
Obrolan Vigo: Gerard Pique, Sosok Kelas Dua yang Menjadi Legenda Barcelona
Barcelona, Spanyol dan Melegenda

Kesuksesan yang ditorehkan Barcelona di musim itu memang terbilang luar biasa. Sebelum Bayern Munich memecahkan rekor tersebut pada 2020, Blaugrana sukses menjadi mitos dalam sepakbola Eropa dan kebetulan lagi, ada Gerard Pique di dalamnya.
Duetnya bersama Carles Puyol terus terjalin. Tak hanya di level klub, kombinasi keduanya juga menjalar ke Timnas Spanyol. Kombinasi keduanya, plus Sergio Ramos mampu hantarkan La Roja menjadi juara dunia pada 2010 lalu.
Barcelona juga masih stabil di jalur juara berkat Lionel Messi, Thierry Henry, Zlatan Ibrahimovic dan era keemasan Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Blaugrana masih mendulang gelar domestik maupun Liga Champions.
Not a bad trophy haul.🏆
Happy Birthday to Barcelona and Spain legend, Gerard Pique! 🇪🇸🟦🟥#Barcelona #Pique #FCBarcelona pic.twitter.com/Hn9VeRbqrs
— MOTM Football (@motm_football) February 2, 2023
Di tahun 2012, dominasi Timnas Spanyol juga masih lumayan digdaya di bawah arahan Vicente del Bosque. La Roja kembali menjuarai back to back Euro pasca memenangi Piala Eropa 2012 dan Pique masih menggalang pertahanan bersama Puyol serta Ramos di lini belakang. Kebersamaan Puyol dan Pique ramping pada 2013/14 lalu. Tugas sebagai palang pintu di Barcelona pun diemban oleh mantan tunangan Shakira itu.
Baca Juga:
- Dikuasai Pebisnis, Inilah 5 Fakta Bakal Calon Ketua Umum PSSI
- 5 Fakta Pelatih yang Tak Pernah Bermain Sebagai Pesepakbola
- 5 Fakta Hooligan Inggris yang Paling Brutal
- 5 Fakta Klub Sepakbola dengan Logo Terjelek
Puncak kesuksesan Pique sebagai defender tanpa ketiadaan Puyol hadir kala Blaugrana mendulang treble winners mereka di era Milenium. Trio Messi Neymar Suares (MSN) di bawah arahan Luis Enrique membuat Barca kembali menjadi disegani di Eropa.
Namun setelahnya, Barca terbilang biasa saja. Mereka memang masih menguasai kompetisi domestik namun performa mereka di Eropa rontok. Berbagai pemain pun silih berganti datang. Neymar Jr, Luis Suarez hingga Lionel Messi bertahan. Barca hanya tinggal dihuni oleh Jordi Alba, Sergio Busquets, Sergi Roberto dan Gerard Pique sebagai jebolan La Masia yang bertahan.
Pasca dirundung masalah keuangan pasca ketidakbecusan Josep Maria Bartomeu dan klub kembali diakusisi oleh Joan Laporta. Rentetan kebijakan klub membuat Pique rela memotong gajinya bahkan bersedia tak dibayar. Namun kembali, ia menunjukan kapasitasnya sebagai pemimpin tim dengan memutuskan pensiun pada pertengahan musim 2022/23 guna meringankan beban keuangan Barcelona.
❗| Gerard Piqué on Instagram: pic.twitter.com/Uph6wFgM6J
— Managing Barça (@ManagingBarca) January 25, 2023
Meski sudah banyak berkorban, suara sumbang terkait Pique pernah ada dan terdengar. Segala kesuksesan yang direngkuh pemain asal Spanyol memang ada dalam ruang dan waktu yang tepat. Hal tersebut disampaikan oleh mantan pemain Real Madrid, Oscar Ruggeri yang menyebtu sang pemain merupakan sosok biasa saja.
“Pique adalah pemain kelas dua seperti saya, dan seperti kebanyakan pemain lainnya,” kata Ruggeri kepada FOX Sports pada 2020 lalu.
“Dia tampan, dia bersama Shakira, dia memiliki jenggot keren, tetapi jika dia bermain bersama Valencia, dia tidak akan dikenal.” tambahnya.
Apa yang dikatanan Rugerri bisa jadi benar adanya lantaran selain mengorbankan diri, performa Pique juga tak stabil sebelum dirinya putuskan pensiun bersama Azulgrana. Meski terasa biasa saja, sosok yang pernah digadang sebagai Piquenbauer ini tetap menjadi bagian dari sejarah panjang Barcelona.
Feliz Cumpleanos, Geri!
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















