
Obrolan Vigo, Frank Lampard, Sang Juru Selamat Coventry City
Vivagoal – Berita Bola – Frank Lampard saat ini masih menukangi Coventry City. The Sky Blues tengah di ambang promosi ke Premier League berkat catatan apik mereka di Premier League. Tak berlebihan jika nantinya kita menyebut Super Frank sebagai juru selamat klub.
Sebagai pemain, karir Lampard berjalan mulus bersama West Ham United, Chelsea, Manchester City hingga New York City FC. Namun sebagai pelatih, karirnya lumayan berliku. Ia harus memulai segala sesuatunya dari bawah lantaran nama besarnya tak bisa terlalu menopang kala berdiri di pinggir lapangan.
Ia sempat menukangi Derby County dan gagal membantu tim promosi lantaran keok dari Aston Villa di final play-off Premier League pada 2019/20 lalu yang membuat the Ramps harus mentas lagi di Championship. Namun kala itu, ia dianggap sebagai calon pelatih potensial.

Chelsea mengendus hal tersebut dan dirinya sempat mencuat kala menukangi the Blues dan mempromosikan berbagai pemain muda potensial serta membawa klub mentas di Liga Champions dalam periode 2019-2021 lalu. Nama-nama macam Tammy Abraham, Reece James hingga Billy Gilmour mendapatkan debut.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Sergio Busquets yang Akan Pensiun di Waktu Terbaik
- Obrolan Vigo: Bernardo Tavarers dan Cinta yang Bertepuk Sebelah Tangan
- Obrolan Vigo: Dean Huijsen Pembelian Terbaik Alonso untuk Real Madrid
- Obrolan Vigo: Thiago Almada, Jackpot Besar yang Dituai Atletico Madrid
Di tengah keterbatasan lantaran embargo transfer, Chelsea lumayan mencuat dan sempat dihantarkan melaju ke final Piala FA sebelum akhirnya ditumbangkan Arsenal. Meski begitu, keinginannya untuk mengamankan sejumlah pemain ditolak klub dan hal tersebut membuatnya hengkang.
Namun setelahnya, karirnya remuk redam. Everton tak mampu dibuatnya berbicara banyak. Pasca membantu tim selamat dari degradasi, di musim 2022/23 kemarin, ia hanya mampu membuat timnya menang sekali dan dipecat. Lamps sempat menganggur dan dipekerjakan kembali Chelsea sebagai caretaker kala the Blues harus memecat Graham Potter lantaran hasil buruk.
Di sana, performanya juga seakan tak berkembang pesat lantaran kerap mendulang rangkaian hasil minor di tim. November 2024, Coventry City yang kala itu tengah ada di papan bawah Championsip mulai mempekerjakannya. Ada kekhawatiran tim hanya ingin mendapatkan atensi dari media atas penunjukannya lantaran pekerjaan buruk yang ditorehkan dalam dua tim sebelumnya.
Perlahan namun pasti, mantan gelandang Timnas Inggris mulai menunjukan tajinya di kasta kedua. Performa the Sky Blues lumayan mencuat. Di akhir musim 2024/25 kemarin, mereka duduk di peringkat 5 dan bisa membuka asa lolos via play-off. Hal ini jelas berada di luar ekspektasi semua pihak terhadap kinerjanya di separuh kompetisi. Namun sayang di fase penentuan, langkah tim terganjal oleh Sunderland yang akhirnya keluar sebagai juara.
Jelang musim baru, Coventry mulai bebenah. Di musim panas 2025/26 ini, mereka mengamankan sejumlah nama mulai dari Kaine Kasler-Hayden, Carl Rushworth, Luke Woolfenden hingga Miguel Angel Brau guna hadir ke Coventry Building Society Arena. Hasilnya terbilang memuaskan. Berbagai nama yang diamankan langsung bisa diintegrasikan ke tim utama.
Baca Juga:
- 5 Fakta Pelatih yang Sempat Mengarsiteki Bayern Munich dan Dortmund
- 5 Fakta Pemain Arab Saudi yang Sempat Abroad ke Luar Negeri
- 5 Fakta Pemain Penting yang Pernah Dimiliki Panathinaikos
- 5 Fakta Pemain Nomor 10 Terbaik yang Pernah Main untuk Barcelona
The Sky Blues diambang asa untuk mentas kembali ke Premier League sejak 2000/01 lalu. Sampai pekan ke-9 klasemen sementara Championship, mereka sudah menang 5 kali dan empat kali seri tanpa sekalipun menuai kekalahan. Kompetisi memang masih akan menyisakan 37 laga di ajang tersebut. Namun harapan sudah barang tentu terbuka lebar.
Di bawah komandonya, tim mulai tampil aktraktif dengan skema 4-2-3-1. Gol demi gol hadir di tim. Sejauh ini, mereka sudah mendulang 27 gol dan hanya kebobolan 7 gol. Catatan tersebut lebih baik dibandingkan tim Championship manapun. Salah satu yang menjadi highlight hadir saat tim membungkus QPR dengan skor 7-1, akhir Agustus lalu.
Bahkan dalam tiga laga terakhirnya, tim-tim tradisional Championship macam Birmingham City, Millwall dan Sheffield Wednesday mampu diremukan dengan skor telak beruntun. 3-0. 0-4 dan 0-5. Tak berhenti sampai di sana, Semua elemen tim mulai dari penyerang, winger kiri, fullback kanan hingga gelandang tengah berpartisipasi untuk mendulang gol.
View this post on Instagram
Haji Wright, penyerang asal Amerika Serikat sejauh ini sudah mengepak 8 gol. Sementatara Milan Van Ewijk yang berposisi sebagai fullback kanan memuncaki daftar assist dengan torehan 5 sumbangan untuk rekan setimnya. Lampard memang mengedepankan kebebasan dan keseimbangan dari para pemainnya sehingga mereka bisa dengan mudahnya berpartisiasi dalam urusan mendulang gol bagi tim.
Tak hanya berpotensi menjadi kejutan, asa untuk kembali ke tier atas sejak 25 tahun silam lumayan mencuat. Namun Lamps tetap meminta timnya untuk terus menjaga momentum untuk terus melaju. Menenangkan EFL jelas bisa menjadi motivasi lebih bagi Tatsuhiro Sakamoto dan kolega.
“Kami bekerja keras dan telah memulai musim ini dengan baik sejauh ini. Kami perlu berpijak pada realitas dan menikmati momen. Jangan bairkan momen itu hilang dan saya merasakan hal ini di sepanjang pekan,” urainya seperti diwartakan Goal International.















