Obrolan Vigo: Joao Felix, Mantan Wonderkid Mahal yang Harus Jadi Kutu Loncat

Obrolan Vigo: Joao Felix, Mantan Wonderkid Mahal yang Harus Jadi Kutu Loncat

Heri Susanto - Agustus 12, 2025
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Vivagoal Berita Bola Joao Felix sempat menjadi buah bibir sebagai salah satu remaja termahal dunia yang mampu memecahkan rekor transfer dunia. Transfernya hanya kalah dari Kylian Mbappe. Namun karirnya seakan terjun bebas dalam beberapa waktu belakangan lantaran menjadi kutu loncat dengan pindah dari satu klub ke klub lain.

Felix menjadi buah bibir di Benfica di musim 2018/19 lalu. Dalam waktu satu tahun, ia melesat lumayan tinggi. Bersama tim asal Lisabon. Ia mulai mengukir namanya di kancah domestik dan kontinental, termasuk hattrick ke gawang Eintracht Frankfurt. Namanya pun mencuat dan mulai menarik minat dari berbagai tim Eropa.

Felix sempat masuk dalam radar Manchester City yang coba menyerusi kedatangan sang pemain guna mentas di bawah komando Pep Guardiola. Selain mereka, berbagai tim kelas kakap macam Juventus, Barcelona, Manchester United juga tertarik membawanya. Namun Atletico Madrid keluar sebagai pemenang. Transfer sebesar 127 juta Euro membuatnya jadi pembelian termahal klub dan penjualan termahal Benfica.

Namanya menjadi remaja termahal kedua di bawah Mbappe yang merapat ke PSG semusim sebelumnya dengan mahar 180 juta Euro. Saat Mbappe mulai tancapkan eksistensinya bersama Les Parisiens dan menjadi andalan tim tim utama, Karir Felix di sisi merah Kota Madrid tak berjalan sesuai rencana meski ada harapan ia bisa menggantikan peran Antoine Griezmann yang membelot ke Barcelona. Beban berupa harga mahal yang melekat di punggungnya membuat segala hal tak berjalan sebagai mana mestinya.


Baca Juga:


Diego Simeone memang kerap memainkan sang pemain sebagai starter. Namun performa sang pemain jauh panggang dari api. Ia pun menjadi bulan-bulanan media Spanyol hampir di setiap pekannya. Bahkan dalam periode membela Atleti, ia sempat dipinjamkan beberapa kali ke Chelsea dan Barcelona. Namun performanya juga tak kunjung membaik.

Chelsea yang kemudian menjadi destinasinya pun tak bisa menjadi batu loncatan. Sang pemain bahkan sempat dipinjamkan ke AC Milan dan rangkaian peminjaman pun gagal. Di bursa musim panas 2025/26, sang pemain dijual ke Al-Nassr seharga 30 juta Euro di usia yang baru menginjak 25 tahun. Selain beban besar, apa yang kemudian membuat Felix pada akhirnya gagal pun menjadi bahasan yang menarik untuk disimak.

Obrolan Vigo: Joao Felix, Mantan Wonderkid Mahal yang Harus Jadi Kutu Loncat
Sumber: Radar Lambar

Jurnalis asal Brasil, Marcus Alves yang bekerja untuk beberapa media kenamaan macam BBC dan Fourfourtwo mengklaim jika Felix seakan sudah menyerah untuk menjadi pemain internasional kelas atas pasca dirinya meninggalkan Benfica. Bahkan ia menilai tak ada titik balik bagi sang pemain. Hal tersebut dirasa tak terlalu berlebihan. Statistic bicara. Kontribusinya setiap musim memang tak selalu mengesankan bersama beberapa klub yang dibelanya.

Biasanya, sang pemain akan menemukan kembali dirinya saat pindah klub. Sosok yang dicap hampir gagal pun biasa melakukan hal ini. Mario Balotelli misal. Ia mampu mengembalikan karir sejenak kala mentas di Prancis bersama OGC Nice maupun Marseille. Namun hal serupa seakan hilang pada diri Felix yang kerap menjadi kutu loncat dari satu klub ke klub lain.


Baca Juga:


Bahkan sindirian keras pernah dialamatkan oleh mantan rekan setimnya di Atletico, Saul Niguez. Ia merasa Felix merupakan pemain yang bagus. Namun hal tersebut tak cukup untuk membuat karirnya terangkat.

“Saya merasa Felix memiliki segalanya untuk menjadi pemain yang luar biasa. Namun sebagus apapun anda, jika tak bisa bermain secara tim, hal tersebut tak akan berjalan,” urai Saul dalam wawancara bersama Cadena Cope, akhir Juli 2025 kemarin.

Dalam beberapa kesempatan awal, Simeone pernah meminta Felix untuk bermain lebih bertahan. Namun sang pemain mengabaikan hal tersebut dan bermain sesuai dengan keinginannya. Hal tersebut yang membuatnya terisisih dan karirnya tak lagi sama. Singkatnya, Atleti harus memecahkan rekor transfer untuk pemain yang masih mentah dan tak mengherankan jika melihat karirnya berakhir di Arab Saudi dan Al-Nassr di usia yang baru 25 tahun.

Kini, apa yang dilakukan Felix di Saudi, sebagus apapun ia nantinya tak akan menghasilkan apapun. Ia mungkin bisa saja kembali ke Eropa dengan Turki sebagai gerbang pembuka atau tetap mentas di top flight 5 liga top Eropa dengan tim-tim yang berada di papan tengah atau bawah. Pilihan tentu ada di tangan Felix. Membusuk di Saudi pun nampak tak akan menjadi masalah saat tak ada jalan lain yang bisa dibawa kembali.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com