Tag: Rafinha

5 Pemain yang Hengkang dan Kembali Lagi ke Klub Barcelona

Vivagoal 5 FaktaSaat ini, salah satu tim raksasa La Liga Spanyol, Barcelona masih terus dikaitkan dengan striker PSG, Neymar pada musim dingin mendatang. Para pihak manajemen dilaporkan ingin membawa pulang pemain berkebangsaan Brasil tersebut ke Camp Nou.

Mantan pemain Santos tersebut telah resmi bergabung dengan Barcelona pada tahun 2013. Di Camp Nou, Neymar mampu meraih kesuksesan besar selama bermain di La Liga Spanyol.

Telah diketahui bahwa Neymar mampu membantu Barcelona menorehkan delapan gelar bergengsi bersama Messi CS. Gelar yang cukup mengesankan saat Neymar meraih treble winners pada tahun 2015 silam.

Baca Juga: 5 Pemain Bintang yang Bermain di Luar Posisi Aslinya

Namun sayang, Neymar telah memutuskan untuk hengkang dari Camp Nou pada tahun 2017. Tak diketahui alasan jelas, pemain sekelas Neymar pindah dari Barcelona. Pemain berusia 27 tahun tersebut pindah ke PSG dengan status pemain termahal di dunia.

Usai bermain di Paris Saint-Germain selama dua tahun, pemain kelahiran Brasil tersebut ingin meninggalkan klub. Dikabarkan, Neymar akan kembali ke tim yang membesarkan namanya. Neymar dilaporkan akan hengkang pada musim mendatang.

Jika benar-benar kembali ke Camp Nou, Neymar akan menambah panjang daftar pemain yang pergi dan kemudian kembali ke klub. Sudah banyak pemain yang melakukan hal tersebut.

Bila memang Neymar kembali ke Barcelona maka Los Cules akan menambah panjang daftar pemain yang hengkang dan kemudian kembali ke klub. Sudah tak mengherankan bahwa banyak pemain yang melakukan hal semacam itu.

Berikut VIGO merangkum dan menganalisa 5 Pemain yang Hengkang dan Kembali Lagi ke Klub Barcelona:

Generasi Baru La Masia Sudah Benar-Benar Tamat?

VivagoalLa Liga – Pemain jebolan La Masia kini sulit mendapatkan tempat di skuat utama Barcelona. Menurut Marca, ada dua alasan utama mengapa generasi baru La Masia dinilai sudah benar-benar tamat saat ini.

Sebelumnya, La Masia dikenal sebagai kawah candradimuka bagi pemain-pemain untuk tumbuh menjadi pesepakbola berbakat. Banyak dari jebolan akademi La Masia yang kemudian muncul jadi andalan Barcelona.

Baca juga: Barcelona Pastikan Messi Cedera Betis

Saat masih ditangani Pep Guardiola, ada begitu banyak pemain jebolan La Masia yang menjadi pemain inti. Beberapa diantaranya seperti Pedro, Xavi, Andres Iniesta, Sergio Busquets dan Lionel Messi. Saat ini, dua nama terakhir ditambah Sergio Roberto, Carles Alena dan Riqui Puig adalah alumni La Masia yang tersisa jadi andalan tim Catalan.

Dengan banyaknya pemain dari luar akademi yang memperkuat Blaugrana, Marca menilai ada dua alasan utama kebijakan Barca sudah berubah. Yang pertama adalah tuntutan sepakbola modern yang memaksa klub untuk meraih sukses instan, baik dalam perebutan trofi domestik maupun di level kompetisi Eropa.

Merekrut pemain bintang, berpengalaman dan bertalenta besar dari klub lain jadi opsi utama Barca saat ini. Hal itu tercermin dalam kebijakan transfer Blaugrana dalam dua musim terakhir dengan mendatangkan Ousmane Dembele, Frenkie De Jong, Antoine Griezmann, Philippe Coutinho.

Berikutnya, dan menjadi yang terpenting adalah kurangnya kepercayaan terhadap pemain hasil didikan akademi La Masia. Generasi baru La Masia sebenarnya bukan tidak ada, dalam skuat Barca saat ini ada Rafinha, Carles Alena, Riqui Puig, Carles Perez dan Moussa Wague.

Namun, entrenador Barca, Ernesto Valverde tidak menaruh kepercayaan besar terhadap mereka, sehingga semua pemain di atas hanya dijadikan sebagai pemain pelapis.

Baca juga: Di Barcelona, Junior Firpo Warisi Nomor Vermaelen

Hal itu yang kemudian membuat jajaran direksi Barca terpecah, dengan Pep Segura dan Jordi Mestre memutuskan mundur dari jabatannya sebagai manajer umum dan wakil presiden, karena mereka masih sangat menjunjung tinggi filosofi dan tradisi permainan Barca.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Pep Sukses Reformasi Permainan Bayern Munchen

Vivagoal BundesligaBek kanan Bayern Munchen, Rafinha sudah merasakan menjadi abak asuh banyak pelatih top selama membela Munchen. Tapi baginya Pep Guardiola akan selalu diingatnya karena berhasil membuat klub yang berkandang di Allianz Arena itu tampil atraktif.

“Pep memberi Bayern sepakbola indah, atraktif dan terbaik yang pernah saya lihat di Bayern.” ungkap Rafina saat ditanya soal siapa pelatih idolanya selama berkostum Bayern.

Rafinha sendiri hanya bisa meraih  tujuh trofi minus trofi Liga Champions dan Piala Dunia Antarklub bersama Pep Guardiola, kalah dengan pencapaiannya bersama Jupp Heynckes. Dimana bersama Heynckes Rafinha menyabet sembilan trofi  termasuk Si Kuping Besar.

Namun, bukan sekadar trofi yang membuat Rafinha terkesan dengan seorang pelatih. Ia mengaku takjub dengan pengetahuan taktik Guardiola dan kemampuannya dalam membangun tim. Ia pun tak ragu menyebut Pep sebagai pelatih yang sukses membawa perubahan bagi Munchen.

Baca Juga : Tak Terpakai, Mario Mandzukik Siap Kembali ke Bayern Munchen

“Saya tidak menilai pelatih dari apa yang dicapainya di Bayern, tapi dari warisannya. Pep mewarisi banyak hal yang menakjubkan.

“Ia membawa lebih banyak fleksibilitas dan kecepatan. Dia memanfaatkan fondasi yang sudah diletakkan oleh para pendahulunya kemudian menyempurnakannya,” sambung Rafinha kepada Sport Bild.

Selain Jupp Heynckes dan Pep Guardiola, Rafinha pun pernah merasakan dilatih banyak pelatih top lain. Sebut saja, Louis Van Gaal, Carlo Ancelotti, Ottmar Hitzfeld, hingga terakhir Niko Kovac.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Rafinha Tuding Niko Kovac Rusak Kariernya di Bayern, Kok Bisa?

Vivagoal BundesligaSetelah tidak lagi berkostum Bayern Munchen, Rafinha buka suara terkait kekesalannya yang mendalam terhadap pelatih Niko Kovac. Rafinha menganggap Kovac sudah membuat akhir kariernya di Allianz Arena berjalan tidak sesuai harapan.

Secara khusus, bek 33 tahun tersebut mengaku sangat kecewa karena tidak diberi kesempatan tampil pada laga terakhir Bayern di ajang Bundesliga akhir musim lalu. Berbeda dengan Arjen Robben dan Franck Ribery, Rafinha hanya berada di bangku cadangan sepanjang 90 menit pertandingan.

Tak hanya itu, Kovac bahkan tidak memberikan kesempatan bermain buat Rafinha pada laga final DFB-Pokal kontra RB Leipzig. Padahal, Ribery saja diturunkan pada menit ke-87 untuk menggantikan Kingsley Coman, dan Robben masuk menggantikan Serge Gnabry.

“Itu adalah pukulan telak dan klimaks negatif. Saya sungguh kecewa, pelatih tahu itu adalah laga terakhirku, tapi dia merampas laga perpisahanku.” kesal Rafinha dilansir dari Sport Bild.

Baca Juga: Rafinha Ungkap Sahabat Terbaiknya di Bayern

“Sepertinya kami memang tidak cocok, dia tidak mau mempercayaiku. Secara keseluruhan, banyak tekanan di musim debut Kovac dan banyak juga pemain yang kecewa dengan skema permainan yang diterapkannya.” sambungnya.

Dalam pandangan Rafinha kekecewaan pemain muncul karena kebijakan Kovac yang kerap merotasi pemain dan membuat banyak pemain senior Die Roten kecewa.

“Pada awal kedatangannya, Niko selalu melakukan rotasi, dan itu terlalu banyak. Setelah itu, dia menyingkirkan banyak pemain berkualitas secara permanen dari skuat utama, dan hal tersebut menimbulkan ketidakpuasan para pemain.” Pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Rafinha Ungkap Sahabat Terbaiknya di Bayern

Vivagoal Bundesliga – Marcio Rafael Ferreira de Souza alias Rafinha mengaku cukup beruntung selama delapan tahun berkostum Bayern tidak pernah berkonflik dengan siapapun termasuk punya banyak teman baik. Dan diantara semua pemain di Bayern, Rafinha memilih Manuel Neuer sebagai sahabat terbaiknya.

Rafinha sudah hengkang dari Allianz Arena pada musim panas ini. Pemain asal Brasil tersebut memutuskan tidak menambah masa kerjanya di Bayern karena merasa sudah tidak masuk dalam rencana pelatih Niko Kovac pasca Bayern merekrut Lucas Hernandez dari Atletico Madrid.

Baca juga: Tak Terpakai, Mario Mandzukik Siap Kembali ke Bayern Munchen

Kendati demikian, Rafinha yang kini berusia 33 tahun ternyata tidak perlu terlalu lama menganggur. Hanya beberapa pekan setelah memutuskan hengkang dari Der Bavarians, si pemain sudah menemukan pelabuhan baru. Untuk musim depan, Rafinha dipastikan akan kembali berkiprah di Liga Brasil bersama Flamengo.

Adapun masa bakti yang cukup panjang di Munchen, membuat Rafinha punya banyak teman baik di Bayern. Namun dari kesemuanya itu, ia mengaku Manuel Neuer adalah sahabat terbaiknya.

“Manuel dan aku telah saling mengenal selama 13 tahun. Dia sahabat terbaikku di Jerman. Dia telah melakukan banyak hal bagiku, saya bahkan sangat dekat dengan semua keluarganya.” ungkap Rafinha dilansir dari Sport Bild.

Baca juga: Pelatih Munchen Dambakan Sane Dalam Skuatnya

“Persahabatan kami akan terus ada sepanjang hidup, Manuel bukan lagi hanya sekadar seorang sahabat, tapi dia adalah saudaraku.” sambungnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Dilirik Valencia, Barcelona Enggan Lepas Rafinha

VivagoalLa Liga – Barcelona mengatakan Rafinha kemungkinan akan tetap bertahan di Camp Nou. Pernyataan itu muncul usai Valencia dikabarkan ingin merekrutnya pada bursa transfer kali ini.

Kubu Los Che diberitakan sedang mencoba membuka ruang negosiasi dengan pihak Barca terkait peluang transfer gelandang 26 tahun tersebut. Valencia dilaporkan bersedia mengeluarkan uang sebesar 20 juta euro hingga 30 juta euro demi mendapatkan servis dari adik Thiago Alcantara itu.

Pelatih Marcelino Garcia Toral mengaku tertarik pada fleksibilitas gaya bermain Rafinha. Ia dinilai sebagai pemain multi posisi yang mampu menjalankan banyak peran berbeda dengan sama baiknya, seperti gelandang tengah, full-back dan penyerang sayap.

Rafinha sendiri sedianya memiliki sisa kontrak setahun lagi di Camp Nou. Namun, Blaugrana diklaim ingin memberi perpanjangan kontrak kepada pemain kelahiran Brasil tersebut.

Meski Rafinha cuma pemain pelapis dan baru bermain sebanyak delapan kali sebelum dihantam cedera parah yang membuatnya harus absen dari lapangan hijau hingga sembilan lamanya, tapi dia sangat diandalkan pelatih Ernesto Valverde ketika Lionel Messi berhalangan.

Dengan semuanya itu, direktur Barcelona, Ariedo Braida pun mengatakan Rafinha kemungkinan bakal tidak dilepas musim ini.

“Rafinha kemungkinan besar akan bertahan di Barca. Dia pemain yang punya kemampuan sepakbola mumpuni, pemain yang bisa menentukan permainan dengan kemampuannya mengolah bola. Dia punya kans bersinar.” kata Braida kepada Radio Sportiva dilansir dari Sportsmole.

“Musim lalu dia mengawali musim dengan cedera serius, tapi ketika dia pulih, dia bakal bermain bagus lagi. Dia pemain yang punya kemampuan impresif dan akan sangat bagus di Barcelona.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Kembali ke Brasil, Rafinha Perkuat Flamengo

Vivagoal Berita BolaBerakhir sudah petualangan Marcio Rafael Ferreira de Souza atau yang akrab disapa Rafinha di benua Eropa. Pemain asal Brasil tersebut pulang kampung setelah resmi pisah jalan dengan raksasa Bundesliga Jerman, Bayern Munchen.

Rafinha yang kini berusia 33 tahun ternyata tidak perlu terlalu lama menganggur. Hanya beberapa pekan setelah memutuskan hengkang dari Der Bavarians, si pemain sudah menemukan pelabuhan baru.

Untuk musim depan, Rafinha dipastikan akan kembali berkiprah di Liga Brasil bersama Flamengo. Kepastian itu diketahui setelah Presiden Rubo-Negro julukan Flamengo, Marcos Braz yang  mengumumkannya melalui situs resmi klub.

“Rafinha telah dikontrak. Dia telah berada di Brasil, dan akan segera menyelesaikan detail kontraknya di sini. Rafinha akan bermain di klub untuk dua musim kedepan,” ungkap Marcos Braz.

Bagi Rafinha sendiri, Flamengo adalah klub kelimanya. Selain Bayern Munchen, Genoa dan Schalke 04, klub lain yang pernah diperkuatnya adalah Coritiba. Dengan kepastian dirinya memperkuat Flamengo, Rafinha secara otomatis menyudahi petualangan 14 tahunnya di Eropa.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com

Final DFB Pokal Jadi Laga Perpisahan dan Comebacknya Legenda Bayern

Vivagoal Bundesliga – Kiper Bayern Munchen, Manuel Neuer dipastikan akan menjalani laga comeback setelah menepi selama enam pekan. Tepatnya pada Sabtu (25/5/2019) Neuer akan diturunkan di laga final DFB Pokal kontra RB Leipzig.

Pelatih Munchen, Niko Kovac memastikan kiper timnas Jerman itu akan diturunkan sejak menit awal di laga puncak nanti. Menurutnya, Neuer telah menunjukan perkembangan dari cidernya di setiap sesi latihan.

“Saya bisa bilang Neuer akan bermain di laga nanti. Dia adalah kapten kami dan dia pilar penting untuk Munchen, “ jelas Kovac saat jumpa pers pada Jumat (24/5/2019).

Selain menjadi laga comeback untuk Neuer, laga final nanti juga akan menjadi laga perpisahan untuk tiga punggawa Munchen lain. Sebut saja, Rafinha, Frank Ribery dan Arjen Robben akan menjadikan laga final nanti sebagai laga terakhir mereka bersama Munchen.

Meski demikian Kovac tak bisa memastikan apakah ketiga pemain yang akan segera berakhir masa baktinya itu akan diturunkan di laga nanti. Jelasnya, Kovac akan menurunkan pemain terbaiknya untuk meraih kemenangan kontra Leipzig.

“Ini akan menjadi keputusan yang sulit bagi saya, dimana ini juga menjadi pertandingan resmi terakhir mereka bertiga. Saya sendiri hanya bisa memilih 11 pemain, tapi di lagan anti semua pemain punya kesempatan yang sama termasuk ketiga pemain yang akan berpisah,”tutup Kovac.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Kepergian Robbery Buat Kesedihan Pada Diri Lewandowski

Vivagoal Bundesliga – Bayern Munchen sukses merengkuh trofi Bundesliga Jerman musim ini setelah menjungkalkan Eintracht Frankfurt di pekan ke-34 yang berlangsung di Allianz Arena. Tak hanya soal pengukuhan juara, laga pamungkas ini juga sekaligus jadi ajang perpisahan tiga pemain senior Die Roten, yakni Rafinha, Arjen Robben dan Franck Ribery.

Meski hanya membutuhkan hasil imbang, namun Bayern menargetkan kemenangan demi pesta juara yang manis. Mereka pun tampil membabi buta dengan memberondong gawang Frankfurt lima kali masing-masing melalui Kingsley Coman, David Alaba, Renato Sanches, Franck Ribery dan Arjen Robben.

Bagi penyerang andalan The Bavarians, Robert Lewandowski menganggap laga penentuan juara ini sekaligus jadi momen mengharukan buat dirinya karena harus berpisah dengan Ribery dan Robben yang sudah dipastikan hengkang setelah 12 tahun meniti karir di Allianz Arena.

“Saya melihat keluarga Arjen dan Franck sebelum pertandingan dimulai. Saya akui saya hampir menangis terharu melihat mereka. Kemenangan hari ini kami persembahkan untuk Rafinha, Franck dan Arjen. Mereka adalah legenda di klub ini.” tegas Lewandowski seperti dilansir dari situs resmi klub.

Lebih lanjut, Lewandowski menganggap keberhasilan timnya merajai Bundesliga musim ini menjadi bukti siapa raja di Jerman sesungguhnya.

“Laga melawan Frankfurt adalah laga final buat kami. Kami tahu, tidak hanya harus memenangkan pertandingan ini, tapi sekaligus jadi pembuktian siapa juara Jerman itu.” tutupnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Bundesliga hanya di Vivagoal.com

Jelang Liga 1, Persela Kedatangan Pemain Asing Baru

VivagoalLiga IndonesiaRafael Gomez de Oliveira, gelandang asal Brasil yang sudah lama dinanti Persela akhirnya tiba. Sang pemain terlihat dalam sesi latihan Persela di Stadion Surajaya, Lamongan, Jawa Timur, sejak Selasa (7/5/2019) sore kemarin.

Di latihan perdananya, Rafinha sapaan akrab Rafael masih diminta berlatih ringan di pinggir lapangan. Menurut Aji, gelandang kelahiran Sao Paolo 29 tahun silam itu akan langsung menandatangani kontrak bersama Persela tanpa melalui proses seleksi.

“Ya betul, pemain asing kami sudah lengkap. Kami sudah lihat videonya, CVnya juga sudah kami pelajari, jadi kami putuskan bersama pengurus lain, pemain ini langsung dikontrak saja, asal sudah lolos tes medis” ujar Aji Santoso, pelatih Persela.

 

Kendati demikian, Aji mengatakan Rafinha belum akan diturunkan di laga uji coba kontra Persebaya, akhir pekan ini. Aji memilih mengistirahatkan Rafinha demi memberinya waktu untuk mengembalikan kondisi fisiknya.

“Kami masih harus melihat kondisinya dulu. Kami lebih baik berhati-hati karena takutnya dia cidera, laga melawan Persebaya kan hanya uji coba, jadi biar dia recovery dulu setelah menempuh perjalanan selama 40 jam dari Brasil,” tambahnya.

Selain itu, kedatangan Rafinha dengan jadwal kick off Liga 1 membuat Aji berharap sang pemain tidak terkendala masalah adaptasi. Ia menginginkan gelandang asal Brasil itu bisa cepat padu dengan para punggawa Laskar Joko Tingkir.

“Ya mudah-mudahan kami bisa cepat memadukan Rafinha dengan pemain-pemain yang sudah lebih dulu bergabung disini, karena kalau bicara cukup nggak cukup, ya pasti tidak cukup waktunya, artinya memang sudah tidak ada waktu lagi,” tutup Aji.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS