Tag: Messi

Pemain Ferencvaros Dilanda Rasa Gugup Lawan Barcelona dan Messi-nya

Vivagoal – Liga Champions – Bertanding melawan Barcelona, maka itu berarti akan menghadapi Lionel Messi. Pelatih Ferencvaros, Serhiy Rebrov pun mengaku para pemainnya dilanda perasaan gugup jelang laga tersebut.

Sebagai informasi, Ferencvaros untuk kali pertama dalam 25 tahun terakhir bakal merasakan kembali tampil di kompetisi teratas sepakbola Eropa, Liga Champions. Di fase grup Liga Champions musim 2020/2021 ini, klub asal Hongaria tersebut tergabung di grup F bersama Barcelona, Juventus dan Dynamo Kyiv.

Pada sesi konferensi pers menjelang pertandingan, pelatih Ferencvaros, Serhiy Rebrov mengaku kagum dengan pesona Barcelona sebagai sebuah klub terbaik di dunia.

Ia pun sangat yakin pasukan Ronald Koeman akan mendominasi tim asuhannya di laga nanti, dan hal tersebut tampaknya telah membuat para pemainnya gugup, terlebih mereka juga akan menghadapi pemain terbaik dunia enam kali, Lionel Messi.

Oleh karenanya, Rebrov pun tidak ingin memasang target muluk-muluk di laga ini, ia hanya ingin memastikan para pemainnya bersenang-senang diatas lapangan bertanding melawan seorang La Pulga.

“Ini merupakan pertandingan pertama kami Liga Champions. Jujur saja, saya masih belum dapat mempercayai bahwa kami bisa sampai disini.” ucap Rebrov dilansir dari situs resmi UEFA.


Baca Juga:


“Bagaimana kondisi para pemain kami jelang pertandingan pertama melawan Barcelona? Tak bisa dipungkiri, bahwa para pemain kami sangat gugup saat ini. Tapi saya pikir itu wajar mengingat lawan yang dihadapi adalah Barcelona.” jelasnya.

“Barcelona adalah salah satu klub tersukses di Eropa dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga punya banyak pemain hebat, seperti Lionel Messi. Pemain yang bisa merubah jalannya laga sendirian.” sambung Rebrov.

“Soal target di laga ini, kami hanya ingin bermain sebaik mungkin dan bersenang-senang diatas lapangan. Karena kesempatan bermain melawan Barcelona tidak terjadi setiap tahun.” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Dynamo Kyiv Sudah Kantongi Tips Cara Meredam Messi Dan Ronaldo

Vivagoal – Liga Champions – Dynamo Kyiv boleh dikata termasuk tim yang paling bernasib buruk bersama Ferencvaros di ajang Liga Champion musim ini. Pasalnya, mereka akan bertemu Barcelona dengan Messi-nya dan Juventus bersama Ronaldo-nya. Meski demikian, pelatih Dynamo, Mircea Lucescu mengaku tak takut karena sudah tahu kualitas keduanya.

Dari hasil drawing Liga Champions yang sudah digelar pada awal September kemarin, Juventus yang berada di pot 1 sebagai tim unggulan terundi masuk ke grup G bersama Barcelona yang menempati pot II. Selain ada juga Dynamo Kiev dan Ferencvaros yang boleh dikata kekuatannya masih dua level dibawah Barcelona dan Juventus.

Dengan komposisi seperti ini, tanpa menepikan kualitas Dynamo dan Ferencvaros, diatas kertas Barcelona dan Juventus diprediksi tinggal berebut posisi juara grup.

Di sisi lain, pelatih Dynamo, Mircea Lucescu mengaku tidak punya persiapan khusus untuk meredam permainan dua pemain terbaik di dunia tersebut. Mantan pelatih Inter Milan itu mengatakan, para pemainnya cuma akan memanfaatkan segudang pengalaman miliknya yang sudah beberapa kali menghadapi Messi dan Ronaldo.

