
Obrolan Vigo: Serie A Bakal Begitu-Begitu Saja
Serie A yang Kalah Terhadap Dirinya Sendiri

Masalah yang didapatkan Serie A sejaitnya berasal dari diri mereka sendiri. Klub-klub, baik itu tim besar maupun tim kecil seakan enggan mengeluarkan gaji besar untuk mendatangkan pemain bintang dalam timnya. Bahkan klub macam Juventus, AC Milan hingga Inter Milan mengeluarkan kebijakan pemotongan gaji lantaran pandemi Covid-19 yang terjadi dua musim terakhir.
Mneurut laporan Capology, Juventus saat ini menjadi tim dengan pegeluaran gaji terbesar dengan bebang aji 156 juta Euro per tahun. Angka tersebut diikuti oleh Inter Milan (126 juta), AS Roma (86 Juta) dan AC Milan (80 Juta).
Angka yang dimiliki Juventus hanya setengah dari gaji yang dikeluarkan Barcelona (337 juta Euro), Real Madrid (227 juta Euro) atau Atletico Madrid di angka 158 juta Euro. Kita tak perlu membahas Premier Laegue lantaran gaji yang tersemat di sana jauh lebih besar dari tim LaLiga.
Baca Juga:
- 5 Fakta Klub Sepakbola yang Siap Buat Kejutan di Musim ini
- 5 Fakta Pelatih Sepakbola yang Alami Penuruan Karir
- 5 Fakta Fullback Terbaik di Dunia
Dengan kebijakan gaji yang ketat, bukan tak mungkin jarang pemain bintang yang mau merapat ke Serie A di luar keinginan pribadinya macam Pogba yang ingin pulang ke Juventus dan Romelu Lukaku yang rela gajinya dipotong besar-besaran untuk kembali ke Inter Milan. Bahkan di awal musim, Serie A sudah kehilangan pilar lain kala mereka melepas Matthijs De Ligt ke Bayern Munich.
Tanpa adanya pemain berkelas maupun pelatih top di Serie A, bisa dipastikan kompetisi teratas di Italia hanya berkutat di kancah domestik saja dan rontok di kompetisi Eropa. Tak hanya itu, status mereka menjadi cuma sebagas feeder league bagi calon bintnag sebelum akhirnya dijual ke tim lain.
Mbappe’s rumoured salary offer at PSG- €100M/season net
Milan’s wage bill according to Gazetta- €100M per season.
Financial “Fair” Play.
P.S- Ligue 1 makes less money than Serie A pic.twitter.com/7nMRyShzqD
— Rohit Rajeev (@keralista) May 20, 2022
Sebelumnya, Arsene Wenger yang kin menjabat sebagai FIFA Head of Global Development pernah mengungkapkan jika aturan main di sepakbola harus dirubah agar stagnasi di berbagai kompetisi Eropa tak lagi terjadi.
“Kalau aturan main tidak diubah, bisa jadi sepak bola hanya akan selalu seperti ini. Klub kaya bertanding melawan klub kaya, sementara sisanya akan mati dengan sendirinya,” ucap Wenger beberapa waktu lalu.
Bahkan lebih jauh, Chairman AC Milan, Paolo Scaroni mengklaim jika kualitas Serie A saat ini sudah menjadi kompetisi kelas dua di Eropa. Sosok penting dalam tubuh Rossonerri menyebut jika perlu adanya peningkatan dan kualitas tim sudah jauh dari Serie A.
“Serie A kami telah menjadi sebuah kompetisi Serie B dibandingkan dengan liga-liga top Eropa lainnya. Mereka semua kurang lebih telah menyalip kita dalam 20 tahun terakhir.” ucap Scaroni dilansir dari Football-Italia.
“Hasilnya adalah produk yang kita tawarkan tidak bagus, tanpa pemain sekaliber Lionel Messi, Kylian Mbappe, hanya karena kita tidak mampu. Kalau kita terus seperti ini, kita akan terus menjauh dari sepakbola elite.” tambahnya.
Andai tak ada perubahan, bisa ada kemungkinan apa yang dikatakan Scaroni menjadi kenyataan. Hal tersebut bisa menjadi alarm bahaya bagi tim Italia lain.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















