
5 Fakta Pelatih Debutan di UEFA Nations League
- Zinedine Zidane

Sudah menjadi rahasia umum jika Zizou amat mendambakan pekerjaan sebagai pelatih Timnas Prancis. Setelah meninggalkan Santiago Bernabeu, dia kerap dirumorkan menukangi klub papan atas Eropa. Namun, tawaran yang benar-benar dia dengar hanya tawaran melatih Les Blues. Reputasinya sebagai legenda Timnas Prancis serta raihan trofi bersama Los Blancos menjadi alasan yang logis memilih Zidane sebagai pengganti seniornya, Didier Deschamps.
Menjuarai Champions League tiga musim beruntun membuktikan Zizou ahli dalam kompetisi berformat knocked-out di mana Piala Dunia dan EURO juga memiliki sistem yang serupa. Selain itu, pengalamannya meramu nama-nama besar di Madrid tentu sangat dibutuhkan dalam memimpin skuat Timnas Prancis yang bertabur bintang. Sejauh ini, ia sudah melakoni dua laga bersama Le Bleu dan membantu negaranya menang dua kali dengan skor identik, 1-0 atas Turki dan Belgia.
- Jürgen Klopp

Sejak menjuarai Piala Dunia 2014, performa Timnas Jerman terus mengalami penurunan. Die Mannschaft gagal lolos dari fase grup pada edisi 2018 dan 2022. Sedangkan pada edisi terakhir, anak asuh Julian Nagalsmann hanya mampu mencapai babak 32 besar saja setelah kandas di tangan Timnas Paraguay.
Baru-baru ini DFB mengambil langkah baru dengan menunjuk Jürgen Klopp sebagai pelatih. Pengalamannya memimpin Mainz, Dortmund, dan Liverpool diharapkan mampu mengangkat performa Timnas Jerman yang kini tak lagi diisi pemain-pemain kelas atas. Selain itu, The Normal One juga dituntut mementori darah muda potensial Der Panzer seperti Jamal Musiala serta Florian Wirtz guna merekah di kemudian hari.
Nations League nampak hanya dijadikan Klopp sebagai talent pool bagi para pemainnya. Ia membawa 44 nama untuk mentas dalam empat laga berbeda melawan Belanda, Yunani, Serbia dan Yunani kembali. Nama-nama baru mendapatkan menit bermain dan Jerman belum menang dari dua laga atas Belanda dan mereka keok dari Yunani, 0-1 kala mentas di depan publiknya sendiri.
- Xavi Hernandez

Untuk pertama kali sejak 1978, KNVB kembali mengangkat pelatih baru yang berasal dari luar Belanda. Xavi dipilih untuk menggantikan Ronald Koeman yang dianggap gagal memenuhi ekspektasi setelah pulang di babak 32 besar pada ajang Piala Dunia 2026.
Meskipun tak memiliki darah Belanda, Xavi tak sepenuhnya asing dengan pengaruh Belanda. Dia tumbuh di lingkungan Barcelona yang mengedepankan filosofi penguasaan bola dan pressing ketat ala Johan Cruyff. Selain itu, dia juga sempat dilatih oleh Louis van Gaal yang memberinya debut di Barcelona pada 1998 lalu dan ia menjadi bagian dari Frank Rijkaard saat Barcelona menjadi juara Liga Champions.
Sejauh ini, mantan pelatih Al-Sadd sudah memainkan dua laga di Nations League. Ia membantu timnya bermain imbang 1-1 melawan Jerman dan sempat menang 1-2 atas Serbia dan catatan itu jelas menjadi modal bagus baginya untuk menopang dua laga tersisa di jeda internasional kali ini.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Menanti Revolusi Timnas Jerman Bersama Jurgen Klopp
- Obrolan Vigo: AS Roma, Serigala yang Siap Mengaung Kembali Bersama Gasperini
- Obrolan Vigo: Ambisi Berbeda Antara Tijjani Reijnders dan Al Qadsiah
- Obrolan Vigo: Ibrahim Mbaye, Calon Wonderkid Gagal Berikutnya?
- Mark van Bommel

Timnas Belgia yang sempat memiliki generasi emas seperti Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Romelu Lukaku, hingga Vincent Kompany. Meski disesaki nama besar, tak ada prestasi berarti yang mereka buat. Di Piala Dunia kemarin. Setan Merah harus pulang setelah kalah dari Timnas Spanyol di fase perempat-final.
Hasil tersebut membuat kontrak Rudi Garcia tak diperpanjang oleh Federasi Belgia dan menunjuk Mark van Bommel untuk mengisi kursi kepelatihan. Pada laga perdananya di UEFA Nation League 2026/27, pelatih asal Belanda itu langsung memberikan hasil positif dengan mengakhiri rekor tak pernah menang Timnas Belgia melawan Gli Azzurri yang sudah bertahan selama 52 tahun.
Di laga tersebut, Timnas Belgia mampu menampilkan gaya menyerang yang efektif. Namun sayang pada laga kedua, peruntungan tim agak terhenti lantaran keok dari Prancis besutan Zidane dengan skor 1-0.
- Jorge Jesus

Setelah kegagalan Timnas Portugal pada Piala Dunia 2026, Roberto Martinez memilih mundur dari kursi kepelatihan Timnas Portugal. FPF resmi menunjuk Jorge Jesus dengan durasi kontrak hingga 2030. Pelatih veteran itu akan kembali bereuni dengan Cristiano Ronaldo setelah keduanya bekerjasama di Al-Nassr.
Namanya memang tak terlalu sering terdengar, namun dia telah berpengalaman menukangi beberapa tim seperti Benfica, Flamengo, Sporting CP, hingga Fenerbahçe. Ia juga sempat membantu Al-Nassr dan Al Hilal. Kebanyakan dari tim yang diarsitekinya mampu keluar sebagai juara.
Laga debutnya diwarnai dengan kemenangan 1-0 melawan Timnas Wales di ajang UEFA Nation League. Sang pelatih jelas mengemban beban berat membawa Portugal setinggi mungkin mengikat skuat Seleção yang sekarang dipenuhi pemain bintang tua dan muda dalam timnya. Pada laga kedua, ia juga sukses hantarkan Portugal menang atas Norwegia.
Penulis: Aldo Nugraha
Editor: Heri Susanto
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