“Saya sudah cukup sering menghadapi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Tapi buat para pemain Dynamo ini adalah kesempatan pertama menghadapi Messi dan Ronaldo. Jadi saya harus menjelaskan karakteristik permainan mereka berdua secara mendetail.” ucap Mircea Lucescu dilansir dari laman resmi UEFA.

“Messi adalah pemain pendek yang bisa mengeksploitasi ruang sempit karena punya akselerasi, kepercayaan diri tinggi dan kemampuan dribel yang luar biasa.” jelasnya.


Baca Juga:


“Ronaldo berbeda. Dia punya obsesi mencetak gol dan itu membuatnya butuh ruang yang lebih besar. Dia butuh rekan-rekan setimnya untuk menciptakan ruang tersebut.” analisa Lucescu.

“Messi bisa bekerja sendiri, sementara Ronaldo baru bekerja sendiri jika sudah berada di dalam kotak penalti. Dia biasa memanfaatkan celah yang sudah dibuat rekan-rekannya untuk melepaskan tembakan keras. Messi dan Ronaldo adalah dua pemain dengan karakter yang berbeda. Tapi mereka pemain yang luar biasa.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Meski Tak di Barcelona, Messi Tetap Bisa Sukses di Klub Manapun

Vivagoal La Liga – Mantan pemain Barcelona era 2002-2003, Gaizka Mendieta dengan tegas mengatakan bahwa Lionel Messi bakal bisa meraih kesuksesan di klub manapun ia bermain karena kualitas yang dimilikinya.

Sebagaimana yang diketahui, Lionel Messi saat ini memang sedang mempertimbangkan masa depannya di Barcelona. Hal itu terjadi setelah pemain asal Argentina tersebut tak kunjung mau menambah masa kerjanya di Camp Nou yang bakal segera habis pada musim panas 2021 mendatang.

Sesungguhnya, Messi sudah berniat untuk pergi pada bursa transfer musim panas lalu, tapi batal karena terganjal klausul rilisnya yang selangit. Alhasil, apabila situasi kontraknya tidak juga berubah, Messi akan bebas bernegosiasi dengan klub manapun pada Januari 2021 dan pindah secara gratis pada Juni 2021.

Sejauh ini, Manchester City dianggap sebagai tujuan potensial sang megabintang. Walau begitu, banyak juga pihak yang meragukan Messi bisa sukses di Liga Inggris. Selain atmosfer pertandingan yang sangat berbeda dengan di LaLiga, sedari remaja, Messi juga hanya bermain di Spanyol dan untuk Barcelona.


Baca Juga:


Tantangan agar Messi bisa main selain di Barcelona sebenarnya juga sudah berulang kali dilontarkan, tapi sepertinya baru tahun depan bakal terwujud. Gaizka Mendieta yang pernah semusim bermain bersama Messi di tim Catalan meyakini dengan bakat alamiahnya, Messi tetap bisa bersinar di klub manapun yang ditujunya.

“Messi akan beradaptasi dimanapun. Messi bisa sukses di luar Barcelona, dan dia sudah memperlihatkannya berkali-kali. Di sisi kiri, di sisi kanan, di tengah, menjadi striker, menjadi gelandang serang bahkan menjadi pemain tengah semua sukses dilakoni Messi. Messi diberkati skill yang luar biasa.” ucap Mendieta dilansir dari Stat Perform News.

Jadi seorang pemain yang punya kemampuan membaca dan memahami sepakbola seperti dia, saya rasa tidak akan punya masalah di Liga ataupun klub manapun.” tegasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Messi Kini Lebih Bahagia Membela Argentina Ketimbang Main Barcelona

Vivagoal – La Liga – Lionel Messi berulang kali diklaim lebih bahagia jika bermain untuk Barcelona ketimbang buat negaranya, Argentina. Namun situasi kini berbalik 180 derajat, Messi diklaim begitu happy jika bisa tampil membela Albiceleste.

