
Obrolan Vigo: Filippo Inzaghi, Striker Kelas Satu yang Menjadi Pelatih Kelas Dua
Vivagoal – Berita Bola – Nama Filippo Inzaghi saat menjadi pemain adalah predator yang lumayan berbahaya kala berada di kotak terlarang. Gol demi gol ajaib kerap hadir lewat aksinya. Namun hal tersebut tak berbanding terbalik ketika Pippo berkarir di dunia manajerial. Karirnya terasa semenjana.
Pippo sempat mentas untuk berbagai tim besar Italia macam Juventus dan AC Milan serta berbagai tim minor lain macam Piacenza, Atalanta dan Parma. Namun sinarnya merekah bersama dua tim yang disebut terakhir. Berbagai prestasi sempat ia torehkan mulai dari Scudetto, Liga Champions dan berbagai gelar bergengsi lain.
Tak hanya itu, ia juga sempat hadir ketika Timnas Italia memenangkan Piala Dunia 2006 silam kala gelaran dimainkan di Jerman. Gelar tersebut menjadi raihan terakhir prestis Italia sebelum akhirnya menjadii juara Euro 2020 lalu. Sebagai pemain, Pippo dirasa sudah lengkap dan bisa pensiun dengan nyenyak tanpa melewatkan apapun.
View this post on Instagram
Seperti banyak pesepakbola kebanyakan, ia dihadapkan pada tiga pilihan karir. Menikmati masa pensiun, menjadi pundit atau menjejal dunia manajerial entah sebagai pelatih atau assisten. Pilihan pun jatuh kepada opsi paling terakhir.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Robinho, Scam Terbesar yang Pernah Menghinggapi Manchester City
- Obrolan Vigo: Ethan Mbappe yang Lepas dari Bayang-Bayang Kakaknya
- Obrolan Vigo, Frank Lampard, Sang Juru Selamat Coventry City
- Obrolan Vigo: Sergio Busquets yang Akan Pensiun di Waktu Terbaik
Namun tajinya kala menjadi pelatih terbilang tak berjalan baik. Ketika menukangi AC Milan pada 2014 pasca dipromosikan sbagai pelatih tim junor, ia tak mampu berbuat banyak. Dalam satu mmusim, ia hanya mampu membantu timnya menang 14 kali dari 40 laga yang dimainkan. Rasio kemenangannya pun hanya ada di angka 35 persen.
Setelahnya, karir Pippo merosot. Ia menukangi tim yang skalanya lebih kecil dari Milan. di tahun 2016, Venezia yang kala itu berada di Lega Pro, setara Serie C mengangkutnya. Namun di sana, ia mampu hantarkan tim menangi Coppa Italia Lega Pro dan membantu tim promosi ke Serie B. Bersama the Lion Atlas, reputasinya sebagai pelatih spesialis promosi pun mulai terbangun.
Pada 2018, Bologna sempat memberikan kepercayaan guna melatih di Serie A guna mengambil tampuk kepelatihan dari Roberto Donadoni. Namun karirnya di Emilla-Rogmana tak berjalan baik. Ia hanya bertahan sejenak. Inzaghi kemudian menunakgi beberapa tim lain.

Benevento yang kala itu berada di Serie B sukses dipromosikan ke Serie A untuk kali kedua dalam karirnya. Catatan sosok spesialis promosi sekaan sudah melekat pada DNA Pippo lantaran hal tersebut terulang untuk kali kedua. Namanya pun kemudian laris dibidik tim-tim Serie B yang ingin mentas di Serie A.
Predikat apes juga sempat terpatri pada dirinya lantaran gagal membantu timnya promosi. Brescia sempat berharap pada tuahnya pada 2021 lalu. Ia sempat hantarkan tim berada di posisi 5 klasemen sementara dan berpeluang promosi melalui fase play-off.
Baca Juga:
- Tengah Merekah di Eropa, Inilah 5 Fakta Pemain Krusial yang Pernah Memperkuat Bodo/Glimt
- 5 Fakta Pemain yang Memperkuat Arsenal dan Atletico Madrid
- 5 Fakta Wonderkid yang Siap Menghentak Premier League 2025/26
- 5 Fakta Pelatih yang Sempat Mengarsiteki Bayern Munich dan Dortmund
Namun yang terjadi, dirinya didepak dan digantikan Eugenio Corini. Timnya keok di play-off dan ia dipekerjakan kembali lantaran memiliki klausul tak bisa dipecat andai timnya tak berada di luar 8 besar. Ia sempat menukangi Salernitana di Serie A sebentar namun timnya gagal bertahan lantaran hasil buruk.
Catatannya yang kurang baik di tier atas juga membuat karirnya seakan stagnan jika diberi kepercayaan mentas di top flight. Di musim 2024/25, Pisa SC berada di Serie B. Tim yang terkenal lantaran landmark-nya itu untuk kemudian dibawa Pippo merangksek ke Serie A untuk kali pertama sejak 34 tahun terakhir. Hal ini jelas menjadi prestasi tersendiri.
Namun di akhir musim, ia memutuskan pisah jalan dengan I Nerazurri dan menukangi Palermo yang tengah berada di Serie B. the Black Pink tengah dalam misi kembali ke Serie A untuk kali pertama sejak 2016/17 lalu. Mereka dalam hasrat besar mencapai hal tersebut lantaran ada sokongan City Football Group yang sudah mengakuisisi tim sejak 2022 lalu.
Bersama Pippo, asa Palermo untuk promosi mungkin saja terbuka lantaran sudah mengamankan sejumlah nama top dalam tim mulai dari mantan top skor Serie B, Joel Pohjanpalo, Antonio Palombo dan Mattia Bani dari Venezia, Modena dan Genoa. Sejauh ini, dalam 8 laga yang dimainkan di Serie B, timnya belum mendulang satu pun kekalahan dengan catatan empat kemenangan dan empat hasil imbang. Mereka terpaut dua angka dari Modena yang sementara duduk di posisi puncak.
Pippo mungkin belum berprestasi dalam level manajerial kala menukangi timnya di top flight. Perlahan namun pasti, reputasinya sudah mulai terbangun dengan menukangi tim-tim kelas dua dan kiprahnya jelas masih menarik untuk dinantikan dibandingkan mendengarkan dagelan dari mantan penyerang Timnas Italia lain, Antonio Cassano.















