
Obrolan Vigo: Mempertanyakan Jalur Karir Kalvin Phillips di Manchester City
Vivagoal – Berita Bola – Kalvin Phillips pernah menjadi sorotan kala bergabung dengan Manchester City pada musim panas 2022 kemarin. Sosok yang digadang sebagai Yorkshire Pirlo itu justru mengalami turbulensi karir saat mentas di bawah komando Pep Guardiola. Apa yang membuatnya terjadi?
Phillips merupakan gelandang kreatif yang mampu mendistribusikan bola ke lini depan. Di Leeds, ia adalah otak permainan tim. Namanya menjadi salah satu sosok sentral kembalinya the Whites di bawah komando Marcelo Bielsa ke ajang Premier League dengan status sebagai juara.
Ia juga sempat menjadi pujaan lantaran sukses hantarkan tim masa kecilnya terhindar dari jerat degradasi pada 2021 lalu. Namun semusim berselang, Phillips mengabil jalur lain. Ia menyeberang ke Manchester, dengan City sebagai destinasi. Sang pemain pergi dan sempat catatkan status sebagai penjualan termahal tim di angka 42 juta paun.
Berbekal koleksi 234 laga di berbagai ajang dan torehan 14 gol serta 13 assist bersama Leeds, ada harapan Phillips bisa memberikan dimensi baru pada lini tengah tim. Namun kepindahan yang awalnya menjadi sebuah harapan harus berakhir dengan kekecewaan atau mungkin penyesalan baginya. Pasalnya, karir Phillips di Elland Road dan Etihad nampak berbeda sama sekali.
Baca Juga:
- 5 Fakta Tim Tersukses di Piala Afrika
- 5 Fakta Pemain Telupakan yang Pernah Main untuk Bayern Munich
- 5 Fakta Klub Tersukses di Copa Libertadores
- 5 Fakta Kiper yang Sukses Saat Menjadi Pelatih
Di Leeds, ia menjadi otak dari permainan dan di City, semua hal harus berjalan sesuai dengan intuisi Pep Guardiola, sang mastermind yang sempat hantarkan City menangi semua gelar yang tersedia di kancah domestik. Ia dianggap sudah gagal berkembang sejak hari pertama dan diragukan untuk bisa menjadi gelandang bertahan Sky Blues dan menyaingi posisi Rodri di tim utama yang datang dua tahun sebelumnya.
Ia sempat dicoba sebagai bek tengah dalam beberapa laga eksebisi City dan performanya kurang memuaskan. Tak berhenti sampai di sana, ia juga harus mengalami cedera di bagian bahu dan tak menjadi bagian dari tim. Bahkan, Pep Guardiola mengklaim anak asuhnya itu mengalami kelebihan berat badan.
Di sisi lain, City juga mengamankan sosok lain macam Mateo Kovacic dan Matheus Nunes di poros gelandang. Hal itu sekaan mempersempit kansnya untuk bermain di tim utama. Pep pun secara gamblang mengklaim jika dirinya meminta maaf lantaran tak bisa memasukan nama Phillips untuk memvisualkan permainan. Oleh karenanya, ia harus menepi ke tim lain di musim keduanya pasca di musim pertama mendapatkan menit bermain yang lumayan minim.
Setelahnya, Phillips harus menjalani serangkaian masa peminjaman. Di West Ham, ia gagal memberikan impresi dan ia sempat kembali sejeka untuk pra-musim. Di fase tersebut, Pep sempat memberikan peran sebagai ball playing defender. Ia bermain baik dalam berbagai laga. Namun kenyataanya, ia justru dipinjamkan.
Ipswich Town menjadi destinasi pembuangan sementaranya di musim 2024/25. Bersama the Tractor, ia sempat mendapatkan menit bermain reguler meski performanya belum sepenuhnya kembali seperti kala ia masih memperkuat Leeds dengan torehan 22 laga dan satu gol. Masalah cedera menjadi hantu dalam karir Phillips sejak ia mentas untuk City dan hal itu seakan menjadi penghambat performanya.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Mario Jardel, Penyerang Buas Brasil yang Karirnya Redup Karena Negara
- Obrolan Vigo: Lennart Karl, Mesut Ozil Baru Milik Bayern Munich
- Obrolan Vigo: Loyalitas yang Bernama Rohit Chand
- Obrolan Vigo: 2012, Era Kegelapan AC Milan Dimulai
Performanya dalam tiga tahun terakhir yang tak benar-benar konsisten lantaran cedera membuatnya sulit menemukan tim lain. Tak berhenti sampai di sana, gajinya yang ada di angka 120 ribu paun per pekan juga membuat tim lain berpikir keras untuk mengamankan jasanya. Di musim 2025/26 ini, ia tetap bertahan di klub dan menjalani sesi latihan dengan rekan setim lain.
Kabar baik datang ketika dirinaya mentas selama 7 menit dalam laga Piala Liga melawan Huddesfield Town. Laga tersebut merupakan penampilan pertama Yorkshire Pirlo bersama City pasca terasing dalam 21 bulan terakhir. Kalvin pun senang dengan apa yang didapatkannya di momen tersebut.
“Sudah tiga setengah bulan dan ada pekerjaan yang harus saya lakukan. Saya senang bisa kembali ke lapangan dengan seragam City. Terima kasih pada fans atas dukungannya. Ini tak luput dari perhatian saya,” timpalnya.

Setelah laga tersebut, ia belum menemukan performanya kembali lantaran tak mentas lagi di tim dalam laga-laga lain. Ia mungkin bisa saja menemukan tim lain yang mau menampungnya di luar City, entah di ajang Premier League ataupun mengungsi ke kompetisi lain seperti halnya Tammy Abraham atau pemain Inggris lain di luar sana.
Atau jika masih ingin bermain, ia bisa memulai di tempat yang lebih kecil seperti Jack Grealish di Everton yang menemukan kebebasannya kembali. Kembali ke Leeds di pertengahan musim mungkin bisa menjadi opsi yang baik, itupun jika the Whites mau menampung mantan ikonnya tersebut dalam waktu dekat.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















