
5 Fakta Kiper yang Sukses Saat Menjadi Pelatih
- Raymond Goethals

Banyak yang mungkin tak mengenal Goethals di era sepakbola modern. Ia adalah sosok kiper dari masa lampau. Lahir di Belgia pada 1921, karir sepakbolanya banyak dihabiskan di Negeri Cokelat. Namun namanaya mulai merekah kala mentas sebagai Pelatih.
Kala menukangi Red Devils, ia sempat membukukan sejarah kala hantarkan Belgia menjadi juara ketiga di Euro 1972. Ia juga sempat hantarkan Anderlecht menjadi juara Piala Winners pada medio 70an. Catatan terbaiknya hadir ketika hantarkan Marseille menang Liga Champions 1993.
Untuk rekor terakhir, namanya sukses memecahkan rekor sebagai pelatih tertua yang pernah menangkan si Kuping Besar. Kala timnya mengandaskan perlawanan AC Milan, usianya sudah mencapai 71 tahun!
- Julen Lopetegui

Lopetegui sempat mendapatkan satu kali pemanggilan dari Timnas Spanyol pada 1994 silam. Karirnya sebagai kiper banyak dihabiskan untuk tim gurem macam Rayo Vallecano dan Logrones. Namun ia juga sempat menjadi bagian dari duo Classico, Real Madrid dan Barcelona.
Pasca pensiun pada 2002, ia sempat menukangi Rayo dan berbagai tim usia muda Spanyol. Spanyol muda sempat dihantarkan mendulang Euro U19 dan Euro U21. Reputasi besarnya sebagai manajer hadir ketika menukangi Sevilla. Tim asal Andalusia itu pernah dihantarkan menangi Europa League keenamnya pada 2019/20 lalu kala kandaskan perlawanan Inter Milan di final.
Karirnya sempat berlanjut ke berbagai tim Inggris macam Wolverhamton dan West Ham United. Namun kiprahnya di Britania tak berjalan sesuai rencana. Sosok asal Spanyol kini mendapatkan tugas menukangi Timnas Qatar yang bakal berlaga di Piala Dunia 2026 mendatang.
- Nuno Espirito Santo

Nuno Santo memiliki banyak pengalaman sebagai kiper. Ia pernah bermain di Portugal, Spanyol dan Rusia. Namanya juga hadir ketika Jose Mourinho mempersembahkan gelar Liga Champions pertamanya sebagai pelatih pada 2003 silam bersama FC Porto.
Pasca pensiun, Nuno mendapatkan tugas menukangi beberapa tim mulai dari Rio Ave, Valencia hingga FC Porto. Meski begitu, reputasinya terangkat kala hantarkan Wolverhampton menjadi juara EFL Championship pada 2017/18 lalu dengan koneksi Portugal milik super agen Jorge Mendes.
Ia sempat menjalani musim sulit di Tottenham Hotspur, membantu Al-Ittihad mendulang kejayaan di Saudi, hantarkan Nottingham Forest mentas di Eropa dan kini Nuno tengah menukangi West Ham United yang tengah tertatih-tatih di kancah domestik.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: 2012, Era Kegelapan AC Milan Dimulai
- Obrolan Vigo: Vinicius Jr yang Membuka Tirai Opera Sabun Real Madrid
- Obrolan Vigo Hidetoshi Nakata, Real Captain Tsubasa yang Tak Lagi Mencintai Sepakbola
- Obrolan Vigo: 1998/99, Musim Terburuk yang Pernah Dilalui Manchester City
- Ricardo La Volpe

Nama La Volpe tersemat ketika Timnas Argentina keluar sebagai juara dunia untuk kali pertama di 1978 lalu. Dalam karirnya, ia lebih sering mentas untuk tim lokal Argentina seperti Banfield, San Lorenzo serta memperuat beberapa tim Meksiko.
Pasca pensiun, La Volpe akrab dengan Negeri Sombrero. Beberapa tim macam Guadhalajara, Cluv America hingga Timnas Meksiko sempat dibesutnya. Timnas Meksiko sempat dihantarkan menang Piala Emas 2003. Setelahnya, ia sempat menukangi beberapa tim Argentina, Meksiko hingga Timnas Kosta Rika.
- Nigel Adkins

Nigel Adkins merupakan kiper yang lumayan memiliki banyak penampilan bersama tim tier bawah seperti Tranmere Rovers, Wigan Athletic hingga Bangor City pada medio 80an hingga 90an lalu. Reputasinya memang tak terlalu besar untuk seorang kiper.
Ia sempat memiliki catatan gemilang kala loloskan Southampton lolos ke Premier League pada 2011/12 kala hantarkan tim finish di posisi runner up. Beberapa tim seperti Reading, Sheffiled United hingga Hull City semapt diarsiteki. Saat ini, ia tak memiliki klub pasca putuskan pisah jalan dengan Tranmere Rovers pada Februari 2025 kemarin.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