Messi memang belum bisa menunjukkan penampilan yang oke jika bermain bersama timnas Argentina. Performa pemain berusia 33 tahun itu sangat kontras dengan pencapaiannya di Barcelona.

Bersama tim tango, Messi belum sekalipun bisa mengangkat trofi. Sementara bersama tim Catalan, Messi telah memenangi 34 gelar juara, beberapa diantaranya adalah sepuluh gelar juara La Liga Spanyol dan empat gelar Liga Champions

Kendati demikian, menurut Marca, Messi saat ini sangat penasaran bisa membawa Argentina berprestasi di ajang Piala Dunia 2022, dan Marca meyakini, ketimbang juara bersama Barcelona, sang mega bintang kini lebih nyaman dan bangga bila bisa juara bersama negaranya.

“Lionel Messi merasa nyaman dan betah dalam grup yang menampungnya, tetapi tidak bergantung padanya secara ekstrem.” tulis Marca.

“Dalam beberapa musim terakhir, Barcelona tidak dapat berkomunikasi dengan Messi memakai cara yang sama diterapkan Lionel Scaloni dan mereka menderita sebagai akibatnya.” Marca menambahkan.


Baca Juga:


Terlepas dari hal tersebut, Marca tidak meragukan dedikasi dan kesungguhan Lionel Messi membela Barcelona. Namun dalam pandangannya, Messi kurang bahagia dengan peran barunya dibawah besutan Ronald Koeman. Dengan formasi 4-2-3-1, Messi yang berperan sebagai false nine tak begitu menonjol dalam hal mencetak gol dan mengkreasikan peluang.

Dalam tiga laga awal yang sudah dijalani Barcelona di ajang La Liga, Messi tercatat baru bisa bikin satu gol, tapi itu datang dari eksekusi penalti, belum ada gol dari skema open play.

Sementara itu, bersama Lionel Scaloni di timnas Argentina, Lionel Messi mendapat peran lebih bebas dan dia pun mampu tampil bagus dengan mencetak gol penentu kemenangan Argentina 1-0 atas Ekuador termasuk menjadi man of the match di laga kontra Bolivia yang dimenangkan Albiceleste dengan skor 2-1.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Demi Nonton Messi, Masyarakat Bolivia Sampai Rela Naik Bukit

Vivagoal – La Liga – Lionel Messi adalah salah satu pesepakbola terbaik di dunia saat ini. Tak heran, demi menyaksikannya berlatih, masyarakat La Paz di Bolivia rela naik keatas bukit dan atap rumah.

Dalam kurun waktu 16 tahun terakhir, Messi begitu identik dengan gol. Hingga saat ini, La Pulga sudah membukukan total 706 gol dari 873 pertandingan di semua kompetisi bersama Barcelona dan timnas Argentina.

Bukan cuma sekedar produktif dalam urusan menjebol gawang lawan, El Messiah juga begitu piawai dalam hal menciptakan peluang untuk rekannya mencetak gol. Tak main-main, total jumlah assistnya hingga saat ini sudah menyentuh 326 assist yang dikoleksinya bersama Barcelona dan untuk Argentina.

Tak heran, dengan semua performa ciamiknya tersebut, dimanapun Messi bermain, semua orang bakal antusias dan berduyun-duyun untuk datang menontonnya. Seperti kejadian yang baru-baru ini terjadi di kota La Paz, Bolivia.

Messi yang saat ini sedang membela Argentina untuk laga kualifikasi Piala Dunia 2022 kontra Bolivia, sebelum laga melakoni pemusatan latihan di kamp yang letaknya berada di pegunungan. Sebagaimana yang diketahui, La Paz adalah kota tertinggi di dunia karena berada di ketinggian 3.500 mdpl.

Kendati demikian, berdasarkan video yang  di posting di instagram ESPN FC, masyarakat disana sepertinya sudah biasa dengan hal itu dan tetap nekat ingin menyaksikan peraih enam Ballon d’Or tersebut berlatih bersama skuad Albiceleste.


Baca Juga:


Karena latihan timnas Argentina digelar tertutup dengan protokol kesehatan yang ketat, orang-orang di sekitar kamp latihan itu memutuskan untuk naik ke atas bukit. Mereka bahkan sampai memadati jalanan di area perbukitan meski cuma bisa melihat sang idola dari jauh.

Beberapa dari masyarakat itu juga sampai rela naik ke atap rumah karena menganggap sebuah pengalaman unik jika bisa melihat langsung ikon Barcelona tersebut dengan mata kepala sendiri.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Magath: Faktanya Pep Guardiola Memang Butuh Messi Tuk Memenangkan Liga Champions

Vivagoal – Liga Inggris – Sejak meninggalkan Barcelona, Pep Guardiola tak kunjung bisa menjuarai Liga Champions lagi. Menurut mantan pelatih Bayern Munchen, Felix Magath, Barca dulunya bisa meraih trofi Liga Champions bukan karena kehebatan taktik Tiki Taka tapi karena ada Messi sebagai motor serangan tim.

Guardiola sempat dua kali membawa Barcelona menjuarai Liga Champions, tepatnya pada musim 2008/09 dan 2010/11. Tapi setelah memutuskan hengkang dari Camp Nou pada 2012 silam, Pep Guardiola begitu kesulitan membawa tim besutannya mengangkat ‘si Kuping Besar’ lagi.

Semasa menukangi raksasa Bundesliga Jerman Bayern Munchen, prestasi terbaik Pep Guardiola cuma bisa membawa Thomas Muller Cs hingga fase empat besar. Setelahnya di Manchester City, selama empat musim terakhir, pencapaian Pep malah menurun dengan paling banter mentok di babak perempatfinal.

Bahkan pada musim 2019/20 kemarin, Guardiola yang begitu perkasa menyingkirkan Real Madrid di babak 16 besar justru gagal meloloskan The Citizens ke semifinal usai dihancurkan Olympique Lyon 1-3 di babak perempatfinal.

Felix Magath kemudian menilai bahwa Guardiola kesulitan karena tidak punya pemain secemerlang Messi. Dengan mengusung sepakbola menyerang ala Tiki Taka, serangan Barcelona yang dikreasikan oleh dua gelandang elegan Xavi dan Iniesta kala itu mengalir begitu luwes dengan Messi sebagai titik sentralnya

“Messi yang membawa Barcelona juara, bukan taktik Guardiola. Tanpa Messi, sistem Tiki Taka tidak akan pernah berhasil untuk Guardiola. Kalau berhasil, dia sudah pasti juara Liga Champions bersama Bayern dan Manchester City sejak lama.” sindir Felix Magath dilansir dari AS.


Baca Juga:


“Tiki Taka cuma berjalan kalau anda punya pemain yang secara teknik sangat superior daripada lawan. Buat penonton, menahan bola lama-lama sangat membosankan dan tim besar tidak butuhkan itu.” tegasnya.

“Menurut saya, Guardiola terlalu sering terlihat kebingungan ketika mencoba memenangi laga di awal. Taktiknya sering berakhir dengan keputusan yang salah dan menghalangi kesuksesannya.” jelas Magath.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Andai Messi Pergi, Tebas: Barcelona Merugi, La Liga Tidak

Vivagoal – La Liga – Masa kerja Lionel Messi di Barcelona tinggal menyisakan 8 bulan lagi. Presiden La Liga, Javier Tebas mengaku kepergian Messi tidak akan memberi masalah buat bisnisnya, namun akan berdampak buruk buat Barcelona.

Javier Tebas tak memungkiri bahwa Messi kini adalah satu-satunya ikon tersisa yang dipunya La Liga pasca hengkangnya Cristiano Ronaldo dari Real Madrid pada awal musim 2018 kemarin.

