
Obrolan Vigo: Kesempatan Terakhir dari AS Roma untuk Jose Mourinho
Pembuktian Terakhir

Jika ingin mendatangkan gelar, pilihan mengontrak Mourinho adalah hal terbijak yang harus dilakukan sebuah tim. Di balik mulut besar yang dimiliki, kapastias taktik yang terbilang sudah usang serta kegemarannya membuka friksi dengan pemain sendiri, Mou adalah jaminan mutu untuk mendulang prestasi.
Seburuk-buruknya karir melatih Mou, bersama Real Madrid misal, ia masih mampu membukukan gelar domestik bagi Los Blancos meski ada bumbu friksi dalam skuat yang ia tukangi. Sementara kembalinya ia ke Chelsea dalam periode keduanya juga sempat bukukan gelar domestik. Jangan lupa juga, Manchester United di era Mourinho merupakan United terbaik yang pernah ada pasca masa transisi dari Alex Ferguson beberapa waktu lalu.
Satu-satunya noda kepelatihan Mou adalah menukangi Spurs. Entah apa yang ada di pikirannya, menerima pinangan dari tim penggembira di Liga, punya skuat tanpa mentalitas juara dan memiliki pemilik yang pelit adalah dosa terbesar yang pernah Mou lakukan dalam hidupnya. Karirnya di London Utara tak lebih dari guyonan yang tak lucu sama sekali. Terlebih, Spurs tetap menjadi medioker di bawah asuhannya.
Kini, Mou sudah melatih Roma. Ia nampak diberi kepercayaan penuh dalam menentukan susunan pemain. Revolusi di Ibu Kota Italia nampak tengah dibangun Mou untuk lebih berprestasi. Sejumlah nama yang tak masuk dalam rencana, ditendang keluar Olimpico di bursa musim panas ini. Kepercayaan serta kebijakan menentukan pemain adalah dua hal yang dirindukan Mou. Pasalnya, di dua tim terdahulu, sepasang hal tersebut seakan menguap.
Bahkan, ia mulai bergairah dengan tampilkan skema melatih anyar dengan menggunakan drone untuk merekam sesi latihan I Lupi. Ia bahkan meminta layar besar untuk ditampilkan agar pemain bisa meyaksikan kesalahan yang dilakukan pada saat latihan secara real time.
Baca Juga:
Direktur Roma, Francesco Calvo sebelumnya sudah sempat mengatakan bahwa pihaknya sangat yakin dengan kemampuan Mourinho meracik tim. Calvo menyebut sifat perfeksionis Mourinho akan membawa Roma naik kelas, bersaing di papan atas Serie A Italia.
“Sejak pengumuman kedatangan Mourinho, ada antuasme yang sangat besar baik dari suporter dan di dalam klub. Dia adalah pelatih yang akan menaikkan standar di Roma,” ungkap Francesco Calvo seperti dikutip dari Football Italia.
Kini, yang perlu ia lakukan adalah membuktikan diri dengan layak sebagai pelatih, seraya diberikan waktu lebih untuk beradaptasi kembali. Seperti kita tahu, kejayaan Roma di era Romawi memang tak dibangun hanya dalam waktu satu malam. Ia juga perlu mengeluarkan sisa-sisa kejayaan yang dimiliki guna memberikan prestasi bagi Roma seraya mengurangi friksi dengan pemain di depan umum guna tetap menjaga harmonisasi tim.
Andai masih gagal juga di Roma, pekerjaan sebagai pundit sepakbola nampaknya akan lebih cocok bagi Mou. Kebetulan, ia juga sudah mendapatkan pekerjaan tersebut di Talksport kala dipecat dari Spurs. Ocehan khas serta kritik tajam yang kerap dilontarkannya pada pertandingan jelas akan membuat kolom media ramai dan traffic tinggi karenanya.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















