
5 Fakta Mantan Bintang Serie A yang Tengah Menjadi Pelatih
- Fabio Grosso

Grosso memiliki catatan yang panjang sebagai pemain. Sosok yang juga terdaftar sebagai pemenang Piala Dunia 2006 bersama Timnas Italia pernah memperkuat berbagai tim mulai dari Perugia, Palermo, Inter Milan hingga Juventus pernah diperkuatnya sebagai pemain.
Sosok yang biasa beroperasi sebagai fullback kiri sempat hantarkan Perugia mendulang Piala Intertoto.ia juga semapt menjadi bagian Inter Milan yang mendominasi Serie A lantaran Juventus terkena Calciopoli. Gelar Serie A dan Piala Super Italia sempat dibukukan olehnya. Pasca pensiun di 2012, ia memilih menjadi pelatih 5 tahun berselang.
Grosso sempat menukangi berbagai tim mulai dari Bari, Hellas Verona, Brescia, Sion, Lyon hingga yang terbaru, Sassuolo. Bersama I Neroverdi, ia sempat hantarkan tim promosi dari Serie B ke Serie A. Statistiknya kala menukangi Domenico Berardi dan kolega terbilang baik. Dari 54 laga yang dimainkan sejak Juni 2024, ia telah mengoreksi 61 persen kemenangan untuk timnya.
- Cristian Chivu

Chivu merupakan mantan kapten Ajax Amsterdam yang putuskan hengkang ke Italia pasca rangkaian kesuksesan yang dibukukan bersama Die Godenzonen di kancah domestik dan membantu tim menembus semifinal Liga Champions musim 2002/03 lalu. AS Roma menjadi destinasi karir mantan pemain Rumania itu setelahnya.
Coppa Italia menjadi sumbangannya bagi I Lupi. Namun saat hengakang ke Inter Milan, Chivu meraih segalanya. Ia menjadi bagian dari treble winners I Biscone di bawah komando Jose Mourinho. Tak hanya berbagai gelar prestis tersebut, kesempatan melatih pun datang dari Inter.
Chivu tercatat pernah menukangi berbagai tim muda Inter Milan hingga U19. Ia sempat hengkang sejenak ke Parma untuk mendapatkan waktu di pinggir lapangan. Statistiknya tak berjalan mulus. Namun pasca kepergian Simone Inzaghi yang hengkang ke Arab Saudi, Inter mempercayakan tongkat estafet kepadanya. La Benamata tengah menjalani tren mulus entah di Serie A atau Liga Champions musim ini.
- Daniele De Rossi

Pangeran kedua AS Roma setelah Francesco Totti ini terbilang lumayan loyal bersama I Lupi. Hampir separuh hidupnya dihabiskan di Trigoria dalam rangkaian suka dan duka sebagai pemain. Berbagai catatan penting mulai dari penampil kedua terbanyak hingga hantarkan tim mendulang rangkaian prestasi seperti sepasang Coppa Italia dan Piala Dunia 2006 bersama Timnas Italia pernah dilalui De Rossi.
Namun akhir karirnya terbilang pahit lantaran ia harus mengungsi ke Boca Juniors yang kebetulan adalah tim yang diperkuatnya. Pasca pensiun pada 2020, ia langsung tancap gas sebagai pelatih. SPAL pernah diarsiteki olehnya. Setelahnya, ia kembali ke Roma untuk menggantikan Jose Mourinho.
Catatan awalnya terbilang baik ketika hantarkan tim melaju ke semifinal Europa League sebelum takluk dari tangan Bayer Leverkusen pada musim 2023/24. Kontraknya sempat diperpanjang. Namun di awal musim 2024/25, saat tim tak mampu menang dalam empat laga, De Rossi pun didepak untuk kali kedua dengan posisi berbeda. 6 November 2025 kemarin, Genoa memberikan tampuk kepelatihan kepadanya.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Dele Alli yang Karirnya Merosot Karena Dirinya Sendiri
- Obrolan Vigo: Marinakis yang Menjadikan Nottingham Forest Seperti gim Football Manager
- Obrolan Vigo: Estevao, Ekspor Terbaik Brasil Setelah Kopi dan Neymar
- Obrolan Vigo: Antonio Cassano, Si Badut dengan Mulut Beracun
- Alberto Gilardino

Mantan mesin gol Italia memiliki reputasi yang mentereng sebagai penyerang bersama beberapa tim mulai dari Parma, AC Milan hingga Fiorentina pernah menikmati servicenya di lini depan. Gila menjadi bagian dari pemenang Piala Dunia 2006 bersama Italia dan mendulangberbagai kesuksesan kontinental bersama Rossoneri.
Pasca pensiun pada 2018, ia langsung menjadi pelatih setahun bersaelang. Tim-tim papan bawah seperti Rezzato, Pro Vercelli, Siena hingga Genoa sempat dibesutnya. Tim yang disebut terakhir sempat dihantarkan promosi ke Serie A. Namun lantaran hasil buruk pada 2024, ia dipecat.
Awal musim ini, tim promosi Pisa SC memberinya kepercayaan sebagai pelatih untuk menggantikan Filippo Inzaghi yang hengkang. I Nerazurri sejauh ini tengah duduk di posisi 16 klasemen sementara dan mendulang 9 poin dengan satu kemenangan dan enam hasil imbang dari 11 laga
- Eusebio Di Francesco

Di Francesco kerap memperkuat berbagai tim papan tengah dalam karirnya sebagai pemain. Sosok yang biasa bermain sebagai gelandang dan terkadang mentas sebagai winger bermain untuk berbagai tim kuda hitam seperti Empoli, Piacenza, Ancona hingga Perugia. Namun ia pernah mejadi bagian AS Roma pada 1997/2001 lalu.
Dalam karirnya di I Lupi, ia sempat menjadi pilar penting tim kala hantarkan tim mendulang Scudetto terakhir di musim 2000/01 lalu. Di Francesco melambung namanya menukangi Sassuolo pada 2012 lalu dan hantarkan tim menangi Serie B. ia sempat membantu tim bertahan di Serie A hingga mengunci spot klub di kancah Europa League.
Setelahnya, ia sempat melatih AS Roma, Sampdoria, Cagliari, Hellas Verona hingga Frosinone. Bersama empat tim tersebut, ia merasakan pahitnya pemecatan lantaran hasil buruk yang ditorehkan. Musim ini, ia kembali ke Serie A dan menukangi Lecce.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com