Javier Tebas pun sedianya mengharapkan Messi masih mau bertahan di La Liga dan meminta pada Blaugrana untuk berupaya keras mempertahankan sang mega bintang agar tidak angkat kaki dari Camp Nou mengingat kontraknya sudah bakal habis pada 30 Juni 2021 mendatang

Namun secara khusus, Tebas menegaskan andai nantinya Barcelona gagal meyakinkan Messi untuk terus bermain di klub Catalan itu, hal tersebut sama sekali tidak memberi pengaruh bagi kelangsungan bisnis La Liga karena sudah aman untuk 4 tahun ke depan.

“Seperti yang saya selalu katakan bahwa, saya ingin selalu mau melihat Messi di La Liga. Andai dia bertahan di Barcelona, itu jauh lebih baik untuk Barcelona.” ucap Tebas dilansir dari AS.

“Persatuan antara Barcelona FC dengan Messi itu bagus buat Barca dan untuk Messi, termasuk buat La Liga. Saya tidak yakin apakah pergi dari Barcelona akan menjadi ide yang bagus untuk Messi.” tegasnya.


Baca Juga:


“Mungkin ya, sebagai pemain, tapi tidak untuk Messi sebagai industri sepakbola di sekitarnya. Saya tidak yakin apakah itu masih akan bekerja untuknya. Saya pribadi harus bilang bahwa kami sudah menjual hak siar La Liga ke seluruh dunia untuk 4 tahun kedepan, dan sejauh ini belum ada satupun yang berniat membatalkan kesepakatan itu kalau-kalau Messi pergi,” pungkas Tebas.

Sebagai informasi, Lionel Messi memang sudah memutuskan bertahan di Barcelona musim ini, tapi kemungkinan untuk dia pergi masih ada, mengingat La Pulga sejauh ini belum juga mau meneken kontrak barunya di tim Catalan.

Megabintang asal Argentina tersebut sejatinya telah menjadi ikon Barcelona dan La Liga Spanyol secara keseluruhan. Selama 16 tahun terakhir, Messi sudah memenangi 34 trofi juara, termasuk diantaranya 10 gelar La Liga, empat titel Liga Champions, dan masing-masing tiga Piala Super Eropa dan Piala Dunia Antarklub untuk Barcelona.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Enggan Disalahkan Atas Kepergian Suarez Dari Barcelona, Koeman: Itu Keputusan Klub

Vivagoal – La Liga – Lionel Messi merasa sangat marah dan kecewa dengan perlakuan Barcelona yang membiarkan Luis Suarez pergi ke klub rival, Atlético Madrid. Ronald Koeman sebagai pelatih mengaku paham dengan sikap Messi itu, namun ia tetap membela diri kalau klub lah yang menjual Suarez.

Setelah enam tahun bermain bersama dan berteman baik, Messi dan Suarez harus berpisah di musim panas kemarin. Suarez hengkang ke klub rival, Atletico Madrid setelah didepak Barcelona.

Hal yang bikin Messi marah adalah cara Blaugrana menyingkirkan Suarez. Barcelona menghubungi Suarez melalui sambungan telepon untuk menyampaikan bahwa dirinya sudah tidak dibutuhkan lagi, sebelum akhirnya kontraknya yang masih tersisa setahun lagi diputus.

Polemik Suarez ini diyakini menjadi salah satu faktor pendorong Messi meminta agar dirinya dijual Barcelona pada Agustus kemarin, kendati akhirnya dia tetap bertahan.

Setelah Suarez menyepakati kepindahannya ke Atletico, Messi lalu mengucapkan pesan perpisahan sekaligus meluapkan kemarahannya di sosial media pribadinya. Pemain terbaik dunia enam kali itu mengatakan bahwa Suarez layak mendapatkan perlakukan yang lebih baik dari klub.

Ronald Koeman sendiri mengaku maklum dengan tindakan Messi yang mengumbar kemarahannya di sosial media. Tapi disisi lain, ia tetap bersikukuh bahwa bukan dirinya yang ingin Suarez pergi, tapi manajemen klub.


Baca Juga:


“Jika di ruang ganti kamu memiliki seorang teman yang di luar sepakbola kerap menghabiskan waktu bersamamu dengan anak dan istri masing-masing, reaksi Messi itu masuk akal.” ucap Koeman dilansir dari AS.

“Saya juga sudah bilang begitu ke Messi, ‘saya paham kamu kecewa dan menurutku sayang sekali ia pergi. Tapi ini adalah pilihan klub.’ Dalam kasus Suarez, sudah sulit buatnya untuk bermain dan saya telah blak-blakan soal itu kepadanya.” jelas Koeman.

“Suarez mendapati situasi sedemikian sulit, tapi saya pribadi tak pernah punya masalah dengan Suarez. Ia sudah berlatih dengan baik selama disini.” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

Panaskan Duel Juve vs Barcelona, Casillas: Ronaldo Spesial Daripada Messi

Vivagoal – Liga Champions – Iker Casillas yang pernah menjadi kiper nomor satu Real Madrid ikut masuk dalam perdebatan soal siapa yang terbaik antara Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi. Menurutnya, Ronaldo lebih mengesankan ketimbang Messi.

Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa Ronaldo dan Messi adalah kedua pemain terbaik di dunia yang masih aktif bermain saat ini. 

Namun perdebatan soal siapa yang pantas menyandang status Greatest of All Time (G.O.A.T) tak kunjung tuntas. Perbandingan keduanya terus saja dilakukan dan makin intens setelah Juventus dan Barcelona terundi dalam satu grup yang sama di Liga Champions musim ini sekaligus memastikan duel Ronaldo vs Messi bakal kembali tersaji setelah dua tahun lamanya terpisah. 

Dari segi perolehan trofi individual, sudah jelas Messi masih yang terbaik. Kapten Barcelona itu adalah kolektor terbanyak Ballon d’Or yaitu enam dibanding Ronaldo yang baru punya lima. Selain itu, Messi juga sudah memenuhi lemari trofinya hingga 34 trofi berbanding 26 milik Ronaldo di level klub.

Tapi bicara prestasi internasional, Ronaldo jauh diatas Messi. Pemain berusia 35 tahun itu sudah pernah membawa negaranya keluar sebagai juara Piala Eropa 2016 dan UEFA Nations League. Sementara Messi paling banter cuma bisa membawa Argentina juara Olimpiade itupun dilakukannya di level junior.

Casillas yang tak mau ketinggalan memanaskan duel Juventus dan Barcelona ini menunjuk Ronaldo lebih mengesankan dari Messi. Alasannya jelas, Messi adalah pemain dengan bakat alami, tapi Ronaldo terbentuk dari sebuah proses kerja keras.


Baca Juga:


“Cristiano selalu punya keinginan yang sangat besar untuk menjadi yang terbaik, bahkan sejak dia masih kecil, dan saya yakin dia sudah mencapai semuanya itu.” ucap Casillas dilansir dari ESPN.

“Jika saya harus membandingkan Cristiano dengan Messi, apa yang sudah dilakukan Cristiano jelas lebih mengesankan karena kita semua sudah tahu bakat yang dipunya Messi. Tapi Cristiano punya tekad dan bekerja keras untuk menjadi yang terbaik.” jelasnya.

“Saya merasa kita beruntung bisa menikmati dua pemain fenomenal itu. Messi pemain jenius, luar biasa, sementara Ronaldo, terus bekerja keras untuk mengejar Messi. Mencoba tuk menang dan melakukan segalanya agar tidak kalah. Buat saya, itu spesial.” pungkas Casillas.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Champions hanya di Vivagoal.com

Luis Suarez Hengkang, Netizen Kenang Keganasan Trio MSN

0

Vivagoal – La Liga – Kepergian Luis Suarez ke Atletico Madrid menyisakan luka yang mendalam bagi para fans Barcelona. Bagaimana tidak, dulu Barca begitu berjaya dengan trio MSN, namun yang tersisa saat ini hanya Lionel Messi.

Barcelona memang pernah memiliki trisula paling berbahaya seantero Eropa bahkan dunia yang dikenal dengan nama trio MSN. Beranggotakan Messi, Suarez dan Neymar, trio ini selalu sukses memberi teror kepada semua lawan-lawan tim Catalan.

Tak main-main, dalam kurun waktu tiga musim beruntun, trio ini selalu mampu  mencetak rekor fantastis yaitu, 100 gol lebih untuk Barcelona.

Di musim perdana trio MSN terbentuk yakni, musim 2014/15, Messi, Neymar dan Luis Suarez langsung bisa mencetak 122 gol di semua ajang sekaligus mengantarkan Barcelona meraih treble winners dengan mengangkangi Real Madrid di La Liga Spanyol, melibas Athletic Bilbao di ajang Copa Del Rey dan melibas Juventus di final Liga Champions.

Capaian ini membuat Barcelona jadi klub pertama di Eropa yang bisa meraih treble winners setelah sebelumnya mereka lakukan di musim 2008/09.

Berlanjut di musim keduanya, trio MSN masih terus beringas dengan melesakkan 131 gol sekaligus menjadi rekor tersendiri dan belum ada trio di Eropa yang mampu memecahkannya hingga saat ini, termasuk trio BBC di Real Madrid dan trio MNC (Mbappe-Neymar-Cavani) di Paris Saint-Germain.


Baca Juga:


Di akhir era keemasan trio MSN, Messi, Neymar dan Luis Suarez tetap bisa tampil padu dan tajam serta sukses menggelontorkan 105 gol setara 63 persen dari total gol Barcelona. musim 2016/17. Rinciannya, Messi 51 gol, Suarez dengan 35 gol dan Neymar 16 gol.

Secara keseluruhan, selama trio MSN terbentuk, Messi bisa membuat 153 gol dari 158 penampilan, Suarez dengan 121 gol dan Neymar 105 gol.

Sayang, performa super yang dipertontonkan trio MSN kini tinggal kenangan karena cuma menyisakan Lionel Messi di Barcelona. Neymar lebih dulu cabut dari Camp Nou pada musim 2017/18 untuk bergabung dengan klub kaya raya Perancis, Paris Saint-Germain.

Tiga tahun setelah kepergian Neymar, giliran Luis Suarez yang pergi imbas kedatangan Ronald Koeman sebagai pelatih. El Pistolero disebut bakal menyeberang ke klub rival, Atletico Madrid dan diyakini dalam hitungan jam ke depan bakal diresmikan sebagai rekrutan anyar di Wanda Metropolitano.

Kepergian Luis Suarez mengikuti jejak Neymar benar-benar bikin para fans Blaugrana patah hati. Banyak diantara mereka sampai mengaku tidak bisa menghapus momen keganasan trio maut tersebut dalam pikirannya hingga saat ini.

“Ketika main bersama, dunia tunduk di hadapan mereka. Kecepatan, teknik, kekompakan, mereka punya semua. Seperti segala sesuatu yang ada di dalam kehidupan, semua pasti ada akhir. Dulu mereka menguasai dunia, kini mereka bubar. Messi, Suarez, Neymar, trio serang terbaik dalam sejarah sepakbola.” ucap seorang netizen dengan akun @Aniastic.

Netizen lain mengenang jajaran trio top yang pernah dipunya Barcelona, termasuk trisula MSN. Sayang, dalam daftar itu, selalu Messi yang ditinggal sendirian.

” Kami pernah punya kemewahan dalam diri beberapa trio paling maut yang pernah ada:

Ronaldinho – Messi – Eto’o

Villa – Messi – Pedro

Xavi – Messi – Iniesta

Suarez – Messi – Neymar

Satu sosok bertahan selamanya. Tak selalu menyenangkan menjadi yang terbaik karena terkadang menjadi sepi di puncak ketenaran.” cuit akun @elitmessi.

Selalu update berita bola terbaru seputar La Liga hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS