Tag: Taktik

Dilibas Sampdoria 3-1, Pelatih Atalanta Pasang Badan

0

Vivagoal Serie A – Atalanta gagal meraup poin penuh saat menjamu Sampdoria di lanjutan Serie A Italia. Sang allenatore, Gian Piero Gasperini mengaku sebagai orang yang bertanggung jawab atas kekalahan tersebut.

Seperti dua dari tiga pertemuan pertemuan sebelumnya, Atalanta kembali harus menerima kenyataan takluk di kandang sendiri saat berjumpa Sampdoria di partai lanjutan Serie A Italia. Kalau pada dua pertemuan sebelumnya di Bergamo kalah 0-1 dan 1-2, dalam jamuan terakhirnya di giornata ke-6 Liga Italia, Minggu (25/10/2020) dinihari WIB, Atalanta malah kalah 1-3.

Kekalahan tersebut membuat Atalanta harus turun satu strip ke urutan empat dengan torehan 9 poin, setelah Inter Milan di laga lainnya bisa menang 2-0 melawan Genoa dan berhak atas posisi ketiga dengan koleksi 10 poin.

Bahkan posisi La Dea masih mungkin dilewati Napoli dan Juventus yang berada di urutan 6-7 dengan koleksi 8 poin karena sama-sama baru akan bertanding dengan lawannya masing-masing pada Senin (26/10/2020) dinihari WIB.

Gasperini sendiri merasa menjadi orang yang paling bertanggung jawab dalam kekalahan tersebut. Ia mengaku salah menentukan komposisi pemain karena bermaksud menyimpan sejumlah pemain intinya mengingat mereka akan kembali tampil di ajang Liga Champions dengan menjamu Ajax Amsterdam di matchday ke-2, Rabu (28/10).


Baca Juga:



“Itu adalah pertandingan dimana seorang pelatih harus bertanggung jawab atas hasil yang diperoleh.” ucap Gasperini dilansir dari
Sky Sports.

“Saya sudah salah dengan sejumlah eksperimen yang saya lakukan. Hal itu membuat kami kehilangan bentuk permainan tim yang biasanya begitu mudah menciptakan masalah di depan kiper lawan.” sesalnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Dihantam Badai Cedera, Bagaimana Rencana Milan Saat Bertemu Spezia?

Vivagoal Serie A – Beberapa pemain AC Milan dipastikan menepi jelang pertemuan melawan Spezia. Pelatih Stefano Pioli pun harus memutar otak untuk mencari skema terbaik timnya.

AC Milan dijadwalkan bertemu Spezia pada laga pekan ketiga Serie A musim 2019/2020, Minggu (4/10/2020) malam WIB. Laga itu sendiri rencananya akan digelar di San Siro.

Meski bermain di kandang sendiri, Milan dihadapkan dengan cobaan berat. Mereka masih belum diperkuat oleh Zlatan Ibrahimovic yang masih menjalani isolasi Covid-19 dan Ante Rebic yang cedera.

Absennya kedua pemina di atas membuat Milan kesulitan menang atas Rio Ave pada babak play-off Liga Europa. Pioli sempat memasang Daniel Maldini yang gagal tampil apik. Opsi memainkan Rafael Leao juga tak memberi hasil positif.

Pioli sendiri mengatakan sudah menyiapkan rencana untuk posisi lini serang pada laga nanti. Salah satunya adalah dengan memainkan rekrutan anyarnya ens Peter Hauge.


Baca Juga:



“Kami memiliki beberapa opsi untuk dievaluasi di depan dan itu termasuk kartu yang bisa kami mainkan dari bangku cadangan,” ucap Pioli dikutip dari
Football Italia.

“Hauge bisa bermain, dia dalam kondisi yang lebih baik secara fisik daripada siapapun, tetapi dia baru tiba kemarin dan perlu mengetahui situasinya,” katanya.

“Dia masuk skuad, lalu kita lihat nanti,” sambungnya.

Tidak hanya Rebic dan Ibrahimovic, Milan juga kemungkinan tidak bisa menurunkan Franck Kessie. Sang pemain mengalami cedera yang tidak terlalu parah.

“Kita akan lihat hari ini [kemarin] bagaimana dia bekerja di sesi latihan,” lanjut Pioli.

“Kami tahu ini akan menjadi awal musim yang melelahkan dan saya tidak punya banyak pilihan di beberapa area tim, tetapi kami harus menggertakkan gigi dan menyelesaikan pertandingan pertama ini,” tambah mantan pelatih Inter Milan tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Persija Mulai Meraba Kekuatan Arema FC

Vivagoal – Liga Indonesia – PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah merilis perubahan jadwal untuk pekan empat Liga 1 2020 yang bakal mulai kick-off pada 1 Oktober mendatang. Perubahan ini terjadi karena menyesuaikan situasi daerah dan kesulitan yang didapat klub-klub Liga 1.

Persija Jakarta yang seharusnya menghadapi Persipura Jayapura pada restart Liga 1 musim ini pada jadwal terbaru ternyata harus meladeni permainan Arema FC di pekan keempat Liga 1 2020. Pertandingan itu sendiri sedianya akan digelar di Stadion Kanjuruhan dan tetap akan dilangsungkan pada 4 Oktober sesuai jadwal semula.

Menanggapi perubahan jadwal dari LIB, Pelatih Persija, Sudirman tidak terlalu mempermasalahkan juga tak merasa dirugikan. Ia bahkan mengaku pihaknya saat ini sudah mempelajari seberapa besar kekuatan calon lawan mereka tersebut.

“Kami sudah melihat perubahan itu. Itu tidak menjadi masalah karena lokasi kami bertanding tetap sama yakni Malang dan tanggal pertandingan tidak berubah,” ucap Sudirman seperti dilansir dari laman resmi Persija.


Baca Juga:



“Lawan hanya berbeda sehingga kami harus menyesuaikan lagi dengan lawannya. Saat ini kami sedang mengumpulkan data terkait kekuatan Arema lewat rekaman video,” sambung Sudirman.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Bersama Koeman, Cara Kerja Total Football Bakal Kembali Di Barcelona

VivagoalLa Liga – Luis Enrique pernah mengecap sepakbola level tertinggi ala Belanda semasa bermain untuk Barcelona di bawah arahan pelatih Frank Rijkaard, Leo Beenhakker dan Louis Van Gaal. Enrique pun optimis penunjukan Ronald Koeman sebagai pelatih bakal membawa kejayaan baru tuk Blaugrana.

Sebagai pesepakbola, karier Luis Enrique relatif komplit. Selain pernah bermain untuk Real Madrid, Enrique yang saat ini menjabat sebagai pelatih timnas Spanyol juga pernah membela Barcelona pada rentang waktu 1996 hingga 2004 silam.

Semasa bermain untuk Madrid, periode 1991 hingga 1996, nama Luis Enrique sejatinya cukup bersinar. Dia bisa membantu Madrid menjuarai LaLiga musim 1994/1995, Copa del Rey dan Supercopa Spanyol. Di Madrid dia tampil sebanyak 213 kali dan menyumbangkan 18 gol.

Namun, karir Enrique lebih bersinar lagi saat membela Barcelona. Bersama Blaugrana, Luis Enrique bisa mengoleksi tujuh gelar juara, dengan dua diantaranya adalah gelar LaLiga, dan satu Piala Super Eropa. Dia tampil membela Barcelona sebanyak 300 kali dan mencetak 109 gol plus 36 assist.

Di Barcelona, Enrique merasakan bagaimana hebatnya filosofi Total Football yang begitu identik dengan pelatih-pelatih asal Belanda. Ya, Enrique merupakan bagian dari skuad Barca dibawah asuhan tiga meneer Belanda, yakni Frank Rijkaard, Leo Benhakker dan Louis Van Gaal.

Menurut Enrique, ketiga pelatih ini berhasil membentuk Barcelona sebagai tim yang hobi bermain menyerang, ofensif dan agresif. Bersama ketiganya, Barcelona mulai diperkenalkan satu pola dasar yakni 4-3-3. Penjaga gawang dibiasakan jadi sweeper, sementara bek dihubungkan ke gelandang atau penyerang sayap dan penyerang dibiasakan bergerak tuk mengganggu konsentrasi lawan.


Baca Juga:



Jika mereka kehilangan bola, para pemain Barcelona diharuskan segera merebutnya kembali dalam tempo kurang dari tiga detik. Konsep ini yang kemudian disempurnakan Pep Guardiola dengan mempertontonkan gaya sepakbola Tiki Taka dimana ada pergerakan secara konsisten dan timing yang pas tuk mengisi setiap pos. Sangat atraktif dan begitu mendominasi di seluruh sisi lapangan.

Enrique pun menyebut, keberadaan Koeman di Barcelona diyakini akan kembali bisa menampilkan filosofi serupa.

“Dia (Koeman) punya mentalitas Belanda, itu sangat mirip dengan filosofi Barcelona yang senang menguasai bola. Terminologi Total Football adalah para bek ikut menyerang dan para striker ikut bertahan.” ucap Enrique dilansir dari AS.

“Barcelona memang dalam momen yang buruk, namun sejarah klub-klub besar penuh dengan situasi itu. Namun, ada hari dimana matahari akan muncul kembali. Dan saya percaya mereka akan memenangkan trofi lagi.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Siapapun Pelatihnya, Messi Tetap Motor Serangan Barcelona

VivagoalLa Liga – Barcelona dipastikan takkan melepas Lionel Messi. Sebab, proyek baru di tangan Ronald Koeman masih akan bertumpu pada megabintang asal Argentina tersebut.

Koeman diyakini sudah sangat dekat bakal jadi pelatih anyar Barcelona menggantikan Quique Setien. Pelatih berpaspor Belanda tersebut diketahui sudah tiba di Barcelona, sejak Minggu (16/8/202020) untuk menuntaskan detail kontraknya.

Dilansir dari Marca, Koeman sudah disiapkan kontrak selama dua tahun di Barcelona. Dia akan dibebani tanggung jawab besar setelah Blaugrana hancur-hancuran sepanjang musim ini. Tak cuma gagal menutup musim dengan raihan satu trofi, tapi Barca juga harus menelan kekalahan terbesar sepanjang sejarah mereka usai dibantai 8-2 oleh Bayern.

Serangkaian hasil buruk ini sempat membuat spekulasi soal masa depan sang kapten, Lionel Messi digoyang. Ada kabar yang mengatakan bahwa Messi sudah bertemu Bartomeu untuk mengungkapkan keinginannya hengkang dari Camp Nou musim panas ini.

Tapi kabar tersebut langsung dibantah Bartomeu sendiri. Menurutnya, ia memang sudah bertemu Messi, termasuk berbicara dengan ayahnya, dan Bartomeu menegaskan bahwa Messi tidak akan kemana-mana karena Barcelona-nya Koeman masih akan mengandalkan Messi musim depan.


Baca Juga:



“Saya sudah bicara dengan Koeman dan rencana pilar utama proyek masa depan kami yaitu Messi. Dia masih terikat kontrak hingga 2021 dan saya telah berbicara banyak dengan Leo, dan lebih sering ke ayahnya. Dia pemain terbaik di dunia, tidak diragukan lagi, proyek baru dengan Koeman masih akan mengandalkan Messi.” tegas Bartomeu dilansir dari
Sportskeeda.

“Messi memang kecewa, sebagaimana halnya pemain lain. Tapi kami harus terus optimis. Kami boleh terpuruk selama satu hari atau dua hari, tapi kami kini harus bangkit.” jelasnya.

“Kami selalu berpikir sistem di Barcelona menguntungkan Messi. Kami 100 persen memilikinya. Di era ini ada banyak siklus yang berbeda, dan semoga saja ada siklus baru yang lebih baik, tapi tetap semuanya dimulai dengan Lionel Messi.” imbuhnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Kalah Lawan Lyon, Pelatih RB Leipzig Bela Taktik Guardiola

Vivagoal Liga Champions – Pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann membela keputusan taktik Pep Guardiola saat Manchester City dikalahkan Olympique Lyon di babak perempatfinal Liga Champions, Minggu (16/8/2020). Pelatih berusia 33 tahun itu yakin Guardiola punya alasan kuat kenapa harus merubah taktiknya di laga itu.

Sebelumnya, City secara mengejutkan tersingkir dari ajang Liga Champions usai dikalahkan Lyon dengan skor 3-1. Taktik dan pemilihan pemain yang diusung Guardiola menjadi sorotan setelah kekalahan itu karena eks juru taktik Barcelona tersebut merubah pakem dasarnya yang biasa menggunakan 4 bek menjadi 3 bek.

Selain itu, Guardiola juga menyimpan tiga gelandang kreatifnya, yakni Bernardo Silva, David Silva dan Riyad Mahrez dengan memilih menurunkan dua gelandang bertahan dalam diri Rodri dan Ilkay Gundogan.

Namun Julian Nagelsmann coba membela Guardiola. Menurutnya, sebagai pelatih, dirinya dan Guardiola bisa saja menggunakan strategi atau formasi pemain yang berbeda tergantung siapa lawan yang akan dihadapi.

“Saya tak bisa menilai itu, karena saya tidak tahu apakah Guardiola sering berlatih dengan formasi tiga bek sebelumnya. Ide dasarnnya adalah format agar format para pemainnya tidak terlalu rumit. Tapi menurut saya, 3-4-3 atau 4-3-3 tidak terlalu penting bagi Kevin De Bruyne Cs,” ucap Nagelsmann dikutip dari DAZN.

“Menurut saya, terlalu mudah dan terlalu berani jika sampai kita menyalahkan formasi seorang pelatih untuk sebuah kekalahan seperti itu. Sebab, jika Guardiola menang, semua orang akan berkata, ‘Taktik kelas dunia! Sekarang dia mengejutkan semua orang.” jelasnya.


Baca Juga:



“Khusus untuk laga knockout, Anda bakal sering membuat perubahan taktik yang mungkin tidak pernah dipakai di liga sebelumnya. Dan seperti itulah seorang pelatih yang harus berada di sana untuk menemukan jalan timnya sendiri,” Nagelsmann menuturkan.

Berbeda dengan Pep Guardiola, Julian Nagelsmann sendiri berhasil membawa tim asuhannya melaju ke semifinal Liga Champions tuk kali pertama dalam sejarah klub usai mengalahkan Atletico Madrid dengan skor 2-1.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Sepakbola Menyerang Leipzig Jadi Kunci Kemenangan Atas Atletico

Vivagoal Liga Champions – RB Leipzig berhasil melaju ke babak semifinal Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub usai mengalahkan Atletico Madrid. Keberhasilan ini terjadi berkat skema menyerang yang diusung si Banteng Merah.

Leipzig meraih kemenangan 2-1 atas Atletico Madrid di Estadio Jose Alvalade, Portugal, Jumat (14/8/2020) dinihari WIB. Die Roten Bullen sedari menit awal terus tampil menekan. Mereka juga menerapkan high pressing, namun lini pertahanan Atletico masih cukup tangguh di babak pertama dan membuat skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Di paruh kedua, Leipzig yag terus menyerang akhirnya bisa mencetak gol di menit ke-50 melalui Dani Olmo. Namun pasukan Julian Nagelsmann sempat lengah dan membuat Atletico bisa menyamakan kedudukan jadi 1-1 setelah Joao Felix dengan baik mengeksekusi penalti.

Tyler Adams akhirnya muncul sebagai pahlawan setelah mencetak gol kemenangan dua menit jelang laga usai.

Di laga ini sendiri, Leipzig memang tampil begitu dominan lewat sepakbola menyerang mereka. Mereka tak kenal lelah terus menekan, meski lini belakang Atletico sempat begitu sulit ditembus.

Dikutip dari Opta, Leipzig mencatatkan 57,3 persen penguasaan bola dibanding 42,7 persen milik Atletico. Leipzig juga membuat 10 tembakan dengan 4 yang on target, sementara Atletico hanya bisa bikin 9 attempts dengan 3 yang tepat sasaran.


Baca Juga:



“Kami tidak menciptakan banyak peluang di babak pertama, tetapi kami bertahan dengan sangat baik. Anda akan sulit mendapat peluang di sepertiga lapangan menghadapi Atletico.” ucap Nagelsmann dilansir dari situs resmi UEFA.

“Permainan menyerang kami jadi pembeda hari ini. Atletico tidak memiliki banyak peluang dan kami bisa menciptakan banyak peluang.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Inilah Penyebab Gagalnya James Di Madrid, Apa?

VivagoalLa Liga – Sejak Real Madrid menunjuk Zinedine Zidane sebagai pelatih, performa James Rodriguez langsung menukik tajam. Mantan bomber El Real, Fernando Morientes pun coba menganalisis penyebabnya.

Sejak kembali dari masa peminjaman di Bayern Munchen selama dua musim, nasib James Rodriguez di El Real tak banyak yang berubah. Gelandang berusia 28 tahun itu masih tetap saja lebih banyak jadi penghangat bangku cadangan sepanjang musim 2019/2020 ini.

James yang saat ini sedang menjalani musim keenamnya bersama Los Blancos tercatat baru delapan kali bermain di ajang LaLiga Spanyol dari 36 pekan berlalu. Dari jumlah sebanyak itu, hanya enam diantaranya James bermain sebagai starter, namun tak sekalipun ia dimainkan full selama 90 menit.

Jika merujuk sejak pertama kali Zidane ditunjuk jadi pelatih Madrid musim panas 2016 silam, James hanya 47 kali dimainkan di ajang LaLiga Spanyol dengan menorehkan 13 gol dan 11 assist.

Kondisi ini membuat Morientes mengaku sangat paham dengan situasi James di El Real. Menurutnya, James mengalami ketidakcocokan dengan skema permainan Madrid yang diusung Zidane. Hal itu juga tidak lepas dari ruang geraknya yang terbatas sebagai akibat Zidane yang lebih banyak memfokuskan serangan lewat sayap.


Baca Juga:



“Sejujurnya saya berharap sedikit lebih dari James. Menurut saya, dia adalah seorang pemain yang bisa memberikan lebih. Dia adalah pemain dengan talenta luar biasa dan dia adalah pemain yang spesial.” ucap Morientes seperti dilansir dari
Goal International.

“Bermain untuk Madrid memang selalu rumit. Cara bermain mereka berbeda dan James adalah tipe pemain yang senang mendapatkan banyak kebebasan dalam hal pergerakan. Menurut saya, dia hanya tidak cocok dengan taktik yang diterapkan Zidane di Madrid.” ulasnya.

“Tapi saya percaya, James bisa sukses bersama tim lain jika dia hengkang dari Madrid.” Morientes menuturkan.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Demi Gelar Juara, Setien Sudah Lakukan Yang Terbaik Tuk Barcelona

VivagoalLa Liga – Sejak ditunjuk menjadi pelatih Barcelona, Quique Setien tercatat sudah mencoba beberapa taktik yang berbeda. Hal itu dilakukannya untuk mencari formula yang paling pas buat Lionel Messi Cs.

Sebagaimana yang diketahui, melatih Barcelona memang tak sama dengan klub-klub lainnya. Barca punya filosofi permainan spesial yang selalu jadi tolok ukurnya.

Gaya permainan tiki taka dengan mengandalkan umpan-umpan pendek nan dinamis, termasuk melakukan full pressing dimana ada tiga pemain sekaligus mengurung satu pemain yang sedang menguasai bola dan mendominasi laga dengan menguasai jalannya pertandingan adalah cara mereka memenangkan pertandingan.

Setien sendiri sudah berusaha mengembalikan identitas Barca yang dianggap hilang saat masih dibesut oleh Ernesto Valverde kendati berhasil mempersembahkan dua trofi LaLiga namun tetap dianggap gagal. Berdasarkan catatan Marca, sudah ada 3 formasi berbeda yang coba diterapkan Setien sebagai tuntutan agar timnya selalu bisa tampil sempurna.

Yang pertama sudah tentu formasi 4-3-3, pakem dasar permainan Barcelona yang diwarisi dari pelatih-pelatih sebelumnya. Sayangnya, formasi ini tak selalu berhasil dibawah arahan Setien. Alhasil, pelatih berusia 51 tahun itu pun doyan merubah taktik menyesuaikan pada lawan yang dihadapi.

Seperti saat melawan Real Valladolid akhir pekan kemarin, Setien terlihat mengusung pola 3-5-2 dengan Jordi Alba dan Nelson Semedo ditugaskan sebagai wing-back. Gaya bermain ini digunakan Setien untuk membongkar ketatnya pertahanan Valladolid dengan sesekali melancarkan counter attack.


Baca Juga:



Pilihan formasi ketiga yang diterapkan Setien adalah 4-4-2 klasik. Setien menggunakan formasi dasar ini saat menghancurkan Villarreal 4-1. Formasi ini membuat Messi bertindak sebagai false nine dengan lebih banyak bermain di area tengah lapangan dan Luis Suarez dengan Griezmann berduet di lini depan.

Dari 5 kemenangan dan tiga hasil imbang yang didapatkan dari 8 laga terakhirnya pasca LaLiga lockdown, hasil yang didapat Setien ini sudah dianggap lumayan mengingat dia tak punya cukup waktu untuk menanamkan filosofinya karena jeda akibat pandemi virus Corona.

Setien layak diberi apresiasi tinggi karena sudah bekerja cukup keras untuk merancang tiga formasi berbeda demi memenuhi tuntutan tampil sempurna di setiap laganya. Meski Barca bisa saja gagal juara di akhir musim, namun setidaknya mereka masih punya kesempatan tampil lebih baik musim depan.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Drama Griezmann Di Laga Kontra Atletico, Simeone Dukung Setien

VivagoalLa Liga – Antoine Griezmann cuma main 5 menit saat Barcelona bermain imbang 2-2 melawan bekas klubnya, Atletico Madrid. Mantan pelatihnya, Diego Simeone menganggap waktu selama itu sebetulnya bisa merubah jalannya pertandingan.

Sejak LaLiga Spanyol kembali dilanjutkan pada pertengahan Juni kemarin, Griezmann belum sekalipun bisa mencetak gol. Ia bahkan tercatat hanya sekali tampil full 90 menit dalam enam laga terakhir Blaugrana.

Melawan Atletico, Selasa (30/6/2020) dinihari WIB, waktu bermain Griezmann sangat sedikit karena ia baru dimasukkan pada masa injury time babak kedua. Banyak yang menilai dengan jumlah waktu sedikit seperti itu, tak banyak yang bisa dilakukan. Situasi ini kemudian memantik amarah keluarga Griezmann karena menganggap Setien sudah mempermalukan pemain sekaliber Griezmann.

Simeone yang pernah membesut Griezmann selama empat musim di Atletico coba membela Setien. Menurutnya, tak masalah seberapa lama seorang pemain berada di lapangan, karena yang terpenting adalah seberapa besar kontribusi yang bisa diberikannya.

Simeone menyebut, tak menutup kemungkinan Griezmann bisa jadi pembeda dan membuat Barcelona menang. Hal itu merujuk pada pengalaman Atletico yang sudah sempat unggul 1-0 atas Real Madrid di final Liga Champions, tapi tiga menit terakhir malah kebobolan, dan akhirnya mereka kalah 1-4 di babak perpanjangan waktu.


Baca Juga:



“Buat kami, bermain tiga menit pun bisa sangat menentukan. Ingat, kami kalah di final Liga Champions hanya dalam waktu tiga menit. Dan buat saya, waktu selama itu sangat penting.” ucap Simeone seperti dilansir dari
Sportskeeda.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS