Tag: MU

Neville: Selama Ada Duet Maguire dan Lindelof, MU Harus Lupakan Juara

Vivagoal – Liga Inggris – Mantan pemain Manchester United, Gary Neville meminta mantan klubnya untuk mengabaikan transfer Jadon Sancho. Menurutnya klub lebih membutuhkan sosok bek tengah baru ketimbang pemain yang berposisi menyerang.

Manchester United mengawali musim Liga Inggris 2020/21 dengan buruk. Kala menjamu Crystal Palace di Old Trafford, tim besutan Ole Gunnar Solskjaer dikalahkan dengan skor mencolok 1-3.

Kekalahan tersebut mendesak United untuk terus bergerak di bursa transfer. Sayangnya satu nama yang sering disebut harus mereka datangkan adalah Jadon Sancho. Namun Neville tidak sependapat dengan hal tersebut. Ia lebih memilih United untuk mendatangkan sosok bek tengah anyar untuk memperkokoh pertahanan mereka.

“Anda bisa berbicara tentang Jadon Sancho sesuka Anda, tetapi sampai mereka tidak dapat mendapatkan bek tengah yang bisa berlari dan bertahan satu lawan satu, Anda tidak akan pernah memenangkan liga,” kata Gary Neville.

“Mereka [Harry Maguire dan Victor Lindelof] tidak akan memenangkan liga dengan duet bek tengah ini. United harus mendapatkan bek tengah yang mobile, cepat, dan dominan di samping Lindelof atau Maguire. Lindelof tidak cukup kuat di sana, Lindelof. Itu 50-50; dia lemah,” ketusnya.


Baca Juga:


Neville meminta United untuk mengabaikan suara tentang Sancho. Mereka harus fokus pada apa yang menjadi masalah utama dalam tim tersebut.

“Hal yang biasa terjadi di Manchester United, selalu begitu di lini belakang. Harus ada reaksi. Pergi dan beli satu atau dua pemain untuk memadamkan Twitter dan suara media sosial yang benar-benar akan mendidih dan mendidih,” kata Neville.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Neville Pesimis MU Akhiri Musim 2020/21 di Papan Atas

Vivagoal – Liga Inggris – Legenda Manchester United, Gary Neville menyebut kecil kemungkinan mantan klubnya tersebut mampu mengakhiri musim di urutan kedua di akhir musim ini bila melihat skuad yang ada saat ini.

Manchester United mengakhiri musim lalu dengan cukup menjanjikan di mana mereka mampu melesat naik di paruh kedua dan finis di peringkat tiga. Namun fakta ketertinggalan 30 poin dari Liverpool sebagai juara tak bisa dipandang sebelah mata.

Alih-alih jarak itu mampu mereka pangkas musim ini, MU disebut masih akan sulit bersaing untuk merebut posisi kedua. Neville menyebut jika Setan Merah belum siap untuk bersaing dengan rival-rivalnya.

“Saya rasa Manchester United berada dalam posisi yang mirip dengan Chelsea. Mereka harus membuat progress dari musim lalu, dan saya rasa para fans tidak berekspektasi mereka akan finish di dua besar musim ini,” buka Neville kepada Sky Sports.

“Saya tidak yakin mereka siap untuk itu, namun mereka harus memperkecil jarak dengan dua besar. Mereka harus memastikan bahwa jarak dengan dua besar semakin kecil dan mereka juga harus berkembang.”


Baca Juga:


Lebih lanjut Neville mengatakan jika United butuh belanja banyak pemain untuk bisa bersaing di papan atas. Beberapa posisi perlu diperkuat untuk bisa bersaing dengan Liverpool dan City.

“Mereka harus membeli striker, winger kanan dan bek tengah. Itu hukumnya wajib. Beberapa tahun lagi, Manchester United harus siap untuk bertempur ketika level Manchester City dan Liverpool menurun, dan itu mungkin terjadi saat Pep Guardiola dan Jurgen Klopp pergi.” ujarnya.

Kekhawatiran Neville sendiri terlihat setelah United mengawali musim dengan buruk. Pasalnya skuad Ole Gunnar SOlskjaer tersebut dihancurkan tamunya Crystal Palace 1-3 di Old Trafford pada Sabtu (19/9) kemarin.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

5 Fakta Kekalahan Manchester United Atas Crystal Palace

Vivagoal – Liga Inggris – Manchester United dipermalukan oleh Crystal Palace dengan skor 1-3 di Old Trafford. Menariknya dalam kekalahan Ole dan anak asuhnya terdapat sejumlah data dan fakta dari pertandingan tersebut.

MU menjamu Crystal Palace pada pekan perdana Liga Inggris musim 2020/21 di Old Trafford. Dalam laga tersebut, Setan Merah terlihat kesulitan menciptakan peluang yang mengancam gawang tim tamu. Meski tercatat United dapat melahirkan 17 percobaan, tapi hanya ada empat yang on target.

Sedangkan Palace sukses membuat 14 attempts dengan lima yang mengarah ke gawang dan tiga diantaranya bisa dikonversi menjadi gol.

Dominasi MU yang lebih dari 70 persen dalam penguasaan bola jadi tiada guna karena diberondong tiga gol Palace melalui Wilfried Zaha dua gol dan Andros Townsend. Sedangkan satu-satunya gol hiburan yang dibuat MU terlahir dari sontekan pemain debutan, Donny van de Beek di babak kedua.

Kekalahan ini mengantarkan MU ke posisi bawah klasemen sementara Liga Inggris yakni, peringkat ke-16. Sementara Palace merangsek ke urutan dua dengan enam poin, hasil dari dua pertandingan, dan berikut beberapa fakta dan data kekalahan The Red Devil dari Crystal Palace seperti dirangkum dari BBC Sports.


Baca Juga:


– MU menderita kekalahan di kandang sendiri dalam laga perdana Liga Inggris untuk ketiga kalinya. Sebelumnya, MU juga takluk dari Everton musim 1992/93 dan Swansea City musim 2014/15.

– Crystal Palace sudah meraih dua kemenangan beruntun atas MU tuk kali pertama. Mereka jadi tim London kedua yang bisa melakukan itu di Old Trafford setelah Tottenham Hotspur pada musim 2012/13 dan 2013/14.

– Crystal Palace dapat mencetak lebih dari dua gol tuk pertama kalinya dalam 40 laga beruntun Liga Inggris, setelah kali terakhir melakukannya saat mengalahkan Bournemouth 5-3 di laga terakhir musim 2018/19.

– Wilfried Zaha jadi pemain pertama yang bisa merobek gawang MU di ajang Liga Inggris setelah pernah berstatus sebagai mantan pemain The Red Devils.

– Van de Beek jadi pemain ke-20 yang bisa mencetak gol di laga debutnya untuk MU, dan jadi pemain ke-10 yang melakukannya sebagai pemain pengganti.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Tiga Alasan Tottenham Lebih Baik Untuk Bale Ketimbang MU

Vivagoal – Liga Inggris – Gareth Bale disebut tengah menjadi rebutan antara Tottenham Hotspur dan Manchester United. Namun ada tiga poin di mana Spurs jauh lebih baik bagi karier pemain asal Wales itu ketimbang United.

Belum ada kepastian kemana Bale akan berlabuh musim depan. Namun sang pemain kemungkinan besar akan segera meninggalkan Real Madrid pada musim panas ini.

Sejauh ini terdapat dua klub peminat pemain asal Wales tersebut yaitu, Tottenham Hotspur dan Manchester United. Namun ada tiga faktor utama bagi Bale untuk lebih memfavoritkan mantan timnya, Spur. Berikut tiga alasan Bale:

  1. Hanya jadi Alternatif di MU

Fans Manchester United jelas akan menyambut hangat kedatangan Bale sebagai rekrutan besar musim panas ini. Namun tidak bisa dipungkiri jika target utama mereka adalah Jadon Sancho.

Seperti yang diketahui, rumor ketertarikan United kepada Bale muncul setelah United menemui jalan terjal untuk mendatangkan Sancho. United diklaim kesulitan memenuhi tuntutan harga dari Borussia Dortmund sekitar 120 juta euro.

  1. MU Hanya ingin Meminjam Bale

Daily Mail sempat melansir jika United siap menebus biaya transfer Bale alias mendatangkannya secara permanen. Namun melihat situasi yang ada, besar kemungkinan United hanya akan meminjam Bale dari Madrid.

Keinginan United mendatangkan Bale dengan status pinjaman didasari oleh kekhawatiran klub akan performa sang pemain. Mereka khawatir eks pemain Southampton itu nantinya tampil di bawah ekspektasi.


Baca Juga:


Hal berbeda ditunjukkan oleh Spur. Klub asal London itu bersedia menebus biaya transfer Bale dan menjadikannya sebagai pembelian permanen.

  1. Jaminan Tim Utama

Jose Mourinho boleh jadi malu-malu mengaku mengakui kedekatan Spurs dengan Bale. Namun fakta bahwa dirinya sudah tertarik dengan Bale sejak masih melatih Madrid tak bisa dipungkiri lagi.

“Gareth Bale adalah pemain Real Madrid. saya tidak mengomentari pemain dari klub lain,” ujar Jose Mourinho, seperti dilansir ESPN, Rabu (16/9/2020).

“Saya pernah berusaha merekrutnya tapi tidak mungkin. Tidak ada rahasia soal itu. Saya rasa Gareth Bale mengetahuinya,” imbuh Mourinho.

Spurs juga bisa memberi jaminan tim utama kepada Bale ketimbang United. Persaingan di Tottenham Hotspur relatif lebih enteng ketimbang di Manchester United yang dihuni banyak pemain muda potensial.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Gagal Datangkan Sancho, Grealish dan Bale, Bukti MU Sudah Miskin?

Vivagoal – Liga Inggris – Mantan bos Aston Villa, Tim Sherwood menyebut jika pasifnya Manchester United di bursa transfer musim ini disebabkan karena tim yang bermarkas di Old Trafford itu sudah kehabisan uang.

Manchester United dikaitkan dengan beberapa pemain pada bursa transfer musim panas ini. Sebut saja mereka disebut mendekati Jadon Sancho dan Jack Grealish, dan terbaru Gareth Bale.

Namun pada perkembangannya, Sancho yang dibanderol 120 juta euro oleh Borussia Dortmund tak kunjung ditebus oleh United. Sedang Grealish sudah dipagari dengan kontrak baru di Aston Villa.

MU kemudian mencoba mendekat Gareth Bale. Namun lagi-lagi sang pemain justru lebih dekat dengan salah satu tim asal Inggris lainnya yaitu, Tottenham Hotspur.

Kegagalan demi kegagalan MU di bursa transfer kali menarik perhatian Tim Sherwood. Menurutnya, United telah kehabisan uang sehingga tak bisa bergerak bebas mendekati pemain incarannya.

“Kontrak [baru] Jack Grealish adalah berita bagus untuk Aston Villa, betapa hebatnya penandatanganan itu,” kata Sherwood kepada talkSPORT.


Baca Juga:


“Saya pikir dia dipastikan pergi ke Manchester United, tapi cukup jelas setelah kesepakatan Van de Beek mereka sudah kehabisan uang. Tak ada Gareth Bale, tak ada Jack Grealish, tak ada lagi uang. Tak akan ada Jadon Sancho, itu sudah pasti.

“Mereka sudah kehabisan uang, jika tidak, menurut saya mereka pasti sudah membawa anak itu [Grealish] ke Manchester United.”

Sejauh ini, Manchester United baru mendatangkan Donny van de Beek dari Ajax Amsterdam. Ia didatangkan dengan banderol 40 juta pounds. Nominal tersebut seharusnya terbilang kecil untuk klub sebesar United. Namun tidak ada yang tahu kondisi finansial sebuah klub khususnya setelah pandemi menyerang.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Mantan Pelatih MU Siap Jadi Suksesor Koeman di Timnas Belanda

Vivagoal – Liga Inggris – Kursi pelatih timnas Belanda saat ini tengah lowong pasca Ronald Koeman memutuskan menerima pinangan untuk membesut Barcelona. Kabarnya, Louis Van Gaal yang sudah memutuskan pensiun dari dunia sepakbola pada 2019 kemarin tertarik untuk mengisi posisi itu.

