
Obrolan Vigo: Anomali Jonathan David, Penyerang Tajam yang Sepi Peminat
Vivagoal – Berita Bola – Jika ada serang pemain yang punya performa impresif bagi timnya, banyak tim yang berebut mengamankan tanda tangannya. Namun hal itu tak berlaku pada Jonathan David. Meski banyak rumor yang mengitari dirinya dalam beberapa tahun belakangan, ia masih tetap bertahan bersama Lille.
David merupakan seorang predator berbahaya. Sebagai nomor 9, catatan golnya terbilang lumayan. Ia sudah berada di Prancis sejak 2020 lalu. Sejuah ini, sosok asal Kanada sudah mengepak 218 laga di lintas kompetisi dan mengepak 104 gol dan 27 laga.
Mantan asisten pelatih Timnas Kanada, Steven Caldwell sempat mengklaim David adalah sosok yang lumayan prima. “Jonny bisa bermain di tim manapun di dunia. Ia cukup Istimewa. Ia adalah pembunuh berdarah dingin yang sangat klinis,”

Musim ini, ketika masa baktinya akan rampung pada Juni 2025 mendatang, ia masih menjadi andalan Les Dogues dengan mengepak 20 gol serta 9 assist dari 35 laga yang sudah dimainkan. Dengan statistik sementereng itu, tak sulit baginya menemukan tim baru yang hendak mencari juru gedor anyar untuk di musim depan. Terlebih, negoisasi terkait pra-kontrak sudah bisa dilakukan per awal Januari kemarin.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Langkah Bijak Adalah Kunci Terbaik Bagi Fiorentina
- Obrolan Vigo: Real Betis Adalah Suaka Bagi Mereka yang Terbuang
- Obrolan Vigo: Palmer, Lavia dan Penyesalan Manchester City
- Obrolan Vigo: Melepas Rashford Adalah Keputusan Terbaik yang Bisa Diambil United
Namun kenyataan tak semudah harapan. Ia bisa saja pergi di tengah musim dan Lille mendapatkan sedikit bayaran dari hasil penjualan sosok yang sempat mentas di MLS. Namun, David tak diizinkan pergi kemanapun di tengah musim lantaran Lille menolak rangkaian pendekatan yang sempat dialamatkan kepadanya di Januari kemarin.
Namun bagi pecinta sepakbola, nama David masih jauh dari kata mentereng. Mentas di Ligue 1, kompetisi tanpa hingar bingar pasca ketiadaan Lionel Messi, Neymar Jr hingga Kylian Mbappe mungkin menjadi maslalah.
Reputasinya kalah dibandingkan predator lain macam Erling Haaland, Harry Kane atau bahkan Rasmus Hojlund yang sempat menyita perhatian. Hal itu, plus keenganan Lille melepasnya lantaran masih pede menawarkan kontrak baru guna bertahan lebih lama di Stade Pierre-Mauroy menjadi alasan di balik itu semua.

Mentas di Lille merupakan salah satu tantangan besar bagimnya. Pelatih Timnas Kanada, Jesse Marsch mengklaim jika David bisa saja menjadi pemain terbaik di dunia. Namun tetap berada di Prancis jelas buka menjadi opsi yang bisa diambil. Ia merasa harus ada langkah besar yang diambil David untuk mengepakan karirnya ke tempat yang lebih tinggi.
Terkait potensi kepindahan sang pemain, September lalu, sempat ada penawaran di bursa musim panas kemarin terhadap dirinya. Namun dalam wawancara bersama the Athletic, ia mengklaim kesepaktan tak terjadi dan ia tak pindah. Sang pemain juga sempat berujar tengah menegoisasikan kontrak baru ataupun pindah ke kompetisi manapun.
Baca Juga:
- 5 Fakta Pelatih yang Dicap Gagal Ketika Tangani Barcelona
- 5 Fakta Klub Sepakbola Milik Tentara
- 5 Fakta Pemain Terbaik Bundesliga di Era Modern
- 5 Fakta Legenda Sepakbola yang Setia Saat Timnya Terpuruk
“Saya selalu terbuka untuk bermain di Premier League atau tempat lain. Ini bukan soal Premier Laegue. Semua liga memiliki tantangannya masing-masing,” urainya. Sang pemian juga sempat berujar sangat menyukai Barcelona dan siap mentas untuk tim impiannya andai dibutuhkan.
Dengan batalnya kepindahannya di musim dingin kemarin, bursa musim panas mendatang menjadi tempat yang lumayan riuh bagi sebagian nama besar yang mencari tim. Ada sosok-sosok yang bisa diamankan gratis macam Virgil Van Dijk & Trent Alexander Arnold (Liverpool), Joshua Kimmich (Bayern Munich), Ilkay Gundogan & Kevin De Bruyne (Manchester City) hingga Luka Modric (Real Madrid).
Nama-nama tersebut berpotensi menarik minat dari berbagai tim elit, David jelas masuk dalam kriteria ini. Namun sang pemain urung terlarut dengan situasi ini. Ia merasa sebagai underdog yang kurang dipedulikan oleh sekitar. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya rumor yang mengaitkan dirinya namun ia tak pergi kemanapun. Ia merasa sudah berdamai dengan situasi ini.
‘Sejujurnya, saya tak mendapatkan banyak perhatian,” urainya pada the Athletic tahun lalu. “Jika anda membandingkan saya dengan siapapun itu sama saja. Anda bisa pergi dengan Alphonso Davies, di sana banyak orang yang menunggunya di hotel atau dimanapun. Namun tidak dengan saya,” timpalnya.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















