
Obrolan Vigo: Sergio Busquets yang Akan Pensiun di Waktu Terbaik
Vivagoal – Berita Bola – Sergio Busquets sudah mengumumkan akan pensiun di akhir musim ini dengan balutan seragam Inter Miami. Hal tersebut dirasa merupakan keputusan yang tepat lantaran dirinya memutuskan waktu untuk pergi di momen yang tepat.
Busi merupakan jebolan La Masia yang menjadi andalan Pep Guardiola di masa awal kepelatihan Pep. Ia langsung menjadi poros permainan Barcelona, bersama dengan Xavi Hernandez dan Andres Iniesta di lini tengah. Ketiganya membangun kemitraan yang solid.
Busi menjadi pemotong serangan dan distributor awal bola yang kerap menarik sedikit tubuhnya ke belakang, Xavi menjadi metronom yang mengontrol bagaimana laga nantinya dimainkan dan Iniesta bisa bergerak bebas kemanapun sesuka hatinya layaknya udara yang kerap berhembus guna membuka ruang. Trio ketiganya hadir untuk menopang kinerja Lionel Messi yang siap menjadi pembeda dalam keadaan apapun bagi Barcelona.

Kombinasi tersebut mampu menghantarkan berbagai momen prestis bagi Blaugrana mulai dari Sextuples hingga treble winners kedua. Tak berhenti di level klub, Busi juga berperan kala Timnas mampu menangkan Piala Dunia 2010 dan Euro 2012. Secara prestasi, karirnya mungkin bisa dibilang sudah lengkap.
Baca Juga:
- 5 Fakta Pemain Arab Saudi yang Sempat Abroad ke Luar Negeri
- 5 Fakta Pemain Penting yang Pernah Dimiliki Panathinaikos
- 5 Fakta Pemain Nomor 10 Terbaik yang Pernah Main untuk Barcelona
- 5 Fakta Pemenang Piala Dunia yang Tak Pernah Menangkan Ballon d’Or
Bersama Barcelona, Busi mentas hingga 2023. Ia menorehkan 722 penampilan di lintas kompetisi dan mendulang 18 gol serta 46 assist. Gelar LaLiga bersama Xavi yang kala itu menjadi juru taktik tim menjadi persembahan terakhir.
Pasca Barcelona, ia memutuskan hengkang ke Pantai Selatan Florida untuk membentuk Barcelona mini bersama Lionel Messi dan Jordi Alba. Ada perbedaan peran yang diembannya bersama tim barunya itu. Kehadiran ketiga pemain tersebut membuat the Herons menjadi salah satu franchise yang lumayan disegani di Amerika Serikat.
Jika di Barcelona, pemain asal Spanyol merupakan pengalir bola dan melambatkan tempo, di MLS, ia bisa bergerak menciptakan peluang atau mendistribusikan bola kepada Messi lantaran pertahanan di Negeri Paman Sam lebih longgar dibandingkan kompetisi Eropa. Ia bisa memainkan rangkaian peran di sana. Bahkan dalam beberapa kesempatan, pemenang Piala Dunia 2010 juga pernah mentas sebagai bek tengah.
Di usia 37 tahun, ia masih mampu mendulang 8 assist dari 39 laga yang dimainkan di lintas komperisi bersama Miami. Meski secara performa ia masih lumayan, namun penurunan performa terasa dalam permainan Busi bersama timnya itu. Beberapa waktu lalu, ia memutuskan akan pensiun dari lapangan hijau dan momen tersebut dirasa tepat baginya.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Bernardo Tavarers dan Cinta yang Bertepuk Sebelah Tangan
- Obrolan Vigo: Dean Huijsen Pembelian Terbaik Alonso untuk Real Madrid
- Obrolan Vigo: Thiago Almada, Jackpot Besar yang Dituai Atletico Madrid
- Obrolan Vigo: De Paul, Bodyguard Messi yang Rela Tinggalkan Eropa untuk Idolanya
Pasalnya, the Herons saat ini tengah berada di fase play-off dan bersiap melangkah lebih jauh. Mereka memiliki kans untuk berbicara banyak guna memenangi Supporter Shield hingga Oktober mendatang. Sejauh ini, langkah tim belum bisa dibilang prima lantaran baru saja keok dari Chicago Fire, Rabu (1/10) dini hari WIB.
Di sisi lain, mereka juga sudah mengamankan Rodrigo De Paul dan telah memiliki Yannick Bright sebagai calon penggantinya. Di sisi lain, ia juga merupakan designated player dengan gaji besar. Ketiadaannya bisa merubah struktur gaji tim untuk membangun ulang skuat nantinya di musim depan untuk mempersiapkan musim terakhir bersama Messi yang juga kemungkinan akan hengkang pasca musim 2026 rampung dihelat.