Sepeninggal Koeman, untuk sementara jabatan pelatih timnas Belanda diisi oleh Dwight Lodeweges yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih. Ia dipercaya akan memimpin Der Oranje dalam dua laga UEFA Nations League bulan September mendatang kontra Polandia dan Italia.

Setelahnya, federasi sepakbola Belanda, KNVB bakal bergerak untuk mencari pelatih permanen, mengingat Piala Eropa akan digelar kurang dari setahun lagi, dan diantara beberapa nama yang dibahas sebagai suksesor Koeman, nama Van Gaal tiba-tiba muncul.

Diberitakan oleh seorang jurnalis olahraga dari media Nos.nl, Arno Vermeulen, pihaknya baru saja mewawancarai Van Gaal terkait kesediaannya turun gunung untuk melatih timnas Belanda. Menurutnya, eks pelatih The Red Devil itu bakal mempertimbangkan bila ada tawaran serius.

“Dia (Van Gaal) bilang jika KNVB mendekatinya, dia akan memikirkan tawaran itu. Sebetulnya dia terbuka dengan tawaran melatih timnas Belanda dan saat ini dia hadir sebagai salah satu kandidat pelatih timnas Belanda.” ucap Vermeulen.

Sebagai informasi, sebelumnya Van Gaal pernah melatih Belanda selama dua periode. Di periode pertamanya 2000 hingga 2002, Van Gaal gagal total karena tak bisa meloloskan Belanda ke Piala Dunia 2002. 

Lanjut di periode keduanya pada 2012 hingga 2014, pelatih 69 tahun itu berhasil membawa De Oranje keluar sebagai juara ketiga Piala Dunia 2014 di Brasil.


Baca Juga:


Ia pun kemudian memutuskan pensiun dari lapangan hijau setelah tiga tahun lamanya menganggur pasca dipecat Manchester United pada 2016 silam.

 

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Datangakan Dua Pemain Ini, Bukti MU Ogah Gagal Lagi di Bursa Transfer

Vivagoal – Liga Inggris – Manchester United beberapa kali melakukan kesalahan di bursa transfer. Kini, mereka tampaknya telah belajar dan berbenah terkait kebutuhan pemain mereka untuk mengarungi musim depan yang dipastikan akan lebih ketat.

Dua nama pemain anyar Manchester United terlihat sukses mencuri perhatian penikmat sepak bola. Mereka adalah Bruno Fernandes yang direkrut Januari lalu dan transfer Donny van de Beek yang akan segera diumumkan dalam waktu dekat.

Sebelumnya mereka juga dikaitkan dengan gelandang lain seperti Jack Grealish dan James Maddison. Sayang, seiring berjalannya waktu rumor itu kian memudar.

Menyebut kualitas Fernandes dan Van de Beek di atas Grealish dan Maddison tentu terlalu berlebihan. Namun bila melihat uang yang harus mereka gelontorkan, mungkin akan merubah pandangan kita.

Dilansir Manchester Evening News, United mendatangkan Fernandes dengan pembayaran awal 47 juta pounds, tidak terlalu mahal. Kemudian untuk menebus Van de Beek, United ‘hanya’ perlu mencairkan uang 40 juta pounds. Nominal yang cukup kecil melihat potensi yang ia miliki.

Mudahnya berkata, United hanya perlu mengeluarkan setidaknya 90 juta pounds untuk Fernandes dan Van de Beek. Sedang untuk Grealish dan Maddison, United dituntut untuk merogoh kocek dalam-dalam senilai 160 juta pounds.

Dalam kasus ini terlihat The Red Devil sudah berbenah dalam kebijakan transfer. Mereka tak lagi terburu-buru dalam mengambil keputusan sehingga kehilangan uang terlalu banyak dan berakhir dengan merugi saat menjual pemain yang dianggap gagal bersinar.

Belanja ke luar Inggris mungkin menjadi jalan keluar terbaik bagi United. Namun bukan berarti Grealish dan Maddison adalah pemain yang buruk. Hanya saja klub-klub pemilik memasang banderol sangat fantastis. Tujuannya tak lain, tentu untuk memeras United.

Pada saga transfer Harry Maguire misalnya, United dipaksa mengeluarkan uang hingga 80 juta pounds. Leicester sadar ketertarikan yang ada dari United dan enggan menurunkan harga jelang detik-detik terakhir bursa transfer.


Baca Juga:


Dengan kesuksesan di bursa transfer di atas, United bisa perlahan mengatur keuangan klub. Satu nama lain yang mungkin tengah mereka upayakan adalah Jadon Sancho.

Borussia Dortmund bersedia melepas sang pemain di angka 100 juta pounds. United sendiri masih belum bergerak dan seolah mereka menunggu hingga harga tersebut diturunkan oleh Die Borussen.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Mampukah Ibrahimovic Patahkan Kutukan Nomor 9 di Milan?

Vivagoal – Serie A – Zlatan Ibrahimovic dikabarkan telah menyepakati perpanjangan kontrak baru bersama AC Milan. Kemungkinan mantan pemain LA Galaxy ini akan mengenakan nomor punggung sembilan.

Dilansir Football Italia, Ibrahimovic saat ini telah kembali ke Italia setelah menjalani libur kompetisi. Kedatangan bomber moncer asal Swedia itu dipercaya untuk meneken kontrak baru di San Siro.

Milan dan Ibrahimovic dikabarkan telah sepakat dengan kontrak baru berdurasi satu musim. Penyerang 38 tahun itu nantinya juga akan menerima gaji sebesar 7 juta euro tanpa tambahan bonus.

Ibrahimovic yang didatangkan pada Januari kemarin terpaksa mengenakan nomor punggung 21. Hal ini mengingat nomor punggung favoritnya, 10 dan 9 sudah digunakan pemain Milan.

Nomor punggung sembilan pun kini kosong. Football Italia yakin bahwa Ibrahimovic akan memakai nomor favoritnya itu pada 2020/2021, nomor yang pernah dipakai saat bermain di Barcelona, Manchester United, dan LA Galaxy.


Baca Juga: 


Namun nomor punggung itu di Milan seolah memiliki kutukan. Beberapa pemain sebelumnya meredup ketika mengenakan nomor punggung ini yakni Alexandre Pato, Alessandro Matri, Mattia Destro, Luiz Adriano, Gianluca Lapadula, Andre Silva dan Krzysztof Piatek.

Nama pemain sekelas Fernando Torres dan Gonzalo Higuain juga tak berkutik ketika mengenakan nomor punggung satu ini.

Pemain terakhir yang mampu menaklukkan nomor punggung 9 di Milan adalah Filippo Inzaghi. Namun Inzaghi percaya nomor tersebut tidak memiliki kutukan. Inzaghi pun percaya bahwa Ibrahimovic akan cocok menggunakannya.

 

View this post on Instagram

Like I said im just warming up @acmilan

A post shared by Zlatan Ibrahimović (@iamzlatanibrahimovic) on

“Itu [kutukan nomor sembilan] membuat saya tersenyum,” kata Inzaghi pada Sky Sport.

“Memakai nomor itu di Milan memang sulit bagi siapapun, tetapi kutukan itu tidak pernah ada. Jika Ibrahimovic mengenakan nomor punggung sembilan tampaknya akan berakhir kutukan itu,” katanya.

“Ini seperti ketika saya harus mendapatkan kutukan dari [Marco] van Basten dan [George] Weah. Tidak adil untuk memensiunkan kemeja saya dan tidak juga pensiun setelah Marco van Basten,” ucapnya.

Namun dalam unggahan sosial media pribadinya, Ibra memberi kode jika dirinya akan mengenakan nomor punggung 11. Nomor punggung itu sendiri pernah digunakan saat pertama membela Rossoneri.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Ferdinand Ungkapkan Faktor Penyebab Di Maria Melempem di MU

Kegemilangan Di Maria terjadi saat ia berhasil membawa PSG lolos ke final Liga Champions musim 2019/20 ini. Kendati kalah 1-0 dari Bayern Munchen di final, namun penampilan pemain asal Argentina tersebut patut diacungi jempol.

Melihat performa Di Maria tersebut, jelas Manchester United dibuat bertanya-tanya. Pasalnya, Di Maria seakan menjadi pembelian gagal The Red Devils sehingga ia harus dilepas pada 2015 lalu.

Rio Ferdinand kemudian melihat jika kembalinya sinar Di Maria karena peran permainan yang berubah di PSG dan itu tidak didapatkannya saat gelandang berusia 32 tahun itu berada di Old Trafford.

View this post on Instagram

Finalllllllllll. ALLEZ PARIS ❤️❤️❤️

A post shared by Ángel Di María (@angeldimariajm) on

“Dia membawa elemen partner. Saya kira akan selalu ada pemain yang ingin jadi bintang utama, ingin jadi pemain utama,” buka Ferdinand kepada BT Sport.

“Namun, saya kira dia lebih senang bermain sebagai peladen, menjadi partner para bintang. Dia pernah melakukannya di Real Madrid bersama Ronaldo, di Argentina bersama Messi, dan sekarang di PSG bersama Mbappe dan Neymar.” tambah Ferdinand.

“Ya, Di Maria bukan sosok pemain yang ingin menjadi bintang utama dalam sebuah tim. Ia lebih suka ‘melayani’ para pemain bintang dalam tim.


Baca Juga: 


“Lihat saja statistik itu, dia pencetak assists terbanyak sejak tahun 2015 lalu, saya kira dia hanya kalah dari Messi di antara lima liga top Eropa. Itu membuktikan dia pemain fantastis,” lanjut Ferdinand.

“Sayangnya dia gagal di MU, dan saya kira saat itu dia diminta jadi sumber kreativitas utama, diminta jadi pemain utama, dan itu tidak cocok untuknya,” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Ligue 1 hanya di Vivagoal.com

Menghadapi Jadwal Padat, Ini Respon Ole

Vivagoal – Liga Inggris – Pelatih The Red Devil, Ole Gunnar Solskjaer bersama anak asuhnya akan memainkan pertandingan yang padat dalam beberapa hari ke depan. Pelatih asal Norwegia itu mengatakan bahwa jadwal yang diatur memberatkan United.

Manchester United saat ini mengincar satu tiket untuk berlaga di Liga Champions musim depan. Namun, untuk mendapatkan tiket itu, Bruno dan rekannya harus bisa menjaga kondisi tubuh mereka untuk raih hasil maksimal di tengah jadwal pertandingan yang padat.

Dilansir Goal, United akan berhadapan dengan Crystal Palace pada Jumat (17/7) dini hari nanti, kemudian akan berhadapan dengan Chelsea dua hari kemudian dalam Piala FA. Melihat jadwal padat ini, Ole pun mengatakan ini sebagai keputusan yang tidak adil.

“Tentu ada kekhawatiran kami meraih hasil minor. Chelsea memiliki waktu istirahat yang lebih banyak sekitar 48 jam. Kita telah membicarakan penjadwalan yang adil sebelum restart, tapi itu tidak terjadi. Saat ini kami harus fokus pada Palace, kemudian akan memikirkan laga berikutnya.


Baca Juga:


“Musim kemarin kami tidak merasa baik, karena para pemain banyak cedera. Tapi sekarang berbeda, selama dua pekan ini kami sangat sibuk. Namun, kami dalam keadaan fit, sangat fit. Saya tidak pernah merasa saya sebugar ini dalam beberapa tahun belakangan, dan saya yakin itu,” ucap Ole.

Saat ini United masih tertahan di posisi kelima Liga Inggris, mereka mengoleksi poin yang sama dengan Leicester City. Tentu kemenangan dini hari nanti atas Palace berarti banyak untuk pelatih Norwegia ini agar mengamankan tiket Liga Champions.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS