Tag: Pemain Asing

Pemusatan Latihan Mulai 3 Agustus, Arema Pastikan Dua Pemain Asingnya Telat Gabung

Vivagoal – Liga Indonesia – Arema FC berencana akan memulai kembali latihan perdana awal Agustus mendatang setelah libur akibat pandemi covid-19. Namun diketahui dua pemain asing mereka dipastikan bakal telat bergabung dengan tim.

Adapun kedua pemain yang dimaksud adalah Oh In-kyun dan Matias Malvino yang pulang ke negaranya akibat pandemi virus Corona. Tapi General Manager Arema FC, Ruddy Widodo telah memberi dispensasi secara khusus kepada dua pemain asingnya tersebut.

Menurut Ruddy Widodo, bukan perkara status mereka sebagai pemain asing sehingga ada dispensasi yang diberikan, namun disebabkan karena kendala yang mereka alami.

“Oh In-kyun masih berada di Korea Selatan dan baru mendapat tiket ke Malang tanggal 5 Agustus nanti,” ungkap Ruddy Widodo dinukil dari Indosport.

“Sementara Matias juga pulang ke Uruguay, dan sementara menunggu rekomendasi dari pihak imigrasi,” sambung manajer kelahiran Madiun berusia 48 tahun itu.


Baca Juga:



Situasi ini kemudian yang dianggap oleh Ruddy jadi alasan kedua pemain tersebut bakal telat bergabung dengan skuad saat pemusatan latihan tim dimulai bulan depan. Arema FC sendiri memang diketahui sudah mematok target bakal memulai persiapan tim pada 3 Agustus mendatang.

“Tidak masalah. Ya mudah-mudah mereka bisa segera bergabung pada awal Agustus,” Ruddy Widodo menandaskan.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Nilmaizar Pastikan Pemain Asing Persela Tak Protes Soal Pemangkasan Gaji

Vivagoal – Liga Indonesia – Liga 1 2020 akan segera kembali digulirkan pada bulan Oktober mendatang berdasarkan surat keputusan PSSI yang diterbitkan Juni lalu.

Sebelum itu, PSSI juga sudah membuat kebijakan soal kontrak pemain yang isinya menyatakan bahwa klub boleh melakukan penyesuaian nilai kontrak pemain dan ofisial dalam kisaran 50 persen akibat dampak dari krisis yang ditimbulkan akibat pandemi virus Corona.

Namun kebijakan itu sendiri tidak membuat pelatih Persela Lamongan, Nilmaizar, merasa khawatir. Menurutnya, semua pemain asingnya akan menerima kebijakan tersebut dan skuad mereka tetap utuh.

“Kemarin pemain asing kami masih ada di sini, ada di apartemen, di Surabaya. Gaji mereka dibayarkan sesuai regulasi dan mereka tidak protes dengan situasi yang ada. Sampai hari ini semua kebutuhan mereka terbayarkan,” ucap Nilmaizar.

Terkait persiapan tim, Nil menambahkan bahwa baru pada bulan Agustus mendatang pihaknya akan mulai mengumpulkan pemain dan kembali menggelar pemusatan latihan tim. Untuk saat ini, Nil mengklaim bahwa dirinya dan manajemen bakal merumuskan langkah pasti terkait persiapan tim.


Baca Juga:



“Kami akan segera berdiskusi dengan manajemen terkait kepastian kapan latihan. Tapi paling lambat kami sudah persiapan pada Agustus. Dan secara umum skuad kami sudah siap,” tukas mantan pelatih TIRA Persikabo dan Semen Padang itu.

Sebelum kompetisi ditangguhkan, Persela menelan rentetan hasil buruk dalam tiga pertandingan Liga 1 2020. Klub bernuansa biru langit ini dikalahkan Persib Bandung tiga gol tanpa balas, kalah tipis 3-2 dari PSIS Semarang, dan terakhir ditumbangkan Borneo FC 2-1.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Kisah Elie Aiboy Yang Sempat Disangka Pemain Asing Persija Jakarta

Vivagoal – Liga Indonesia – Legenda Persija Jakarta, Elie Aiboy, mengungkapkan bahwa dirinya pernah disangka pemain asing oleh manajer Selangor FA yang kini menjabat Presiden FAM, Datuk Haji Hamidin Haji Mohd Amin. Hal itu terjadi ketika proses negosiasia transfernya dengan Bambang Pamungkas baru di mulai oleh pihak Selangor FA.

Seperti diketahui, Elie Aiboy sempat bersama-sama Bambang Pamungkas menjajal peruntungannya di negeri jiran Malaysia dengan bergabung ke Selangor FA pada 2005 silam.

Selama berkostum Selangor, duet Bambang dan Elie Aiboy sukses mengukir banyak prestasi, salah satunya adalah memenangkan Liga Premier Malaysia, Piala FA Malaysia, dan Piala Malaysia.

Namun di awal bergabung, Elie bercerita ada kejadian unik saat manajemen dan tim pelatih Selangor FA datang langsung memantau permainannya bersama Bambang Pamungkas di Persija Jakarta. Katanya, orang-orang dari Selangor itu mengira dirinya adalah pemain asing di skuad Macan Kemayoran.

“Waktu melawan Persijatim, kebetulan ada manajer dan pelatih selangor, termasuk pengurus klub, yang sekarang jadi ketua FAM, Pak Hamidin. Mereka semua datang menonton saya, kebetulan saya waktu itu memberi tiga assist untuk tiga gol Bepe,” cerita Elie Aiboy seperti dilihat dari Youtube Persija.

“Mereka mau rekrut Bepe, tapi pas lihat saya bikin umpan, mereka tanya ke Bambang, itu, pemain asing kah? darimana Nigeria, Kamerun kah? Bepe bilang, itu orang Indonesia dari Papua.” jelas Elie.


Baca Juga:



“Setelah percakapan itu, malamnya Bepe telepon saya, terus saya disuruh datang ketemu manajemen Selangor,” pungkasnya.

“Saat itu Bang Yos sebagai ketum Persija bilang kalau kamu bermain di luar negeri, saya kasih, tapi ke klub Indonesia saya tak kasih, tetap Persija. Dan Alhamdulillah, di sana saya bisa bikin prestasi bersama Bepe, semusim kami dapat 5 piala, Bepe keluar sebagai top skorer. Luar biasa,” demikian katanya.

Selain Bepe meraih penghargaan sebagai pencetak gol terbanyak di satu musim itu, Elie Aiboy diketahui juga berhasil meraih penghargaan sebagai pemain terbaik di turnamen Piala FA Malaysia 2005.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Pelatih Timnas U-19 Minta Kuota Pemain Asing Di Liga 1 Dikurangi

Vivagoal – Liga Indonesia – Pelatih tim nasional (timnas) Indonesia U-19, Fakhri Husaini angkat bicara tentang komposisi pemain asing yang kini ada di Liga 1. Seperti diketahui, pada musim ini setiap klub Liga 1 dibolehkan mengontrak pemain asing dengan kuota 3 + 1.

Artinya, setiap klub bisa mengontrak tiga pemain asal negara manapun plus satu pemain harus berasal dari negara Asia. Fakhri menilai, semestinya jumlah pemain asing di Liga 1 dikurangi.

Baca juga: Vivagoal Bagi-bagi Jersey Gratis!

Itu tidak terlepas agar bisa lebih banyak memberikan kesempatan bagi para pemain lokal untuk lebih berkembang di kompetisi. Khususnya untuk para pemain muda.

“Karena regulasi yang sekarang ini memberi begitu banyak peluang bagi pemain asing, belum lagi ada istilah pemain naturalisasi. Semakin banyak diberikan kesempatan kepada pemain asing, semakin berkurang peluang bagi pemain muda kita. Jadi ingin investasi di dunia sepakbola, kurangi kuota pemain asing.” jelas Fakhri.

Lebih lanjut, pelatih yang baru saja meloloskan Indonesia ke Piala Asia U-19 2020 itu juga mendukung para penggawa timnas Indonesia U-19 untuk mendapatkan peluang bermain di level tertinggi kompetisi negeri ini. Hanya saja, Fakhri memberikan sebuah catatan khusus yang berkaitan dengan hal tersebut.

“PSSI saat ini sudah menggelar Elite Pro Academy, mulai dari U-16, U-18, dan U-20. Sebagian besar para pemain ini adalah pemain timnas Indonesia U-19 yang juga terdaftar di U-18 dan terpakai juga di U-20. Dan syukur karena seperti Mochammad Supriadi dan Beckham Putra Nugraha sudah terpakai di timnas senior,” Fakhri menambahkan.

Baca juga: Menjamu PSM, Persebaya Ditinggal Banyak Pilar

“Bagus jika tim-tim dari Liga 1 menggunakan para pemain ini. Tapi hati-hati dalam menangani mereka. Karena dari anatominya juga jika ada benturan dengan pemain yang lebih tua akan kewalahan. Saya sepakat apabila para pemain yang ada di timnas U-19 bisa diberikan menit bermain yang banyak di Liga 1,” tutupnya.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Tanpa Bomber Asing, Perseru Sulit Menang Lawan Bali United

Vivagoal – Liga Indonesia – Perseru Badak Lampung FC (BLFC) gagal meraih poin saat melawat ke markas tim pemuncak klasemen, Bali United. Bertanding di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (22/10) malam, Perseru Badak Lampung dilibas tiga gol tanpa balas.

Pelatih Perseru Badak Lampung, Milan Petrovic mengatakan bahwa para pemainnya sudah berupaya keras untuk menunjukkan performa terbaiknya. Namun semua serangan yang mereka lancarkan mengalami kebuntuan karena tidak adanya sosok penyerang asing dalam skuat.

Baca juga: Lawan Arema, Tira-Kabo Kehabisan Pemain

“Kami sudah berusaha menampilkan permainan terbaik, tetapi hasilnya sudah seperti itu, mau diapa lagi, sulit memang buat Perseru bisa menang tanpa kehadiran penyerang asing,” ujar Milan Petrovic.

Lebih lanjut, Petrovic juga mengakui bahwa dirinya sudah sengaja merubah formasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Namun, strategi barunya itu ternyata tidak berjalan sesuai yang diharapkan.

“Padahal saya sudah mencoba bermain dengan menerapkan skema yang berbeda yakni memaksimalkan permainan sayap. Tapi tak berjalan maksimal.” keluhnya.

“Dua pertandingan kandang selanjutnya, yakni melawan Persipura dan Arema FC, kami akan mencoba strategi berbeda lagi biar bisa mendapatkan poin,” tutupnya.

Disisi lain, pemain Perseru, Kurniawan Karman mengaku strategi yang diinstruksikan pelatih memang tidak berjalan baik. Ia dan rekan-rekannya banyak melakukan kesalahan yang pada akhirnya bisa dimaksimalkan dengan baik oleh Bali United.

Baca juga: Bambang Nurdiansyah Soroti Kelemahan PSIS Antisipasi Bola Set-Piece

“Kami menargetkan bisa mengimbangi permainan Bali United. Tapi memang kami kurang fokus dan banyak membuat kesalahan. Kami akhirnya banyak kebobolan. Permainan kami sebenarnya sudah bagus, tapi penyelesaian akhir kami yang kurang bagus,” Kurniawan menambahkan.

Selalu update berita terbaru seputar Bola Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com

Madura United Gagal Penuhi Slot Pemain Asing dari Asia

VivagoalLiga Indonesia – Madura United sebelumnya sempat menyeleksi seorang gelandang asal Jepang, Shodai Nishikawa untuk memenuhi kuota pemain asing asal Asia. Sayangnya, kualitas pemain 25 tahun tersebut masuk jauh dari kata memuaskan.

“Madura tidak bisa memenuhi slot pemain asing untuk Liga 1 2019 karena pemain asing yang terakhir mengikuti seleksi belum memenuhi ekspektasi klub. Bahkan, menurut kami masih lebih bagus pemain lokal yang ada,” ujar Haruna Soemitro, Manajer Madura United.

Alhasil, setelah mencoret Nishikawa, Madura United kembali bergerak mencari pemain Asia baru dimana pendaftaran untuk pemain asing sudah sangat mepet waktu itu, tepatnya pada 9 Mei 2019 lalu.

[irp]

 

Diakui oleh Haruna Soemitro, pihaknya sempat terlibat komunikasi intens dengan PSM Makassar untuk meminjam bek asal Australia, Aaron Evans. Kedua belah pihak kala itu sudah mencapai kesepakatan meminjam Evans selama satu musim penuh.

Tapi sebelum opsi itu diaktifkan, PSM memberi syarat yakni Evans boleh pergi asal PSM sudah dapat pengganti sebelum penutupan pendaftaran pemain asing. Dalam prosesnya, hingga batas waktu yang ditentukan PSM tak juga dapat pemain baru, alhasil kesepakatan dengan Laskar Sape Kerrab pun batal terlaksana.

“Kami sempat deal dengan PSM untuk opsi peminjaman Aaron Evans, sayangnya mereka juga terbentur deadline dan gagal mendapat penggantinya.” ungkap Haruna.

[irp]

Saat ini, Madura United baru punya tiga legiun asing dalam diri Jaimerson Xavier, Zah Rahan Krangar dan Aleksandar Rakic.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Indonesia hanya di Vivagoal.com