
Obrolan Vigo: Mengapresiasi Langkah Abroad Asnawi Mangkualam
Vivagoal – Berita Bola – Asnawi Mangkualam masih lumayan betah merantau di luar negeri. Ia sudah empat tahun lebih meniti karir di Negeri Orang guna mengasah kemampuan dirinya guna menjadi lebih baik lagi dan hal tersebut harusnya bisa bertahan lumayan lama.
Jika menarik ke belakang, sejatinya banyak pemain Indonesia non keturunan yang sempat meniti karir di luar negeri. Di medio 90an, ada nama-nama jebolan PSSI Primavera yang sempat mentas di luar negeri seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti dan Kurnia Sandi. Mereka mentas di tim Italia junior dan merantau ke beberapa tim sekitar Italia sebelum kembali mentas di Indonesia.
Bergeser ke era milenium, sosok klasik macam Bambang Pamungkas, Elie Aiboy, hingga Ilham Jayakesuma mentas ke Malaysia untuk sejenak. Catatan tersebut masih berlanjut saat sosok-sosok macam Alfin Tuassalamony, Yerico Christiantoko, Arthur Irawan hingga Egy Maulana Vikri sempat hadir. Bahkan nama terakhir sempat mentas di Eropa.
🇹🇭 Asnawi Mangkualam featured 90 minutes at LB as Port FC beat Muangthong 1-0 in the Thai League tonight.
He registered 9 defensive contributions, 3 recoveries, 6 duels won, completing 21/28 passes (75%) with 3 long balls, 8 into the final third and 1 key pass. pic.twitter.com/w6B573OPPl
— Timnas Xtra (@TimnasXtra) October 24, 2025
Asnawi juga mengikuti jejak yang sama namun jalurnya agak berbeda. Pasca meninggalkan PSM Makassar pada 2021, ia harus melakukan pengorbanan besar dalam hal pemotongan gaji. Sebagai pemain yang sudah memperkruat Timnas Senior sejak 2017, gaji Asnawi bersama Laskar Ramang terbilang lumayan meski belum disebutkan berapa nominalnya.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Filippo Inzaghi, Striker Kelas Satu yang Menjadi Pelatih Kelas Dua
- Obrolan Vigo: Robinho, Scam Terbesar yang Pernah Menghinggapi Manchester City
- Obrolan Vigo: Ethan Mbappe yang Lepas dari Bayang-Bayang Kakaknya
- Obrolan Vigo, Frank Lampard, Sang Juru Selamat Coventry City
Sebagai gambaran, mereka yang sudah berlabel Timnas akan memiliki bayaran berbeda dari pemain lain. Ia memilih hengkang ke Korea Selatan guna mentas bersama Ansan Greeners, yang kala itu mentas di tier dua Piramida Sepakbola Korea. Dua tahun di sana, ia harus menerima pemotongan gaji secara signifikan dibanding dari apa yang diterimanya di Tanah Air namun lantaran ingin menaikan level permainan, ia menerima hal itu dengan tangan terbuka.
Selain Ansan, ia juga sempat main di tim Korea lain yakni Jeonnam Dragons. Tiga tahun berada di Korea, ia mengantongi lebih dari 60 laga dan mengepak dua gol serta lima assist di negeri gingseng. Catatan tersebut terbilang lumayan dan dalam periode yang sama, namanya juga masih kerap berseliweran di Timnas.
View this post on Instagram
Pasca tinggalkan Korea, dirinya sempat dikaitkan bakal kembali ke Liga 1 namun hal tersebut urung terjadi lantaran pada 2024, ia tetap berada di luar negeri dan mentas untuk tim Thailand, Port FC. Di sana status sebagai pemain utama tak terelakan dan masih terjaga sampai saat ini. Bersama Port, ia sudah mentas dalam 55 laga di lintas kompetisi dan mendulang satu gol serta 7 assist untuk tim berjuluk the Lion itu.
Sejauh ini, sang pemain belum menunjukan indikasi pulang kampung dan masih ingin terus merajut karir di luar lantaran ketatnya persaingan di lini belakang Timnas lantaran banyak pemain keturunan dan ia merasakan manfaat dari main di luar Indonesia.
Baca Juga:
- 5 Fakta Manajer Terburuk di Era Premier League
- Tengah Merekah di Eropa, Inilah 5 Fakta Pemain Krusial yang Pernah Memperkuat Bodo/Glimt
- 5 Fakta Pemain yang Memperkuat Arsenal dan Atletico Madrid
- 5 Fakta Wonderkid yang Siap Menghentak Premier League 2025/26
“Mimpi saya, saya ingin menetap lebih lama bermain di luar negeri,” kata Asnawi di Kanal Youtube Port FC, September 2024 lalu. “Saya ingin kualitas yang lebih dan abroad bagi saya itu sangat bagus, karena sekarang semua orang tahu di Indonesia (Timnas Indonesia) banyak pemain bagus, berkualitas. Itu sebabnya saya ingin bekerja keras agar bisa tetap bermain untuk Timnas Indonesia,” tutup Asnawi.
Asnawi masih menjaga sirri sebagai Masyarakat Makassar dengan mentas di luar guna maksimalkan potensi diri dan hal ini tentu harus diapresiasi. Andai terus konsisten di Thailand bukan tak mungkin suatu hari nanti, namanya bisa saja beredar di K-League atau J-League yang merupakan kasta terbaik kompetisi klub-klub Asia.















