
Sukses Promosi ke LaLiga, Berikut 5 Fakta Pemain Bintang yang Pernah Perkuat Deportivo La Coruna
- Mauro Silva

Gelandang bertahan asal Brasil menjadi sosok yang lumayan loyal. Merapat dari Bragantino pada musim panas 1992 seharga 1,6 juta Euro, ia hanya mentas untuk Depor di Eropa. 13 tahun ia habiskan di Riazor dan namanya bahkan menjadi ikon klub. Silva hadir dalam berbagai periode krusial tim.
Bersama Depor, ia mampu mendulang 455 laga di berbagai ajang dan bukukan satu gol serta empat assist. Pemenang Piala Dunia 1994 itu juga hadir dalampeeriode emas Super Depor kala menjadi juara LaLiga di musim 1999/00 dan hantarkan tim menangi dua Copa del Rey serta dua Piala Super Spanyol. Sampai hari ini, namanya masih terpatri sebagai sosok yang paling diingat fans.
- Juan Carlos Valeron

Valeron bukan jebolan akademi klub. Ia merupakan produk akademi Las Palmas. Namun sebagian besar karirnya dihabiskan di Deportivo. Total, sang pemain sempat mentas dalam 13 tahun di Galicia sejak 2000-2013 lalu. Siapapun pelatihnya, pemain asal Spanyol selalu masuk dalam hitungan tim.
Ia merupakan gelanang serang elegan yang tak terlalu cepat. Namun visi bermainnya lumayan mumpuni untuk memanjakan penyerang di barisan depan. Dalam karirnya, ia sempat mengoreksi 422 laga di berbagai kompetisi dan sumbangkan 32 gol. Satu gelar Copa del Rey dan sepasang Piala Super Spanyol jadi sumbangsihnya.
Pasca akhiri karir di Depor, Valeron kembali ke tim masa kecilnya, Las Palmas untuk sudahi karir profesionanya hingga 2016. Saat ini, ia tengah berkarir sebagai pelatih di tim asal Canaria, CD Arguineguin sejak November 2025 kemarin.
- Fran

Gelandang Manchester City, Nico Gonzalez adalah anak dari Fran Gonzalez. Jika sang anak bermain lebih ke dalam, maka Fran lebih aktif sebagai gelandang kir. Karirnya dihabiskan 17 tahun bersama Deportivo La Coruna. Ia pernah berbagi lapangan dengan Bebeto, Rivaldo, Djalminha hingga Juan Carlos Valeron dalam karirnya.
Pemilik 16 caps di Timnas Spanyol pernah membantu tim menangi semua gelar domestik yang tersedia seperti satu LaLiga, satu Copa dan dua Piala Super Spanyol. Ia juga menjadi salah satu penampil terbanyak tim dengan torehan 611 laga di berbagai ajang dan sempat menjadi kapten tim. Dalam periode tersebut, sang pemain mampu sumbangkan 57 gol serta 22 asssit bagi tim.
Pasca pensiun sebagai pemain, Fran pernah menjadi asistenpelatih Manchester City U18 dan bekerja sebagai manajer akademi Depor sejak 2020-2023 kemarin.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Ibrahim Mbaye, Calon Wonderkid Gagal Berikutnya?
- Obrolan Vigo: Xabi Alonso yang Menghadirkan Romansa Lama Chelsea Era Mourinho
- Obrolan Vigo: Savio Nsereko, Rekrutan Terburuk yang Pernah Bermain di Premier League
- Obrolan Vigo: Joel Pohjanpalo, Predator Ganas Spesialis Tim Medioker
- Diego Tristan

Reputasi Tristan sebagai pencetak gol ulung Spanyol hadir ketika ia memperkuat Depor selama 6 musim dalam rentang 2000-2006 silam. Datang dari Real Mallorca dengan mahar 17,5 juta Euro, ia menjelma menjadi predator mematikan di kotak penalti. Dalam periode tersebut, ia mampu mengepak 109 gol dan 17 assist dari 254 laga di berbagai ajang.
Namun akhir karirnya di klub tak berjalan baik. Tristan sempat terlibat friksi dengan pelatih saat itu, Joaquin Caparros lantaran enggan menjalani status sebagai pemain pengganti di tengah merosotnya performa. Pada musim panas 2006, ia membatalkan kontraknya untuk pulang ke Mallorca.
Pasca pergi dari Depor, performanya menurun jauh. Ia sempat hengkang ke berbagai tim seperti Livorno, West Ham United dan Cadiz. Namun performanya tak lagi sama. Bersama tim yang disebut terakhir, ia pensiun pada 2010 silam.
- Roy Maakay

Sejak debut pada 1993, Maakay seakan ditakdirkan untuk menjadi juru gedor handal. Bersama Vitesse dan Tenerife, gol demi gol menjadi sajian wajib kala ia bermain hal tersebut membuat Depor tertarik mengangkutnya pada 1999 dengan mahar 8,6 juta Euro. Spesialnya, di musim perdana, ia hantarkan tim menangi LaLiga.
Setelahnya, Maakay bersama Tristan menjadi duet yang menakutkan bagi jantung pertahanan lawan. Keduanya mampu menjadi tandem dalam periode sukses klub. Untuk Maakay, ia mampu mendulang 97 gol dan 20 assist dari 181 laga. Namanya juga pernah keluar sebagai top skor di musim 2002/03 kemarin. Selain LaLiga, Copa del Rey dan dua Piala Super Spanyol menjadi persembahan Maakay untuk tim asal Galicia.
Pada 2003, Bayern Munich yang membutuhkan penyerang mengangkut jasanya dengan mahar hampir 20 juta Euro. di Jerman, ia mampu hantarkan tim mendulang rangkaian kesuksesan domestik. Empat tahun pasca berkarir di Baviaria, ia putuskan pulang dengan Feyenoord menjadi destinasi akhir sebelum akhirnya putuskan pensiun pada 2010.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















