
Obrolan Vigo: Masih Layakkah Sematan Special One pada Jose Mourinho?
Vivagoal–Berita Bola– Jose Mourinho saat ini tengah pulang kampung dengan merapat ke Benfica. Ada indikasi the Special One sudah habis seiring menurunnya level tim yang tengah diperkuatnya dalam 5 tahun terakhir. Benarkah demikian?
Mourinho menyematkan predikat the Special One kala menukangi Chelsea untuk kali pertama pada pertengahan 2000an. Hal tersebut tersemat tatkala dirinya mampu membawa FC Porto mendulang gelar Liga Champions 2003 lalu. Di Inggris, ia mampu membuat dominasi baru untuk the Blues dan mencongkel hegemoni Arsenal dan Manchester United yang sudah terbangun sejak lama.
Chelsea dibawa mendulang rangkaian gelar domestik. Tuahnya berlanjut ketika hantarkan Inter Milan mendulang treble winners dan catatkan sejarah untuk tim Italia pertama yang merengkuh hal tersebut. Ia juga sempat mengguncang Barcelona bersama Real Madrid di kancah domestik.

Mou pernah membawa Los Blancos mendulang 32 kemenangan, mengepak 100 poin dan mencetak 121 gol di LaLiga. Presentase kemenangannya terbilang fantastis dengan torehan 71,9 persen kemenangan dalam rentang 2010-2013 lalu. Gelar seperti Piala Super Spanyol, Copa del Rey dan LaLiga sempat direngkuhnya.
Baca Juga:
- 5 Fakta Jebolan La Masia yang Bermain di Timur Tengah
- 5 Fakta Legenda Sepakbola dari Tim Papan Tengah
- 5 Fakta Legenda Sepakbola dari Tim Papan Tengah
- 5 Fakta Pemain Persija dan PSM yang Masih Aktif Bermain
Ia sempat kembali ke Chelsea, merapat ke Manchester United, pulang kembali ke Italia bersama AS Roma dan melancong ke Turki dalam karirnya. Masalah inkonsistensi performa tim dan reputasinya sebagai bos ruang ganti yang terbuka mengkritisi pemain dan klub di depan umum menjadi masalah. Ia beberapa kali mendapatkan pemecatan lantaran kompilasi dua hal tersebut.
Puncaknya terjadi ketika ia menukangi Fenerbahce di musim 2025/26 ini. Fener sempat dibawa bertarung memperebutkan Turkish Super Lig pada musim 2024/25. Meski gagal, Kenari Kuning mampu mengamankan spot ke Liga Champions meski harus melalui babak kualifikasi.

Timnya harus gagal ketika keok dari Benfica di fase kualifikasi. Dalam masa baktinya di Turki, tak ada prestasi yang ditorehkan. Mou justru sibuk mengurai bobrok sepakbola Turki ke permukaan, utamanya soal kinerja wasit meski belakangan hal tersebut nyatanya merupakan kenyataan pahit yang harus diterima kebeenaranya.
Ia pun harus dipecat pada 29 Agustus 2025 kemarin. Namun tak butuh waktu lama baginya mendapatkan pekerjaan. Pasalnya, Presiden the Eagles, Manuel Rui Costa langsung menunjuknya sebagai pelatih, 18 September lalu dan momen tersebut merupakan yang pertama baginya sejak 25 tahun terakhir.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: David Trezeguet, Mantan Juara Dunia yang Rela Dua Kali Main di Kasta Bawah
- Obrolan Vigo: Adel Taarabt, Pemain Terbaik Championsip
- Obrolan Vigo: Claudio Giraldez, Manajer Potensial Spanyol yang Siap Merekah
- Obrolan Vigo: Del Piero, Saat Cinta Dibalas dengan Peremajaan
Dalam sesi press conference pertamanya, Mou mengaku senang bisa kembali menukangi tim besar. Sebelumya, ia memang pernah mengarsiteki Chelsea, Inter Milan, Real Madrid dan Manchester United yang dipandangnya sebagai tim besar. Ia merasa Benfica ada di antara tim tersebut dan ia merasa tertantang dengan kembali ke tim pertamanya ketika melatih.
Menukangi Benfica jelas menjadi sebuah win-win solution. Mou masih membutuhkan moniker berupa tim besar guna menyelamatkan reputasi sebagai the Special One yang hampir pudar pasca Tottenham Hotspur. Di sisi lain, kedatangan Mou ke Benfica bakal mematik masifnya pemberitaan dari Iberia mengenai sepak terjangnya di kampung halaman.
“Kehadiran Jose akan memicu keteretarikan dan rasa ingin tahu. Baik Benfica maupun Liga akan diuntungkan dari eksposur yang dibawanya,” urai Rui Costa. Mou disebut menerima bayaran tiga juta Euro di musim perdananya dan angka tersebut akan naik satu juta setelahnya. Angka itu bisa dibilang rendah untuk pelatih yang sempat menyandang status sebagai yang terbaik di dunia.
Saat ini, Benfica di bawah komandonya sudah mentas dalam 30 laga di berbagai ajang. Rasio kemenangannya pun lumayan apik. Ia sudah mengepak 60 persen kemenangan dalam periode tersebut. Benfica juga sudah dihantarkan memainkan babak play-off Liga Champions melawan Real Madrid, 18 Februari mendatang.
Masih perlu dilihat bagaimana cara Mou menularkan caranya untuk memebawa tim berprestasi. Namun satu hal yang perlu diingat, Mou akan memberikan dampak bagi sepakbola Portugal dan hal tersebut seakan diaminkan oleh mantan pemainnya, di Real Madrid, Pepe.
“Kami memiliki seorang pelatih yang baru saja bergabung dengan Benfica dan yang saya kenal baik, dan dia pasti tidak akan menyerah dalam sebuah pertandingan. Memiliki pelatih seperti Mourinho di liga kami selalu menguntungkan bagi cara permainan ini dimainkan, dan semua orang kini terlibat dalam konferensi persnya,” ujar Pepe dilansir Goal.
“Hal ini bahkan baik untuk level Eropa dan internasional secara global, karena Mourinho menarik banyak orang yang juga dapat melihat kualitas sepak bola Portugal. Saya dilatih olehnya, tahu kemampuannya. Dia adalah pelatih yang hebat yang pasti akan melakukan segala upaya untuk membantu Benfica menang,” tambahya.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















