
5 Fakta Nasib Wonderkid Pilihan Lionel Messi di Tahun 2016
- Gabriel Boschilia

Boschilia digadang bakal menjadi bintang besar dan Messi meyakini hal tersebut. Sang pemain sempat meneken kontrak 5 tahun bersama AS Monaco dengan biaya transfer 9 juta Euro. Namun dalam karirnya bersama Les Monegasques, ia lebih banyak dipinjamkan ke tim lain macam vivagoal.com/tag/nantesdan Internacional. Karirnya pun perlahan namun pasti melempem.
Pada 2022, ia dilepas secara gratis ke Cortiba. Boschilia pun sempat mentas di Hungaria bersama ETO FC Gyor sebelum akhirnya pulang ke kampung halaman pada musim panas 2024 kemarin secara gratis dan main di Serie B Brasil, Operario. Bersama Monaco, sang pemain hanya mentas dalam 35 laga di lintas kompetisi dan mengepak 8 gol serta tiga assist bagi tim Kerajaan.
- Patrick Roberts

Jebolan akademi Fulham sempat dibeli Manchester City di musim panas 2015 lalu dengan mahar 5 juta paun. Namun ia tak langsung menjadi bagian dari the Sky Blues dan harus melakukan serangkaian peminjaman ke tim lain guna memberikan menit bermain reguler.
Hampir di setiap tahunnya, Roberts selalu berpindah dari satu tim ke tim lain. Ia pernah mentas di Celtic, Girona, Norwich, Middlesbrough, Derby County, Troyes hingga akhirnya dilepas secara gratis ke Sunderland pada 2022 lalu.
Ia tak pernah mentas sekalipun di tim utama City. Karir terebesarnya ada di Celtic. The Bhoys sempat dihantarkan menangi berbagai gelar domestik. Bersama Sunderland, sang pemain sejauh ini sudah koreksi 127 laga di lintas kompetisi dan mendulang 9 gol serta 15 assist bagi tim.
- Chanathip Songkrasin

Pasca Teerasil Dangda, sepakbola Thailand sempat memiliki Chanatip Songkrasin. Sang pemain bahkan disebut Messi dari Thailand lantaran mampu meliak-liuk layaknya Balerina di lapangan. Karirnya lumayan melesat ketika masih memperkuat Muangthong United dalam periode 2016-2019 lalu.
🇹🇭 Chanatip Songkrasin belajar dari yang terbaik 🔝#PSG #MegaBintang pic.twitter.com/C8fQ1aTPmT
— GOAL Indonesia (@GOAL_ID) July 23, 2022
Ia sempat aboard ke Jepang dan memperkuat Consadole Sapporo serta Kawasaki Frontale. Namanya menjadi buah bibir lantaran mampu kukuhkan status sebagai pemain Thailand termahal. Total, bersama dua tim tersebut, ia mengoreksi transfer hampir enam juta Euro!
Di J1 League, ia sempat mengoreksi 133 laga dan mengepak 14 gol serta 23 assist. Sang pemain juga pernah hantarkan Kawasaki Frontale menangi Piala Jepang pada 2023. Saat ini, ia sudah kembali ke Thailand dan memperkuaat BG Phatum di usia 31 tahun.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Frenkie De Jong Adalah Langkah Mundur Bagi Barcelona
- Obrolan Vigo: Langkah Bijak Adalah Kunci Terbaik Bagi Fiorentina
- Obrolan Vigo: Real Betis Adalah Suaka Bagi Mereka yang Terbuang
- Obrolan Vigo: Palmer, Lavia dan Penyesalan Manchester City
- Kasper Dolberg

Jika mengacu pada daftar buatan Messi, Dolberg memiliki tapakan karir yang lumayan baik. Ia sudah datang ke Ajax Amsterdam pada 2015 dan sempat menikmati kesuksesan tim di bawah arahan Erik ten Hag yang menagi berbagai gelar domestik dan menembus fase semifinal Liga Champions di musim 2018/19 lalu.
Ketika mantan rekan setimnya mencari suaka ke tempat yang lebih besar macam Frenkie De Jong (Barcelona), Matthijs De Ligt (Juventus) hingga Hakim Ziyech (Chelsea), Dolberg mengambil jalan sunyi dengan hengkang ke OGC Nice di tahun 2019 lalu dengan mahar 20 juta Euro.
Bersama tim asal Riviera, Dolberg tampil kurang menggigit. Ia sempat dipinjamkan ke Sevilla dan Hoffenheim. Dalam karirnya di Prancis, sang pemain hanya mampu mengepak 24 gol dan 7 assist dari 85 laga di lintas kompetisi. Pada musim panas 2024/25, ia dijual ke Anderlecht dengan mahar 5 jutaa Euro.
- Davide Calabria

Darah Calabria dan Milan memang lumayan lekat. Ia masuk dalam akademi tim di tahun 2006. 9 tahun berselang, sang pemain dipromosikan ke tim utama guna mentas reguler di Serie A dalam panji I Rossoneri untuk mengarsir sisi kanan pertahanan tim.
Ia menjadi salah satu aktor di balik Scudetto yang direngkuh di musim 2021/22 dan sempat persembahkan dua gelar Piala Super Italia. Bersama Milan, Calabria sudah mengoreksi 272 laga di lintas kompetisi dan mengepak 10 gol serta 21 assist.
Namanya memang menjadi yang lumayan berprestasi dibandingkan daftar lain. Ia bahkan menjadi kapten tim. Namun pemilik 7 caps di Timnas Italia tetap memiliki tinta hitam pasca ribut dengan juru taktik anyar klub, Sergio Conceicao. Calabria kemudian dipaketkan ke Bologna di musim dingin 2024/25.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















