
Obrolan Vigo: Luis Figo, Gelandang Flamboyan dari Portugal
Berkhianat ke Real Madrid

Pada bursa musim panas 2000. Figo membuat keputusan terbesar dalam karirnya dengan pindah ke Real Madrid. Ia menjadi bagian dari kampanye Florentino Perez yang mengklaim jika dirinya terpilih, maka Figo akan bergabung dengan Los Blancos.
Sebelumnya, Figo sempat mengklaim kabar tersebut. Namun kenyataan berkata sebaliknya, ia sudah meneken kontrak via jalur belakang dengan Real Madrid dan resmi hengkang dari klub dengan mahar 60 juta Euro. Cap pengkhianat pun langsung melekat pada dirnya.
Bahkan dalam lawatan ke Camp Nou, ia dihadiahi kepala babi kala hendak mengambil sepak pojok. Teror tersebut menjadi kenangan yang tak akan terlupakan. Namun Figo merasa keputusannya bergabung dengan Madrid adalah hal terbaik yang bisa diambilnya pada saat itu.
“Itu keputusan penting dan sulit (bagiku). Karena saya berganti kota yang memberiku banyak kenangan indah. Tapi ketika kamu tidak dihargai, lalu mendapat tawaran dari klub lain, kamu akan memikirkannya,” ujar Figo pada Diario AS
.”Tapi (sebelum pindah) saya meminta pengakuan dari petinggi Barcelona. Sang Presiden bilang ‘Bawa uang itu dan pergi’. Kamu pun marah, khususnya ketika kamu mencoba memberikan segalanya,” lanjutnya.
Di Real Madrid, Figo menjadi gerbang pembuka proyek Galaticos I yang dicanangkan Florentino Perez. Setelahnya, beberapa nama besar macam Zinedine Zidane, Ronaldo, David Beckham, Sergio Ramos, Robinho dan lain sebagainya. Pembelian berbagai bintang yang dilakukan oleh Perez guna memperkuat tim nyatanya tak banyak memberikan dampak besar bagi klub. Pasca memenangkan gelar kesembilan Liga Champions, Real Madrid justru lebih banyak puasa gelar dibandingkan meraih prestasi.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Alphonso Davies, Bintang Kanada yang Siap Bersinar
- Obrolan Vigo: Nemanja Vidic, Benteng Kokoh dari Serbia
- Obrolan Vigo: Antonio Conte hanya Butuh Ruang untuk Sukses
- Obrolan Vigo: Newcastle United dan Kejayaan yang Harusnya Terulang
Meski banyak nama besar yang tersemat, Figo tetap menjadi pilihan utama dalam klub. ia mentas lima musim, mengoreksi 164 laga, 38 gol dan 17 asssit. Ia mempersembahkan dua gelar Liga, dua Piala Super Spanyol, satu Piala Interkontinental, satu Liga Champions dan satu Piala Super Eropa.
Pasca Madrid, Figo melanjutkan karir di Inter Milan pada 2005 silam. Di inter, lantaran usianya kian menua, Figo bergeser sedikit ke tengah guna mengisi peran sebagai playmake. Ia masih memiliki visi bermain yang bagus namun kecepatan sang pemain sudah jauh menurun dari sebelumnya.
Bersama Inter, ia turut andil membukakan pintu kesuksesan klub pasca lama puasa gelar. Figo mempersembahkan berbagai gelar domestik macam empat Scudetto, satu Coppa Italia dan dua Piala Super Italia. Ia juga mampu memainkan 109 laga di lintas kompetisi mencetak 9 gol dan 14 assist.
Dibanding Ronaldo, Figo mungkin kalah bergelimang prestasi. Namun, ia sukses membuktikan diri dengan peran penting macam Francesco Totti, Alessandro Del Piero hingga Dennis Bergkamp di berbagai klub yang pernah ia bela.
Feliz Aniversário, Luis
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















