
Obrolan Vigo: Loyalitas yang Bernama Rohit Chand
Vivagoal – Berita Bola – Banyak pemain asing Liga Indonesia yang kerap datang dan pergi setiap tahunnya guna memperkuat satu tim dan tim lain. Namun hal tersebut nampak tak terlihat pada Rohit Chand. Sosok asal Nepal seakan lekat dengan lambang Monas di dada, yang merepresentasikan Persija Jakarta.
Nepal sejatinya bukan negara yang rajin mengekspor pesepakbola setiap tahunnya meski negara tersebut menjadikan sepakbola sebagai salah satu olahraga yang paling digemari. Mereka hanya memiliki tiga nama besar dalam sejarah sepakbolanya seperti Preeti Rai, Kiran Chemjong dan Rohit sendiri.
Nama yang disebut terkahir bukan wajah baru dalam sepakbola nasional. Pasca meninggalkan India pada 2012, ia sempat menjalani trial bersama Arema namun gagal. Pada akhirnya, jalur angin berganti. Ia bermain untuk salah satu tim lokal, PSPS Pekanbaru. Sosok yang biasa berposisi sebagai gelandang bertahan, ia tampil prima bersama Askar Bertuah dan sempat mainkan 15 laga di sana.

Pada 2013, Persija, yang berstatus sebagai salah satu tim elit nasional merekrutnya. Rohit pun langsung bertransformasi sebagai sosok krusial untuk Macan Kemayoran. Hal tersebut dapat dilihat dengan dipilihnya sang pemain sebagai pemain muda terbaik di kompetisi Liga Indonesia.
Baca Juga:
- 5 Fakta Kiper yang Sukses Saat Menjadi Pelatih
- 5 Fakta Pemain PSM Makassar yang Paling Loyal
- 5 Fakta Wonderkid Terbaru di Football Manager 2026
- 5 Fakta Pesepakbola dengan Bayaran Termahal di Tahun 2025
Loyalitas Rohit bersama Persija tak terbantahkan. Ia selalu ada di tim, siapapun pelatihnya. Pada 2015, ketika kompetisi nasional dibekukan FIFA lantaran adanya intervensi pemerintah pada PSSI, ia melipir sejenak ke Malaysia bersama Rahmad Darmawan dan pulang kampung ke Nepal. Namun saat kompetisi dimulai kembali pada 2017, ia putuskan pulang ke Persija.
Dalam sebuah unggahan yang dirilis pada 2021, Direktur Klub, Ferry Paulus sempat memposting unggahan di Instagram berfotokan dirinya dan Rohit dengan caption yang menggambarkan betapa pentingnya peran sang pemain di tim. “Momen tahun-tahun awal Rohit Chand berseragam Persija. Sosok yang loyal, penuh dedikasi dan sangat mencintai Persija dan Jakmania. Rohit Chand, Jakmania Nepal.”
Bersama Persija, menilik laman transfermakrt, Rohit sempat memainkan 173 laga di berbagai ajang dengan sumbangan 13 gol serta 11 assist untuk tim asal Ibu Kota. Di periode tersebut, sosok yang bisa bermain sama baiknya sebagai gelandang bertahan maupun bek tengah sempat membantu tim menuai berbagai raihan prestis seperti juara Liga, Piala Presiden dan Menpora Cup. Ia juga pernah menjadi pemian terbaik Liga pada 2018 lalu.
Pendulang 97 caps untuk Timnas Nepal bermain hingga 2022 silam. Ia pergi lantaran kontraknya tak diperpanjang. Di balik kepergiannya, banyak kisah yang sempat ditorehkan mulai dari masalah finansial klub yang sempat limbung dan membuat gajinya tertunggak, sempat tinggal di tempat yang tak memiliki Listrik hingga membantu tim mendulang juara.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: 2012, Era Kegelapan AC Milan Dimulai
- Obrolan Vigo: Vinicius Jr yang Membuka Tirai Opera Sabun Real Madrid
- Obrolan Vigo Hidetoshi Nakata, Real Captain Tsubasa yang Tak Lagi Mencintai Sepakbola
- Obrolan Vigo: 1998/99, Musim Terburuk yang Pernah Dilalui Manchester City
“Saya sudah jatuh cinta dengan Jakarta yang saya anggap sebagai rumah kedua. Semua sudah saya dapatkan di kota ini, terutama hal yang berhubungan dengan sepak bola, di mana ini sudah jadi bagian dari hidup,” urainya kala itu.
Pasca Persija, ia hengkang ke Persik Kediri dan mentas hampir tiga tahun di Jawa Timur. Bersama Macan Putih, ia sempat bermain dalam 85 laga dan mendulang tiga gol serta dua assist. Performanya lumayan stabil. Namun sayang, sejak 2025 kemarin, ia belum menemukan klub baru pasca kontraknya rampung dan belum diketahui kemana muara karirnya kelak pasca tinggalkan Kediri.
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















