
5 Fakta Pemain Penting Aston Villa di Era Sepakbola Modern
- Jack Grealish

Grelish merupakan sosok yang lumayan loyal pada klub. Ia sudah beredar di tim utama pada 2012. Namun baru benar-benar ada di tim utama. Ia hadir ketika tim ada dalam momen krusial seperti mentas di final piala domestik atau saat Villa tengah degradasi. Ia juga pernah menjadi sasaran pemukulan fans Birmingham City. Loyalitasnya kepada tim asal kelahirannya tak perlu diragukan.
Ia mampu menjadi otak serangan Villa tatkala diberikan peran free role di lini depan. Hasilnya, 32 gol dan 43 assist dari 213 penampilan sukses dikoreksi. Manchester City yang kemudian menjadi destinasinya rela merogoh kocek 100 juta paun guna membawanya ke Etihad dan menjadikannya sebagai pemain termahal Inggris, sebelum rekor tersebut dipecahkan Declan Rice.
Bersama City, Grealish secara statistik memang kurang mumpuni. Namun perannya lumayan krusial kala tim mampu menangi treble winners. Musim 2025/26 ini, ia harus tersisih dan merelakan diri mentas di Everton dengans status pinjaman di bawah komando David Moyes.
- Gareth Barry

Jika bicara siapa pemain yang paling banyak tampil di Premier League, nama tersebut akan jatuh pada Gareth Barry. Sosok asal Hestings total sudah mengepak 653 laga untuk beberapa klub. Namun penampilan terbanyaknya didapatkan kala membela Villa. Total, ia sudah mengepak 365 laga bersama klub sejak 1998-2009 lalu.
11 tahun membela tim, ia sempat hantarkan Villa mendulang dua gelar Piala Intertoto. Setelahnya, ia mentas untuk Manchester City yang tengah membangun kekuatan pasca akuisisi ambisius dari Sheikh Mansour. Gelar Piala FA dan Premier League menjadi sumbangannya untuk Sky Blues.
Barry juga sempat mengepak 53 caps untuk Timnas Inggris. Pasca tenanganya tak lagi dibutuhkan the Sky Blues, ia memperkuat beberapa tim Inggris lain seperti Everton dan Westbromwich Albion sebelum akhirnya pensiun pada 2020 lalu.
- John McGinn

McGinn bukanlah jebolan akademi klub. Namun sosok asal Skotlandia lumayan sering mentas untuk Villa. Pasca ditransfeer dari Hibernian pada 2018, ia seakan tak pernah hilang dari Villa Park. Ia hadir dalam era kegelapan Villa saat tim mentas di Championship dan kembali mentas di Premier League.
Bahkan pasca kepergian Grealish, ia menjabat sebagai wakil kapten dan saat ini statusnya sebagai kapten tim. Sosok yang kini sudah berusia 31 tahun sudah membantu tim mentas di Conference League dan Liga Champions. Sejauh ini, lebih dari 300 laga sudah ia mainkan dalam balutan seragam claret dan biru langit.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Claudio Giraldez, Manajer Potensial Spanyol yang Siap Merekah
- Obrolan Vigo: Del Piero, Saat Cinta Dibalas dengan Peremajaan
- Obrolan Vigo: Gaizka Mendieta yang Sempat Terkena PHP Real Madrid
- Obrolan Vigo: Tore Andre Flo, Monster Norwegia Sebelum Haaland dan Solroth
- Gabriel Agbonlahor

Jika bicara soal penyerang Inggris yang lumayan underrated, maka pilihan mungkin akan jatuh pada Gabriel Agbonlahor. Ia merupakan produk akademi klub yang memiliki insting gol mumpuni sejak memulai debutnya 2005. Hanya Villa tim terlama yang dibelanya meski di masa muda, ia sempat dipinjamkan dua kali ke Watford dan Sheffield Wednesday.
Gabby bermain hampir 13 tahun untuk tim. Dalam periode tersebut, satu gelar Piala Intertoto menjadi persembahannya. Ia juga sempat beredar tiga kali di Timnas Inggris. Bersama Villa, sang pemain sudah mengepak 391 laga dan mendulang 86 gol serta 45 assist. Gabby kemudian putuskan pensiun pada 2018 lalu. Ia juga hadir saat tim terdegradasi ke Championsip.
- Lee Hendrie

Selain Barry, Villa juga memiliki sosok yang lumayan loyal membela klub yakni Lee Hendrie. Gelandang asal Kingshurst sudah membela tim sejak 1994 lalu dan pergi pada 2007. Dalam periode tersebut, ia sempat persembahkan Piala Intertoto di awal 2000an. Ia juga sudah mengepak lebih dari 300 laga bersama berbagai tim.
Pasca hengkang, ia sempat berkelana ke berbagai tim. Sheffield United, Leicester City, Brighton dan Brentford sempat diperkuat. Nama Hendrie juga hadir sebagai Marquee Player ketika Indonesia Premier League dihelat pada 2011 lalu. Ia sempat bermain beberapa bulan di Bandung FC sebelum akhirnya hengkang.
Setelah Indonesia, ia sempat memperkuat berbagai tim tier bawah Inggris. Dalam wawancara bersama Legenda Arsenal, Paul Merson, ia juga sempat mengalami masalah mental dan dinyatakan bangkrut. Semua asetnya disita dan percobaan bunuh diri pun sempat ia lakukan beberapa kali lantaran depresi.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















