5 Fakta Rekrutan Terburuk Chelsea di Bawah Rezim BlueCo

5 Fakta Rekrutan Terburuk Chelsea di Bawah Rezim BlueCo

Heri Susanto - Juli 27, 2026
Dibaca Normal dengan Waktu Menit
  • Mykhailo Mudryk
5 Fakta Rekrutan Terburuk Chelsea di Bawah Rezim BlueCo
Sumber: Twitter DeadlineDayLive

Chelsea harus bersaing dengan Arsenal guna meengamankan Mudryk dari Shaktar Donetsk. Perang harga pun terjadi. The Blues memenangkan persaingan pasca dana 89 juta paun digelontorkan sebagai kompensasi untuk mengangkut sang pemain ke London Barat pada Januari 2023 kemarin.

Dana tersebut belum terlihat bentuk investasi nyatanya. Ia masih sulit menemukan performa terbaik lantaran banyaknya pelatih yang keluar masuk Chelsea. Pahitnya, sosok asal Ukraina juga harus terkena kasus doping yang membuatnya harus absen untuk empat tahun ke depan. Bersama the Blues, ia baru mengepak 10 gol dan 11 assist dari 73 laga yang dimainkan di berbagai ajang.

  • Joao Felix
5 Fakta Rekrutan Terburuk Chelsea di Bawah Rezim BlueCo
Sumber: Sky Sports

Sejak diangkut Atletico Madrid pada 2019 dari Benfica dengan mahar 126 juta Euro, Felix sejatinya masih belum menemukan konsistensi performa. Ia sempat dipinjamkan ke Chelsea dan Barcelona guna buktikan ekspektasi sebagai wonderkid terpanas yang siap tempur. Namun harapan seakan jauh panggang dari api.

Chelsea kemudian membuat langkah mengejutkan dengan mempermanenkan sosok asal Portugal via mahar 52 juta Euro pasca menilik performa apiknya bersama Barcelona. Namun sayang, di bawah komando Enzo Maresca, ia tak berkembang dan hanya bertahan satu musim. Kemudian, sang pemain dipaketkan ke AC Milan dengan status pinjaman.

Lantaran tak mengalami progres yang cukup berarti, Chelsea muak dan memaketkan sang pemain ke Al-Nassr di usia yang belum bisa dibilang prime sebagai pesepakbola senilai 35 juta Euro pada musim panas 2025 kemarin.

  • Raheem Sterling
5 Fakta Rekrutan Terburuk Chelsea di Bawah Rezim BlueCo
Raheem Sterling, Foto: dok Twitter @SiaranBolaLive

Sterling sempat menikmati periode emas kala mentas bersama Manchester City di bawah komando Manuel Pellegrini atau Pep Guardiola. Ia menjadi bagian penting dari dominasi the Sky Blues dalam beberapa tahun terakhir di kancah domestik. Hal itu yang kemudian membuat Chelsea antusias kala merampungkan transfernya senilai 47,5 juta paun.

Biasa mentas di level tertinggi baik bersama City maupun Liverpool membuat ekspektasi besar hadir di Chelsea. Namun kenyataan tak demikian. Ia seakan menjadi sosok yang tak diinginkan pelatih manapun yang mengarsiteki Chelsea. Kala dipinjamkan ke Arsenal, performanya juga tak mengalami perubahan yang berarti. Januari 2026, 18 bulan pasca ia diangkut, kontraknya resmi diputus.


Baca Juga:


  • Pierre Emerick Aubameyang
5 Fakta Rekrutan Terburuk Chelsea di Bawah Rezim BlueCo
Sumber: espn.com

Aubameyang sempat menikmati momentum manis ketika diangkut Barcelona dari Arsenal. Keran golnya lumayan menyala dan duetnya bersama Memphis Depay di lini depan menjadi sesuatu yang menakutkan di era gelap Blaugrana. Namun langkah mengejutkan hadir ketika ia menerima pinangan Chelsea pada musim panas 2022 dengan mahar 12 juta Euro.

Thomas Tuchel secara langsung meminta kehadiran sang pemain. Di sisi lain, Auba juga mengklaim masih memiliki urusan yang belum selesai di Premier League. Namun kala mentas lagi di Inggris, situasi berantakan. Tuchel dipecat sehari pasca ia datang dan Auba tak ada dalam rencana Graham Potter.

Semusim bersama Chelsea, Auba hanya mampu mendulang tiga gol dari 21 laga yang dimainkan di berbagai ajang. Ia hanya bertahan satu musim sebelum dilepas secara gratis ke Marseille satu tahun berselang.

  • Alejandro Garnacho
5 Fakta Rekrutan Terburuk Chelsea di Bawah Rezim BlueCo
(Foto: Chelsea via bola.okezone.com)

Transfer ini sempat menjadi buah bibir bagi pecinta Premier League. Garnacho dianggap sebagai wonderkid dengan potensi yang lumayan besar. Namun seiring berjalannya waktu, ia tak masuk dalam rencana Ruben Amorim dalam waktunya di Manchester United. Dana 40 juta paun menjadi pemulus transfer yang dilakukan di musim panas 2025 kemarin.

Namun potensi daya ledaknya di Chelsea seakan melempem. United jelas untung besar dari penjualan sang pemain. Produktivitasnya menurun lantaran tak masuk dalam rencana Enzo Maresca atau Liam Rosenior. Ia baru mengepak 8 gol dan empat assist dari 43 laga yang dimainkan di berbagai ajang. Rumornya, ia bakal masuk dalam daftar jual tim dalam waktu dekat.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com