
5 Fakta Pemain Penting yang Pernah Memperkuat Pisa SC
- Carlos Dunga

Di medio 80an, Dunga banyak mentas bersama tim-tim Brasil dalam karir awal sebagai pesepakbola. Ia pernah bermain untuk Internatcional, Corinhtians, Santos dan Vasco da Gama. Sosok yang dikenal sebagai gelandang yang bisa menjadi mentronom permainan kemudian merapat ke Eropa pada tahun 1987.
Pisa membelinya dari Vasco seharga 310 ribu Euro. Di Pisa, ia hanya mentas selama semusim kala tim masih berada di Serie A. Bersama tim asal Tuscany, ia mentas dalam 29 laga di lintas kompetisi dan mendulang tiga gol. Dunga kemudian dilego ke Fiorentina semusim berselang dengan mahar 500 ribu Euro.
Bersama La Viola, karirnya sebagai sosok krusial di lini tengah menanjak. Dunga juga sudah mulai rutin membela Timnas Brasil pasca mentas di Eropa. Catatan terbaiknya hadir tatkala hantarkan Selecao menangi Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat saat mengalahkan Italia di partai puncak.
- Diego Simeone

Simeone merupakan gelandang pekerja keras asal Argentina yang namanya mulai diperhitungkan ketika memperkuat Valez Sarsfield di awal karirnya sebagai pemain. Ia merupakan pemutus serangan yang bisa diandalkan di lini tengah. Seperti banyak pemain Amerika Selatan lain yang ingin bersinar, Eropa jelas menjadi destinasi terbaik untuk mengembangkan diri.
Pada 1990, ia merapat ke Pisa dengan mahar 300 ribu Euro. ia lumayan diandalkan dalam dua tahun karirnya di Tuscany. Dalam musim pertamanya. Ia gagal membantu tim bertahan di Serie A dan sempat mentas di Serie B pada musim keduanya. Sang pemain kemudian dilego ke Sevilla dengan mahar 1 juta Euro dan mentas bareng Diego Maradona.
1990/91, dos leyendas Diego Maradona y Diego Simeone, Napoli vs Pisa, Estadio Arena Garibaldi-Romeo Anconetani ⚽️⚽️⚽️⚽️⚽️ pic.twitter.com/Aefa8REblP
— Fandeev (@Fandeev2) May 15, 2020
Bersama Pisa, ia bermain dalam 62 aga dan mengepak 6 gol serta satu assist. Pasca meninggalkan klub, statusnya sebagai gelandang yang diperhitungkan pun mulai kentara. Ia sempat memperkuat beberapa tim besar macam Inter Milan, Lazio hingga Atletico Madrid. Banyak prestasi mentereng yang hadir dan status tersebut tak berubah tatkala ia telah menjadi pelatih.
- Wim Kieft

Sosok asal Amsterdam merupakan jebolan dari akademi Ajax dan mulai mentas reguler di tim utama pada 1980an saat usianya belum 18 tahun. Di sana, ia harus berbagi tempat dengan sosok-sosok senior di Timnas Belanda mulai dari Frank Rijkaard, Marco Van Basten hingga Gerald Vanenburg.
Pisa keert dit weekend na 34 jaar weer terug in de @SerieA 🇮🇹.
Twee Nederlanders kwamen ooit uit voor de Nerazzurri.
🔸Mario Been – 78 wedstijden, 11 ⚽🥅.
🔸Wim Kieft – 110 wedstrijden, 37 ⚽🥅.Been speelde in dat laatste Serie-A seizoen van Pisa 3 wedstrijden.#PISA #tbt pic.twitter.com/QfTlBBF0Hg
— BalcioNL ⚽🇮🇹🔸 (@balcio_nl) August 21, 2025
Pada 1983, ia dijual Ajax ke pisa dengan mahar 390 ribu Euro. Sosok yang mentas sebagai penyerang kemudian mulai menjadi mesin gol klub. Dalam tiga tahun masa baktinya, ia sempat mendulang 37 gol dan satu assist dari 110 laga. Ia pernah merasakan manisnya kompetisi Serie A dan turun kasta ke Serie B. I Nerazurri jug sempat dihantarkan menangi Serie B dan Mitropa Cup.
Pasca Pisa, ia sempat membela Torino dengan transfer 2,5 juta Euro di tahun 1986 lalu. Namun karirnya di Turin tak berjalan sesuai rencana. Keran golnya seret dan ia harus dilepas ke Psv Eihoven pada 1987. Bersama PSV, karirnya naik kembali dan dirinya sempat menjadi bagian Timnas Belanda kala menangi Euro 1988.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Antonio Cassano, Si Badut dengan Mulut Beracun
- Obrolan Vigo: Mengapresiasi Langkah Abroad Asnawi Mangkualam
- Obrolan Vigo: Filippo Inzaghi, Striker Kelas Satu yang Menjadi Pelatih Kelas Dua
- Obrolan Vigo: Robinho, Scam Terbesar yang Pernah Menghinggapi Manchester City
- Christian Vieri

Vieri merupakan sosok yang sempat tergabung dalam akademi Torino. Pada 1992/93 lalu, ia merapat ke Pisa dengan status pinjaman guna mendapatkan kesempatan mentas di tim utama. Momen tersebut suskes dimanfaatkan dengan baik. Bobo mampu mengepak 18 laga. Namun ia kesulitan mendulang dua gol dalam periode tersebut.
Sang pemain kemudian melalang buana ke berbagai tim. Namanya sempat mencuri perhatian tatkala memecahkan rekor transfer kala merapat ke Atletico Madrid pada 1997 lalu. Pasca petualangan singkat bersama Los Rojiblancos. Rekor demi rekor penjualan sempat ia bukukan bersama Lazio dan Inter Milan.
Vieri memiliki karir yang panjang di Italia bersama berbagai tim. Pemian yang juga memiliki paspor Australia masih mentas hingga 2009 dan Atalanta menjadi tim terakhir yang dibelanya sebelum akhirnya pensiun.
- Leonardo Bonucci

Bonucci sempat hadir dalam akademi Inter. Di awal karirnya, ia harus dipinjamkan ke berbagai tim guna mendapatkan menit bermian. Treviso dan Pisa menjadi klub transit bagi sang pemain sebelum dinilai layak atau tidak memperkuaat La Beneamata.
Bersama Pisa, ia sempat mainkan 18 laga dan mendulang satu gol pada 2009 lalu. Karirnya kemudian melesat kala memperkuat Genoa, Bari dan Juventus. Bersama Si Nyonya Tua, ia menjadi salah satu pemain yang hadir dalam proyek kebangkitan tim kala kembali merajai Serie A pasca Calciopoli.
Ia sempat menangi berbagai gelar prestis di tier atas Italia dan sempat merasakan dua final Liga Champions bersama Juventus. Puncaknya, Bonucci sempat menjuarai Euro 2020 bersama Timnas Italia.















