5 Fakta Kiprah Pelatih Italia di Premier League

5 Fakta Kiprah Pelatih Italia di Premier League

Heri Susanto - Juli 16, 2025
Dibaca Normal dengan Waktu Menit
  1. Carlo Ancelotti
5 Fakta Kiprah Pelatih Italia di Premier League
Sumber: Chelsea

Carlo Ancelotti memiliki rekam jejak yang lumayan panjang dalam sepakbola Italia dengan catatan gemilang yang direngkuh bersama Juventus dan AC Milan. DNA juara memang sudah melekat pada Carletto dalam catatannya sebagai juru taktik sebuah kesebelasan.

Di musim 2009/10, Ancelotti datang pasca kekacauan yang terjadi di klub setelah era Arvam Grant, Guss Hiddink hingga Luis Felipe Scolari. Bersama the Blues, ia sempat hantarkan tim mendulang 103 gol dan hal itu menjadi rekor tersendiri sejak 1962/63. Tak hanya itu, ia juga menjadi pelatih Italia pertama yang menangi Premier League dan Piala FA.

Tak hanya Chelsea, Carletto juga sempat singgah sejenak tatkala tukangi Everton pada 2018/19 lalu. Namun catatannya tak sebaik ketika menukangi Chelsea lantaran Toffess hanya dibawa menjadi kuda hitam seperti biasanya.

  1. Antonio Conte
5 Fakta Kiprah Pelatih Italia di Premier League
Sumber: talkSPORT

Seperti halnya Ancelotti, Conte juga berstatus sebagai pelatih dengan reputasi tinggi lantaran membantu Juventus kembali mendominasi gelar Serie A kembali dengan catatan tiga Scudetto dan sepasang Piala Super Italia. Ia juga sempat menukangi Timnas Italia.

Pasca didepak dari Azzurri, ia dipinang Chelsea. Conte memberikan kesegaran taktikal Chelsea yang biasa menggunakan 4-2-3-1 menjadai 3-5-2. Arah permainan the Blues sulit ditebak dan hasilnya, ia sempat membantu tim menangi Premier League di musim 2016/17 dan Piala FA semusim berselang. Karirnya harus selesai di musim kedua lantaran Chelsea gagal melaju ke Liga Champions.

Setelah Chelsea, ia mendapatkan kesempatan menukangi Tottenham Hotspur pada 2021 lalu. Di London Utara, Conte kehilangan rispek di ruang ganti lantaran mengklaim the Lilywhites sebagai tim yang tak mengejar ambisi untuk menjadi juara.

  1. Roberto Mancini
5 Fakta Kiprah Pelatih Italia di Premier League
Sumber: RRI

Mancini hadir di waktu yang tepat untuk Inter Milan tatkala Juventus terjebak skandal Calciopoli dan tak ada tim yang benar-benar bisa menyaingi La Benamata. Seabrek kesuksesan domestik sempat dipersembahkan bagi Inter mulai dari tiga Scudetto, dua Coppa Italia dan sepasang Piala Super Italia.

Pada 2009, Manchester City yang tengah membangun kekuatan bersama Sheikh Mansour mempekerjakan dirinya. Mancio kemudian menjawab tantangan tersebut sebagai peletak fondasi pertama tim kala menangi Piala FA 2010/11, Premier League 2011/12 hingga Community Shield 2012 lalu.

Namun pekerjannya harus selesai di musim 2012/13 lalu. Kala itu, Mancini sempat hantarkan tim melaju ke final Piala FA untuk bersua Wigan. Namun sayang di partai puncak, the Sky Blues keok dan dirinya pun harus dipecat dari jabatannya untuk menukangi Sergio Aguero dan kolega.


Baca Juga:


  1. Roberto Di Matteo
5 Fakta Kiprah Pelatih Italia di Premier League
Sumber: Goal

Di Matteo lumayan lama mentas di Chelsea pada periode 1996-2002 lalu. Ia kerap mentas reguler bersama the Blues dan menjadi saksi sejarah ketangkasan Gianluca Vialli menukangi tim kala menangi berbagai gelar domestik maupun kontinental.

Namun dalam kiprahnya sebagai pelatih, ia kerap menukangi tim gurem macam Milton Keynes Dones atau West Bromwich Albion. Catatan terbaiknya hanya hantarkan the Baggies mendulang status sebagai runner up pada 2009/10 lalu. Namun peruntungannya berubah saat menukangi Chelsea sebagai caretaker.

Awalnya, Di Matteo hanyalah asisten Andre Villas-Boas. Namun seiring pemecatan yang dilakukan the Blues pada pelatih Portugal, ia naik pangkat menjadi juru taktik. Di musim 2011/12 lalu, dua double winners dalam wujud Piala FA dan Liga Champions pertama semapt dipersembahkan ke almari trofi Chelsea.

  1. Roberto De Zerbi
5 Fakta Kiprah Pelatih Italia di Premier League
Sumber: Goal

De Zerbi mungkin tak terlalu mentereng secara prestasi sebagai pelatih. Ia hanya sempat hantarkan Foggia menjadi juara minor di tier bawah Italia dan membantu Shakhtar Donetsk memenangi Piala Super Ukraina pada 2021. Namun ia memiliki filosofi permainan yang menawaran dan hal itu sempat ditunjukan ketika membestu Sassuolo.

Pada 2022, Brighton memberikan pekerjaan pasca ditinggal Graham Potter ke Chelsea. Catatannya terbilang lumayan berat lantaran tetap harus menjaga performa tim yang lumayan stabil bersama pelatih Inggris. Namun ekspektasi padanya mampu dibayar tuntas ketika hantarkan Seagulls lolos ke semifinal Piala FA dan melaju ke Eropa untuk kali pertama dengan mentas di Europa League.

Bahkan, catatan yang dibukukan terakhir disebutnya lebih prestis dibanding memenangkan gelar. Mentas lagi di Eropa belum mampu diulang oleh Seagulls. Pada Mei 2024, ia pergi dari klub dengan kesepakatan bersama. Namun ada yang mengklaim pelatih asal Italia kurang puas dengan strategi perekrutan pemain yang dibawa klub yang membuat keduanya pisah jalan.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com