
5 Fakta Penyerang Terbaik yang Pernah Dimiliki Timnas Indonesia
- Bambang Pamugkas

Legenda hidup Persija Jakarta mampu tampil apik kala membela Timnas sejak akhir 90an. Nama Bepe kerap kali masuk dalam daftar pemain yang disiapkan Timnas kala mentas di berbagai ajang internasional.
Bersama Timnas, Bepe sudah mengepak 85 caps dan mendulang 37 gol bagi Timnas. Capaian terbaik pemilik nomor 20 mengantarkan Timnas menjadu runner up Piala AFF 2010 lalu. Namanya sukses menjadi top skor kelima Piala AFF dengan koleksi 12 gol.
Di level klub, ia pernah membela Selangor FC dan mengantarkan tim negeri Jiran dan mengantarkan klub mendulang Malaysia Premier Laegue, Malaysia Cup serta Malaysia FA Cup pada tahun 2005 silam.
Mantan pelatih Timnas Indonesia, Ivan Kolev pernah menyebut Bepe sebagai penyerang yang sangat berkomitmen dan profesional dalam sepakbola nasional.
- Rochy Putiray

Rochy mungkin adalah sosok yang amat luar biasa bagi Timnas. Di antara empat nama lain yang ada di daftar, ia menjadi salah satu penyerang yang sukses hantarkan Timnas berprestasi di ajang kontinental. Kala itu, sosok kelahiran Situbondo sukses hantarkan Timnas mendulang medali emas SEA Games 1991 di Manila.
Bersama Timnas, Rochy sempat mentas di berbagao ajang macam kualifikasi Piala Asia, kualifikasi Piala Dunia hingga Piala AFF. Total, ia sempat membukukan 17 gol dalam 43 pertandingan yang dilakoni.
Selain sempat memperkuat berbagai tim besar nasional macam Arseto Solo, Persija Jakarta hingga PSM Makassar, ia sempat memperkuat berbagai tim Hong Kong macam Instant-Dict FC, South China AA hingga Kitchee SC. Bersama tim yang disebut terakhir, namanya sempat mendulang dua gol dalam laga eksebisi melawan AC Milan pada 2004 silam. Sejak saat itu, namanya sering diperbincangkan sampai saat ini.
- Ilham Jaya Kesuma

Ilham Jaya Kesuma mungkin datang di era yang kurang tepat bersama Timnas. Ia hadir kala Timnas masih diperkuat berbagai penyerang premium macam Bambang Pamungkas, Kurniawan Dwi Yulianto, Gendut Donny hingga Boaz Sollosa yang kala itu masih berstatus wonderkid.
Legenda Persita Tangerang pernah memperkuat Timnas dalam kurun waktu 2004-2007 lalu. Prestasi tertingginya yakni hantarkan Timnas menjadi runner up Piala AFF 2004 silam. Di turnamen tersebut, namanya keluar sebagai top skor kompetisi dengan torehan 7 gol. Total, sosok asal Palembang pernah mendulang 13 gol dalam 18 laga bersama Timnas.
Di level klub, nama Ilham lumayan lekat dengan Persita. Ia pernah membela Pendekar Cisadane dalam tiga periode berbeda. Ia juga sempat mentas di Malaysia kala membela MPPJ Selangor pada 2007/08 lalu.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo : Ada Juara Baru di Liga Champions 2021/22?
- Obrolan Vigo: Radamel Falcao, Macan yang Kembali Mengaum
- Boaz Sollossa

Nama Boaz mulai mencuat kala membela PON Papua ke-16 pada 2004 silam Ia sukses menjadi to skor pada ajang tersebut. Setelahnya, ia masuk dalam Timnas Indonesia besutan Peter Withe dan dikontrak oleh Persipura Jayapura. Bersama Timnas, Boaz mampu membantu tim mendulang Independence Cup pada 2008 dan dua kali menjadu runner up Piala AFF pada 224 dan 2016 lalu.
Boaz tercatat sudah 16 kali membobol gawang lawan kala berseragam Timnas dalam 50 caps yang ia mainkan. Di leve klub, beberbagia prestasi pernah ia raih bersama Persipura dengan mendulang empat gelar Liga dan sederet prestasi lain.
Boaz pernah mentas bersama tim asal Timor Leste, Carsae FC kala sepakbola Indonesia dibekukan di tahun 2016 lalu. Saat ini, ia masih aktif bermain membela Borneo FC.
- Kurniawan Dwi Yulianto

Kurniawan Dwi Yulianto yang merupakan jebolan Timnas Primavera sempat menjejal karir di Eropa pada masa mudanya. Si Kurus pernah menimba ilmu di Sampdoria Primavera dan mentas di Swiss bersmaa FC Luzern. Stelahnya, ia banyak berkelana memnela tim-tim lokal Indonesia.
Di ajang Timnas, ia sempat menjadi andalan pada periode 1993-2005 silam. Sang oemain tercatat sebagai pemaint tersubur kedua di bawah Bambang Pamungkas. Total Kurniawan pernah mendulang 33 gol dalam 59 penampilan bersama Timnas.
Pasca pensiun sebagai pesepakbola, Kurniawan sempat menjadi pelatih Chelsea Soccer School Indonesia pada 2013. Ia sempat melatih tium asal Malaysia, Sabah FC. Namun karirnya di Negeri Jiran kurang begitu mulus. Dalam 31 laga yang dimainkan di lintas kompetisi sejak Desember 2019 hingga Agustus 2021, ia hanya menang enam kali, 10 kali seri dan 15 kali menuai kekalahan dari 35 laga yang sudah dimainkan tim berjuluk the Rhinos itu.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















