Tag: Piatek

Pioli Pasang Badan Perihal Performa Buruk Bintang AC Milan

Vivagoal Serie APelatih AC Milan, Stefano Pioli mengaku tetap puas dengan kinerja Krzysztof Piatek kendati sang pemain masih kesulitan mencetak gol. Sang bomber bahkan menjadi sasaran kritik fans di laga lawan Napoli.

Performa Piatek musim ini memang jauh dari kata memuaskan. Betapa tidak, hingga pekan 13 Serie A musim ini, Piatek baru mampu mencetak 2 gol bagi Milan. Itu pun semuanya datang dari titik putih.

Bandingkan dengan dirinya yang musim lalu mampu mencetak lebih dari 10 gol bagi Milan. Catatan tersebut tentu sangat memuaskan mengingat ia baru bergabung setelah Januari.

Performa buruk sang striker berlanjut ketika Milan menjamu Napoli, Minggu (24/11/2019) kemarin. Piatek beberapa kali gagal memaksimalkan kesempatan yang hampir 100 persen bisa menjadi gol. Namanya pun menjadi sasaran kritik fans I Rossoneri.

Namun demikian Pioli tak sependapat dengan kritik para fans. Ia mengaku tetap percaya penuh kepada Piatek. Ia bahkan cukup puas dengan penampilan penyerang asal Polandia tersebut.

“Ia [Piatek] bekerja keras untuk tim hari ini dan mencetak beberapa peluang. Yang penting adalah terus menciptakan peluang mencetak gol,” ucapnya pada Sky Sport Italia.

“Kami tahu bahwa seorang striker, mereka melewati periode ini ketika tidak mencetak gol. Ia perlu memberikan respon, percaya pada dirinya sendiri dan berjuang sedikit lebih keras, tetapi saya puas dengan pekerjaan yang ia lakukan,” tegas Pioli.

“Pada akhirnya, hasil imbang adalah hasil yang tepat, tapi kami seharusnya bisa memenangkannya,” cetusnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Piatek Kesulitan Dengan Taktik Marco Giampaolo

Vivagoal Serie A – Striker AC Milan, Krzysztof Piatek mengaku jika dirinya mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan gaya bermain Marco Giampaolo musim ini.

Musim lalu menjadi musim pembuktian bagi Piatek. Ia berhasil mengoleksi 11 gol kendati baru bergabung bersama Milan pada bulan Januari.

Namun musim ini semua terlihat berbeda bagi dirinya. Dari dua laga yang sudah dijalani di Serie A, Piatek masih belum bisa mencetak gol. Bahkan penampilannya bisa dikatakan jauh dari kata memuaskan.

Baca Juga: Tak Kunjung Moncer, Piatek Enggan Salahkan Kutukan Nomor 9

Banyak yang menyebut jika taktik yang diterapkan Giampaolo membuat potensi terbaik Piatek hilang. Sang pemain tak menampiknya namun ia menyebut jika itu bukan alasan utama.

“Saya secara fisik tidak dalam kondisi terbaik setelah latihan pra-musim dan tidak mudah untuk mempelajari sistem taktis dari Giampaolo. Jadi ini bisa memakan waktu,” bukanya pada channel YouTube asal Polandia, FootTruck.

“Kami ingin menjaga bola untuk waktu yang lama, tapi saya pikir kadang-kadang kita harus mencoba sesuatu yang sedikit lebih banyak dengan bola-bola panjang. Giampaolo tipikal pelatih yang sangat menuntut dan selalu memiliki 15 opsi terbuka untuk setiap gerakan,” terangnya.

Tidak hanya itu, eks pemain Genoa itu mengatakan jika belum padunya permainan tim musim ini karena mereka kurang maksimal saat pramusim. Beberapa pemain terlambat gabung bersama tim dan itu dirasakannya sangat mengganggu persiapan.

“Itu sulit di pra-musim ketika sebagian besar pemain tidak berada di sana, tapi kami sekarang semakin baik dari hari ke hari. Saya mencoba untuk bergerak seperti yang diinginkan Pelatih, karena saya tahu itu akan membuat saya striker yang lebih baik,” serunya.

“Di Italia mereka mengatakan bahwa saya adalah penyerang tengah dengan gaya khas Polandia, karena saya selalu berada di dalam kotak penalti. Statistik tidak menunjukkan itu, tetapi orang-orang mengatakan saya perlu berusaha untuk bermain di luar area penalti lebih sering,” tandas striker 24 tahun tersebut.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Piatek Tak Gentar dengan Kutukan Nomor 9 di Milan

VivagoalSerie A – Krzysztof Piatek mengaku bahagia setelah dipercaya mengenakan nomor punggung 9 di Milan. Ia juga tak percaya dengan kutukan yang melekat pada angka tersebut.

Di awal kedatangannya di Milan pada Januari 2019 kemarin, Piatek memutuskan untuk mengenakan nomor punggung 19. Ia pun berhasil mengemas 11 gol dari 21 penampilannya di semua ajang.

Menyambut gelaran musim baru, Piatek kemudian melepas jersey nomor 19. Sebab ia dipercaya untuk memakai jersey nomor 9. Penyerang asal Polandia itu pun mengaku bahagia dengan hal tersebut.

Baca Juga: Mampukah Piatek Hentikan Kutukan Nomor 9?

“Nomor 9 adalah angka yang penting bagi seorang striker,” jelas Piatek kepada Gazzetta dello Sport.

“Setiap striker terbaik selalu memakainya. [Robert] Lewandowski, [Luis]Suarez, [Karim] Benzema, [Harry] Kane. Saya senang karena klub percaya dengan kualitas saya,”

“Mereka memberitahu bahwa saya akan menaklukkan jersey itu. Sementara saya berkata saya akan berjuang dengan segenap kekuatan saya untuk mendapatkannya dan saya telah melakukannya,” serunya.

Namun ada kutukan menakutkan dengan nomor satu ini. Tak semua pemain bisa tampil dengan meyakinkan saat mengenakannya.

Memang Filippo Inzaghi, George Weah dan Marco Van Basten menjadi ikon nomor tersebut.Namun lihat pemain-pemain sekelas Alexandre Pato, Alessandro Matri, Mattia Destro, Fernando Torres, Luiz Adriano, Andre Silva hingga Gonzalo Higuain meredup kala mengenakannya.

“Saya tidak percaya dengan takhayul atau kutukan seperti ini. Bagi saya, nomor 9 adalah nomor yang normal seperti yang lain,” tegasnya.

“Semuanya akan baik-baik saja seperti dengan No 19 saya dulu. Itu tidak akan membuat saya takut,” tegas Piatek.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Piatek Sebut Pemain Ini Pantas Tempati Posisi Trequartista

VivagoalSerie A – Striker AC Milan, Krzysztof Piatek menilai jika posisi trequartista akan lebih cocok ditempati oleh Lucas Piatek ketimbang Suso.

Formasi 4-3-3 sudah mulai dilupakan oleh klub-klub Eropa. Formasi satu ini sejatinya sempat menjadi andalan klub-klub Serie A salah satunya AC Milan.

Sosok trequartista atau pemain di belakang dua striker menjadi kuncinya. Dulu mereka memiliki Zvominir Boban, Rui Costa ataupun Kaka.

Baca Juga: Jadi Tumpuan Milan, Piatek Diminta Ikuti Jejak Pendahulunya

Kini bersama Marco Giampaolo, Milan akan mencoba mengaplikasikan skema tersebut dengan mengadaptasinya menjadi 4-3-1-2. Namun tak mudah menentukan siapa yang akan mengisi posisi trequartista.

“Untuk Suso, saya pikir ini sedikit lebih sulit. Suso adalah pemain sayap murni sehingga, baginya untuk bermain di belakang striker akan memerlukan beberapa pekerjaan [latihan] tertentu,” tuturnya pada Gazzetta dello Sport.

“Namun, ia memiliki semua kualitas untuk melakukannya dengan baik,” sambung Piatek.

Piatek kemudian melihat jika Paqueta bisa menjadi opsi terbaik. Menurutnya Poin utamanya adalah Paqueta dan dirinya memiliki koneksi yang bagus. Jadi gelandang 21 tahun itu tahu kapan harus mengirimkan umpan kepadanya.

“Paqueta tahu bagaimana bola yang harus datang kepada saya, kapan harus memberikannya kepada saya dan kapan harus memainkan bola panjang,” terangnya.

“Kami mengerti satu sama lain. Itu hal yang penting,” tegas Piatek.

Menariknya Giampaolo memutuskan untuk tidak memasang Suso atau Paqueta dalam formasi 4-3-1-2 melawan Bayern Munchen kemarin. Ia justru memberi tempat kepada Daniel Maldini, putra dari legenda Milan Paolo Maldini.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Jadi Tumpuan Milan, Piatek Diminta Ikuti Jejak Pendahulunya

Vivagoal Serie A – Jelang Serie A musim 2019/20, penyerang AC Milan, Kryzystof Piatek  nampaknya tetap akan jadi tumpuan klub yang berkandang di San Siro itu. Mengetahui hal itu, legenda mereka, Andriy Shevcenko memberikan sedikit wejangan bagi Piatek.

Shevcenko yang pernah membawa  Milan merebut juara Serie A dan Liga Champions punya harapan bagi Piatek untuk bisa membawa klubnya itu kembali berjaya. Menurutnya Piatek pantas dan seharusnya menjadi penyambung kesuksesan pemain-pemain sukses Milan dengan nomor punggung sembilan.

“Cara dia datang ke Milan serta gol-gol penting yang ia ciptakan mampu memberi dampak besar bagi tim. Tapi sekarang dia punya tanggung jawab lebih karena memilih menggunakan nomor punggung penting,” jelas Shevcenko.

Baca Juga : Maldini dan Boban Akan Bawa Milan Berjaya

Menurutnya Piatek harus bisa membuktikan dengan bergantinya nomor punggungnya dari 19 ke 9. Dimana Sheva meminta motivasinya untuk memberikan prestasi pada Milan pun harus bertambah dengan nomor keramat itu.

“Ini bukan saja masalah jersey semata. Tapi  ada kisah tentang keindahan Milan dan perjuangan untuk menggunakan jersey kebesaran itu,”  tambah Sheva.

Piatek sendiri beberapa waktu lalu memang mengganti nomor punggungnya untuk meneruskan peran Van Basten, Inzhagi dan George Weah. Sebelum berganti nomor Piatek mampu tampil apik dengan  menjaringkan sembilan gol dari 18 permainannya bersama Milan.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Mampukah Piatek Hentikan Kutukan Nomor 9?

Vivagoal Serie AKrzysztof Piatek memutuskan untuk mengganti nomor punggungnya bersama AC Milan. Penyerang asal Polandia itu memilih nomor punggung 9 untuk mengarungi musim mendatang.

Kabar  penggantian nomor punggung Piatek dari 19 ke 9  muncul dalam instastory akun resmi klub. “Hi, Rossoneri. Nomor baru saya adalah 9.” Hal ini pun sontak mengundang tanda tanya dari banyak pihak.

Seperti diketahui nomor punggung 9 ini menjadi nomor keramat di kubu Milan. Terlebih setelah Filippo Inzaghi tak ada penyerang lain yang sukses tampil apik dengan nomor tersebut. Hanya Pipo yang sukses dengan nomor sembilan dengan 126 gol dari 300 partai berbagai ajang untuk Rossoneri pada 2001-2012.

Sebelumnya, nomor punggung satu ini sempat coba ditaklukkan oleh Gonzalo Higuain. Namun sayang Ia hanya bertahan selama setengah musim saja dengan torehan 8 gol dalam 22 laga untuk Milan.

Tren buruk pengguna nomor punggung 9 sendiri muncul setelah dikenakan oleh Pato. Penyerang Brasil beralias Si Bebek itu direkrut pada 2007 sempat tampil gemilang di awal kedatangannya. Namun performanya justru jeblok saat mengganti nomor kostum dari 7 ke 9 yang lowong sepeninggal Inzaghi mulai musim 2012-2013.

Baca Juga : Lakukan Perombakan Menjanjikan, Milan Ogah Pasang Target Juara

Kutukan berlanjut dengan cedera yang terus menghantui. Pato lantas tampil hanya 7 kali di berbagai ajang dengan catatan dua gol saja. Hasilnya diadilepas ke Corinthians pada Januari 2013.

Usai pergi, nomor punggung 9 kemudian membuat Alessandro Matri, Fernando Torres, Mattia Destro, Luiz Adriano, sampai Gianluca Lapadula antara musim 2013-2017 menjadi pesakitan di Milan.  Andre Silva yang direkrut lebih mahal dari Piatek juga gagal saat mengenakan nomor punggung 9. Striker Portugal itu cuma melesakkan 10 gol dari 40 laga di berbagai ajang sepanjang 2017-2018.

Piatek sendiri terbilang menjanjikan untuk memutus kutukan nomor punggung 9 tersebut. Pasalnya sejak didatangkan dari Genoa ia telah berhasil melesakkan 11 gol dalam 21 pertandingan di semua pentas.

Berikut daftar pengguna nomor punggung 9 dalam 20 tahun terakhir;

Gonzalo Higuain (2018-2019): 22 partai/8 gol
Andre Silva (2017-2018): 40 partai/10 gol
Gianluca Lapadula (2016-2017): 29 partai/8 gol
Luiz Adriano (2015-2016): 29 partai/6 gol
Mattia Destro (2015): 15 partai/3 gol
Fernando Torres (2014-2015): 10 partai/1 gol
Alessandro Matri (2013-2014): 18 partai/1 gol
Alexandre Pato (2012-2013): 7 partai/2 gol
Filippo Inzaghi (2001-2012): 300 partai/126 gol
Gianni Comandini (2000-2001): 18 partai/3 gol
George Weah (1995-2000): 115 partai/45 gol
Patrick Kluivert (1997-1998): 30 partai/8 gol

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Ini Mimpi Piatek Jelang Akhir Musim

Vivagoal Serie AAC Milan tak ragu menaruh target untuk bisa lolos ke Liga Champions musim depan. Krzysztof Piatek pun berharap bisa membantu timnya untuk meraih target tersebut.

Misi Milan untuk bisa lolos ke Liga Champions musim depan ditentukan di laga pamungkas Serie A yang akan digelar akhir pekan nanti. Saat ini Milan masih tertahan di posisi kelima dengan raihan 65 poin.

Dimana untuk bisa lolos ke Liga Champions, Milan harus menang di pekan terakhir melawan SPAL. Terlebih I rossoneri hanya tertinggal satu angka dari Atalanta dan Inter Milan yang menempati posisi tiga dan empat.

Namun langkah mereka tak akan mudah. Piatek cs  juga berharap Atalanta yang menjamu Sassuolo dan Inter yang berusa Empoli nantinya gagal meraih tiga angka. Sehingga mempermudah langkah Milan untuk lolos ke Liga Champions.

Melihat skema yang ada, Milan hanya bisa fokus pada laga terakhirnya nanti. Piatek juga menyebut setiap pemain harus tetap bersatu dalam situasi apapun.

“Saya harap kami bisa lolos ke Liga Champions musim depan dan kami akan memberikan segalanya saat melawan SPAL nanti. Kami harus selalu bersatu, meskipun dalam masa-masa sulit,” kata Piatek di situs resmi klub.

Piatek sendiri berhasil menyumbang satu gol saat Milan menang 2-0 atas Frosinone akhir pekan kemarin. Pemain asal Polandia itu mengaku lega karena berhasil memutus puasa gol di enam laga terakhirnya. Namun yang terpenting saat ini adalah tim, bukan catatan individu.

“Terpenting bagi saya saat ini adalah AC Milan, bukan gol. Saya telah melalui periode yang sulit, saya tidak pernah melalui begitu banyak pertandingan tanpa mencetak gol. Namun, saya selalu tetap fokus dan itu penting,” tambahnya.

Gagal mentas di Liga Champions bisa menjadi petaka bagi Milan musim depan. Dipastikan mereka bisa kehilangan para pemain pentingnya andai gagal demi menyeimbangkan neraca keuangan. Piatek bisa jadi salah satu pemain yang akan dilepas jika hal tersebut terjadi.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Sheva: Piatek Penerus Saya di Milan

Vivagoal Serie AKrzysztof Piatek, striker baru AC Milan banyak diragukan performanya oleh banyak legenda Milan. Mereka menyebut Piatek masih harus membuktikan dirinya lebih lama lagi untuk bisa sejajar dengan Andriy Shevchenko. Namun, Shevchenko sendiri tak keberatan menyebut Piatek sebagai penerusnya di San Siro.

“Ia resmi jadi ahli waris saya di Milan, Ia memiliki naluri luar biasa di depan gawang dan mencetak gol dari gaya seorang striker yang hebat. Ia mampu menembak dengan baik dengan kedua kakinya dan bagus dengan kepalanya. Ia banyak membantu Milan,” seru Sheva kepada Sport Mediaset.

Didatangkan dari Genoa pada musim dingin kemarin, sosok Piatek tak perlu waktu lama untuk beradaptasi bersama AC Milan. Bahkan insting mencetak golnya tak mengalami penurunan di mana ia kini berhasil bersaing ketat dengan striker sekelas Cristiano Ronaldo dalam hal mencetak gol. Keduanya berhasil meraih 19 gol musim ini bersama dengan Quagriarela.

Lebih lanjut Sheva mengatakan dengan kekuatan tim yang ada saat ini Milan memiliki kesempatan untuk bisa lolos ke Liga Champions musim depan. Kendati baru saja kalah dari Inter Milan, namun kesempatan tersebut terlihat masih sangat terbuka lebar.

“Saya menyaksikan pertandingan Milan vs Inter. Milan memiliki beberapa peluang di akhir dan pertandingan bisa saja berakhir imbang. Milan masih sepenuhnya di jalur untuk Liga Champions. Saya pikir mereka akan lolos musim depan,” tambahnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Cetak Dua Gol ke Gawang Atalanta, Piatek Sabet Rekor Baru

0

VivagoalSerie A – Dua gol Piatek ke gawang Atalanta membuatnya menjadi pemain tercepat dalam sejarah Milan yang mampu mengemas enam gol pertamanya bersama klub. Piatek berhasil melampaui top skorer sepanjang masa Milan.

Laju impresif AC Milan terus berlanjut dengan kemenangan 1-3 dalam lawatannya ke markas Atalanta di pekan ke-24 Serie A, Minggu (17/2/2019) dini hari WIB. Krzysztof Piatek menjadi bintang dengan mencetak brace di menit 45 dan 61 dimana satu gol lainnya dicetak oleh Hakan Calhanoglu.

Berkat bracenya tersebut, Piatek yang didatangkan dari Genoa pada Januari kemarin sudah mengemas enam gol dalam lima laganya bersama AC Milan. Dimana empat dari lima laga yang sudah dijalaninya dimulai sebagai starter.

Hebatnya, dia belum pernah bermain 90 menit penuh. Biasanya Piatek sudah ditarik keluar sebelum pertandingan berakhir guna memberikan waktu bermain untuk Patrick Cutrone.

Dalam empat  penampilan terakhirnya tersebut, striker yang didatangkan dengan mahar 35 juta euro itu total hanya merumput selama 299 menit atau rataan satu gol setiap 49,8 menit. Dalam empat pertandingan terakhir ia juga hanya melepaskan delapan tembakan tepat sasaran atau satu gol setiap 1,3 shot on target.

Penyerang asal Polandia itu hanya butuh 310 menit dan 18 percobaan untuk mengemas enam gol bagi Milan. Menurut Football Italia, catatan ini adalah yang tercepat sepanjang sejarah klub untuk pemain debutan, bahkan lebih cepat dari Gunnar Nordahl.

Nordahl sebelumnya memegang rekor ini dengan mencetak enam gol dalam 419 menit pertamanya bersama Rossonerri. Nordahl sendiri merupakan top skorer sepanjang masa AC Milan dengan koleksi 210 gol di Liga Italia, 221 gol di semua ajang, kala ia bermain disana tahun 1949 hingga 1956.

Di posisi ketiga pencetak enam gol tercepat dihuni oleh Mario Balotelli dengan 433 menit. Disusul oleh Ostroman 450 menit serta Bierhoff dengan waktu 453 menit.

Dengan melihat statistik yang ada, bukan hal yang berlebihan jika Piatek diprediksi bisa menjadi mesin gol untuk Milan. Mengingat Piatek merupakan striker yang sangat oportunis.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

 

Idolakan Ronaldo, Pertanda Piatek Hengkang ke Juventus?

Vivagoal Serie A – Striker baru klub sepak bola AC Milan, Krzysztof Piatek diam-diam mengidolakan mega bintang Portugal, Cristiano Ronaldo.

Bintang muda asal Polandia itu didatangkan AC Milan dari Genoa dengan mahar sebesar 35 juta euro atau sekitar Rp 556 miliar pada bursa transfer musim dingin 2019. Ia didapuk sebagai pengganti Gonzalo Higuain yang bergabung dengan Chelsea.

Sejak didatangkan ke San Siro, Piatek telah membukukan tiga gol dalam dua penampilannya di semua kompetisi bersama Il Rossoneri.

Saat diwawancarai Foot Truck, Piatek tanpa ragu mengakui bahwa dirinya adalah penggemar setia Cristiano Ronaldo. Piatek bahkan turut mengoleksi beberapa jersey Cristiano Ronaldo.

“Jersey pertama yang saya miliki adalah jersey Real Madrid dengan nama Cristiano Ronaldo,” ungkap Piatek, dikutip dari kanal berita olahraga Football Italia.

“Kemudian, saya mendapatkan satu jersey Manchester United, lagi-lagi dengan nama Ronaldo beserta nomor punggung khasnya, yaitu tujuh (7),” imbuh pemain berusia 23 tahun tersebut.

Sepertinya Piatek juga berusaha meneladani kegigihan Ronaldo. Hal itu ia wujudkan dengan bekerja keras demi kualitas klub barunya, AC Milan.

“Setelah sesi latihan pertama saya bersama AC Milan, saya bertekad untuk mencetak 12 gol pada musim ini. Untuk itu, saya harus bekerja keras setiap hari. Dengan bekerja keras tentu akan membuahkan hasil yang baik,” tandas Piatek.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

- Advertisement -

HOT NEWS