Obrolan Vigo: Filippo Inzaghi, Si Malas yang Tajam

Obrolan Vigo: Filippo Inzaghi, Si Malas yang Tajam

Heri Susanto - Agustus 9, 2022
Dibaca Normal dengan Waktu Menit

Inzaghi yang Hanya Perlu mencetak Gol

Sumber: Liputan 6

Bahkan, legenda sepakbola Belanda, Johan Cruyff pernah mengklaim jika Inzaghi sama sekali tak bisa bermain sepakbola. Namun ia menyebut jika sang pemain selalu berada di posisi yang tepat. Tugas seorang penyerang pada dasarnya memang mencetak gol. Inzaghi memiliki hal tersebut. Positioning bagi seorang penyerang meurpakan hal penting. Ia tak perlu banyak bergerak.

Pada era keemasan Milan di bawah Carlo Ancelotti, tim sempat memiliki berbagai gelandang berkualtias yang mentas dalam satu kesatuan macam Andrea Pirlo, Clarence Seedord, Genarro Gatusso hingga Kaka. Keempatnya bisa mengakomodir kinerja Shevchenko dan Inzaghi menjadi istimewa di lini depan. Siapa butuh kualitas lebih jika empat nama tersebut ada di belakang penyerang?

“Aku rasa dasar permainanku yang paling penting adalah timing yang baik,” kata Inzaghi. “Itu sangat penting untuk seorang pemain sepertiku, yang menghabiskan banyak waktu di tepi garis offside, selalu siap melesat ke gawang lawan. Setelahnya, insting sangat membantu untuk menempatkan bola di dalam gawang.”

Hasilnya, Inzaghi pernah mempersembahkan berbagai prestasi besar bagi AC Milan. Ia sempat mempersembahkan dua gelar Scudetto, satu Coppa Italia dan sepasang Liga Champions serta sederet silverware lain. Tak hanya rentetan gelar, Pippo juga pernah mendulang 299 laga di lintas kompetisi dan mendulang 126 gol serta 34 assist. Catatan tersebut membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak keenam Milan sepanjang sejarah.


Baca Juga:


Puncak pernampilan Pippo terjadi kala dirinya mampu memberikan gelar Piala Dunia 2006 bersama Timnas Italia. Gelar tersebut bahkan belum bisa diambil kembali sampai hari ini lantaran Azzurri kerap gagal mentas di Piala Dunia dalam beberapa kesempatan.

Peran sebagai penyerang murni lambat laun mulai tergerus lantaran pesatnya perkembangan taktik yang diusung para manajer di berbagai negara. Saat ini striker harus berperan aktif membantu untuk turun ke lini tengah guna membantu penyerangan dan hal tersebut tak sempat dilalui oleh Inzaghi lantaran ia sudah putuskan pensiun pada 2012 lalu.

Inzaghi saat ini tengah menjalani karir manajerial. Namun kisah kepelatihanya berjalan medioker. Pasca menukangi Milan, ia paling lambat hanya bertahan satu sampai dua tahun bersama tim-tim asal Italia yang tengah dibesutnya. Takdir pemain hebat memang tak selalu berjalan mulus kala menjadi pelatih. Pengecualian mungkin hanya terjadi pada Carlo Ancelotti seorang.

Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com