Obrolan Vigo: Dele Alli yang Karirnya Merosot Karena Dirinya Sendiri

Obrolan Vigo: Dele Alli yang Karirnya Merosot Karena Dirinya Sendiri

Heri Susanto - November 18, 2025
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal – Berita Bola – Dele Alli saat ini tak memiliki klub dan karirnya lumayan tragis. Jika mau dihitung, karirnya stagnan sejak 2022 lalu dan hal tersebut mungkin terjadi karena dirinya sendiri yang cepat puas dan menepikan masukan dari orang lain kepadanya.

Di awal karir, Dele merupakan sosok yang digadang bersinar. Gim Football Manager edisi di bawah tahun 2015 bahkan mengklaim sang pemain akan menjadi the Next Big Thing lantaran potensinya yang siap meledak bersama MK Dons kala dirinya sudah debut di tim utama pada 2013 silam.

Bersama Dons, ia langsung menjadi pemain utama dan debut di usia 16 tahun. Bakat besarnya dicium Spurs yang mengangkutnya dengan mahar 5 juta Euro pada musim dingin 2015. Namun ia kembali dipinjamkan ke Dons agar bisa datang ke tim kala musim berakhir. Bersama tim asal Buckinghamshire, ia sempat mentas dalam 88 laga dan mendulang 24 gol serta 10 assist bagi tim.

Alli yang mentas di bawah arahan Mauricio Pochettino sudah mulai diandalkan di tim utama. Bersama Poch, Tottenham memang banyak mengandalkan nama-nama muda untuk mengisi skuat. Sosok macam Danny Rose, So Heung-Min hingga Harry Kane mampu tampil apik. Mereka suskes membantu tim finish di urutan tiga klasemen akhir dan menguncu spot di Liga Champions.

Di musim itu, Alli tampil gemilang dengan bukukan 10 gol serta 8 assist bagi timnya. Musim pembuka tersebut terus berlanjut membaik secara statistic dan performa di musim-musim setelahnya. Meski tak sempat hantarkan Tottenham menjadi mendulang apapun, Dele pernah hadir dalam sepasang laga krusial tim yakni final Liga Champions dan Piala Liga. Sayangnya, pada dua kesempatan tersebut, dirinya gagal membantu tim mengepak silverware.


Baca Juga:


Alli seakan mendulang segalanya dalam tiga tahun di Tottenham. Ia sempat menangi dua penghargaan PFA Young Player of the Year. Prospek yang dijanjikan Football Manager kepadanya sekaan terbuka lebar. Namun seperti halnya kehidupan manusia yang kadang berputar, ada pula pola-pola tak terduga dalam karirnya. Perginya Pochettino dari Spurs pasca performa buruk tim dan badai cedera serta perihal lain seakan menjadi momen tak terelakan baginya.

Alli seakan menghilang dari peredaran lantaran akumulasi hal tersebut. Tanpa Poch, ia sekaan kehilangan arah. Kedatangan Jose Mourinho yang membuatnya gagal hadir dalam rencana tim meski sudah dinasehati untuk berubah juga tak membuatnya berganti haluan. Alli perlahan mulai terlipakan. Bakat besar yang diprediksi hadir hanya tinggal tunggu waktu disapu angin untuk sepenuhnya sirna.

Dalam periode muram tersebut, Alli harus meninggalkan London Utara guna mentas di Everton. Di sana, ia gagal berkembang. Sempat dipinjamkan ke Besiktas dengan harapan menambah menit bermain. Namun semua upaya tersebut gagal. Ia seakan menambah daftar panjang wonderkid Inggris yang gagal. Namun kali ini, ia seakan kalah dengan dirinya sendiri.

Tak berhenti sampai di sana, masalah cedera yang membuat perannya terganti pemain dan belakangan, dalam wawancara pada 2023 lalu dalam podcast Overlap bersama Gary Neville, ia mengklaim banyak mengonsumsi obat tidur lantaran masalah Kesehatan mentalnya di masa lalu. Ia belum berdamai akan hal tersebut.

Kesempatan sempat datang pada 2025. Como di bawah arahan Cesc Fabregas sempat memberikan peluang untuk kembali bersinar. Di Italia, ada jejak pemain Inggris yang terbuang namun mampu bangkit. Tammy Abraham, Ruben Loftus-Cheek hingga Ashley Young sempat membuktikan hal tersebut bersama beberapa tim Italia. Harapan yang sama diharapkan terjadi pada Alli.


Baca Juga:


Namun kenyataan berkata lain, ia hanya mendapat kesempatan sekali mentas di tim dan debut reebotnya berjalan buruk. Ia hanya mentas 9 kali sebagai pengganti dan mendapatkan kartu merah. Setelahnya, situasi tak lagi sama. Como melepasnya dan Alli resmi menganggur lagi untuk kesekian kalinya.

Sebelumnya, pada 2024, dalam sesi wawancara bersama Sky Sports MondayNight Football, ia sempat ingin kembali ke Timnas Inggris dan mentasdi Piala Dunia 2026. Ia sempat menjadi bagian heroik TImnas Inggris di Piala Dunia 2018 beberapa waktu lalu namun dengan kondisi yang ada saat ini, harapan tersebut sepenuhnya hampir menjadi debu yang tersapu.

Obrolan Vigo: Dele Alli yang Karirnya Merosot Karena Dirinya Sendiri
Sumber: x DeadlineDayLive

Pasca dilepas Como pada Januari 2025, Alli belum memiliki tim. Sempat beredar kabar beberapa tim dari EFL Championship macam Birmingham City, West Bromwich Albion,  Wrexham dan Swansea City siap menampung jasanya kembali untuk mentas, setidaknya hingga jeda internasional September selesai. Namun hingga saat ini, hal tersebut belum kesampaian.

Banyak pesepakbola yang karirnya sempat semrawut lantaran masalah mentalitas, cedera dan berbagai faktor lain untuk kemudian bangkit atau setidaknya masih bermain. Hal yang sama belum terjadi pada Dele. Bukan hal yang mengejutkan andai nantinya ia memutuskan pensiun karena dirinya memang belum benar-benar selesai dengan permasalahan pribadinya.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com