujur, saya sudah melihat banyak pertandingan tapi saya tak pernah melihat tim lain mematikan pergerakan Jamie Vardie sebaik kami hari ini,” tutup Klopp.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Sedikit Lagi! MU Cetak Rekor Tandang Terburuk

Vivagoal Liga InggrisPerforma Manchester United musim ini terus menjadi sorotan. Terbaru mereka hanya mampu bermain imbang AZ Alkmaar di Liga Eropa pada Kamis (3/10/2019) malam.

Menurut Opta hasil tersebut hanya berjarak satu laga dari kegagalan terbanyak mereka meraih kemenangan di laga tandang dalam sejarah klub. Terakhir kali mereka mencatatkan sebelas laga tanda tanpa kemenangan berturut-turut adalah pada musim 1989 silam.

“Manchester United telah gagal meraih kemenangan di sepuluh laga tandang terakhir mereka di semua kompetisi. Catatan terburuk mereka sejauh ini terjadi pada Februari dan September 1989 (11 laga tanpa kemenangan). Mengkhawatirkan,” tulis Opta di akun twitternya.

Baca Juga: Liverpool Tak Ingin Sesumbar di Liga Champions

Kemenangan tandang terakhir MU sendiri ialah kala mereka membungkam Paris Saint-Germain 3-1 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2018/19, Maret lalu. 

Selain torehan minus tersebut, pada laga melawan AZ dini hari tadi, untuk pertama kalinya sepanjang berpartisipasi di Liga Eropa, kolektor gelar terbanyak juara liga Inggris ini menjalani laga tanpa shot on target.

Jika tak ingin terus mendapat kritik dan mengulang sejarah kelam, MU harus mengalahkan Newcastle United di St. James’ Park dalam lanjutan Liga Primer Inggris, Minggu (6/10/2019) mendatang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Liverpool Tak Ingin Sesumbar di Liga Champions

Vivagoal Liga InggrisGrup A dan F disebut sebagai grup neraka pada Liga Champions musim ini. Dalam dua grup itu bercokol tim-tim kuat seperti Borussia Dortmund, Barcelona, Inter Milan, Real Madrid, dan Paris Saint-Germain.

Sedang di grup E Liverpool diyakini hanya akan bersaing dengan Napoli untuk posisi satu dan dua di klasemen akhir. Diatas kertas, kedua tim  diprediksi bisa dengan mudah melenggang mulus ke fase 16 besar.

Akan tetapi, dari dua pertandingan yang sudah berlangsung, terjadi persaingan sengit diantara empat tim di Grup E. Napoli saat ini berada di puncak klasemen dengan raihan empat poin, sementara Liverpool dan Salzburg berada di urutan kedua dan ketiga dengan poin sama, tiga. 

Berkaca pada kondisi  ini, bek Liverpool, Andrew Robertson menyebut grup E ini bagai grup neraka. Dia meyakini langkah Liverpool tak akan mudah menembus 16 besar dan membutuhkan kerja keras. 

Baca Juga: Kans Besar Bayern Munchen Juarai Liga Champions

“Banyak orang mengatakan bahwa grup E ini grup mudah. Tetapi yang seperti Anda lihat sendiri, tidak demikian. Kami melihatnya masih sama seperti musim lalu.

“Salzburg adalah tim top, musim lalu mereka melangkah jauh di Liga Eropa. Sekarang mereka sudah mengambil langkah di Liga Champions, mereka sungguh tim yang sangat bagus,” Robertson menambahkan.

Tak hanya itu, Genk yang saat ini berstatus sebagai juru kunci turut diwaspadai Robertson. Menurutnya bertanding di Liga Champions tak akan mudah termasuk perlunya mewaspadai tim kuda hitam macam Genk. 

“Di sisi lain, Genk secara mengejutkan bisa menahan imbang Napoli di kandang. Itu suatu hal yang fantastis dimana kami sendiri begitu sulit jika bermain di sana. Memang, tidak ada yang benar-benar muda di Liga Champions, dan itu menuntut kami untuk bisa terus menampilkan permainan terbaik untuk bisa lolos,”  tutupnya. 

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS