
5 Fakta Marcelo Bielsa, Si Gila Penemu Pelatih Berbakat
- Mentor Pep Guardiola

Dalam sebuah wawancara dengan Dialy Mail, Pep Guardiola mengklaim jika dirinya pernah berguru dengan Marcelo Bielsa. Di akhir karirnya sebagai pemain bersama Dorados De Sinaloa, Pep menyempatkan diri ke Argentina. Sekedar catatan, jarak antara Meksiko ke Argentina mencapai 8.000 km.
Pep mempelajari skema pressing dari Bielsa. Skema tersebut kemudian diterapkannya dengan tiki-taka bersama berbagai tim Eropa macam Barcelona, Bayern dan Manchester City. Hasilnya, sosok berkepala plontos itu saat ini menjadi salah satu manajer dengan reputasi terbaik di dunia.
- Menemukan Mauricio Pochettino

Jauh sebelum menjadi pelatih, Mauricio Pochettino sudah ditemukan oleh Marcelo Bielsa di Newells Old Boys. Ia memberikan debut pada pemain bertahan tersebut Tak hanya di Argentina, keduanya juga sempat bekerjasama di Eropa. Kala itu, Poch memasuki senjakala karir sebagai pesepakbola dan Bielsa menukangi Los Periquitos.
Pochettino pun menaruh rispek besar pada Bielsa. Ia mengklaim jika kompatriotnya itu merupakan sosok yang unik. Poch bakhkan mengklaim jika metode kepelatihannya amat berbeda dengan pelatih lain.
“A fat little guy with fat little legs”
When Mauricio Pochettino first met Marcelo Bielsa. pic.twitter.com/8Ucq2aoql1
— Sky Sports Retro (@SkySportsRetro) April 25, 2023
“Hal terpenting yang perlu diketahui semua orang adalah bahwa dia (Bielsa) adalah orang yang sangat istimewa. Dia adalah karakter yang sangat berbeda dan pelatih yang sangat berbeda. Dia percaya pada cara bermain yang berbeda, dan dia punya metode latihan yang dibuat sendiri. Sulit untuk beradaptasi dengannya.” ungkap Pochettino dilansir dari Monday Night Football.
- Punya Taktik Tak Biasa

Bielsa dikenal sebagai pelatih yang mengedepankan pressing kepada timnya. Latihan yang biasa dilakukan kepada anak asuhnya yakni dengan memforsir sedemikian rupa kemampuan pemainnya untuk terus berlari di lapangan.
Ia dikenal dengan permainan sepakbola menyerang namun punya lini pertahanan yang terbilang buruk. Leeds adalah contoh bagaimana tim tersebut ampil ugal-ugalan kala kembali ke Premier League pada 2020 lalu.
Bielsa juga termasuk pelatih yang adaptif terhadap penyerang. Ia akan mamainkan pemain tengah sebanyak penyerang di lapangan. Tujuannya jelas, mematikan pergerakan penyerang lawan. Bahkan skema man to man marking tak jarang diterapkannya guna menghentikan pergerakan lawan.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Kesetiaan Wiljan Pluim Bersama PSM
- Obrolan Vigo: Luka Modric, “Panglima Perang” yang Menolak Tua
- Obrolan Vigo: Potensi Indonesia Raih Emas di Cabor Sepakbola SEA Games 2023
- Obrolan Vigo: Musim Ini Jadi Tahunnya Manchester City di Liga Champions?
- Minim Prestasi

Sebagai pelatih, Bielsa hanya menukangi berbagai klub dengan kadar tanggung. Espanyol, Athletic Bilbao, Marseille hingga Velez Sarsfield pernah ditukanginya. Secara prestasi pencapaiannya di level klub tak terlalu mentereng. Sedikit gelar yang ia rengkuh dalam puluhan tahun karir manajerialnya.
Namun kala dipercaya menukangi Timnas Argentina pada 1998 hingga 2004 lalu dan Timnas Argentina U-23, ia sempat hantarkan Albiceleste menjadi runner up Copa America dan mendulang medali emas di Olimpiade Athena 2004 silam.
Mantan pelatih River Plate, Angel Cappa merasa jika Bielsa sejatinya kompeten menukangi tim besar. Namun kesempatan tak pernah datang kepadanya.
Pep Guardiola 🗣
“Give Marcelo Bielsa my Barcelona team and you’ll see how many trophies he’d win. Give me his Leeds team and I would probably still be in the Championship with them.” pic.twitter.com/ANyz0MpDpn
— PurelyFootball ℗ (@PurelyFootball) April 13, 2022
“Bielsa pernah di Bilbao dan menghadirkan revolusi di sana. Setiap pelatih Argentina bisa melatih tim terbaik di Eropa,” kata Cappa, dilansir dari Mundo Deportivo.
“Bielsa dapat dengan mudah menangani Barcelona. Dia adalah salah satu pelatih yang mencoba memainkan sepakbola dengan cara yang baik,” ujar Cappa.
- Kaku Akan Taktik

Jika kebanyakan pelatih fleksibel dalam menerapkan taktik sesuai dengan kebutuhan tim dan menganalisa calon lawan, maka Bielsa adalah sosok yang mempersetankan hal tersebut. Ia terkesan memaksakan taktik yang dipakainya.
Bielsa tak pernah berhenti memainkan sepakbola pressing dan menyerang. Bahkan untuk formasi yang digunakan, ia tak ingin melihat kondisi dari para pemainnya. Jika pemain utamanya cedera, ia akan meminta pemain cadangan menerapkan standar yang sama dengan pemian yang absen.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















