Tag: Sarriball

Del Piero; Sarri Butuh Waktu Tuk Buat Juventus Bermain Indah

Vivagoal Serie A – Alessandro Del Piero sadar jika Sarriball cukup sulit diterapkan di Juventus. Namun itu bukan berarti skema permainan miliki Maurizio Sarri itu tidak cocok.

Juventus sejatinya masih tampil apik musim ini. Mereka masih berada di puncak klasemen Serie A meski hanya unggul satu angka saja dari Lazio di posisi kedua. Mereka juga baru merasakan tiga kekalahan musim ini.

Namun kritik bermunculan setelah Juventus merasakan kekalahan dari tim-tim yang notabene bisa dengan mudah mereka kalahkan. Belum lagi Cristiano Ronaldo dkk tidak mampu menjebol gawang Olympique Lyon dan harus pulang setelah kalah 0-1 di leg pertama 16 besar Liga Champions.

Namun Del Piero tak sepakat dengan kritik tersebut. Menurutnya Sarri butuh waktu untuk memaksimalkan skema permainan yang ia bawa ke Turin.


Baca Juga:



“Sarri menciptakan gagasan akan sepak bola yang indah di Empoli juga Napoli, tapi butuh waktu untuk bisa terealisasi di sini, dengan sesi latihan harian serta komunikasi yang terus-menerus,” ujar Del Piero kepada
Sky Sport Italia.

“Juventus tidak memiliki banyak waktu, sebab mereka bermain di banyak pertandingan, oleh karenanya seorang pelatih bisa meminta lebih dari setahun agar gagasannya bisa diaplikasikan ke dalam tim,” lanjutnya.

Sarriball yang diusung Sarri sejatinya menampilkan permainan indah layaknya Pep Guardiola. Namun nyatanya hingga kini masih belum banyak terlihat.

“Kami memang belum melihat banyak keindahan sepak bola dalam Juventus versi Sarri, tapi sudah sedikit terlihat, jadi saya pikir mereka ada di jalur yang tepat,” tambahnya.

“Bagaimanapun juga, mereka masih berada di puncak Serie A dan memiliki kesempatan untuk lolos ke babak perempat final Liga Champions,” pungkasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Begini Penerapan Sarri Ball Bersama Juventus

0

Vivagoal Serie ABeberapa eksperimen coba dilakukan oleh Maurizio Sarri saat Juventus bertemu Brescia Rabu (25/9/2019) dini hari WIB. Yang paling mencolok ialah pemilihan skema 4-3-1-2 dalam laga tersebut.

Si Nyonya Tua sendiri berhasil meraih kemenangan 1-2 di laga tersebut. Bermain sebagai tim tamu, Juve sempat dikejutkan lewat gol cepat Brecia. Namun demikian mereka mampu membalikkan keadaan lewat gol Chancellor [bunuh diri] dan Miralem Pjanic.

Menariknya Juventus  tampil tanpa Cristiano Ronaldo  yang cedera dan memilih merubah formasi 4-3-3 menjadi 4-3-1-2. Dimana Aaron Ramsey  memegang peran penting sebagai trequartista.

Pemilihan Ramsey sendiri cukup unik. Pasalnya Paulo Dybala lebih sering berada di posisi tersebut. Selain itu ada juga Adrien Rabiot yang juga bisa bermain di belakang penyerang.

Baca Juga: FIFA Marah Pada Cristiano Ronaldo, Ada Apa?

“Dengan memakai trequartista, saya lihat Aaron Ramsey paling cocok untuk posisi tersebut, sementara ada juga Rabiot,” kata Sarri yang lebih memilih memasang Ramsey. 

Lebih lanjut, sang pelatih tak menampik bila Dybala punya kualitas yang sama baiknya dipasang di posisi tersebut. Namun faktor kebugaran membuat Sarri lebih memilih  mengistirahatkan pemain asal Argentina tersebut. 

“Dalam beberapa pertandingan, saya yakin Paulo Dybala juga dapat membantu kami sebagai trequartista, meskipun saya lebih suka dia beberapa meter lebih ke depan.

“Dybala menunjukkan banyak kualitas, berhasil dengan baik dalam mengimbangi pergerakan Ramsey, dia pergi dengan sedikit benturan dan kita akan melihat bagaimana kondisinya ke depan,” ucap Sarri.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Ide-ide Cerdas Sarri Kejutkan Bonucci

Vivagoal Serie A – Bek Juventus, Leonardo Bonucci mengaku sangat terkejut dengan ide-ide Maurizio Sarri. Ia menyebut jika taktik permainan pelatihnya itu tak semudah yang dibayangkan.

Nama Sarri muncul sebagai salah satu pelatih cerdas setelah menerapkan filosofi sarriball di Napoli. Gaya permainannya kian banyak dilihat orang ketika menukangi Chelsea pada musim kemarin. Kini, tentu banyak orang merasa tertarik untuk terus melihat taktik Sarri yang sudah kembali ke Italia bersama Juventus.

[irp]

Secara garis besar tentu kita melihat jika taktik sarriball tak ubahnya seperti permainan tiki-taka khas Pep Guardiola. Namun yang menarik di sini adalah aliran bola lebih cepat dan tidak melulu melalui bola-bola pendek. Setiap pemain juga terlibat dalam taktik bahkan termasuk para pemain bertahan.

Bonucci lantas menyadari betapa mengejutkannya ide-ide yang dimiliki Sarri. Ia mengatakan semua tak berjalan semudah yang dilihatnya selama ini.

“Saya dikejutkan oleh ide-ide yang dimiliki Sarri. Ketika Anda melihat tim yang dia latih sebelumnya, dari luar, Anda pikir Anda paham apa yang sedang terjadi,” kata Bonucci seperti dikutip dari Football Italia.

“Tetapi, saat berada di dalamnya, Anda memahami kecerdasan seorang pelatih yang tentu saja membawa ide-ide baru,” sambungnya.

[irp]

Bonucci juga mengatakan jika Sarri memiliki intensitas latihan tinggi yang membuat setiap pemain terus berkonsentrasi.

“Sarri lebih menekankan latihan dengan bola, intensitas tinggi, sedikit jeda antara istirahat dan minum karena ingin kami selalu siap untuk latihan berikutnya. Itu membuat konsentrasi kami selalu terjaga di level tinggi,” tegas bek 31 tahun itu.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Sempurnakah Sarri-ball Bersama Juventus?

Vivagoal Serie A – Kedatangan Maurizio Sarri ke Juventus dibarengi dengan kekhawatiran akan filosofi yang ia terapkan. Akankah Sarri-ball akan berjalan sempurna di Turin?

Sarri sendiri didatangkan sebagai pengganti Massimiliano Allegri yang pergi pada akhir musim kemarin. Kedatangan Sarri di Juventus sendiri baru resmi terjadi pada Minggu kemarin kendati rumor sudah terjadi sejak beberapa pekan sebelumnya.

[irp]

Kedatangan Sarri sendiri dibarengi dengan pertanyaan kapabilitasnya mengingat capaiannya belum sementereng Allegri. Hanya saja Sarri memiliki filosofi permainan yang cukup menjanjikan.

Adalah Sarri-ball yang nantinya kemungkinan besar akan diterapkan di Juventus. Gaya bermain satu ini fokus membangun serangan lewat operan-operan pendek yang memanfaatkan celah-celah sempit dan penempatan posisi pemain di lapangan.

Namun akankah semua berjalan dengan baik nantinya?

Pengamat sepakbola Italia, Gabriele Marcotti melihat hal tersebut sepertinya akan cukup sulit dikembangkan di Juventus. Hal ini tidak lain karena skuat Juve kini terlalu banyak diisi oleh para pemain tua yang akan kesulitan menerapkan Sarri-ball.

“Ada banyak pandangan negatif dari fans di media sosial tentang Sarri ke Juventus, khususnya karena gaya bermain yang ia terapkan, sebagian karena tidak melihat hal itu, sebagian karena masa lalunya di Napoli,” kata Marcotti kepada ESPN.

[irp]

“Saya hanya melihat tim yang ia miliki dan penasaran bagaimana pemain-pemain ini menyatu untuk filosofi gaya Maurizio Sarri. Dari posisi penyerang, mungkin Cristiano harus bermain di mana faktanya mereka punya banyak pemain yang sudah tua saat ini,”

“Lalu apakah anda akan membiarkan Matuidi dan Aaron Ramsey berlari dan bekerja layaknya N’Golo Kante lakukan. Apakah bek tengahnya akan dibiarkan membuat garis pertahanan yang tinggi, terutama ketika mereka sudah tua? Saya tak yakin ini akan berhasil,” jelasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A hanya di Vivagoal.com

Sarri Hijrah ke Juventus, Bagaimana Masa Depan Jorginho?

VivagoalLiga Inggris – The Blues julukan Chelsea diyakini akan segera melepas Jorginho usai memastikan Maurizio Sarri hijrah ke Juventus.

Untuk itu, Jorginho tidak benar-benar diperlukan Chelsea tanpa keberadaan Sarri. Siapa pun pelatih baru nanti dinilai bakal melepas sang gelandang.

Pendapat ini diungkapkan oleh eks pemain Chelsea, Shaka Hislop. Dirinya yakin Chelsea membeli Jorginho hanya karena permintaan spesial dari Maurizio Sarri. Sekarang ini, tak ada manfaatnya mempertahankan gelandang tersebut.

Pada musim lalu, Maurizio Sarri menggendong Jorginho dari Napoli ke Chelsea. Dirinya sangat membutuhkan Jorginho untuk menjalankan gaya sepak bolanya yang dikenal dengan sebutan Sarriball.

[irp]

Kesempatan kala itu, Jorginho memang menjadi nyawa Sarriball pada musim 2018/2019.

Namun nahas, Sarriball ternyata hanya menuai respon negatif dari fans Stamford Bridge. Fans The Blues tak benar-benar percaya pada taktik tersebut. Bahkan kali ini, taktik Sarri dinilai tidak jelas dan tak bisa mengembangkan tim.

Sebetulnya, Sarriball tak terlalu buruk. Walaupun belum sempurna, Sarri tetap mampu membawa Chelsea memenuhi target. Yaitu finis di peringkat ketiga Premier League dan menjuarai Liga Europa. Namun sayang, fans Chelsea sudah terlanjur kecewa.

Sekarang, Maurizio Sarri sudah dipastikan angkat kaki ke Juventus. Tak ada lagi Sarriball di Chelsea musim depan. Pertanyaan baru mencuat: bagaimana nasib Jorginho? Siapapun pelatih anyar nanti bakal membuat keputusan penting.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Essien Beri Dukungan Terkait Filosofi Sarriball

VivagoalLiga Inggris – Belakangan Sarriball sering menjadi kambing hitam kala Chelsea mendapat hasil negatif. Banyak fans hingga pundit Inggris menyebut filosofi satu ini terlalu mudah ditebak oleh lawan.

Di awal kedatangan Maurizio Sarri di Chelsea, The Blues sempat bersaing untuk gelar juara di awal musim. Hanya saja seiring waktu berjalan performa Chelsea terus menurun dan kini mereka hanya bisa bersaing untuk posisi empat besar.

Sarri pun menjadi sorotan terkait filosofi yang ia terapkan, Sarriball. Ia disebut memberi status ‘anak emas’ pada Jorginho, pergeseran posisi N’Golo Kante hingga lini depan yang tidak mampu jadi tumpuan mencetak gol.

[irp]

 

Momen terburuk dari Sarriball disinyalir terjadi kala Chelsea dihajar enam gol tanpa balas oleh Manchester City. Fans pun mulai mencibir gaya bermain Sarri yang terlalu mudah dibaca oleh tim lawan.

Namun menurut Michael Essien yang salah dari permainan Chelsea saat ini bukanlah Sarriball melainkan penerapan dari para pemain Chelsea itu sendiri.

“Bagi saya, ini bukan tentang gaya bermainnya yang salah, tapi bagaimana pemain menerapkannya di lapangan terlepas dari cara bermainnya,” buka Michael Essien dikutip dari Goal International.

“Gaya bermain apa pun yang diminta untuk Anda mainkan, sebagai pemain yang sangat baik, Anda harus melakukannya dan itulah yang sekarang coba dilakukan oleh para pemain Chelsea.”

[irp]

“Pelatih adalah bos dan semua pemain harus mendengarkan dan melaksanakan semua instruksinya untuk kebaikan klub dan tim,” tegas mantan pemain Persib Bandung tersebut.

Lebih lanjut Essien juga memberikan dukungan penuh kepada Sarri. Menurutnya orang paling kompeten untuk menunjuk pemain adalah dirinya bukan suporter atau bahkan orang lain.

“Pelatih melihat para pemain setiap hari dalam sesi latihan dan mengetahui kekuatan dan kelemahan yang mereka miliki.”

[irp]

“Jadi, atas dasar itu dia memutuskan pemain ini harus bermain di sini dan yang lain di posisi yang berbeda. Yang bisa kami lakukan sebagai pendukung Chelsea adalah mendukung tim untuk meraih kemenangan terlepas dari siapa yang berada di atas lapangan,” tutup Essien.

Selalu update berita bola terkini seputar sepakbola dunia hanya di vivagoal.com

Tak Peduli Kritikan, Sarri Akan Pertahankan Sarriball

Vivagoal Liga InggrisMaurizio Sarri menegaskan akan terus mempertahankan filosofi permainannya yang dikenal dengan Sarriball. Menurutnya sebagai pelatih ia harus tetap meyakini apa yang ia lakukan termasuk gaya permainan yang ia terapkan.

Sarriball sendiri secara sederhana menitikberatkan gaya permainan yang fokus dengan umpan-umpan pendek. Membangun serangan dimulai dari belakang dan memaksimalkan sektor gelandang. Dimana Jorginho di plot sebagai deep lying playmaker.

Meski sempat berjalan cukup apik di awal musim, sejak pergantian tahun Sarriball mudah ditebak. Para fans pun mulai geram menyaksikan permainan Eden Hazard dkk di lapangan. Tak jarang mereka terus mencibir Sarri saat Chelsea bermain.

[irp]

Meski demikian, Sarri tidak akan merubah taktik permainan yang ia terapkan saat ini. Sebagai pelatih ia juga harus tetap yakin dengan filosofi yang ia usung. 

“Memang tidak mudah memainkan sepak bola saya. Namun saya tidak akan merubah filosofi permainan saya. Saya hanya tahu satu cara. Kami harus terus memenangkan pertandingan dan berusaha meraih trofi musim ini [untuk merebut hati fans],” jelas Sarri di Sky Sports.

Lebih lanjut ia membeberkan kendala terkait penerapan filosofi permainannya. Dimana Chelsea dengan Sarriball tak menunjukan performa yang baik.  Minimnya waktu persiapan diakui Sarri sebagai salah satu kendala terbesar sehingga para pemain sulit beradaptasi.

“Kami mencoba melakukannya, tapi itu tidak mudah khususnya di musim pertama sebab kami baru mulai pekerjaan pertengahan Juli. Pada awal Agustus kami sudah memainkan laga resmi pertama dan kami harus bermain tiga hari sekali,” tegas Sarri.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

Inilah Alasan Sarriball Tak Berjalan Mulus

Vivagoal Liga Inggris – Penyerang Chelsea, Pedro Rodriguez mengaku kesulitan untuk bisa memainkan filosofi Sarriball. Meski sulit, Pedro menyukai taktik Sarri yang mendominasi penguasaan bola tersebut.

Didatangkan dari Napoli pada musim panas kemarin, Maurizio Sarri datang dengan sebuah filosofi permainan yang ia sebut dengan Sarriball. Filosofi permainan yang satu ini mengandalkan penguasaan bola serta tekanan pada tim lawan agar tak mampu mengembangkan permainan.

“Seluruh tim mengikuti ide Maurizio: memberikan tekanan tinggi, tetap kompak, dan membuat peluang. Dengan penguasaan bola yang bagus dan sering menguasai bola kami bisa melakukan ini sebagai tim,” tutur Pedro seperti yang dikutip dari Goal.

Di awal kedatangannya Sarriball berjalan mulus. Namun kini filosofi tersebut mengalami masalah besar. Dimana dalam tiga pertandingan terakhir, Chelsea harus menelan dua kekalahan pahit.

Kekalahan pertama mereka rasakan saat dibekuk Bournemouth empat kosong. Berikutnya mereka dibenamkan Manchester City enam gol tanpa balas. Buruknya lagi mereka sudah kemasukan empat gol saat laga baru berjalan 25 menit di Etihad Stadium. Pedro mengakui kekalahan atas Bournemouth dan City tak lain imbas dari sulitnya menerapkan Sarriball.

[irp]

“Terkadang taktik Sarri sangat sulit untuk dimainkan. Tergantung pada siapa lawannya. City bermain dengan sangat baik, jadi sangat sulit untuk ditekan, untuk berada di antara garis tengah dan bertahan,” jelas Pedro.

Meski demikian mantan pemain Barcelona itu mengaku menyukai filosofi bermain yang diusung Chelsea. Menurutnya memberi pressing pada lawan lebih baik ketimbang mengandalkan serangan balik.

“Saya lebih senang memberikan tekanan tinggi saat kami berhasil mendapatkan bola kembali untuk membuat peluang, tidak menunggu selama 90 menit untuk mendapatkan bola lalu berlari 60 meter untuk mencetak gol,” tambahnya.

Chelsea sendiri selanjutnya akan melakoni leg pertama babak 32 besar menghadapi Malmo di Swedbank Stadion, Swedia pada Jumat (15/2/2019) dini hari nanti. Jelang laga itu, Pedro yakin timnya akan kembali meraih hasil positif.

“Dalam beberapa pertandingan terakhir, hasilnya sedang tidak bagus. Besok akan ada kesempatan untuk menang dan mengembalikan kepercayaan diri kami kembali,” tandasnya.

Selalu update berita bola terbaru seputar Liga Inggris hanya di Vivagoal.com

LATEST NEWS

HOT NEWS