Obrolan Vigo: Paul Gascoigne, Sang Revolusioner Sepakbola Inggris

Obrolan Vigo: Paul Gascoigne, Sang Revolusioner Sepakbola Inggris

Heri Susanto - Januari 21, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal–Berita Bola– Di era 90an, sepakbola Inggris tengah mengalami stagnasi yang lumayan panjang. Sepakbola mereka tengah lesu dan permainan di dalamnya juga terbilang kaku. Namun ada satu pembeda yang seakan menjadi messiah di balik momen tersebut, Paul Gascoigne.

Pada medio tersebut, sepakbola Inggris tengah mati suri. Pendukung sudah mulai sepi datang ke Stadion pasca Perdana Menteri Inggris, Margaret Thatcher mengusulkan dukungan untuk banned tim-tim Inggris di kompetisi Eropa selama lima tahun pasca tragedi Heysel dan Hillsborough dalam waktu 5 tahun belakangan.

Di tengah situasi sulit, selalu ada Cahaya yang terlihat di ujung jalan dan Gascoigne menjadi sang pembuka momentum kebangkitan. Gazza merupakan sosok potensial Inggris yang sudah merekah bersama Newcastle United dan Tottenham Hotspur pada pertengahan 80 hingga awal 90an. Ia memiliki skill yang lumayan komplet. Ia punya dribel yang mumpuni, kekuatan fisik, keseimbangan, memebuat bola lengket. Bisa melakukan heading dan eksekutor bola mati yang tak bisa dianggap remeh.

Obrolan Vigo: Paul Gascoigne, Sang Revolusioner Sepakbola Inggris
Sumber: Goal

Piala Dunia 1990 di Italia menjadi bukti dari kehebatan sang pemain. Gazza dibawa Sir Bobby Robson yang kala itu menukangi Tiga Singa. Ia sudah meliuk bebas di lapangan sejak matchday pertama melawan Irlandia. Namun sayang laga berakhir anti klimaks 1-1 melawan negara tetangga di turnamen empat tahunan.


Baca Juga:


Pada matchday kedua melawan Belanda. Sorot mata jelas tertuju pada Marco Van Basten, Ruud Gullit hingga Ronald Koeman. Namun Gazza adalah bintangnya. Ia memamerkan skill putaran ala Johan Cruyff di depan para juniornya. Namun lagi-lagi, hasil imbang tak terelakan. Sinarnya keluar di matchday pembuktian melawan Mesir. Ia mampu mengirim assist kepada Mark Wright yang meloloskan tiga singa ke fase gugur.

Taman bermain untuknya hadir saat timnya ada di fase krusial. Menghadapi Belgia di fase 16 besar. Inggris harus memainkan perpanjangan waktu. Namun Gazza seakan hadir di momen yang tepat. Ia kembali mengirimkan umpan. Kali ini melalui skema set piece dan David Platt menjadi penjebol gawang the Red Devils.

Obrolan Vigo: Paul Gascoigne, Sang Revolusioner Sepakbola Inggris
Sumber: Talksport

Di perempat final, Inggris harus bersua dengan Kamerun dengan Roger Milla-nya yang lumayan mengaung di awal turnamen. Indomitable Lion mampu memberikan perlawanan. Skor sama kuat 2-2 berakhir di waktu normal. Lagi dan lagi, sosok asal Gatesheed memberikan terobosan yang mampu diekskusi dengan baik oleh Gary Lineker.

Inggris menembus semifinal pertamanya di Turnamen besar pasca menjadi juara di Piala Dunia 1966. Mereka harus bertemu dengan Jerman Barat. Ia menerima kartu kuning yang membuatnya harus absen di laga final atau perebutan juara ketiga ada tangisan di sana. Inggris pada akhirnya juga keok melalui drama adu penalti pasca Stuart Pearce dan Chris Waddle gagal menjadi eksekutor di titik 12 pas.


Baca Juga:


Gazza yang kecewa timnya gagal melaju ke final tertangkap kamera tengah menyeka kesedihannya melalui jersie yang dipakainya. Hal itu menjadi momen ikonik dan membekas hingga menjelma menjadi kesadaran nasional. Ada luka yang bisa dirasakan melalui tangkapan kamera terkait kekalahan timnya. Dua tahun berselang, industri sepakbola Inggris membuka lembaran baru dalam wujud Premier Leagu dan suka ataupun tidak, Gazza sedikit banyak seakan menjadi pematik hal tersebut.

Pasca Piala Dunia, Euforia bernama Gazzamania merebak di Inggris. Ia juga berduet dengan Lindisfarne untuk mengcover lagu “Fog on the Tyne,” track yang menembus nomor 2 UK Chart Inggris yang membawa nuansa Hacienda ke dalamnya. Gazza adalah Cult hero untuk negaranya dan klub yang dibelanya hingga pertengahan 1990an sebelum jerat candu alkohol dan ragam kontroversi menengglamkannya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com