
Obrolan Vigo: Cristiano Ronaldo dan Putaran Roda Kehidupan
Penolakan dan Roda-Roda Kehidupan

Hengkang ke tim yang mentas di Liga Champions merupakan keinginan Ronaldo. Agennya, Jorge Mendes sudah menawarkan Ronaldo ke berbagai klub. Atletico Madrid, Chelsea hingga Bayern Munic mengingat reputasinya sebagai pemain besar, rasa-rasanya hengkang ke salah satu dari tiga tim tersebut bukan perkara sulit.
Chelsea, di bawah komando anyar Todd Boehly ingin mendatangkan sang pemain di bursa musim panas ini. Namun Thomas Tuchel tak merasa Ronaldo ada dalam rencananya musim depan. Sementara itu, fans Atletico Madrid menolak kehadiran sang megabintang lantaran dirinya lumayan lekat dengan rival abadi klub, Real Madrid.
Selain itu, Bayern Munich juga melakukan penolakan terhadap kedatangan Ronaldo meski mereka membutuhkan penyerang anyar pasca kepergian Robert Lewandowski. Namun Oliver Kahn, CEO klub merasa jika Ronaldo sama sekali tak cocok dengan filosofi tim.
🚨 Oliver Kahn has responded to the Cristiano Ronaldo rumours of the striker joining Bayern Munich pic.twitter.com/UJpc3QmuGi
— Football Daily (@footballdaily) July 27, 2022
Konklusi dari jawaban di atas, tiga tim tersebut menolak. Ronaldo memang pemain hebat. Namun skema tim harus menyesuaikan kepadanya. Penyesuaian tim dengan seorang bintang jamak terjadi di NBA. Giannis  Antetokounmpo mengontrol Milwaukee Bucks guna mendulang prestasi. Hal serupa juga terjadi di NFL kala Tom Brady  memegang kendali penuh di Tampa Bay Buccaneers.
Skema tersebut, sudah tak bisa diterapkan dalam sepakbola. Bahkan, lantaran memaksakan skema Ronaldo-Sentris, Manchester United sampai harus memecat Ole Gunnar Solskjaer lantaran tim tak mampu berbuat banyak karena skema tersebut.
Tak berhenti sampai di situ, ego CR7 sebagai pesepakbola juga terlampau besar dan tak jarang ia kerap terlibat friksi dengan para pelatihnya maupun rekan setim di masa lampau jika ada hal-hal yang tak sesuai keinginannya di lapangan.
Baca Juga:
- 5 Fakta Transfer Gratisan Terbaik yang Pernah Dilakukan Tim Sepakbola Eropa
- 5 Fakta Pelatih Asing Terbaik di Liga 1
- 5 Fakta Kota dengan Klub Sepakbola Terbanyak
- 5 Fakta Klub Sepakbola yang Punya Cerita Cinderella
Baru-baru ini, the Athletic menyebut jika tim masa lalu Ronaldo, Sporting CP berharap bisa memulangkan sang pemain ke Estadio Jose Alvalade, tempat sang pemain mengawali kejayaan sebagai pesepakbola. Mereka punya kans untuk membawa Ronaldo ke Liga Champions musim depan lantaran finish di urutan dua klasemen akhir.
Namun asa memulangkan si anak hilang tak bisa semudah dibayangkan. Mereka tak memiliki cukup dana dan Ronaldo merasa jika untuk saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk pulang ke kampung halaman lantaran ada urusan di Eropa yang belum selesai. Terlebih, Manchester United juga belum mau melepasnya dalam waktu dekat ini.
Bertahan bersama United dan memulai era baru di bawah arahan Erik ten Hag adalah jalan yang dipilih Ronaldo. Ada dua kemungkinan yang bisa diraih di bawah arahan Ten hag, berprestasi dan melaju ke Liga Champions musim depan atau tetap berkubang dalam pusaara kegagalan seperti sebelum-sebelumnya.
Pada akhirnya, Ronaldo, pesepakbola yang sudah meraih berbagai pencapaian sebagai pesepakbola, kecuali memenangi Piala Dunia, harus menerima realita pahit ditolak oleh tim-tim besar. Roda kehidupan pada akhirnya berputar. Ia tengah berada di bawah pasca sekian tahun menjadi media darling, idola dan kiblat para pemain muda atas aksi dan prestasi yang ditorehkannya.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















