
5 Fakta Pablo Zabaleta, Legenda Manchester City.
- Dibeli Murah

Manchester City memiliki kebiasaan membeli pemian dengan harga tinggi. Carlos Tevez, Edin Dzeko, Sergio Aguero hingga Kevin De Bruyne merupakan contoh pemain City dengan harga mahal. Namun hal tersebut tak berlaku pada Pablo Zabaleta.
Zaba datang ke City pada 2008 hanya dengan mahar 6,45 juta paun. Angka tersebut terbilang lumayan kompetitf. Ia diikat hingga lima musim ke depan. Tak hanya itu, sang pemain juga sengaja memilih City sebagai pelabuhan berikutnya setelah Espanyol pasca menolak tawaran dari Juventus.
“Tawaran yang tak mungkin untuk ditolak. Bukan karena uang. Juventus juga menginginkan saya. Namun saya ingin datang ke Inggris dan berlabuh di Manchester,” ucap Zaba kepada the Guardian pasca transfernya terealisasi.
- Sosok yang Pantang Menyerah

Sebagai seorang fullback, Zabaleta merupakan sosok yang pantang menyerah. Ia terbiasa melakukan duel dengan pemain-pemain lawan. Tak jarang, permainan keras kerap ia peragakan kala berbaju the Sky Blues. Bersama City, ia sudah mengoleksi lebih dari 80 kartu kuning.
As it’s Pablo Zabaleta’s 38th birthday, it’s only right we look at his #ManCity career…
👕333 appearances
⚽️12 goals
🎯27 assists
🏆2x Premier League, 1x FA Cup, 2x League Cup, English Super Cup
💙Legendary status, a player that will always be loved by #MCFC pic.twitter.com/PcqsJOD6J8— Harri Burton (@Harri_Burton) January 16, 2023
Tak jarang dalam setiap aksinya, Zaba kerap mengalami luka-luka baik di bagian kepala maupun bagian tubuh lain. Namun ia jarang diganti pemain lain meski sudah mengalami duel dengan lawan-lawannya.
- Hantarkan City Menangi Semua Gelar Domestik

Sosok-sosok macam Yaya Toure, Sergio Aguero hingga Joe Hart pernah hantarkan City mendulang kejayaan di lintas kompetisi. Namun, Pablo Zabaleta adalah hal lain. Ia pernah hantarkan tim memenangi berbagai gelar domestik yang tersedia di Inggris.
Ia sempat mengahtarkan City memenangi Piala FA di musim 2010/11 lalu pasca kalahkan Stole City di laga final. Setelahnya, ia hantarkan City memenangi dua Premier League, dua Piala Liga dan satu Community Shield.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Chelsea dan Buah Ketidaksabaran
- Obrolan Vigo: Mason Mount, Pemain Kesayangan Semua Pelatih
- Obrolan Vigo: Roda-Roda Kehidupan Cristiano Ronaldo
- Obrolan Vigo: Kemilau Pelé di Piala Dunia 1958
- Punya Chant Khusus

Tak semua pemain memiliki chant atau sorakan khusus yang dibuatkan khusus oleh fans. Nama-nama besar seperti Cristiano Ronaldo, Francesco Totti hingga Ronaldinho pernah mendapatkannya. Di City, Pablo Zabaleta pun punya.
Etos kerja Zaba bersama the Sky Blues membuatnya sejajar dengan beberapa legenda klub lain macam Collin Bell. Bahkan, dirinya dianggap lebih baik dari mantan bek terbaik Manchester City, Jaap Stam.
“Pablo Zabaleta, He is the f*cking man, He is an Argentinian, He’s harder than Jaap Stam,
He plays in Blue & White, For Pellegrini’s men, And when we win the league, we’ll sing this song again,
- Sempat Dicoba Menjadi Next Philip Lahm

Pep Guardiola termasuk pelatih yang gemar melakukan eksperimen dalam skuatnya. Semasa masih melatih di Barcelona, ia sempat menjadikan Yaya Toure dan Javier Mascherano sebagai bek tengah. Hal serupa pernah ia lakukan di Bayern Munich tatkala menjadikan Philip Lahm sebagai gelandang bertahan. Untuk Mascherano dan Lahm, eksperimen Pep berjalan sukses.
Untuk Zaba, ia pernah mendapatkan tugas layaknya Lahm sebagai gelandang bertahan. Di musim 2016/17, City kekurangan gelandang. Pep yang memainkn pola 4-2-3-1 memasangkan Yaya Toure dan Zaba sebagai gelandang bertahan. Hasilnya buruk, permainan City sama sekali tak berkembang.
Sosok Argentina memiliki umpan yang buruk dan transisi yang lambat kala bertahan. Hal tersebut membuatnya kembali ke pos semula sebagai fullback kanan.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com














