Perjuangan Panjang Untuk Memulai Kembali Sepak Bola

0
80
Project Restart

VivagoalObrolan Vigo – Pandemi melumpuhkan beragam sendi kehidupan. Sepakbola jadi salah satu olahraga yang terdampak karena virus yang bermula dari Wuhan tersebut.

Hampir seluruh kompetisi sepak bola di seluruh dunia terpaksa ditangguhkan. Beberapa bahkan total dihentikan tanpa akan dilanjutkan kembali. Staff non sepak bola dirumahkan hingga para pemain mendapatkan pemotongan gaji.

Situasi ini memaksa beberapa negara melalui federasinya masing-masing berjuang untuk kembali melanjutkan kompetisi. Taiwan kabarnya jadi negara pertama yang memulai kembali sepak bola dan disusul Korea pada 8 Mei ini.

“K League (Korea Professional Football League) secara resmi akan dimulai pada 8 Mei dengan jadwal pembukaan antara Jeonbuk Hyundai Motors dan Suwon Samsung Bluewings,” tulis pernyataan resmi asosiasi sepak bola Korea.

Serupa dengan Korea, Bundesliga Jerman juga punya kabar menggembirakan untuk pecinta sepak bola. Setelah klub-klub di sana menjalani pemusatan latihan dengan protokol kesehatan, pemerintah Jerman belakangan memberikan lampu hijau untuk Bundesliga kembali bergulir.

Dikutip dari berbagai sumber, hal itu diungkap langsung oleh Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang secara pasti memberika izin dengan catatan mengikuti langkah-langkah pembatasan sosial. Rencananya kompetisi juga bakal dijalankan dengan keamanan ketat serta tanpa kehadiran penonton.

Kontradiksi di Eropa

Direktur Olahraga PSG Dukung Mauro Icardi Bertahan di ParisSituasi di Jerman, Korea dan Taiwan, berbanding terbalik dengan situasi kebanyakan di Benua Biru. Dimana asosiasi sepak bola kebingungan untuk menentukan nasib kompetisinya.

Prancis  sejauh ini jadi liga pertama dari lima liga top eropa yang memutuskan untuk menghentikan sepak bola tanpa bakal dilanjutkan kembali.

Ketakuatan otoritas setempat akan perkumpulan massa yang terlampau banyak membuat Perdana Menteri Prancis, Eduardo Phillipe, mengambil langkah tegas demi menekan penyebaran corona. Dia memastikan melarang semua event olahraga setidaknya hingga September 2020.


Baca Juga: 


“Event olahraga besar sebelum bulan September tidak diperbolehkan berlangsung. Itu termasuk musim 2019/20 liga sepakbola yang artinya tidak mungkin untuk digulirkan kembali,” kata Phillipe dikutip dari OneFootball.

Dengan kuputusan ini, Ligue 1 2019/20 dipastikan berakhir dengan Paris Saint-Germain didapuk menjadi kampiun. PSG unggul dari pesaing terdekatnya, Marseille. Dimana sebelum liga dihentikan Les Parisiens unggul 12 poin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here