Obrolan Vigo Diego Ribas: Permata Brazil yang Tak Terasah Sempurna

0
4153
Obrolan Vigo Diego Ribas: Permata Brazil yang Tak Terasah Sempurna

 Vivagoal Berita Bola – Brazil merupakan Negara penghasil playmaker terbaik di jagad sepakbola. Tak terhitung berbagai nama yang sukses dalam karirnya di dunia si kulit bundar. Beberapa nama pun terpaksa harus gagal karena satu dan lain hal. Diego Ribas da Cuncha adalah nama playmaker yang terbilang gagal membuktikan diri karena faktor pelatih yang tak bisa memaksimalkan bakatnya

Bakat Diego sudah terlihat kala ia menjalani latihan bersama tim asal Ribeirao Preto, Comercial FC di usia enam tahun. Ia sudah menampilkan skil di atas rata-rata. Bakatnya terendus oleh tim penuh sejarah asal Brazil, Santos yang kerap melahirkan beberapa nama beken macam Pele, Toninho Guerreiro dan pemain berbakat Negeri Samba Lainnya.

Di usia 16 tahun, ia sudah memulai debut profesionalnya bersama Santos. Seperti kebanyakan wonderkid lain, Diego juga memperlihatkan bakat besar. Tipikal bermainnya lebih condong ke arah gelandang serang classic macam Rivaldo, Rui Costa hingga Ronaldinho. Diego muda tak dibekali kecepatan. Namun efektivitas sang pemain terlihat saat bola berada di kakinya.

Thesefootballtimes melaporkan sang pemain tahu kapan bergerak ke sektor penyerangan dan menjaringkan bola. Bahkan kemampuan dribblenya bisa membuat kawan dan lawan tak bisa memprediksi bagaimana pergerakannya kelak.

Baca Juga: Obrolan Vigo: James Beattie, Striker Underrated yang Selalu Dicintai

Di awal medio 2000an, Santos sudah memiliki beberapa pemain berbakat macam Elano, Robinho dan Diego. Ketiganya bahu membahu membawa mantan tim Pele menjuarai Liga di musim 2002. Prestasi tersebut merupakan yang pertama sejak 1968 silam. Bahkan di tahun yang sama, Santos mampu melaju ke babak final Copa Libertadores sebelum akhirnya ditundukan Boca Junior. Meski demikian, sinar Diego dan Robinho tak pudar. Pele menyebut keduanya memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik darinya.

Musim pertamanya bersama Santos pun berjalan manis. Dalam 28 laga yang dihelat, ia sukses menjaringkan 10 gol. Tawaran demi tawaran pun sempat singgah menghampiri dirinya. Tottenham Hotspur asuhan Glenn Hoddle sempat membuka penawaran. Namun karena permasalahan paspor, ia tertahan di Brazil. Meski gagal bergabung dengan tim Eropa, ia tak parah arang. Tawaran kedua datang dari FC Porto. Raksasa Portugal membutuhkan sosok anyar sebagai penerus Deco de Souza yang memutuskan hengkang ke tim lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here