5 Fakta Federasi Sepakbola Terpopuler di Dunia
Sumber: Vivagoal

5 Fakta Federasi Sepakbola Terpopuler di Dunia

Heri Susanto - Desember 23, 2020
Dibaca Normal dengan Waktu Menit
  • Thailand Football Association of Thailand (TFA)
Sumber: FaThailand.org

Sejak lama Thailand sudah menjadi Negara yang lumayan disegani di Asia Tenggara. Dari berbagai kelompok umur, tim Gajah Putih sukses mendulang berbagai gelar prestis baik di level Sea Games maupun Piala AFF. Setelah merajai regional, mereka pun melangkah lebih jauh agar bisa bersaing di level selanjutnya, level Asia.

Bahkan di tahun 2019 lalu Thailand sukses melaju ke fase gugur Piala Asia. Hal ini jelas merupakan prestasi sendiri. Negeri Gajah Putih menjadi satu-satunya tim asal Asia Tenggara yang mampu melaju sampai sejauh itu.

Thailand pun sukss mengirimkan beberapa pemain mentas ke berbagai kompetisi J League macam Teerasil Dangda, Chanathip Songkrasin, Theerathon Bunmathan dan Kawin Thamsatchanan. Jumlah tersebut merupakan yang terbanyak dibandingkan Negara lain di kawaasan Asia Tenggara.

Selain itu, slot pemain Asia Tenggara yang disediakan TFA juga menjadi berkah tersendiri. Beberapa pemain Indonesia macam Terens Puhiri dan Yanto Basna berkarir di kompetisi teratas. Bahkan nama yang disebut terakhir masih berkompetisi bersama Prachuap FC.

  • Japan Football Association (JFA)
Sumber: FIFA.com

Sebelum tahun 2000an, sepakbola Jepang belumlah sehebat sekarang. Di awal 90an, bahkan Federasi sepakbola Jepang sampai harus terbang ke Indonesia guna mempelajari benar struktur Galatama guna merekonstruksi struktur liga mereka dari semi pro menjadi profesional.

“Semi profesional karena pemain klub, misal Matsushita (maksudnya Gamba Osaka, red.), ya pemainnya diambil dari pegawai Matsushita, bukan orang luar yang memang dikontak karena skill-nya,” ujar legenda sepakbola Nasional, Ricky Yacob, kepada majalah Historia beberapa tahun lalu.


Baca Juga:


Setelahnya, J-League pun resmi dibuat dan sukses dikomersikan. Beberapa nama besar macam Zico, Gary Linker, Pierre Littbarski, Michael Laudrup dan berbagai pemain lain sempat merumput di Negeri Sakura pada medio 90an. Tak hanya fokus membingarkan kompetisi, mereka juga sukses melakukan pembentukan akademi. Semua tim profesional Jepang bahkan harus memiliki akademi mereka sendiri.

Hasilnya pun lumyan terlihat, berbagai talenta muda Jepang sempat mewarnai beberapa tim Eropa. Kazuyoshi “King Kazu” Miura mempelopori “eksodus” pesepakbola profesional Jepang ke liga Eropa. Ia sempat mentas bersama Genoa meski tak sukses-sukses amat. Setelahnya, Hidetoshi Nakata sempat berseliweran di klub-klub beken macam Perugia, AS Roma hingga Parma. Gelombang ketiga pun dimulai dengan kedatangan Shinshuke Nakamura yang meneken kontrak bersama Reginna di tahun 2002 lalu.

Sukses di level kompetisi dan pembinaan akademi rupanya berjalan lurus dengan prestasi Timnas Jepang. Tim Samurai mampu debut di Piala Dunia 1998. Catatan tersebut bahkan berjalan hingga lima edisi setelahnya. Mereka juga sukses mendulang berbagai gelar seperti empat kali menjuarai Piala Asia. Menjadi runner up di Piala Konfederasi 2001 hingga menjadi juara di berbagai kompetisi lain.

Hal ini secara tak langsung membuat Federasi Sepakbola Jepang menjadi salah satu federasi dengan nama yang lumayan harum untuk tim asal Asia.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com