
Obrolan Vigo: Piala Presiden: Kompetisi Anomali yang Tak Perlu Diseriusi
Vivagoal – Berita Bola – Piala Presiden 2024 akan dihelat pada 19 Juli mendatang. Laga Persib Bandung melawan PSM Makassar bakal menjadi pertandingan pembuka. Turnamen ini diikuti 8 tim jelang digulirkannya Liga 1 2024. Namun kejuaraan ini tak perlu terlalu diseriusi oleh tim yang berpartisipasi. Mengapa?
Ide Piala Presiden sejatinya sudah digagas sejak 2015 lalu dan tak selalu bergulir tiap tahunnya sejak 2015, turnamen ini sempat absen pada 2016, 2020, 2021 dan 2023. Turnamen ini bersifat pra-musim atau ajang uji coba. Adapun alasan absennya lantaran dua faktor karena Indonesia sempat disanksi FIFA dan pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu.
Kejuaraan ini selalu menyertakan tim besar macam Persija Jakarta, Persib Bandung, Arema FC dan sederet tim lain. Selayaknya turnamen pra-musim, tak ada keuntungan yang bisa diperoleh tim selain match fitness dari para pemainnya serta uang tunai bagi penyelenggaraan. Untuk gelaran kali ini, ada Rp 5 Miliar yang disiapkan sebagai total hadiah bagi 8 tim peserta yang berpartisipasi macam Persib, Persija, Arema FC, Bali United, Persis Solo, Madura United, Borneo FC, dan PSM Makassar.
𝐇𝐀𝐒𝐈𝐋 𝐃𝐑𝐀𝐖𝐈𝐍𝐆 𝐑𝐎𝐍𝐃𝐄 𝟑 𝐊𝐔𝐀𝐋𝐈𝐅𝐈𝐊𝐀𝐒𝐈 𝐏𝐈𝐀𝐋𝐀 𝐃𝐔𝐍𝐈𝐀 𝟐𝟎𝟐𝟔‼️
🇮🇩 Indonesia tergabung dalam grup neraka di ronde 3 Kualifikasi Piala Dunia 2026 🔥 pic.twitter.com/gbHL7kSghy
— Vivagoal (@vivagoal_idn) June 27, 2024
8 tim yang dipilih, menurut Ferry Paulus selaku ketua PT LIB, didasarkan pada status tim yang pernah menjadi juara di turnamen dan keikutsertaan tim yang mentas di Asia. Tak ada tempat bagi tim-tim macam PSS Sleman, Dewa United atau tim promosi macam PSBS Biak hingga Malut United karena tak memenuhi kriteria tersebut.
Baca Juga:
- 5 Fakta Pemain Penting Lazio di Medio 90an
- 5 Fakta Pesepakbola Terbaik Venezuela
- 5 Fakta Pemain Terbaik Timnas Kanada Sepanjang Masa
- 5 Fakta Pesepakbola yang Sering Tampil di Euro
Di berbagai belahan dunia, khususnya Eropa, tim yang melakoni pra-musim biasanya kerap memainkan pemain muda guna mengetes kesiapan mereka apakah layak untuk bersaing di tim utama atau masih harus dipinjamkan lagi ke tim lain guna mengasah potensi mereka sebelum dinyatakan benar-benar siap untuk membela klub.
Ketika Chelsea datang ke Indonesia guna bersua Indonesia All Star pada 2013, Jose Mourinho yang menukanti tim untuk kali kedua banyak memainkan pemain muda guna mengetes komposisi skuatnya. Sosok-sosok macam Jamal Blackman, Wallace hingga Tomas Kalas mendapatkan menit bermain di laga yang sukses dimenangkan the Blues dengan skor 8-1.
Piala Presiden 2024 pic.twitter.com/eRI42CnCa0
— mohammed ali mahrus (@AlionelMessi_) July 16, 2024
Mou banyak menurunkan pemain lapis keduanya guna melihat apakah tim tersebut siap untuk mentas di tim utama atau tidak. Hal serupa pernah diterapkan Thomas Doll di Piala Presiden 2022 lalu bersama Persija. Ia banyak menurunkan pemain muda lantaran merasa tak memiliki urgensi untuk memainkan pilar seniornya di ajang tersebut. Bahkan di ajang tersebut, ia merasa timnya sama sekali tak perlu ambil bagian dalam kejuraan.
“Terlalu banyak waktu yang habis di luar kota, main juga sangat malam. Di hari pertandingan kami harus menunggu seharian,” ucapnya. “Di sini (Samarinda), kami harus menempuh jarak satu kilometer hanya untuk berlatih, bahkan setelah berlatih harus segera pergi karena ada tim lain yang mau Latihan. Jadi, memang banyak alasan kenapa dari awal saya sebenarnya tidak mau (Persija) bermain di turnamen ini,” tutur Thomas Doll seperti diwartkaan Kompas.
Baca Juga:
- Obrolan Vigo: Hugo Ekitike, Wonderkid Prancis yang Karirnya Dirusak PSG
- Obrolan Vigo: Bakat Besar Guler Terlalu Sayang untuk duduk di Bangku Cadangan Real Madrid
- Obrolan Vigo: Manchester City Harus Membobol Tabungan untuk Berjaya Lagi Musim Depan
- Obrolan Vigo: Deteksi Sinyal Bahaya dari Cody Gakpo untuk Luis Diaz di Liverpool
Namun anehnya, meski berstatus sebagai kompetisi pra-musim, Risa Adi Wijaya selaku Ketua Organizing Committee mengklaim jika tim yang memiliki pemain Timnas harus memasukan pemain tersebut untuk mentas dengan alasan agar pemain siap bertanding. Namun di waktu yang bersamaan, ia juga mengklaim jika turnamen ini merupakan turnamen yang bisa membuat klub bereksperiem.
“Jadi ini (Piala Presiden) kan pramusim sebenarnya. Di mana pramusim itu membolehkan klub untuk bereksperimen terhadap pemain-pemainnya. Tapi ada kewajibannya, selama pemain berstatus tim nasional itu wajib dimainkan. Tinggal nanti ada pergantian di tengah babak itu, nanti hal yang teknis yang biasa dilakukan,” ungkapnya pada konfrensi pers yang dihadiri Vivagoal.
Eksperimen dengan kewajiban? Dua hal yang amat kontradiktif. Mengundang tim peserta bedasarkan status sebagai juara dan mentas di Asia serta menepikan tim lain juga merupakan hal yang layak didebatkan Namun inillah yang terjadi. Pada akhirnya, Piala Presiden memang merupakan ajang yang tak perlu diseriusi lantaran regulasi yang terbilang lumayan aneh.
Memaksakan pemain Timnas untuk bermain dengan dalih mendapatkan match fitnes di tengah resiko cedera yang menghantui dan hanya mengundang 8 tim dalam gelaran, apapun alasannya jelas menjadi anomali tersendiri. Namun turnamen ini bisa diseriusi jika uang hadiah menjadi target untuk direalisasikan, bukan begitu?
Selalu update berita bola terbaru seputar sepak bola dunia hanya di Vivagoal.com















