
Obrolan Vigo: Antonio Cassano, Si Badut dengan Mulut Beracun
Vivagoal – Berita Bola – Semasa masih menjadi pemain, Antonio Cassano lekat dengan kontroversi yang dilakukannya di berbagai klub. Hal tersebut bahkan masih berlanjut meski sang pemain sudah tak lagi merumput dan bicara di belakang mikropon dengan label sebagai pundit sepakbola.
Cassano awalnya digadang sebagai wonderkid yang bakal dimiliki sepakbola Italia tatkala masih memperkuat Bari. Ia sempat menjadi bidikan Juventus. Namun lantaran ingin bermain bersama Francesco Totti, dirinya memutuskan hengkang ke AS Roma. I Lupi menjadi tim terlama yang dibelanya yakni 5 tahun mulai dari 2001-2006.
Namun kebengalan sebagai pemain juga dimulai dari Ibu Kota Italia. Di akhir kontraknya, ia sempat berselisih terkait kontrak baru. Kesepakatan pada akhirnya urung terjadi. Dirinya dilego 6 bulan pasca kontraknya akan berakhir dengan mahar 5 juta Euro. Hal tersebut merupakan sebuah kerugian tersendiri mengingat Roma harus menggelontorkan 30 juta Euro kala mengangkut jasanya.

Namun karirnya bersama Los Blancos tak berjalan sesuai rencana. Pasca mendulang gol debut di Januari 2006, dirinya tak lagi dipakai. Masalah kedisiplinan menjadi kunci mengapa ia terkucil di antara para bintang Madrid saat itu seperti David Beckham, Guti hingga Zinedine Zidane. Ia kerap keluar malam, tak mengatur berat badan dan media Spanyol yang dikritik pedas menjulukinya sebagai Gordito atau si Gendut.
Baca Juga:
- 5 Fakta Pemain Amerika Serikat Terpenting yang Pernah Merumput di Premier League
- 5 Fakta Manajer Terburuk di Era Premier League
- Tengah Merekah di Eropa, Inilah 5 Fakta Pemain Krusial yang Pernah Memperkuat Bodo/Glimt
- 5 Fakta Pemain yang Memperkuat Arsenal dan Atletico Madrid
Pasca Madrid, karirnnya berlanjut ke Italia bersama Sampdoria. Ia sempat terlibat dalam peran besar bersama Il Samp. Ia mendapat kesempatan besar lain kala memperkuat AC Milan dan Inter Milan secara berturut turut. Namun performaya cederung biasa saja. Karirnya sempat melejit ketika gabung Parma, kembali sejenak ke Sampdoria sebelum putuskan pensiun bersama Hellas Verona di tahun 2017 lalu.
Secara mentalitas, Cassano memang seakan tak ditakdirkan untuk bisa bersinar bersama tim besar. Hal itu bisa dilihat dari statistik. Namun ketika mentas untuk tim dengan skala yang lebih rendah, performanya seakan terangkat dan membantu prestasi tim. Sampai sini kita paham di mana letak superioritas sang fantatista.
Pasca pensiun, ia memutuskan untuk tak mengambil jalur di ruang manajerial dan lebih intens dengan keahliannya yakni berbicara. Sejak masih bermain, ia memang tak lepas dari kontroversi dan hal tersebut terus dibawa meski dirinya sudah gantung sepatu. Dirinya sempat dimintai komentar mengenai sepakbola Italia dan dunia secara keseluruhan. Bahkan tak jarang, berbagai blunder pernah tersemat dari ocehannya.
View this post on Instagram
Pada 2023 lalu, Ia terlibat friksi panjang dengan Jose Mourinho, sosok yang dianggapnya sebagai seorang yang tak tahu apa-apa soal sepakbola. Hal tersebut jelas mematik sentimen lain dari Mourinho. Mou adalah bensin yang siap berkobar jika ada yang menyulutnya. Sindiran pada Cassano pun lebih pedas dari apa yang dibayangkan semua orang.
“Cassano pernah memenangkan Piala Super Italia bersama Roma tanpa bermain dan di Madrid, ia hanya terkenal dengan jaketnya. Di Inter Milan, ia bahkan tak masuk dalam laga persahabatan,” tumpal Mou, seperti dilansir Marca.
Namun bukannya jera, Cassano masih menyulut di ruang-ruang lain yang mungkin masih bisa diisinya. Ruang untuknya bicara memang terbuka lebar mengingat statusnya sebagai pundit dan mantan pemain yang pernah mentas di lintas klub Italia hingga Real Madrid. Pilar AC Milan, Rafael Leao juga pernah kena semprot.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Mengapresiasi Langkah Abroad Asnawi Mangkualam
- Obrolan Vigo: Filippo Inzaghi, Striker Kelas Satu yang Menjadi Pelatih Kelas Dua
- Obrolan Vigo: Robinho, Scam Terbesar yang Pernah Menghinggapi Manchester City
- Obrolan Vigo: Ethan Mbappe yang Lepas dari Bayang-Bayang Kakaknya
Pada 2024, kepada Domenica Sportiva, Cassano pernah mengklaim jika Leao hanyalah pemain bagus dan bukan sosok jenius yang hanya mengandalkan kekuatan fisik. Menurutnya, pemain Portugal itu tak bisa disejajarkan dengan Marcus Rashford, Kvicha Kvaratskhelia hingga Phil Foden yang di musim 2023/24 kemarin memang tengah tampil impresif bersama timnya masing-masing.
Namun mantan punggawa Lille membalasnya tanpa kata. Melalui laman twitternya, ia hanya mengirimkan 7 emot badut kepada Cassano. Uniknya, setiap balasan yang dikirimkan oleh orang yang disindirnya tak pernah mendapatkan balasan lain dari Cassano seakan ia mengamini apa yang diutarakan banyak orang.
Di tahun yang sama, ia pernah mengkritik kembalinya Claudio Ranieri ke AS Roma yang dinilainya hanya menjadi penenang bagi fans dan sempat menilai Cristiano Ronaldo tak mengetahui apapun soal sepakbola meski mencetak 1.000 hingga 3.000 gol dalam karirnya.
Di berbagai belahan dunia manapun, pundit memang bisa berbicara dengan bebas dan selama ada pangsa pasar yang menyukainya, ia akan terus menjadi darling dan memiliki marketnya sendiri. Cassano paham cara bermain di industri yang ia geluti dan hanya tinggal menunggu waktu-waktu lain kapan ia akan menyulut hal lain yang mungkin bisa menjadi sasaran empuk baginya seraya menunggu balasan lain orang kepada dirinya kelak.















